Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Kunjungan Mertua


__ADS_3

Kinara segera menghubungi nomor suaminya guna memberitahukan kalau nanti mertuanya akan berkunjung. Kan nggak lucu kalau nanti Mama dan Papa mertuanya datang dan Arya tidak ada di rumah.


Kinara sudah berulang kali menghubungi nomor Arya tapi dari tadi panggilannya tidak diangkat, lalu Kinara mencoba mengirimkan pesan pada nomer Arya.


✉️To: Mas Arya.


'Mas nanti malem mama Sekar sama papa Danur mau kesini. Mas nanti jangan pulang telat lho, nggak usah lembur dulu malam ini'


Isi pesan yang dikirim Kinara pada Arya.


"Semoga mas Arya cepet buka pesan dariku, dan mas Arya cepet pulang hari ini" gumamnya pada diri sendiri.


*******


Sementara itu di sebuah ruang kerja nampak ada sepasang kekasih yang tengah berc*mbu terganggu oleh suara ponsel yang terus berbunyi dari tadi. Tadinya mau di abadikan saja tapi karena suara itu terus menerus berbunyi maka dengan enggan mereka mengakhiri pertemuan dua bibir itu.


"Siapa sih yang telfon dari tadi mas? Ganggu aja deh. Mending kamu matiin aja hp kamu biar nggak ngganggu!" omel Sherly yang kesal karena kegiatan menghasilkannya terhenti karena gangguan.


"Sebentar Sherly, aku cek dulu siapa tahu penting"


Saat Arya hampir menyentuh handphone nya ternyata berhenti berdering.


"Tuh udah diem. Mending kamu matiin aja mas" pinta Sherly.


"Iya iya" Jawab Arya.


Tapi belum juga Arya mematikan ponselnya tiba tiba masuk sebuah pesan singkat dari istrinya.


📩 From: Kinara.


'Mas nanti malem mama Sekar sama papa Danur mau kesini, Mas nanti jangan pulang telat lho, nggak usah lembur dulu malam ini'

__ADS_1


Spontan kedua mata Arya pun melotot membaca pesan dari istrinya itu. 'What Mama sama Papa mau kerumah malam ini. Aku harus secepatnya pulang, untung aja Kinara ngasih tau aku kalau nggak bisa di omeli mama semaleman aku' Gumamnya dalam hati.


"Ada apa sih mas? Kok kamu tiba tiba jadi tegang gitu?" tanya Sherly yang penasaran pada isi pesan tersebut.


"Kayaknya aku harus secepatnya pulang deh Sher, orangtua ku mau ke rumah malam ini. Aku harus secepatnya pulang" ucap Arya memberitahu Sherly.


"Lho kok gitu sih mas? kan kamu tadi janji mau ke apartemen aku dulu" ucap Sherly dengan nada merajuk. Dia juga mengerucutkan bibirnya beberapa center.


"Lain kali lagi ya sayang. Ini tuh urgen, Mama papaku mau kerumah nanti. Masak mereka kerumah ku tapi akunya nggak ada sih, kan nggak enak Sherly, nanti mereka juga bisa curiga sama aku" ucap Arya coba menjelaskan.


"Ya kalau mereka curiga kamu tinggal bilang aja kalau aku ini pacar kamu ke mereka mas gampang kan"


" Itu namanya gali kuburan sendiri Sherly kalau mereka tau aku selingkuh, mereka pasti akan marah besar ke aku Sherly"


"Terus mau sampai kapan mas kita sembunyi sembunyi terus, aku juga capek lama lama kalau kayak gini" ucap Sherly mengeluarkan jurus memelasnya dan jangan lupakan matanya yang berkaca-kaca itu.


"Kamu sabar ya, aku akan coba bicara pelan pelan nanti ke keluarga aku. Kalau aku bilang sekarang yang ada mereka bukannya terima dan ngetestui kamu malah nyuruh aku buat tinggalin kamu" ucap Arya mencoba membuat Sherly mengerti.


Setelah Sherly dapat mengarti keadaannya, Arya pun bergegas pulang agar saat sampai rumah orang tuanya belum tiba di sana.


********


Pukul setengah enam petang Arya tiba di rumah setelah harus menghadapi macet terlebih dulu tadi.


"Assalamualaikum" ucap Arya bagitu sampai di depan pintu.


"Waalikumsalam mas, Alhamdulillah kamu udah pulang mas, aku khawatir kalau kamu nggak baca pesan dari aku dan pulang larut seperti biasanya mas karena aku telfon bolak balik kamu nggak angkat angkat" ucap Kinara begitu melihat suaminya.


"Tadi aku sibuk kerja sampai aku nggak nyadar kalau kamu telfon aku sampai berkali-kali. Untung aku sempet buka pesan dari kamu" ujar Arya.


Kinara hanya mengangguk dia malas menanggapi ucapan suaminya yang kemungkinan besar hanya kebohongan itu. Paling paling juga tadi abis berduaan sama selingkuhan nya sampai nggak angkat telfon dari ku.

__ADS_1


"Mama sama Papa mau kesini jam berapa nanti?" tanya Arya begitu masuk ke kamar.


"Aku nggak tau pasti mas, tapi mungkin sebentar lagi. Aku siapin air hangat dulu ya mas"


"Iya"


***********


Pukul 19.00 orang tua Arya akhirnya sampai di rumah Arya. Kinara menyambut kedatangan mertuanya dengan senang. Dan kini mereka semua sedang duduk bersama di meja makan untuk menikmati makanan malam.


"Masakan kamu memang nggak pernah mengecewakan ya Kinar" ucap Mama Sekar memuji masakan menantunya.


"Ah Mama bisa aja. Masakan Kinara tuh masih kalah kalau di bandingkan sama masakan Mama"


"Menurut Mama lebih enakan masakan kamu Kinar. Tuh lihat Papa aja sampe nambah makannya" ucap Mama Sekar tersenyum.


Memang kedua mertuanya sangat baik padanya. Hal ini juga yang membuat Kinara semakin kuat berusaha mempertahankan pernikahan nya.


"Kakek sama nenek setiap hari aja kesini, jadi Feli bisa makan rame rame kayak sekarang. Biasanya kan cuma Feli sama Mami aja kalau makan malem" celetuk Feli.


Arya yang mendengar ucapan putrinya langsung terbatuk batuk, sedang Kinara juga ikut kaget mendengar ucapan putrinya tadi. Dan kini kedua orang tua Arya kompak menatap Arya, apalagi mama Sekar. Dua seperti sudah siap menelan Arya hidup hidup.


Arya bahkan menelan ludahnya berkali kali melihat tatapan mata mamanya yang seakan bisa menghunusnya.


"Apa maksud ucapan Feli barusan Arya" ucap Mama Sekar masih dengan pandangan tajamnya.


"Emhhh gini ma, Arya sekarang kan udah naik jabatan nih jadi manager, jadi kerjaan Arya tuh numpuk banget ma. Arya harus lembur terus setiap hari karena kerjaan yang nggak selesai selesai ma" jelas Arya.


"Ya tapi kamu nggak bisa setiap hari lembur dong Arya, kamu juga harus punya waktu buat keluarga kamu. Anak dan istri kamu juga perlu perhatian kamu nggak cuma butuh uang kamu doang Arya!" ucap Mama kesal.


"Benar yang mama kamu bilang tadi Arya. Pekerjaan memang penting, tapi keluarga jauh lebih penting. Kamu nggak akan pernah sadar apa yang telah kamu lewatkan kalau kamu hanya mementingkan pekerjaan kamu saja. Kita sebagai suami memang punya tanggung jawab menafkahi keluarga. Tapi nafkah itu juga bukan hanya tentang uang tapi juga tentang kasih sayang" kini giliran Papa Danur yang memberi penjelasan pada Arya.

__ADS_1


Sebagai orang yang sudah makan asam garam kehidupan. Tentu Papa Danur jauh lebih mengerti makna keluarga. Dan papa Danur pun sadar jika kebersamaan yang berkurang makin lama akan menciptakan jurang di dalam pernikahan anaknya. Dan Papa Danur tidak ingin jurang itu terbentuk di rumah tangga anaknya.


__ADS_2