
Arya menoleh pada istri dan putrinya, Dia merasa sedikit bersalah karena tidak pernah ada waktu untuk mereka, sebagian besar waktunya dihabiskan di untuk bekerja dan Sherly. Bisa dibilang dia pulang hanya untuk tidur dan sarapan saja. Bahkan Arya bertemu putrinya hanya saat sarapan saja karena saat dia pulang putrinya sudah terlelap karena dia pulang terlalu malam.
Bahkan di hari minggu pun Arya selalu mencari cari alasan untuk pergi bersama Sherly. Meski sang putri kerap merengek tidak mengijinkannya pergi tapi Arya tetap memilih mengabaikan putrinya dan bertemu dengan kekasih gelapnya.
Kini setelah mendengar ucapan Papanya barusan, Arya jadi merasa bersalah karena tidak pernah punya waktu untuk keluarganya dan lebih mementingkan kesenangan di luaran sana dari pada keluarganya yang seharusnya lebih di prioritaskan.
"Iya Pah, Arya akan usahakan untuk membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga" ucap Arya kemudian.
"Bagus kalau begitu nak, ingat keluarga adalah rumah ternyaman untuk pulang, seberapa bagus dan gemerlapnya diluar sana, tetap tidak ada yang bisa mengalahkan kenyamanan yang diberikan keluarga. Dan kini rumahmu adalah Kinara dan Feli" nasehat papa benar benar menusuk hati Arya.
Selama ini dia sudah di butakan oleh keindahan di luar sana sampai dia lupa kalau dia memiliki berlian dan permata di rumahnya.
"Iya Pah. Arya akan inget selalu nasehat papa"
Papa dan Mama Arya hanya mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan putranya barusan. Begitu pula dengan Kinara yang tersenyum lebar bahkan matanya sampai berkaca-kaca mendengar nasehat mertuanya dan ucapan suaminya barusan.
Dalam hati Kinara berdoa agar suaminya benar benar mendengarkan dan menuruti nasehat dari Papa Danur dan mengakhiri hubungannya dengan selingkuhannya.
"Yeyyy jadi Papi bakal punya waktu buat main sama Feli juga dong" sorak Feli gembira.
Meski dirinya tidak mengerti sepenuhnya pembicaraan antara orang tua di sana, tapi mendengar ucapan Papinya barusan Feli dapat menyimpulkan kalau Papinya akan berusaha tidak pulang larut terus dan dia jadi punya waktu bersama dengan Papinya kalau Papinya pulang sebelum dia tertidur.
__ADS_1
Semua orang di ruang makan itu turut merasa senang melihat Feli yang begitu bahagia nya bisa punya waktu bersama Papinya.
*******
Kini kedua orang tua Arya sudah pulang. Tadinya Kinara dan Arya meminta agar mereka menginap saja disini dan pulang besok saja. Tapi mereka bersikeras untuk pulang, alhasil Kinara dan Arya pun tidak bisa memaksa mereka lagi.
Dan sekarang setelah menidurkan Feli. Kinara kembali lagi ke kamarnya dan mendapati suaminya yang baru selesai berganti piama tidur.
Saat kinara hendak masuk ke kamar mandi, tiba tiba Kinara teringat dengan tawaran Melisa tadi di restoran. Kinara yang tadinya mau masuk ke kamar mandi pun jadi mengurungkan niatnya dan berbalik menghadiri suaminya yang sedang duduk bersandar di sandaran ranjang sambil memangku laptop nya.
Sambil berjalan mendekat, Kinara juga berfikir bagaimana caranya dia bicara soal ajakan Melisa. Tapi tiba tiba sebuah ide gila tercetak di otaknya.
Yah mau tidak mau Kinara harus mencoba ide ini. Tidak mungkin Kinara terus menghindar dari suaminya, sedang suaminya sepertinya sudah mulai sadar setelah diberi nasehat dari Papa dan Mama mertuanya tadi.
"Mas belum ngantuk, nanti kalau sudah ngantuk mas akan tidur. Sekarang mas harus selesaikan sedikit pekerjaan dulu" jawab Arya.
"Ya udah aku kekamar mandi dulu buat ganti baju tidur"
"Hhmmm" Arya hanya berdehem sebagai jawaban.
Kinara membuka lemarinya dan mengambil sesuatu dari dalam sana. Dia tadi sengaja membeli barang ini sebelum menjemput Feli tadi.
__ADS_1
Setelah mengambil barang itu, Kinara bergegas masuk ke kamar mandi. Tak lupa pula Kinara mengunci pintu kamar mandi agar suaminya tidak masuk nanti.
Kinara melihat pantulan dirinya di cermin dan jujur dis merasa aneh dan risih menggunakan baju seperti saat ini. Dia pakai baju tapi hampir seperti tidak memakai apapun. Bagi Kinara baju ini lebih cocok di sebut saringan dari pada sebuah baju.
"Aduh..... Ini jadi keluar nggak ya aku. Aduh...... malu banget aku" gumamnya sambil menatap cermin yang ada di depannya. Sedangkan tangan yang satunya lagi digunakan untuk menutupi bagian bagian tertentu tubuhnya yang terlihat jelas dari baju saringan itu.
Jujur ini adalah kali pertamanya Kinara memakai lingerie seperti saat ini. Jantungnya berdegup kencang dan hati di liputi rasa gugup.
Tadi sebelum menjemput Feli, Kinara mampir terlebih dulu membeli beberapa lingerie seksi. Setelah kemarin suaminya kembali pulang larut, Kinara memutuskan untuk mencoba menarik perhatian suaminya dengan cara menggodanya. Dan mencoba memenuhi kebutuhan batin suaminya dengan sebaik baiknya.
Kinara pun berusaha membuang jauh jauh bayangan yang selalu muncul saat dia dan suami sedang berdekatan. Toh tadi suaminya juga telah berjanji pada mertuanya kan jadi kini tinggal Kinara yang berusaha lebih keras lagi untuk merebut hati suaminya kembali dan membuang jauh jauh nama pelakor itu dari hati suaminya.
Kinara menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan nya perlahan untuk mengurangi rasa gugupnya.
Setelah dirasa sudah lebih tenang dan siap, Kinara pun membuka pelan pelan pintu kamar mandi dan mendapat suaminya yang masih setia pada posisinya tadi.
"Mas" Panggil Kinara dengan suara menggodanya.
Arya yang mendengar suara Kinara pun reflek menoleh karena kebetulan pekerjaan nya pun sudah selesai. Dan saat dia melihat Kinara yang masih berdiri di ambang pintu dengan tampilan nya yang WAU itu reflek membuat Arya membelalakkan kedua matanya.
Jakunnya naik turun melihat pemandangan indah di depan matanya. Arya seakan tersihir oleh penampilan Kinara dan jangan lupa ekspresi Kinara yang menggigit b*bi*rnya membuat Arya tidak tahan dan segera langsung menghampiri Kinara dan langsung menc**m b*bir yang sejak tadi menggodanya itu.
__ADS_1
Arya menggendong koala Kinara menuju ranjang mereka tanpa melepas tautan bib*r. Setelah merebahkan tubuh istrinya barulah Arya melepas tautan itu dan menatap wajah istrinya dengan tatapan sayu dan memuja.
Nafasnya sudah terasa berat tak tahan dengan suguhan indah yang diberikan oleh istrinya.