Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Tidak Bisa Ikut


__ADS_3

Dua Minggu telah berlalu sejak kejadian Abian yang patah hati dengan kejadian di swalayan. Karena banyak perkejaan dan persiapan pembukaan kafe membuat Melisa sampai lupa menyelidiki tentang Arya dan menanyakan hal ini pada Kinara.


Waktu terasa berjalan begitu cepat. Setelah banyak persiapan dan pencarian beberapa karyawan untuk kafe juga akhirnya selesai. Kinara dan Melisa sepakat tidak merekrut banyak pelayanan dulu di kafe mereka karena mereka ingin melihat dulu bagaimana respon pelanggan dulu. Bila pelanggan cukup banyak dan di rasa pelayanan yang bekerja kualahan maka mereka akan menambah lagi pelayan.


Sejauh ini ada tiga orang yang dipekerjakan oleh Kinara dan Melisa. Dua di antaranya bekerja sebagai pelayan dan satu lagi membantu Kinara di dapur. Kinara juga sudah mengajarkan orang akan membantunya di dapur bagaimana cara memasak makanan sesuai resepnya.


Rencananya juga bila kafe ini berjalan sesuai dengan target maka Kinara dan Melisa akan membuat sistem kerja dalam dua sip. Tapi ya kembali lagi. Karena ini masih baru, jadi mereka rasa sekarang sudah cukup. Lagipula Kinara dan Melisa juga akan ikut bantu bantu.


Dan akhirnya hari yang ditunggu tunggu telah tiba. Besok adalah hari launching atau Gren opening pembukaan kafe Kinara dan Melisa yang diberi nama MELKIN sesuai dengan nama mereka berdua.


Kinara nampak baru selesai menelfon seseorang saat Arya keluar dari kamar mandi.


"Kamu abis telfon siapa? kok seneng banget?" tanya Arya penasaran karena melihat istrinya yang terlihat sangat senang.


"Aku abis telfon sama mama Laras dan mama Sekar mas, mereka bilang mau ikut dateng ke pembukaan kafe aku besok. Aku jadi seneng banget mas dengernya, mereka kelihatan antusias banget dan sangat mendukung aku" ucap Kinara tersenyum lebar. Dia tak menyangka kalau orang tuanya dan mertuanya akan segera excited itu.


Tapi rasa bahagia Kinara ternyata malah membuat Arya membeku di tempatnya. 'Apa? besok, besok pembukaan kafe Kinara itu besok. Astaga bagaimana ini, aku tidak mungkin bisa ikut datang ke pembukaan kafe kinara' ucap Arya dalam hati.


"Mas kamu kenapa kok malah bengong gitu? udah sana kamu ganti baju dulu. Tuh baju kamu udah aku siapin" ucap Kinara menunjuk arah piama Arya yang sudah di pilihkan Kinara.

__ADS_1


"Ah, iya sayang aku ganti baju dulu" jawab Arya gelagapan.


Membuat Kinara menyerngit heran. Karena suaminya sekarang sering sekali melamun dan bicaranya juga suka gelagapan. Seperti ada hal yang difikirkan oleh suaminya dan di sembunyikan suaminya. Tapi apa? apa yang membuat mas Arya begitu kepikiran dan sampai sering fokus begitu? batin Kinara bertanya tanya.


Arya masuk kembali ke kamar mandi untuk mengganti baju dengan piama yang di pilihkan Kinara untuknya tadi.


Arya mengacak rambutnya frustasi.


"Agghhhh masalah apa lagi ini. Kenapa juga kafe Kinara harus pembukaannya besok, kenapa nggak kemarin atau besoknya lagi. Aku kan nggak mungkin bisa datang kalau besok. Besok hari pernikahanku dengan Sherly, bagaimana bisa aku datang ke pembukaan kafe Kinara." ucap Arya frustasi.


Kinara sebenarnya sudah pernah mengatakan kapan dia akan melakukan Gren opening kafenya. Tapi karena Arya yang belakangan ini sulit fokus karena masalah Sherly membuat Arya lupa kapan Gren opening itu berlangsung.


Dia sudah janji akan ikut datang, membantu dan memberi support untuk Kinara di hari itu. Tapi bagaimana bisa dia datang kesana desain di sisi lain dia harus menjadi mempelai Pria di rumah Sherly. Kenapa harinya harus sama. Kenapa tidak hati lain saja.


Arya menatap wajahnya di cermin sebelum keluar dari kamar mandi. Dia berusaha tenang sambil otaknya terus memikirkan alasan apa yang tepat untuk menyampaikan hal ini.


Arya membuka kamar mandi dan melihat istrinya sedang chat ntah dengan siapa, tapi yang jelas istrinya tampak bahagia dan panuh semangat.


"Eh mas Arya, maaf ya mas aku nggak nyadar kalau mas Arya ternyata udah selesai ganti bajunya" ucap Kinara merasa bersalah karena dua malah asik mengirim pesan chat pada Melisa bahkan tak menyadari suaminya sudah ada di sampingnya.

__ADS_1


"Iya nggak papa kok, emmm itu aku mau bicara sesuatu dengan kamu" ucap Arya bingung.


"Ya udah mas ngomong aja. Kok pakai tanya segal sih"


"Emm gini Kinar, aku, aku sepertinya nggak bisa ikut pembukaan kafe kamu deh besok. Aku harus me ting dengan clien penting perusahaan besok sayang" ucap Arya pelan dan hati-hati.


Kinara langsung melebarkan mata seperti kaget dengan pernyataan suaminya tadi.


"Lho kok nggak bisa ikut sih mas? kamu kan udah janji bakal ikut acara ini. Kamu tau kan mas kalau aku tuh butuh suport dari kamu mas. Aku ingin mencoba hal baru dan aku ingin kamu ada dan memberi semangat dan dukungan untukku. Kenapa sekarang kamu bilang nggak bisa ikut sih mas" protes Kinara.


"Iya aku tau aku salah, aku minta maaf Kinar, aku janji setelah acaranya selesai aku akan langsung menyusul kamu kesana" ucap Arya mencoba bernegosiasi dengan kinara.


"Aku udah dari jauh jauh hari lho mas bilang ke kamu kapan tanggal aku pembukaan kafe, dan kamu juga janji bakalan dateng. Kamu tau nggak sih mas kenapa aku dan Sherly pilih hari Minggu, dan bukannya hari lain, kita pilih hari Minggu karena kita ingin semua keluarga khususnya suami kita ikut hadir. Terus sekarang? dengan entengnya kamu bilang nggak bisa datang karena meeting dadakan. Apa setiap Minggu kamu akan selalu meeting mas, meeting macam apa itu yang selalu diadakan di hari minggu. Dadakan pula!" Kinara semakin marah dengan Arya yang selalu mengingkari janjinya. Kenapa setiap minggunya dia selalu sibuk sendiri. Padahal dia dan Melisa sudah sengaja memilih hari besok karena ingin keluarga ikut menemani dan menyaksikan usaha yang sedang mereka coba rintis.


"Ya aku harus gimana dong Kinar. Aku itu cuma karyawan, aku hanya mengikuti perintah dari atasan. Dan kamu pikir aku juga sengaja nggak mau ikut ke acara kamu? aku juga terpaksa karena ada kerjaan penting Kinar" jawab Arya juga terpancing emosi.


Jika saja besok bukan hari pernikahannya, jelas Arya akan dengan senang hati ikut memeriahkan acara pembukaan kafe istrinya.


"Kalau gitu mana nomer telfon bis kamu, biar aku telfon dia supaya besok kamu nggak usah ikut meeting"

__ADS_1


"Kamu udah nggak w*ras Kinar. Kamu mau aku langsung di pecat" gil* Kinara kalau dia bener telfon atasannya, bukan hanya kebohongannya terbongkar, tapi pekerjaannya juga akan dipertaruhkan. Bisa bisa dia langsung dipecat nanti.


Kinara dan Arya terus berdebat panjang dan berakhir Kinara memutuskan untuk pergi ke kamar Feli karena marah suaminya tetap kekeh tidak bisa ikut acaranya besok.


__ADS_2