
Arya benar benar memenuhi janjinya pada putri kecilnya. Kini Arya hampir selalu pulang tepat waktu tidak seperti kemarin kemari yang selalu pulang larut. Dan tak pernah bertemu dengan putrinya lantaran setiap pulang putrinya selalu sudah tidur terlebih dulu karena lelah menunggunya.
Arya pun selalu menyempatkan diri untuk bermain dan mengajari putrinya saat Feli ada tugas sekolah. Dan hubungannya dengan Kinara pun kembali menghangat seperti dulu. Kinara berhasil membuat Arya kembali jatuh cinta seperti pertama mereka bertemu dulu.
Hanya saja, Arya masih belum bisa mengakhiri hubungannya dengan Sherly. Meski Sherly pun sekarang lebih mengerti dan tidak banyak mengekangnya ataupun menuntut yang macam macam. Sherly hanya minta di antar jemput saat ke kantor dan saat waktu makan siang pun jika Kinara sedang berkunjung Sherly tidak masuk ke ruangan nya atau pun mengganggunya.
Hidup Arya benar benar terasa tenang dan sempurna sekarang. Jujur Arya pun juga merasa terlalu serakah karena dia tidak bisa melepas Sherly dan hanya setia pada Kinara. Sherly adalah wanita yang selalu bisa menghilangkan penatnya bekarja dan mengembalikan semangatnya lagi dengan perlakuan manis dan manja serta pandai pula 'memanjakan' dirinya di kantor.
Saat di rumah dia memiliki Kinara dan saat di kantor dia memiliki Sherly. Huh rasanya hidupnya terasa damai dan menyenangkan.
Dan untuk Kinara sendiri sudah berfikir kalau suaminya telah meninggalkan Sherly karena dia melihat suaminya yang selalu ada di rumah dan jarang pulang telat lagi. Kalaupun harus pulang terlambat Arya akan selalu mengabarinya terlebih dulu. Tapi itu hampir tidak pernah lagi.
Kinara tidak tau kalau ternyata di balik perubahan sikap suaminya, ternyata suaminya masih terus berhubungan dengan Sherly. Meski kali ini mereka tidak terlalu manampakkan.
Malam ini setelah Kinara dan Arya selesai dengan ritual suami istri mereka, Kinara kembali menanyakan persetujuan Arya tentang tawaran Melisa padanya. Pasalnya sudah lebih dari seminggu Arya tidak menjawab pertanyaannya tentang bisnis dengan Melisa.
Jadi sekarang mungkin waktu yang pas untuk menanyakan kembali hal tersebut pada suaminya.
"Mas" panggil Kinara pelan.
"Hhmmm" Arya berdehem sebagai sahutan.
__ADS_1
Arya lebih suka memeluk sambil mengendus aroma istrinya di cekuk leher Kinara.
"Emmm tentang aku yang di ajak Melisa bisnis gimana mas?" tanya Kinara.
Tak ada sahutan dari Arya membuat Kinara melanjutkan kembali ucapannya.
"Ini kan udah lebih dari seminggu mas aku belum ngasih kepastian sama Melisa tentang tawaran dia. Jadi aku mau tanya lagi ke mas Arya, boleh nggak aku bisnis sama melisa" Kinara mengutarakan hal yang sudah beberapa hari ini ingin dia tanyakan lagi pada suaminya.
Kinara menunggu dulu bagaimana kelanjutan hubungannya dengan mas Arya. Kalau dirasa semakin merenggang maka Kinara akan sebisa mungkin kekeh ikut bisnis bersama Melisa. Tapi karena dirasakannya hubungannya dengan mas Arya sudah kembali seperti semula dan Kinara pikir suaminya sudah kembali seutuhnya pada keluarga kecilnya, jadi Kinara merasa harus meminta persetujuan dari suaminya. Dan apapun keputusan suaminya, Kinara akan mencoba menerimanya.
Meski tak bisa di pungkiri kalau Kinara pun sangat tertarik dan ingin belajar berbisnis, belajar dunia baru yang belum pernah dia geluti sebelumnya.
Arya yang tadinya sibuk mengelus rambut Kinara tiba tiba tangan itu berhenti bergerak dan menatap wajah Kinara yang terlihat seperti tengah berharap.
"Kamu yakin ingin bisnis bareng sama temen kamu itu? Emang dia bener bener bisa di percaya? Terus gimana sama aku dan Feli kalau kamu kerja? Aku nggak mau waktu kamu habis cuma buat kerja dan kamu nggak ada waktu buat ngurusin aku dan Feli" Ucap Arya mengutarakan kecemasan dan pertanyaan yang selama ini ada di otaknya kalau istrinya bekarja.
"Insyaallah aku akan berusaha kok mas untuk tetap memprioritaskan keluarga dari pada pekerjaan. Aku juga bakal bicara lagi sama Melisa tentang kondisi aku yang udah punya anak dan suami agar nantinya aku masih bisa ngurus kamu, Feli dan rumah" ucap Kinara mantap menyakinkan Arya.
Arya sendiri menghela nafas panjang sebelum akhirnya mengambil keputusan.
"Ya udah aku ijinkan kamu buat buka bisnis sama temen kamu itu. Tapi ingat kamu jangan lupa tugas dan kewajiban kamu sebagai ibu dan istri. Kamu tetap harus memprioritaskan keluarga dari pada kerjaan kamu! Kamu juga harus udah pulang sebelum aku pulang kantor!" ucap Arya dengan nada tegas tapi tatapannya masih lembut.
__ADS_1
Meski berat mengijinkan Istri bekerja, tapi Arya juga tak tega menolak keinginan istrinya untuk memulai dunia baru. Dunia bisnis yang belum pernah di ambah oleh Kinara sebelumnya.
Kinara tersenyum lebar mendengar persetujuan dari suaminya.
"Iya mas aku janji, meskipun nanti aku kerja. Aku buka bisnis sama temenku, tapi aku nggak akan pernah lupa sama kewajiban ku sebagai seorang istri dan ibu. Aku juga akan berusaha pulang sebelum kamu pulang kantor mas" ucap Kinara menggebu dan tak lupa senyum lebarnya yang tak luntur.
"Bagus, kamu harus koordinasi sama temen kamu itu tentang syarat dari aku itu. Yang tadi itu syarat mutlak menger!" tegas Arya sekali lagi.
"Iya mas ngerti. Aku akan ngomongin ini besok sama Melisa"
"Good girl" ucap Arya dengan mengusap rambut Kinara lagi. "Sekarang kita tidur dulu. Ini udah malem banget, kita harus istirahat karena capek abis olahraga he he he" ucap Arya lagi dan di akhiri dengan kekehan.
"Ih,,,, mas Arya bikin malu deh" balas Kinara malu malu.
"Lho kok malu sih, sini mas lihat muka kamu merah apa nggak?" goda Arya.
Kinara menutup wajahnya dengan kedua tangannya "Ihhh udah ah jangan godain aku. Kita tidur aja ngantuk aku" ucap Kinara masih dengan menutup wajahnya.
"Lho kok ditutup sih mukanya, buka dong, masak tidur sambil mukanya di tutup gitu. Kan engep nggak bisa nafas nanti kamunya"
Kinara masih setia menutup wajahnya karena malu dengan Arya dan berpura pura tidur agar Arya tidak menggodanya terus menerus. Dan benar saja Arya ikut memejamkan mata dan tangannya di gunakan Arya untuk memeluk tubuh polos istrinya di balik selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.
__ADS_1
Kinara yang merasa suaminya sudah terlelap pun menjaukan tangannya dari wajah dan ikut memeluk tubuh suaminya dan jadilah mereka tidur dengan saling memeluk. Menyalurkan kehangatan dari dalam tubuh masing masing.