
"Maaf tapi, sepertinya kita tidak saling kenal. Jadi untuk apa anda ingin bertanya pada saya" ucap Arya yang merasa aneh pada wanita asing di depannya ini.
Seingatnya, dia tidak pernah bertemu dengan perempuan ini. Tapi ntah mengapa, Arya merasa perempuan di depannya ini menatapnya dengan raut yang sulit Arya jelaskan. Dia seperti orang yang bingung, tapi juga terlihat ada kemarahan dalam matanya. Tapi kenapa? Arya sama sekali tidak bisa menebak alasannya. Yang jelas dia benar benar merasa tidak kenal tidak punya urusan apapun dengan perempuan ini.
"Saya ingin bertanya. Apa nama anda Arya Prayoga?" tanya Melisa dengan tegas dan tatapan yang masih sama sejak tadi.
"Kenapa anda bertanya begitu? Saya rasa saya tidak ada urusan apapun dengan anda. Jadi untuk apa anda menanyakan nama saya" jawab Arya berusaha tenang.
Sebenarnya Arya cukup terkejut kenapa perempuan itu tau nama panjangnya. Pasti dia bukan orang iseng atau sembarangan tanya.
"Udah jawab aja! Nama anda itu Arya Prayoga atau tidak? tinggal jawab iya atau tidak susah amat sih?" karena kesal Melisa pun berbicara kadang formal kadang tidak.
"Heh ngapain sih kamu tanya tanya nama calon suami saya! Kenal aja nggak tapi malah sok kenal!" ketus Sherly.
"Makanya saya tanya ya karena saya merasa kenal dengan orang yang mbak sebut sebagai calon suami mbak ini. Bener apa nggak dia namanya Arya Prayoga, atau saya aja yang salah ngenalin orang" ucap Melisa kesal dengan dua orang di depannya ini.
Melisa merasa dia hanya bertanya hal yang sangat mudah, tapi kedua orang ini malah marah marah nggak jelas. Melisa jadi makin curiga dengan kedua orang itu, terlebih dengan pria yang sepertinya mirip dengan foto suaminya Kinara. Meski Melisa tidak pernah bertemu dengan Arya, tapi Melisa sangat yakin kalau pria di depannya itu benar benar mirip dan bisa jadi juga dia menang pria dalam foto itu. Dalam kata lain pria itu adalah suami Kinara. Tapi kok perempuan str*s di depannya ini mengatakan kalau pria itu calon suaminya? Dan apa tadi? dia bilang dia hamil oh astaga.
"Maaf ya mbak yang entah siapa ini namanya, saya ulangi sekali lagi ya, saya tidak merasa mengenal siapa anda. Jadi saya tidak merasa memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan anda. Jadi saya permisi dulu. Ayo Sherly kita pergi" ucap Arya berusaha setenang mungkin dan se biasa mungkin lalu membawa Sherly segera pergi dari sini.
__ADS_1
Arya merasa aneh dengan perempuan asing itu. Dan dia curiga jangan jangan dia mengenal siapa dirinya dan tau kalau dia sudah punya istri dan anak. Jadi daripada menjawab pertanyaan perempuan itu dan malah dia bertanya yang lebih jauh. Sebaiknya Arya segera pergi dari sini.
"Mas, masnya jangan pergi dulu dong, anda kan belum jawab pertanyaan dari saya tadi. Kalau anda udah jawab pertanyaan saya, saya juga pasti nggak akan halangan mas buat pergi dari sini. Mau kemana juga terserah. Tapi sekarang anda harus jawab dulu pertanyaan dari saya tadi" ucap Melisa kesal karena pria itu malah mau pergi.
Melisa baru mau lanjutin cerocosannya, tapi dari arah belakang muncul suaminya yang baru selesai membayar belanjaan Melisa yang banyak tadi.
"Ada apa ini? Kok kalian ribut ribut. Sayang ada apa? kenapa kamu tadi buru buru keluar dari swalayan dan sekarang malah adu debat sama mereka? emang kamu kenal mereka berdua?" tanya Prabu beruntun. Sampai membuat Melisa agak bingung menjawabnya.
"Mas kalau tanya satu satu dong. Aku kan jadi bingung kalau mas nanyanya banyak gitu" gerutu Melisa.
"Ya tinggal jawab aja kali sayang"
"Aku tuh cuma mau mastiin aja mas, kalau laki laki tadi itu Arya suaminya Kinara atau bukan. Karena aku yakin banget kalau muka mereka itu sama mas persis banget" ucap Melisa.
"Ya kalau mau tanya kenapa harus pakai berantem segala? kan bisa kamu tanya baik baik sama orangnya" prabu masih ingin jawaban yang lebih detail.
"Ya karena mereka nggak mau jawab pertanyaan aku. Padahal kan gampang, tinggal jawab aja iya atau enggak gitu doang, tapi mereka malah marah marah" ucap Melisa kesal lalu dia menatap tempat kedua orang tadi berdiri ternyata sudah kosong tidak ada orangnya lagi.
"Lho mereka kemana? kok nggak ada sih? Ih kamu sih mas, ngajakin aku ngomong Mulu. Pergi kan mereka jadinya. Terus aku nanya ke siapa lagi dong. Padahal aku udah yakin banget mas kalau pria tadi itu Arya Prayoga, suaminya Kinara. Apalagi tadi dia nggak mau jawab maka ngegas gitu waktu aku tanya" ucap Melisa kesal karena kedua orang yang tadi mau dia interograsi malah hilang entah kemana.
__ADS_1
"Emang semakin itu kamu kalau tadi itu suaminya Kinara. Bukannya perempuan yang di samping pria tadi bilang kalau dia itu calon suaminya. Jangan jangan kamu salah orang lagi sayang" ucap Prabu.
"Aku yakin banget sayang kuh,,,,,,, laki laki tadi tuh mukanya mirip banget sama suaminya Kinara" sahut Melisa.
"Emang kamu pernah ketemu sama suaminya Kinara? kok kamu yakin banget kalau dia itu suaminya kinara?" tanya Prabu tak ingin istrinya salah mengenali orang.
Bisa panjang ini urusannya Kalau istrinya malah salah sangka dengan pria tadi. Bisa saja kan pria tadi cuma mirip saja dengan suami Kinara.
"Ya akusih yakin mas, walaupun nggak seratus persen, tapi aku yakin banget laki laki tadi itu memang suaminya Kinara. Meski aku cuma lihat fotonya aja dan nggak pernah ketemu langsung. Tapi aku yakin banget tadi itu suaminya Kinara. Lagian kalau dia bukan Arya Prayoga ngapain dia aku tanya malah marah marah. Kan aneh itu mas" ucap Melisa tak mau kalah.
"Tuh kamu aja cuma lihat fotonya aja, bukan orangnya langsung. Kamu kan tau di dunia ini ada banyak orang yang mukanya mirip sama kita. Jadi belum tentu orang yang tadi itu suaminya Kinara. " ucap Prabu tadi sukses membuat Melisa jadi galau. Dia jadi ikut ikutan berfikir apa benar kalau pria tadi bukan suami kinara? apa aku salah orang kali ya?
"Tapi kalau pria tadi ternyata beneran suaminya Kinara gimana mas? aku nggak mau kalau kalau Kinara terus menerus di tipu dan di bo-oh oleh pria br*ngs*k seperti itu.
"Kita doakan saja semoga dia bukan suami Kinara dan semoga pernikahan mereka aman dari godaannya bunga liar diuaran sana" ucap Prabu bijak.
"Mending kita cari tau aja dulu tentang suaminya Kinara. Kalau memang terbukti dia berselingkuh baru kita bicarakan ini dengan Kinara. jangan sampai kita sudah bicara dengan Kinara eh ternyata yang kamu temui itu bukan suaminya Kinara tapi orang lain. Kan mereka bisa ribut gara gara hal itu" lanjut prabu.
"Iya aku pasti akan cari tahu tentang pria tadi. Aku nggak akan berhenti sampai aku bisa memastikan sendiri siapa pria tadi" ucap Melisa dengan keyakinan.
__ADS_1
"Bagus, sekarang mending kita ke kafe aja. Bukannya hari ini ada pemotretan menu kalian ya?" ajak prabu dan Melisa pun langsung ikut ajakan suaminya.