
Sedangkan Arya semakin cemas dan gundah karena Kinara sedari tadi tak bisa di hubungi, Arya juga sudah mencoba menelfon telfon rumah, tapi tetap tidak ada yang menjawab. Arya berfikir kalau jangan jangan Kinara masih marah padanya karena dia tidak menghadiri acara peresmian kafe Kinara dan tak pulang juga tadi maka makannya Kinara marah.
Arya sana sekali tak berfikir kalau Kinara sudah tau semua tentang dirinya. Tentang kebohongannya selama ini dan juga tentang pernikahannya kemarin dengan Shery.
Arya sudah tak tahan lagi untuk tidak mendatangi Kinara di rumah dan memberi pengertian pada Kinara agar dia tak marah lagi. Tapi dua masih ada di rumah mertua barunya dan bahkan mereka sedang berada di satu ruangan yang sama.
Sherly dan mamanya sibuk membicarakan masalah rencana honeymoon sedangkan Arya di ajak main catur kaos Agus. Meski dia tak begitu fokus karena jujur pikirannya hanya tertuju pada Kinara yang dia kira masih marah padanya. Dua tak tahu kalau Kinara bukan hanya marah tapi amat teramat kecewa dengan dirinya.
Seharian itu Arya berusaha untuk mencari alasan untuk pergi menemui Kinara tapi Shery yang sepertinya tau kalau Arya ingin pergi menemui Kinara pun terus mencari alasan dan Arya selalu kalah jika Sherly tidak mengijinkannya pergi di depan orang tuanya. Bukan apa-apa, tapi Arya merasa tidak enak kalau baru sehari menikahi putri mereka sudah ribut. Jadi mau tak mau Arya tetap berada di sana tapi Arya sudah membuat kesepakatan dengan Sherly kalau malam ini mereka akan pulang dan tak menginap lagi disana.
*********
Kembali lagi pada Kinara dan Abian yang masih sibuk menikmati wahana permainan di taman bermain itu meski sudah bekam jam mereka berada di sana. Sampai akhirnya Kinara tersadar kalau dia sudah terlalu lama berada di sana. Kinara harus segera ke rumah orang tuanya karena dia rasa Feli pasti sedang kebingungan mencarinya.
Dan benar saja tebakan Kinara. Saat ini Feli sedang merajuk karena ibunya tak kunjung datang menjemputnya. Padahal semalam katanya ibunya akan menjemputnya pagi hari, tapi bahkan sampai Feli pulang sekolah sampai sekarang ibunya belum juga menjemputnya.
Feli bahkan mulai merengek pada Oma dan opa nya untuk di antar pulang saja dari pada menunggu ibunya yang tak kunjung datang menjemputnya.
Tapi Oma dan opa nya terus membujuk Feli agar berhenti merengek dan mau menunggu ibunya datang saja. Bukannya tidak mau mengantar, tapi mereka tau kalau Kinara pasti memiliki alasan mengapa dia belum juga datang menjemput Feli.
"Sayangnya opa, kita makan dulu ya sebelum menemui Mami" tawar Nana Laras.
"Nggak mau Oma, Feli nggak laper, Feli mau Mami sekarang. Feli mau ketemu mami sekarang juga oma, opa" ucap Feli merengek.
__ADS_1
"Tapi opa udah laper banget sayang, nanti kalau opa pingsan gimana kalau nggak makan. Emang Feli kuat ngangkat opa kalau pingsan?" ucap mana Laras masih berusaha menahan cucunya agar tidak meminta pulang terus .
"Tapi Feli mau Mami Oma, Feli mau ketemu mami. Feli kangen sama mami" ucap Feli sendu .
"Iya nanti opa anterin kamu pulang ke rumah kamu. Tapi sekarang kamu harus makan dulu. Baru setelah makan kita pulang kerumah Feli. Kalau kita belum makan nanti yang ada kita malah sakit dan nggak jadi nganterin Feli kerumah deh" kini gantian sang opa yang berbicara.
"Emmm yaudah deh kita makan dulu, tapi abis makan opa sama Oma harus langsung nganterin kita pulang ya opa" ucap Feli akhirnya setuju untuk makan siang dulu sebelum mengantarnya pulang.
Setelah selesai makan siangnya, Feli kembali merengek ingin pulang. Feli benar benar tak bisa berlama lama jauh dari Maminya. Berbeda bila dengan Papinya, meskipun Feli juga senang saat bersama Papinya, tapi setidaknya Feli tidak akan terus menerus merengek bila tak bertemu Papinya. Tapi kalau itu Kinara yang sejak dulu memang selalu bersama dengannya maka Feli jelas akan terus merengek jika tak bertemu dengan Maminya, apalagi dia sudah tak bertemu dengan Maminya sejak kemarin sore saat dia pulang bersama oma dan opa nya.
Tapi baru juga akan mengantar Feli tapi dari luar sudah terdengar Kinara yang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum"
"Feli pekan pelan nanti jatuh" seru mana Laras.
Tapi Feli yang terlanjur semangat tak mengindahkan peringatan Omanya dan rmterys berlari sampai pintu depan.
Ceklek.
Pintu terbuka dan muncullah Feli di balik pintu itu.
"Mami,,,,,,,,," teriak Feli semangat lalu memeluk Kinara dan Kinara langsung mengangkat putrinya lalu menggendongnya.
__ADS_1
"Kamu Feli kangen mami, kamu kenapa lama banget jemput Feli. Feli udah nungguin mami dari tadi pagi tapi mami nggak dateng dateng" ucap Feli cemberut.
"Kok cemberut gitu sih gemesnya Mami. Mami tuh lagi ada urusan sedikit jadi mami baru bisa datang sekarang. Maaf ya sayang kalau baru dateng sekarang
"Kinara" panggilan Mama Laras.
"Akhirnya kamu datang nak, Feli dari tadi udah ngerengek terus mau ketemu kamu. Udah kayak setahun aja nggak ketemu pad......" ucapan mana Laras terpotong karena dua menyadari sesuatu.
"Kinar, kamu kok bawa koper besar besar sekali? ada apa ini kinar." tanya mama Laras syok melihat putrinya datang ke rumahnya dan membawa koper yang besar besar.
"Nanti Kinar jelasin ke mana dan papa. Sekarang kita masuk dulu ya Ma" ucap Kinara langsung seketika mana Laras lupa mengajak mereka masuk sangking syoknya putrinya datang membawa dua koper besar.
Papa Bagus yang sedang duduk di ruang tengah pun ikut terkejut melihat Kinara yang datang membawa dua koper besar. Papa Bagus juga ingin bertanya, tapi melihat Feli yang masih ada di sini membuat papa Bagus mengurungkan niatnya untuk langsung bertanya.
"Kamu sehat nak?" tanya papa Bagus tapi matanya seperti mengatakan 'ada apa'
Kinara memeluk Papanya, lalu b bisik " Nanti Kinara bakal cerita sama papi dan mami" Ucap Kinara berbisik karena tak ingin putrinya banyak tanya.
Kinara menaruh kopernya di kamarnya dulu. Lalu setelah itu ikut bergabung dengan yang lainnya di ruang tengah. Mereka masih belum membahas tentang koper tadi. Tapi mereka tak mendesak Kinara bercerita karena tadi Kinara sendiri yang mengatakan akan menceritakan semua.
Abian pun tadi langsung pulang begitu mengantarkan Kinara di rumahnya. Bukannya Abian tak ingin berkenalan dengan keluarga Kinara, tapi untuk saat ini sepertinya memang tak pantas dia datang di saat seperti ini.
Dia akan datang kehadapan orang tua Kinara saat semua lebih kondusif dan Kinara sudah mengurus perceraiannya. Saat itu dengan senang hati dia akan memperkenalkan diri sebagai calon mantu.
__ADS_1