Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Itu Memang Dia


__ADS_3

"Kinar, emm gue mau bicara sesuatu sama elo" ucap Melisa agak bingung bagaimana memulai pembicaraan ini.


"Iya. Lo ngomong aja"


"Kinar, sebelum gue ngomong kita masuk ke ruangan kita dulu yuk. Duduk dulu ya. Biar enak kita ngobrolnya" mereka memang memiliki satu ruangan yang di jadikan ruang istirahat sambil ya seperti ruang kerja.


"Serius banget kayaknya. Elo mau ngomongin apa sih?" tanya Kinara penasaran, tapi dia tetap mengikuti Melisa untuk ke ruangan itu dan duduk Setelah sampai.


"Kinara. Elo ada ngerasa aneh nggak sama suami elo. Maksud gue ada hal yang janggal nggak sama tingkah dia yang bikin elo curiga?" ucap Melisa seketika membuat Kinara membeku di tempatnya.


Kenapa tiba-tiba sahabatnya menanyakan hal ini pada Kinara? Apa dia mengetahui sesuatu? apa suaminya melakukan hal buruk di belakangnya.


"Ma.. Maksud kamu apa Mel, tanya gitu?" tanya Kinara terbata.


"Sebenarnya, Kinar. Gue dua Minggu lalu ngeliat orang yang mirip banget sama suami elo. Emang sih gue nggak pernah lihat dia langsung, gue cuma pernah lihat dia di foto yang ada di rumah elo. Tapi ntah kenapa gue ngerasa itu emang suami elo. Meski mas Prabu juga bilang bisa jadi itu cuma mirip. Tapi ntahlah Kinar, hati gue bilang itu emang suami elo" ucap Melisa yakin.


"Emangnya elo lihat suami gue dimana dan dia kenapa?" tanya Kinara makin penasaran.

__ADS_1


"Gue lihat dia di swalayan. Waktu itu gue lagi tunggu antrian di kasir dan waktu gue mau bayar tiba tiba ada cewek rese yang serobot antrian gue. Jelas gue nggak terima dong dengan kelakuan perempuan itu. Terus kita ribut deh di depan meja kasir dan mas Prabu sama katanya calon suami perempuan itu dateng. Dan, waktu gue lihat ternyata calon suaminya itu mirip banget sama Arya suami elo. Terus kalau gue nggak salah dengar juga, perempuan itu bilang dengan pedenya kalau dia lagi hamil. Gue udah coba tanya sama cowok yang menurutnya gue mirip banget sama suami elo tentang namanya, tapi cewek yang ngaku sebagai calon istrinya malah marah marah dan dia juga ikutan marah ke gue terus pergi gitu aja ninggalin gue di parkiran" ucap Melisa menceritakan tentang kejadian dua Minggu lalu tanpa di kurangi atau pun di tambahi.


"Oh ya, dulu gue waktu di rumah elo pernah ngerasa kalau gue pernah ketemu sama suami elo kan. Nah gue juga baru inget gue ketemu di mana. Gue ketemu sama orang yang mirip suami elo di mall tapi waktu itu kayaknya mereka lagi berantem sedikit. Tapi terus baikan lagi" Melisa baru ingat dimana dia pernah melihat Arya sebelumnya.


Air mata Kinara seketika luruh tanpa permisi. Kinara benar benar merasa terluka mendengar cerita Melisa yang Kinara yakin kalau itu memang suaminya, bisa jadi perempuan itu ada Sherly. Selingkuhan Arya yang dulu pernah bertanya dengannya. Jika memang benar mereka masih berhubungan, maka Kinara benar benar merasa di bodohi suaminya selama ini. Dia pikir setelah perubahannya, suaminya sudah mengakhiri hubungan diantara mereka. Tapi mendengar cerita Melisa tadi artinya mereka masih bersama.


Dan dan apa tadi Melisa bilang. Melisa mendengar kalau perempuan itu hamil. Apa suaminya telah berbuat sejauh itu. Apa hubungan mereka benar benar seperti menjijikkan itu?


Melisa yang melihat Kinar langsung menangis jadi gelagapan sendiri. "Elo jangan nangis gitu dong Kinar. Gue cerita gini tuh karena gue pengen elo cari tahu aja bener apa ngga, Atau emang gue yang salah ngenalin orang"


"Gue rasa elo nggak salah lihat atau salah ngenalin orang. Mungkin itu memang mas Arya" ucap Kinara di sela tangisnya.


"Gimana elo bisa se-yakin itu kalau yang gue temui itu emang suami elo?" Melisa sendiri bingung kenapa Kinara langsung yakin kalau pria yang di temui dirinya memang suaminya.


"Sebenarnya ada yang ingin gue ceritain ke elo Mel. Gue sebenernya udah pendam ini selama berbulan-bulan sendiri. Gue, gue udah berusaha semampu gue selama ini. Tapi gue rasa gue terlalu naif atau malah terlalu mudah di bo-ohi sama suami gue sampai gue begitu aja gampang di bohongi" ucap Kinara sesegukan.


"Elo cerita aja pelan pelan Kinar, gue bakal dengerin cerita elo" ucap Melisa merangkul Kinara yang sedang menangis sesenggukan. Dia berharap sahabatnya ini mau berbagi rasa sakitnya dengan dia agar Kinara tak memendamnya sendiri.

__ADS_1


Kinara menangis dalam pelukan Melisa. Dia tak bersuara dalam waktu yang cukup lama sampai tangisnya agak reda. Setelah itu dia pun mulai bercerita pada Melisa tentang hubungan perselingkuhan suaminya dengan rekan kerjanya di kantor.


Kinara bercerita mulai dari dia merasa perubahan dalam diri suaminya, lalu dia yang memergoki suami tengah bercumbu dengan selingkuhannya di ruang kerjanya sampai dia yang berusaha merubah diri, merubah penampilannya agar lebih menarik dan membuat suaminya kembali padanya.


"Awalnya gue pikir kalau suami gue udah nggak berhubungan lagi sama perempuan itu setelah apa yang gue lakukan. Tapi ternyata gue cuma membohongi diri gue sendiri. Gue yang terlalu bod-oh sampai gue nggak bisa menyadari hal ini. Padahal harusnya gue berfikir realistis. Mereka bekerja di tempat yang sama, dan bertemu setiap hari. Sulit bagi gue untuk memisahkan mereka kalau bukan mereka yang memang ingin berbagi pisah sendiri" ucap Kinara kembali menangis.


"Gue tau ini berat buat elo, gue juga belum tentu bisa sekuat itu memendam semua itu sendiri dan berjuang sendiri mempertahankan pernikahan gue kalau gue di posisi elo. Tapi gue minta sama elo. Meskipun elo udah vse yakin itu kalau suami elo emang masih berhubungan dengan selingkuhannya, setidaknya elo harus cari tau lebih dulu kebenarannya, elo cari bukti yang kongkrit. Setelah itu baru elo pikirin mateng mateng langkah apa yang akan elo ambil setelah ini. Gue pasti bakal dukung elo, gue juga siap kalau elo minta gue buat temenin elo buat cari tau kebenaran tentang suami elo" ucap Melisa menasehati.


Dia sendiri merasa ikut sakit mendengar cerita dari Kinara tentang rumah tangganya. Dua tak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau dia ada di posisi Kinara saat ini.


Sementara di luar ruangan ternyata ada seseorang yang sejak tadi ikut mendengarkan apa yang terjadi di dalam. Tangan pria itu terkepal kuat karena marah dan tak terima kalau wanita pujaannya ternyata telah di sia-siakan oleh pria br*ngsek yang sialnya adalah suami dari wanita pujaannya.


Meski dia harus merasa patah hati karena ternyata wanita yang diam diam telah mencuri hatinya ternyata telah menikah, tapi demi kebahagiaan Kinara, Abian rela merasakan sakit itu. Dia rela berusaha menutupi rasa cintanya asal melihat wanita pujaannya bahagia dia juga akan ikut bahagia. Meskipun kebahagiaannya ada pada pria lain.


Tapi apa yang dia dengar tadi benar benar jauh di luar dugaan. Bagaimana ada pria bod-oh yang rela menduakan wanita seksi sempurna Kinara. Abian benar benar ingin menemui pria itu dan memberinya pelajaran karena sudah menyakiti Kinara.


Dalam hati Abian bersumpah. Jika suaminya tidak bisa memberi kebahagiaan pada Kinara, maka Abian yang akan mengambil posisinya dan memberikan semua kebahagiaan yang dia miliki untuk Kinara.

__ADS_1


Tadinya Abian memang sudah pulang, tapi saat perjalanan pulang dia mengingat ada hal yang ingin di bicarakan pada Kinara dan Melisa tentang kafe. Tapi saat dia ingin bertanya ternyata tanpa sengaja dia malah mendengar percakapan antara Kinara dan Melisa. Dan yang paling membuat Abian lebih sakit adalah mendengar Kinara yang bercerita sambil menangis sesenggukan. Ntah sehancur apa hati perempuan tercintanya itu.


__ADS_2