Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Berkaca Dulu Pada Diri Sendiri


__ADS_3

Abian ingin mengatakan kalau dia akan mengantar, menemani bahkan memanjakan Kinara seperti ratu kalau dia mau. Abian ingin sekali mengatakan pada Kinara kalau dia dengan senang hati ingin direpotkan oleh Kinara. Dia tak masalah dengan itu malah senang. Tapi semua kalimat itu tertahan dalam hatinya.


'Tapi, tunggu dulu. Apa Kinara tadi mengatakan sudah mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama? Waw itu Kabar yang luar biasa. Itu artinya sebentar lagi Kinara akan terbebas dari status lamanya dan dia akan bisa segera memberi status baru pada Kinara' Wah Abian jadi merasa jahat karena menginginkan orang bercerai. Tapi mau bagaimana lagi, kalau suaminya tidak bisa memberikannya kebahagiaan, maka Abian dengan senang hati datang memberikan kebahagiaan yang melimpah untuk Kinara dan Feli juga tentunya. Karna mereka sudah satu paket.


Tak lama kemudian pesanan Abian pun datang, Kinara sedikit tercengang melihat Abian yang memesan makanan sebanyak itu. Bahkan cukup untuk di makan tiga orang.


"Kamu pesan makanan segini banyaknya?" tanya Kinara terperangah. Abian hanya mengangguk sambil menahan senyum melihat ekspresi Kinara yang lucu menurutnya.


"Memangnya kamu bisa habisin semua ini?" tanya Kinara lagi.


"Tentu saja nggak bisa lah, kamu pikir perutku vakum cleaner apa?" jawab Abian Entang membuat Kinara tak puas dengan jawabannya.


"Lalu kenapa kamu memesan makanan sebanyak itu. Bahkan itu cukup dimakan tiga orang?" tanya Kinara lagi tapi kini dia sudah menunjukkan raut cemberut karena merasa Abian mempermainkannya.


"Tentu saja untuk dimakan bersama pemilik kafenya lah, kamu pikir aku akan menahan semua ini sendiri? Bisa bisa perutku meletus ditempat" Canda Abian.


"Mana ada pelanggan yang membelikan makanan pemilik kafe. Dan ini juga masih terlalu banyak untuk dimakan berdua"


"Itu karena tadi aku pikir Melisa masih ada di sini jadi aku pesan tiga porsi, Tapi karena dia sudah pulang dengan Prabu ya apa boleh buat. Kita harus menghabiskan semua ini, dari pada mubazir kan makanan seenak ini tidak di majan"


Setelahnya mereka makan dengan diiringi obrolan ringan. Abian seperti tak kehabisan kata dari tadi. Dia terus berbicara dan kadang melemparkan godaan juga untuk Kinara. Tapi jelas Kinara rak menanggapi godaan Abian, baginya Abian hanya bercanda dan tak serius dengan ucapannya.


Setelah selesai makan Kinara berpamitan pada Abian untuk kembali di dapur karena dia ingin bersiap pulang.


"Aku mau kembali ke dapur dulu ya, karena aku juga mau pulang setelah ini.Kamu sendiri masih mau disini atau pulang?" tanya Kinara.


"Seleraku juga mau pulang saja. Lagipula tak ada kamu atau Melisa yang bisa aku ajak mengobrol"


"Baiklah kalau begitu"


Kinara kembali ke dapur untuk membereskan barang barangnya sebelum pulang. Sementara Abian, dia segera mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang begitu Kinara masuk.

__ADS_1


📞"Dengar, kalian kempes kan ban motor milik pemilik kafe MELKIN. Nanti aku beritahu motornya" Setelah mengatakan itu Abian segera menutup sambungan telefon nya, lalu mengirum pesan menunjukkan dimana motor Kinara.


Abian tersenyum puas telah mengirimkan pesan itu.


'Kalau alasannya adalah motor, maka aku akan menyingkirkan motor itu. Maaf ya Kinara aku harus merusak sedikit motormu' gumam Abian sambil cekikikan.


Abian melihat Kinara keluar lagi dari dapur, lalu dua berjalan menuju dirinya. Dan pada saat bersamaan ponsel Abian mendapatkan notifikasi pasan yang ternyata dari arang yang dia suruh tadi.


📩


Beres bos


Isi pesan itu, dan tak lupa pula orang itu mengirimkan foto motor Kinara yang sudah kempes depan belakang.


Abian senang sekali melihat kerja dekat orang itu. Lalu dia menyimpan lagi ponselnya di saku karena kinara sudah ada di depannya.


"Kok kamu masih disini? bukannya tadi bilang mau pulang?" tanya Kinara.


"Ya sudah ayo. Cuma keluar kafe aja harus barengan" ucap Kinara tertawa kecil.


Mereka pun keluar bersama sampai ke parkiran dan menuju kendaraan masing masing. Abian masuk kedalam mobil tapi dia melihat Kinara yang nampak kebingungan di samping motornya. Abian tertawa pelan dalam mobilnya melihat ekspresi panik Kinara. 'Oh Kinara sayang, jangan panik begitu Aa' Bian akan datang menolong mu' ucap Abian dalam hati lalu dia turun lagi dari mobil dan berpura pura bod*h tak tau apapun.


tapi Lho Kinar, kenapa kamu masih belum jalan juga. Tadi aku lihat dari mobil kelihatannya kamu sedang bingung. Memangnya ada apa?" tanya Abian sok polos.


"Ini nih ban motor ku kempes, dua duanya lagi. Depan belakang?" ucap Kinara bingung.


Abian jadi sedikit kasihan melihat Kinara yang terlihat bingung dan lesu karna ban motornya kempes.


"Begini saja, kamu pulang sama aku aja. Ikut mobilku, nanti aku telfon bengkel deh buat perbaiki motor kamu. Ini udah malem dan nggak baik kamu pulang sendiri, belum lagi jalan juga macet. Kalau kamu nunggu motor kamu selesai di perbaiki pasti bakal kemaleman. Mending kamu pulang sama aku aja" ajak Abian sok jadi malaikat kemaleman.


"Emmm iya deh aku ikut kamu aja. Makasih ya, dan maaf lagi lagi aku ngerepotin kamu" ucap Kinara merasa agak tidak enak karena dia sudah sering sekali merepotkan Abian.

__ADS_1


" Tak masalah, kebetulan aja aku pas masih disini. Dan juga aku kan sudah bilang berkali kali padamu agar tak bersikap sungkan padaku"


Mereka pun pulang bersama setelah Abian menelfon bengkel yang akan memperbaiki motor Kinara.


Tapi baru juga Kinara ingin membuaka pintu mobil, dia terhenti saat Kinara mendengar ada suara menggelegar yang memanggil namanya. Suara yang sangat di kenal Kinara.


"KINARA" panggil Arya dengan suara tegasnya.


Arya yang baru datang ke kafe ingin menemui Kinara pun seketika murka saat dia melihat Kinara yang akan pergi dengan pria lain.


Arya pun segera menuju Kinara saat dia melihat Kinara menoleh padanya.


"Kamu mau kemana sama kaki laki lain kinara! Apa karena pria ini kamu menggugat cerai aku kinara!" ucap Arya berapi api.


Kinara rasanya ingin sekali membawa otak Arya ke reparasi. Aja otaknya sudah kongslet sampai bisa bisanya dia punya pikiran seperti itu? Apa dia mendadak amnesia sampai dia melupakan alasan kenapa Kinara menggugat cerai dirinya?.


"Kamu kalau mau ngomong tu ngaca dulu mas? Jelas jelas kita semua sama sama tau alasan dibalik gugatan cerai itu. Kamu yang selingkuh sampai hamilin selingkuh kamu terus diem diem poligami tapi kamu malah nyuruh aku yang macem macem? Harusnya kamu tuh sadar mas, kenapa aku sampai menggugat cerai kamu! Apa koala kamu abis kepentok sampai kamu tiba tiba lupa ingatan?" ucap Kinara sinis pada Arya. Kinara geram sekali dengan Arya yang menuduhnya yang tidak saat semua orang tau kenapa mereka berpisah.


Semua orang tau alasannya, ya kali dia yang buat kesalahan malah pura pura lupa.


"kibara, aku mengijinkan kamu kerumah orangtua kamu bukan untuk menggugat cerai aku. Tapi aku ingin kita saling menenangkan diri lalu setelah pikiran kamu tenang kita bicara baik baik memulai rumah tangga lagu yang lebih baik"


"Ya tapi aku udah nggak mau punya rumah tangga lagu sama kamu. Aku udah capek mas, kamu tuh nngak pernah berubah. Aku udah ngasih kamu kesempatan untuk berubah. Tapi apa? Kamu dan selingkuhan mu malah semakin menjadi-jadi. Kamu pikir aku masih mau dengan pria macam kamu?" ucap kinara marah dia benar benar kehilangan kesabaran saat ini dengan Arya


"Kinara kamu kalau ngomong yang sopan Kinar. Biar bagaimanapun aku ini tetap suami kamu!" geram Arya saat dari tadi Kinara selalu berucap dengan nada tinggi. Padahal dulu Kinara adalah wanita yang sangat lembut dan penuh kasih sayang.


"Menang suami macam apa yang harus di hormati? Kita mau sopan juga harus lihat lihat pada siapa? Kalau pada suami yang tak tau diri seperti kamu ya jangan minta dihormati dong, Kamu sendiri sudah menunjukkan kalau kamu hanya pria sampah" kini Abian yang bicara. Dua benar benar geram dengan Arya yang seperti tak mau di salahkan.


"Heh kamu jangan ikut campur ya! Kamu itu siapa beraninya ikut campur urusan rumah tangga orang!"


"Aku? tunjuk Abian pada dirinya sendiri. "Aku adalah orang yang"

__ADS_1


"Sudahlah Abian, kamu nggak perlu ladeni mas Arya. Dan kamu mas, emang bener kok kata Abian tadi. Suami seperti apa yang harus di hormati, nyatanya kamu sudah gagal mendapatkan rasa hormat ku. Sekarang! jika kamu masih inigin aku sedikit menghormati my maka sebaiknya kamu cepat tanda tangani surat cerai itu dan jangan persulit prosesnya nanti!"


__ADS_2