Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Di Pecat


__ADS_3

Berbeda dengan Kinara yang sudah akan memulai lembaran baru dalam hidupnya, Arya malah semakin tenggelam dalam masa lalu.


Hari hari Arya terasa kacau semenjak kepergian Kinara dari hidupnya. Sherly yang dulu sering dia anggap sebagai penghilang penat dan penyemangat saat kerja kini malah semakin hari semakin membuat Arya tak bisa tenang dan menambah stres.


Arya yang terbiasa dengan Kinara yang cekatan menyiapkan segala kebutuhannya dan tak pernah mengeluh dan merengek. Kini dia harus hidup bersama Sherly yang tak bisa mengurus rumah sama sekali, selalu manja dan banyak maunya dan juga sangat boros.


Jauh berbeda sekali dengan Kinara yang meski harus membeli kebutuhan dapur dan sekolah Feli, tapi pengeluarannya Malah jauh dibawah Sherly.


Tak jarang pula Arya malah membandingkan bandingkan Sherly dengan Kinara dan hal itu selalu menjadi pertengkaran panjang setelahnya. Tak ada lagi kata damai dalam hidup Arya saat ini. Bahkan Arya yang dulu sangat jarang menyentuh minum keras, kini setiap harinya selalu pergi ke bar dan mabuk mabukan setelah mabuk baru dia akan pulang sambil meracau di apartemen.


"Sherly, kenapa kamu nggak bangunin aku! Kamu tau kan kalau hari ini aku ada meeting!" teriak Arya dari kamar sambil buru buru memakai baju kerjanya.


Sherly tak merespon ucapan Arya, dua malah lebih memilih menghabiskan senwich yang dia buat untuk dirinya sendiri dan tak membuatkan untuk Arya.


Arya keluar dari kamar dengan keadaan berantakan dan tak rapi karena dia terlalu terburu buru.


"Dimana sarapanku? kenapa kamu nggak nyiapin aku sarapan juga? Kamu tuh nggak becus jadi istri!" ucap Arya marah saat dia sampai di ruang makan tak melihat makanan disana. Hanya ada Sherly yang memakan senwich dan tak ada untuknya.


Sherly meletakkan senwich yang baru setengah dia makan lalu menatap Arya dengan tajam. "Kamu bilang apa tadi? kamu bilang aku istri yang nggak becus! Terus kamu pikir kamu sudah sehebat apa sebagai suami? Setiap hari kerjaannya mabuk mabukan, pulang malem, nggak pernah mikirin istri dan calon anaknya malah sibuk mikirin mantan istri yang nggak jelas itu! menurutmu itu hal yang bagus mas! Kamu saja nggak becus jadi suami yang baik dan bertanggung jawab, jadi jangan salahkan aku dong kalau aku nggak mau ngurusin kamu" setelah mengucapkan itu Sherly langsung meraih tasnya lalu keluar dari apartemen dengan perasaan marah.

__ADS_1


Arya mengacak rambutnya frustasi, tapi dia tidak bisa membantah ucapan Sherly karena memang benar adanya yang dia ucapkan tadi. Arya lalu kembali ke kamar untuk mengambil bekas yang akan dijadikan bahan meeting dan bergegas berangkat kekantor juga. Ini sudah terlambat untuknya, dan dia tak punya banyak waktu untuk hanya sekedar membuat senwich untuk sarapan.


Selalu seperti itu hari harinya, Arya dan Sherly selalu memulai hari dengan pertengkaran dan adu mulut. Tak ada yang mau mengalah dan tak ada yang mau disalahkan pula.


Setibanya di kantor, ternyata rapatnya sudah di mulai dari tadi dan saat dia masuk dia melihat ada seseorang yang telah menggantikannya presentasi. Dia adalah saingannya di kantor, pria yang sedang menggantikannya tersenyum penuh kemenangan padanya. Dan Arya juga dapat melihat bosnya menunjukkan tlraut tak bersahabat.


Arya hendak masuk tapi bosnya terlebih dahulu berbicara dan membuat Arya tak jadi melangkahkan kakinya.


"Sepertinya kehadiran Anda sudah tak diperlukan lagi diruangan ini! karena sudah ada pengganti yang lebih profesional dari Anda! jadi sebaiknya anda tak perlu masuk kemari dan jangan lupa, tutup kembali pintu itu saat Anda pergi nanti!" ucap bos Arya dengan nada tenang namun penuh intimidasi. Arya tak berani melawan atau membantah ucapan bosnya. Dia tau dia sudah membuat kesalan yang b satu hari ini. Tapi dalam hati Arya juga merasa dipermalukan dan sebelum keluar dua menatap tajam kearah saingannya yang ngajakin memasang wajah mengejek padanya.


Arya masuk ke ruangannya lalu membanting berkas yang dia bawa untuk meeting tadi.


"Aaakhhh si*lan kamu Revan! Berani beraninya kamu menyerobot pekerjaan ku!" umpatnya pada pria yang menggantikannya tadi.


"Kenapa tidak ada yang berjalan dengan lancar setelah kepergian mu Kinar, Kenapa kamu memilih pergi, harusnya kamu tetap bersamaku dan semuanya akan berjalan baik seperti sediakala" ucap Arya lirih sambil mengingat kenangannya bersama Kinara.


Memang kadang orang baru tau berapa berharganya orang itu setelah dua kehilangannya. Dan itu yang Arya rasakan saat ini. Dia baru sadar kalau kesuksesan yang dia raih selama ini juga karena Kinara juga. Kinara selalu sengurusnya dengan baik. Menyiapkan semua keperluannya dengan sabar dan senang hati. Bahkan kadang Arya meminta pendapat Kinara tentang pekerjaan juga mengingat Kinara dulunya juga sangat pintar.


Tapi bagai nasi yang sudah menjadi bubur, Arya tak mungkin bisa memutar waktu. Sekarang yang tersisa hanya penyesalan.

__ADS_1


Saat jam pulang kantor hampir tiba, Arya mendapat panggilan dari bosnya untuk pergi ke ruangannya.


"Permisi pak" ucap Arya sopan sambil mengetuk pintu.


"Hmm masuk"


Arya masuk dengan perlahan lalu mendekat pada meja bosnya. "Ada apa pak memanggil saya?" tanya Arya sambil menundukkan kepalanya.


"Ini buka dan bacalah" ucap bos Arya sambil mengeluarkan sebuah angklop pada Arya.


Arya mengambil itu lalu membacanya. Kedua bola mata Arya seperti hampir loncat saat membaca surat itu.


"I,, ini, maksudnya apa pak?" tanya Arya sambil terbata.


"Jamu tidak bisa membaca? Apa harus saya jelaskan juga pada kamu huh!" hardik bis Arya.


"Pak tapi kenapa saya dipecat pak? Saya tau saya tadi melakukan kesalahan, tapi,,,, tapi saya janji tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi pak. Saya sudah lama bekerja disini dan sudah banyak juga memberikan kontribusi untuk kantor ini selama saya bekarja disini pak!" ucap Arya tak terima dengan pemecatan yang dilakukan bosnya .


"Kamu harusnya bersyukur saya masih memecat kamu secara baik baik. Kamu sadar tidak? Selama beberapa bulan ini kamu nggak konsentrasi bekarja. Dan kamu juga sering sekali melakukan kesalahan-kesalahan yang merugikan perusahaan. Jadi selagi saya masih berbaik hati memecatnya dengan terhormat" ucap bos Arya.

__ADS_1


"Pak tolong pak! Kasih saya satu kesempatan lagi pak" ucap Arya memohon


"Mau sampai kapan saya ngasih kamu kesempatan huh! mau sampai perusahaan saya bangkrut karena punya pegawai yang tak becus bekerja! Sekarang kamu bereskan barang barangmu dan segera pergi dari kantor saya!" ucap bos Arya meninggikan suaranya.


__ADS_2