Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Kejujuran Kinara


__ADS_3

Setelah menemani Feli dan kedua orang tuanya di ruang tengah sebentar, Kinara akhirnya mengajak Feli untuk tidur siang dulu di kamar. Kinara menemani Feli di kamar sampai dia merasa Feli benar benar tidur pulas, lalu setelahnya Kinara kembali lagi menemui orang tuanya yang masih setia menunggunya untuk bercerita di ruang tengah.


Kinara duduk sambil memelintir jari jemarinya dan menghela nafas berulang kali sebelum menceritakan perihal masalah rumah tangganya.


"Mas Arya menikah lagi" itu kata pertama yang Kinara ucapkan setelah diam cukup lama.


Mama Laras dan Papa Bagus pun langsung membelalakkan mata dan sangat terkejut mendengar ucapan putri mereka barusan.


"Ma maksudnya bagaimana nak" ucap Mama Laras masih merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar tadi. ************ papa Bagus wajahnya nampak memerah karena marah dan tangannya mengepal.


"Mas Arya selingkuh ma, pa. Bahkan selingkuhannya sudah hamil, kemarin,,, kemarin mas Arya nggak dateng ke acara aku karena kemarin dia menikah dengan selingkuhannya itu Ma, Pa" ucap Kinara lirih. Air matanya pun luruh bersama dengan ucapan Kinara tadi. Kinara sudah berusaha untuk tegar dan tak mengisi di depan orang tuanya, tapi nyatanya air mata itu jatuh tanpa bisa Kinara cegah.


Mama Laras juga ikut menangis bahkan dia tak sanggup berkata apapun. Mana Laras kemudian beranjak dari duduknya dan duduk di samping Kinara lalu memeluk putrinya yang sedang menangis. Kinara yang merasakan pelukan dari mamanya pun semakin keras menangis dan memeluk erat tubuh mana Laras. Mama Laras pun membiarkan Kinara menangis sepuasnya di pelukannya, dia tau kalau putrinya pasti sangat terluka saat ini. Bahkan mama Laras pun merasa lebih terluka saat mendapati putri satu-satunya di sakiti hatinya oleh Arya. Sungguh sebagai seorang ibu, dua tidak terima putrinya diperlukan seperti itu.


"Kurang ajar!" ucap papa Bagus pelan tapi penuh tekanan. "Sejak kapan kamu tahu tentang perselingkuhan Suami mu Kinar?" tanya papa Bagus berusaha menahan emosinya yang sudah akan meledak. Papa Bagus juga sama terluka dan kecewanya dengan kedua wanita di depannya ini. Tapi sebisa mungkin papa Bagus menahan s nya amarah itu karena dia tidak mau Putrinya yang sedang rapuh itu semakin terpuruk karena kemarahannya.


"Sebenarnya Kinara sudah tau sejak beberapa bulan yang lalu pa, Tapi Kinara coba untuk memperbaiki pernikahan ini, Kinara mencoba mng mengembalikan cinta mas Arya yang sudah terbagi kembali pada Kinara lagi pa. Kinara berusaha sebisa dan semampu yang Kinara bisa. Papa lihat Kinar, Kinar bahkan merubah penampilan Kinara agar lebih menarik lagi. Tapi bukannya kembali pada keluarga, hubungan mereka bahkan semakin jauh dan puncaknya, wanita itu hamil dan kemarin, kemarin mereka menikah pa, ma. Mas Arya bukan hanya menduakan Kinar, tapi mas Arya sudah melakukan poligami tanpa ijin dan memberi tau Kinara pa, ma. Kinara sudah nggak sanggup lagi sekarang hiks hiks hiks" jelas Kinara sambil terus menangis.

__ADS_1


Sungguh menyakitkan jika diingat lagi. Dan sialnya, kenangan itu malah terus menerus menghantui Kinara.


"Lalu apa keputusan kamu setelah tau suami kamu berpoligami?" tanya papa Bagus dengan intonasi tegas. Papa Bagus benar benar berusaha menahan amarahnya.


"Kinar,,,,,,,,,,, Kinar ingin berpisah dari mas Arya pa. Kibar nggak sanggup kalau harus berbagi suami hiks, Kinar nggak cukup kuat untuk itu Pa hiks hiks" jawab kinara terisak. Tapi Kinara sudah sangat yakin dengan keputusan yang dia ambil itu.


"Bagus, Papa setuju dengan keputusan kamu. Kalau perlu, besok kita cari pengacara dan urus semuanya" putus papa Bagus lalu dia pergi dari ruangan itu. Papa Bagus tak bisa terus menerus melihat dua wanita tercintanya menangis. Papa Bagus juga tidak yakin akan bisa menahan amarahnya jika terus melihat mereka sesedih dan sehancur itu. Bukan pada anak dan istrinya dia harus meluapkan emosi.


"Kamu yang sabar ya nak, Mama dan papa akan selalu mendukung apapun yang jadi keputusan kamu nak" ucap mama Laras di balik pelukan.


"Makasih ma, Kinar memang membutuhkan dukungan kalian saat ini hiks. Kinar benar benar sakit ma hiks hiks"


"Kinar nggak mau mama sama papa kepikiran dan sedih dengan apa yang terjadi pada Kinar ma, Kinar juga berfikir kalau mungkin Kinar berubah, mungkin mas Arya akan kembali pada kami lagi dan melupakan selingkuhannya. Tapi ternyata Kinar salah ma, Kinar masih tidak bisa menyelamatkan pernikahan ini ma"


"Ya sudah sudah nak. Kamu tenangkan diri dulu. Jangan buat diri kamu terus menerus bersedih karena pria br*ngsek itu nak" ucap mana Laras mek oas pelukan itu sekejap lalu menghapus air mata Kinara lembut. "Jangan merasa sendiri nak. Kami akan selalu ada untukmu" imbuhnya lagi. Kinara bukannya berhenti menangis Makah semakin kencang tangisnya lalu kembali memeluk mana Laras erat. Mama Laras pun dengan senang hati memeluk Kinara dan sesekali membelai rambut dan punggung Kinara lembut memberikan ketenangan pada Kinara.


*****"

__ADS_1


Hati sudah beranjak sore, dan sesuai kesepakatannya dengan Sherly, kalau sore ini mereka akan pulang dari rumah orang tua Sherly. Arya sudah merasa gila dengan Kinara yang tak kunjung menerima telfon dari nya. Sherly pun demikian ikut kadal karena sebagai pengantin baru bukannya sibuk bermasraan, eh malah suaminya sibuk memikirkan istrinya yang lain. Sherly ingin membanting handphone Arya agar dia tak terus menerus mencoba menghubungi Kinara, tapi dalam hati Sherly ada sedikit perasaan senang karena Kinara tidak mau menjawab panggilan dari Arya kemungkinan besar dia percaya dengan pesan yang dia kirim semalam. Kalau begitu, semakin besar pula kemungkinan mereka akan bercerai dalam waktu secepatnya.


"Sherly, kamu sudah siap pulang belum, ayo cepetan, aku masih harus berpamitan dan segera mungkin kembali ke rumah. Aku merasa ada yang tidak beres dengan Kinara. Dari semalam dia sama sekali mengangkat panggilan darinya.


"Iya mas. Ayo kita pamitan sama papa dan mama ku. "iya cepet Sherly, biar aku bisa lebih cepat pulang dan memberi pengertian pada Kinara agar dia tidak marah terus menerus" ucap Arya tidak sabar ingin segera pulang.


*******


"Kok kalau buru buru banget sih pulangnya? nginep aja dulu satu dua malam lagi disini Sherly, Arya" ucap mana Sherly ingin mereka tetap tinggal dulu di rumahnya.


"Iya kenapa buru buru sekali?" kini giliran Papa Sherly yang bertanya.


"Pa, kita besok masih harus kerja pa, sedangkan baju ganti dan lainnya ada di apartemen. Jadi kita harus banget pulang ini. Lagian mana sama papa kayak nggak pernah muda aja deh" jawab Sherly santai.


"Yaudah, kalau gitu, tapi kalian harus sering sering datang kesini ya, jaga juga itu cucu Mama baik baik"


"Iya ma. Kita pamit dulu ya. Ayo mas"

__ADS_1


"Eh iya. Permisi pa, ma" ucap Arya berpamitan lalu keluar karena tangannya sudah di tarik oleh Sherly.


__ADS_2