
Mama Laras mempersilahkan Kinara, Arya, dan Feli masuk. Mereka pun makan malam bersama dengan masakan yang di bawa Kinara tadi.
Tadi sebelum kesini, Kinara sempat mengabari orang tuanya kalau mereka akan datang malam ini dan Kinara akan membawa makanan, jadi ibunya tak perlu repot-repot masak untuk menyambut mereka datang.
Mereka makan malam dengan di selingi beberapa obrolan ringan. Menurut Papa Kinara, meja makan bukan hanya untuk makan, tapi juga untuk berkumpul semua keluarga, jadi buatlah suasana meja makan menjadi hangat dengan beberapa obrolan ringan.
Dan Kinara juga menerapkan hal tersebut di rumahnya, jadi tidak ada suasana sepi saat makan, yang ada suasana hangat yang tercipta karena percakapan ringan.
Setelah makan mereka berkumpul di ruang tengah. Karena Kinara ingin menyampaikan maksud kedatangannya kemari pada orang tuanya.
"Pa, Ma. Kinara mau minta doa restunya karena Kinara ada rencana mau buka kafe bareng sama temen Kinara Pa, Ma" ucap Kinara memulai percakapan.
Mama Laras dan Papa Bagus saling melirik sejenak lalu Mama Laras yang pertama bersuara.
"Emang kamu mau buka kafe sama temen kamu yang mana? terus nak Arya sendiri gimana, setuju atau tidak dengan rencana kinara?" tanya Mama Laras pada anak dan menantunya bergantian.
"Kinar mau bisnis sama Melisa Ma, yang dulu sering main kesini dulu lho ma" jawab Kinara mengingatkan Mamanya tentang Melisa.
"Melisa dulu abis wisuda langsung pergi ke Singapura dan baru belakangan ini dia balik ke Indonesia karena suaminya di pindah tugas kan di perusahaan di Indonesia. Dan Melisa waktu ketemu sama aku ngajakin aku buat kerja sama buka bisnis kafe karena kata dia masakan Kinara enak. Jadi dia mau buka kafe sama Kinar. Dan rukonya juga punya suaminya Melisa. Jadi nggak perlu biaya sewa plus tempatnya strategis banget ma, tadi kita juga udah coba beberapa menu yang akan kita buat jadi menu kafe kita ma" lanjut Kinara menjelaskan.
__ADS_1
"Aku juga udah ngasih ijin Kinara kok ma, asalkan Kinara bisa membagi waktunya dan tetap memprioritaskan keluarga dari pada pekerjaan, aku nggak keberatan" kini Arya yang menjawab pertanyaan mertuanya tadi.
Papa dan Mama Kinara sekali lagi saling menatap lalu Papa Bagus nampak mengangguk kecil sambil tersenyum tipis.
Papa Bagas dan Mama Laras menang tau kalau putrinya suka dan pandai masak. Masakan nya memang selalu bisa memanjakan lidah orang yang mengicipinya.
"Kalau suami kamu setuju dengan rencana bisnis kamu, papa dan mama sebagai orang tua hanya bisa mendoakan saja semoga bisnis kamu bisa berjalan lancar. Tapi Papa mau ingetin kamu satu hal nak" papa Bagus menarik nafas sejenak lalu menghembuskannya perlahan.
"Meskipun kamu sudah berjanji pada suami mu kalau kamu akan bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, tapi papa sekali lagi ingin mengingatkan kamu kalau meski sebisa mungkin kamu membagi waktu pasti ada kalanya kamu akan membawa pekerjaan mu di rumah. Pasti akan ada hal hal tentang pekerjaan yang sampai di rumah juga. Papa cuma ingin kalian saling mengerti dan terus berkomunikasi dengan baik. kalau ada hal yang mengganjal atau ada masalah di tempat kerja curahkan saja pada pasangan keluhan itu. Bukan ingin membebani tapi memang itu harusnya pasangan. Saling berbagi, Berbagi suka berbagi pula duka. Hubungan bisa renggang bukan karena jarak yang memisahkan. Tapi minimnya komunikasi pada pasangan. Jadi jangan membuat jarak yang dekat menjadi jauh karena tak ada komunikasi. Buat perasaan nyaman dan bergantung satu sama lain pada pasangan agar tidak ada badai yang bisa menghancurkan. Buat pertahanan yang kokoh agar saat badai datang hanya berlaku tanpa menghancurkan" nasehat papa Bagus.
Nasehat yang dari awalnya tentang pekerjaan pun merembet ke kehidupan rumah tangga. Jujur papa Bagus pun merasa putrinya agak aneh saat dia datang kemari beberapa minggu yang lalu. Meski tidak bertanya tapi papa Bagas yakin itu ada hubungannya dengan masalah rumah tangga karena putrinya hanya seorang ibu rumah tangga yang kemungkinan tidak punya masalah lain selain rumah tangga.
Papa Bagus tidak tau saja kalau yang datang bukan hanya badai tapi tornado yang besar. Yang bahkan jika pondasi itu kuat masih mampu merobohkan bangunan apa saja.
Saat ini mungkin bisa di bilang masa tenang sebelum badai tornado itu datang.
Kinara dan Arya mendengarkan dengan seksama nasehat dari Papa Bagus tanpa menyadari kalau badai itu pun akan benar benar datang.
Sedangkan mama Laras pun nampak memandangi wajah anak dan menantunya saat mendengar nasehat dari suaminya. Ntah mengapa hati mama Laras terasa tidak enak sepada yang mengganjal tapi mama Laras tidak tau apa. Dan Mama Laras pun tidak ingin terlalu berburuk sangka tentang apa yang belum tentu terjadi.
__ADS_1
Yang bisa dia lakukan adalah berdoa yang terbaik untuk keluarga kecil putrinya agar di jauhkan dari terpaan badai seperti yang di katakan suaminya.
"Papa nggak usah khawatir, pekerjaan aku nggak akan mempengaruhi hubungan ku dengan mas Arya kok pa, aku dan mas Arya akan tetap menjalani komunikasi yang baik di rumah agar tak terjadi krisis komunikasi yang bisa menyebabkan pondasi yang kita buat rusak"
"Dan juga Kinara akan berusaha untuk membuat pondasi itu tetap kokoh pa" lanjut Kinara.
Dan itulah yang tengah Kinara lakukan beberapa minggu ini. Mencoba membuat pondasi dan dinding yang kokoh untuk mempertahankan rumah tangganya.
"Iya pa, Saya juga akan selamanya mencintai Kinara apapun yang terjadi" ucap Arya serius.
Kinara menoleh pada suaminya dan tersenyum mendengar ucapan Arya tadi.
Menang Arya selalu mencintai Kinara. Sejak pertama bertemu rasa itu sudah ada. Hanya saja kadang rasa jenuh itu menghampirinya dan Sherly datang di waktu yang tepat saat Arya di landa rasa jenuh.
Papa Bagus menganggukkan kepalanya tanda percaya pada ucapan mereka.
Setelahnya mereka kembali berbincang santai dan di selingi sedikit candaan yang di lontarkan oleh Kinara. Sedang Feli sudah tertidur setelah makan tadi.
Karena hari semakin malam akhirnya Kinara dan Arya pamit pulang ke rumah. Mama Laras sempat meminta mereka menginap saja karena hari sudah agak larut dan Feli pun sudah tertidur. Tapi Kinara menolak dengan halus. Kinara berkata kalau besok suaminya harus bekerja dan di rumah ini tidak ada baju kantor Arya. Yang ada hanya beberapa potong baju santainya yang ada di lemari kamar Kinara. Dan lagipula Feli juga harus sekolah besok. Jadi walaupun ingin anak, menantu dan cucunya menginap tapi mana Laras akhirnya mengerti dan mengijinkan mereka pulang.
__ADS_1