
Waktu kini telah menunjukkan jam pulang kantor, Arya bergegas merapikan pekerjaan nya dan bersiap untuk pulang. Arya sudah tak sabar untuk segera pulang kerumah, apalagi tadi istrinya mengirimkan sebuah foto dirinya yang sedang memakai lingerie berwarna hitam dengan berpose sangat **** di mata Arya. Dan foto itu pun sukses membuat Arya panas dingin ingin segera pulang dan menerkam istrinya yang akhir akhir ini menjadi semakin nakal dan ****.
Namun ternyata ekpektasi tidak sesuai realita, saat Arya sudah bangkit dari duduknya dan hendak berjalan menuju pintu, tiba tiba pintu ruangan nya terbuka dari luar dan masuklah seseorang yang sedang tidak ingin di lihat olehnya. Siapa lagi kalau bukan Sherly.
"Mas Arya udah mau pulang? Aku baru aja mau ngajak mas Arya pulang bareng. Ya udah yuk kita pulang bareng" ucap Sherly dengan nada ceria dan manis. Tak ada raut kesal apalagi marah sama sekali di wajah Sherly.
Arya pun sedikit mengernyit. Seingatnya tadi pagi mereka baru saja bertengkar dan siang tadi pun Sherly terlihat begitu kesal dan marah saat ada Kinara di sini. Tapi kenapa tiba tiba nggak ada angin nggak ada hujan Sherly kembali bersikap manis padanya. Padahal Arya pun belum membujuknya sama sekali. Biasanya Sherly harus di bujuk dan di rayu rayu agar ngambek nya hilang. Tapi ini dia datang seperti tidak terjadi apa apa.
Arya tapi langsung berbicara namun agak ragu ragu. Karena dia harus menolak ajakan Sherly. Arya masih ingat dengan rencana awalnya yang ingin pulang cepat.
"Sepertinya hari ini kita nggak bisa pergi deh Sher, aku udah janji sama Kinara untuk pulang cepat hari ini" ucap Arya menolak ajakan Sherly.
Seketika Sherly menunjukkan raut wajah tak suka, tapi mengingat ucapan temannya Raya, Sherly pun secepatnya merubah mimik wajahnya se biasa mungkin. Agar Arya tidak mengira Sherly sedang marah saat ini.
"Mas kan kemarin udah pulang cepet, sekarang mas gantian donk nemenin aku" ucap Sherly merajuk manja.
"Aku beneran nggak bisa Sher. Lain kali ya kira jalan lagi. Untuk saat ini aku nggak bisa pergi sama kami" ucap Arya berusaha agar Sherly mau menuruti omongannya. Meskipun Arya tidak berharap banyak kalau Sherly mengijinkannya pergi.
Tapi lagi lagi Sherly kembali membuat nya tercengang dengan ucapannya.
"Aku nggak akan ngajak mas Arya jalan jalan kok. Aku cuma minta pulang bareng doang, setelah mas Arya nganter aku mas Arya boleh pulang" ucap Sherly se lembut dan se manis mungkin. Agar Arya mau pulang bersama.
__ADS_1
Walaupun hanya diantar saja, tapi itu lebih baik dari pada Sherly harus pulang sendiri. Sekarang Sherly harus kembali bermain halus, dia tidak bisa terlalu mengikat mas Arya agar mas Arya tidak berontak dan pergi.
"Serius nih Sher cuma anter doang kan? Abis itu aku boleh langsung pulang kan? tanya Arya memastikan.
Sherly sebisa mungkin menahan dirinya untuk tidak marah dan mengumpat di depan Arya. Ucapan Arya ini malah inginmembuat Sherly menahan Arya saja nanti di apartemennya, tapi kembali lagi dia harus lebih bersabar kali ini.
Seperti dulu dia bisa membuat hati Arya berpaling ke dirinya. Seperti itulah Sherly akan membuat Arya terus terbelenggu padanya dan tak bisa pergi.
Sherly menarik nafas dalam-dalam guna mengurangi rasa ingin meledaknya sebelum menjawab pertanyaan Arya "Iya mas".
"Ya udah kamu tunggu di parkiran ya, nanti aku susul. Kamu inget kan kalau kita nggak bisa terlalu menunjukkan hubungan kita dusini"
Arya semakin dibuat bingung saja dengan perubahan sikap Sherly yang terlalu mencolok itu. Arya masih coba menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi pada Sherly. Perubahan ini terlalu ketara.
Arya pun berusaha segera menyingkir pikiran aneh aneh di kepalanya. Arya berusaha berpikir positif saja. Mungkin Sherly memang sudah kembali seperti dulu, Sherly yang tidak mengekang dan membebaskannya. Itu seperti Sherly yang dulu Arya kenal. Sherly yang selalu bersamanya tanpa menuntut status apapun Sherly yang selalu menjadi semangatnya di kantor tanpa ingin menambah bebannya.
Tapi akhir akhir ini Sherly selalu ingin memonopoli dirinya dan banyak menuntut untuk di nikahi. Membuat Arya sakit kepala dan muak saat bersamanya.
Arya pun segera menyingkirkan pikiran nya sendiri dan langsung turun menuju parkiran, karena Arya yakin kalau Sherly pasti sudah sampai disana terlebih dulu.
Sherly benar benar melakukan seperti ucapan nya tadi. Dia langsung turun dari mobil setelah sampai di apartemennya. Walaupun tadi Sherly sempat menawarinya untuk mampir sebentar ke dalam unit apartemennya tapi Arya menolak karena dia sedang buru buru ingin pulang.
__ADS_1
Dan hal yang kembali membuat Arya tercengang adalah Sherly yang tidak mempermasalahkan hal tersebut. Padahal kan biasanya dia akan marah marah kalau Arya menolak ajakannya dan lebih memilih pulang. Tadi Sherly langsung pamit turun begitu Arya mengatakan tidak bisa mampir karena terburu-buru. Tidak ada raut kesal apalagi marah hanya ada raut kecewa saja tanpa ada perdebatan sama sekali.
Begitu Sherly turun Arya langsung memacu mobilnya menuju rumah, dia tidak sabar untuk bertemu dengan anak dan istrinya. Khusus untuk Kinara, Arya benar benar sangat ingin segera bertemu.
Disisi lain Sherly yang masih berdiri di tempatnya mengepalkan tangannya begitu mobil Arya pergi. Sungguh Sherly hampir tidak bisa menahan kekesalannya tadi.
"Silahkan nikmati hari hari terakhir mu dengan keluargamu mas, karena sebentar lagi kamu hanya akan menjadi milikku saja" ucap Sherly menatap mobil Arya yang sudah menghilang.
Sherly membalikkan badannya dan berjalan memasuki gedung apartemen nya. Dia ingin segera berendam dan mendinginkan kepalanya yang hampir meledak karena emosi.
*********
Sesampainya di rumah Arya langsung masuk karena pintu tidak di kunci. Dan bertepatan dengan masuknya Arya, Feli yang melihat Papinya sudah pulang sebelum malam pun langsung berlari dan memeluk Papinya.
"Papi......." hap tubuh Feli langsung di peluk Arya yang juga jongkok.
"Feli seneng banget papi udah pulang. Papi jangan pulang mekem malem lagi ya kalau Feli udah tidur, Papi pulang kayak sekarang terus, biar Feli juga bisa main sama Papi" ucap Feli setelah pelukan mereka terurai.
Sontak ucapan spontan Feli tadi sukses menampar Arya secara tidak langsung. Arya sadar kalau selama ini dia sudah banyak melakukan kesalahan-kesalahan yang sangat banyak pada anak dan istrinya. Terlebih pada Kinara. Arya benar benar merasa sangat salah dan akan berusaha memperbaiki semuanya. Berusaha menjadi ayah dan suami yang baik untuk keluar kecilnya.
Meski untuk saat ini Arya masih belum bisa mengakhiri hubungan nya dengan Sherly, tapi Arya berusaha memberi waktu lebih untuk anak dan istrinya.
__ADS_1