
Papa Agus dan mama Laras sudah sampai di rumah Arya sejak satu jam yang lalu, tapi yang ditunggu belum juga datang. Karena tidak sabar, Mama Laras meminta suaminya papa Agus untuk menghubungi Arya saja daripada menunggu ntah sampai kapan.
"Pa cepat telfon Arya! Mana sudah lelah menunggunya dari tadi! Ini sudah lewat jam pulang kantor dan dia masih belum pulang juga sampai sekarang? Dia pasti sedang bersama istri barunya! Hihh menyebutnya saja sudah membuat Mama jijik pa" ucap mana Laras meminta suaminya untuk menelfon Arya. Tak lupa juga mana Laras bergidik jijik saat menyebut nama istri ke dua Arya.
"Iya Ma" lalu papa Agus mengambil ponselnya di saku celana dan untuk menelfon Arya.
Beberapa dering panggilan itu belum juga di angkat, sampai pada dering terakhir tenyata panggilan itu baru di angkat dan tanpa ba basa basi busuk papa Agus langsung berucap.
📞" Papa ada di rumahmu!"
Tutttt.
Setelah mengucapkan beberapa kata tadi, papa Agus langsung mematikan sambungan telefon dan mengembalikan ponselnya di saku lagi.
Sedangkan di rumah sakit, Arya yang sedang menemani sherly melihat ponselnya berdering dan saat dia melihat siapa yang menelfon nya, ternyaata nama papanya yang tertera di layarnya.
Arya mengatur nafas dulu sebelum mengangkat panggilan itu. Arya sudah merasa kalau papa menelfon kemungkinan ada hubungannya dengan masalahnya dengan Kinara. Pasti Kinara sudah mengadukan semuanya pada kedua orangtuanya.
Setelah mengatur nafasnya dan bersiap mengangkat telfon tersebut. Tepat sebelum dering terakhir berakhir. Belum juga mengucapkan salam Ehhh dia sudah mendengar suara papa Agus yang singkat tapi cukup untuk membuat Arya senam jantung dadakan.
📞"Papa ada di rumahmu!" Tutttt
Hanya empat kata, tapi seperti empat ton beras di timpuk di pundaknya secara langsung.
Arya segera bangkit dari duduknya dan ingin segera pulang kerumah menemui orang tuanya. Arya sudah mulai mempersiapkan diri untuk makian, hujatan dan cacian dari keluarganya. Arya sadar dua memang salah, tapi apa boleh di kata. Semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur, tak bisa menjadi nasi lagi. Saat ini yang bisa Arya harapkan adalah bisa menjelaskan semua pada orang tuanya dan membuat mereka mau menolong nya untuk membuat Kinara mau pulang lagi kerumah. Tapi baru juga berdiri Sherly sudah lebih dari berbicara pada Arya.
"Mau kemana kamu mas?" tanya sherly dengan tatapan curiga.
"Aku akan pulang sebentar, maaf ya aku tinggal dulu, Papa ada di rumah dan aku harus pulang sekarang juga Sher" Ucap Arya.
__ADS_1
"Nggak, kamu nggak boleh pergi mas, aku tuh masih sakit dan kamu harus jagain aku dirumah sakit. Masak kamu mau ninggalin aku sendiri mas, nanti aku kalau butuh apa apa gimana?" ucap Sherly tak mengijinkan Arya pergi dari sana.
"Sherly aku cuma pergi sebentar. lagipula kan ada suster yang bisa bantuin kamu"
"Tapi kan kamu suami aku, ayah anak yang ada di kandungan aku! jadi kamu dong mas yang harus nemenin aku saat ini. Lagian juga kan bisa kamu minta mereka kesini dari pada kamu yang harus nyamperin mete di rumah" ucap sherly tetap tidak mau di tinggal.
"Kamu udah nggak waras ya Sherly. Bisa bisanya kamu minta mereka kemari? Kamu sadar nggak sih kenapa mereka bisa tiba tiba ada di rumahku?" tanya Arya sudah mulai tersulut emosi.
Arya yang sedang merasa lelah hati dan pikiran jadi lebih merah marah.
"Apapun alasannya, tatap saja aku butuh kamu disini mas, mending kamu telfon mereka aja dan minta mereka kemari" Sherly tetap ngotot dengan keinginannya.
"Ya ampun Sherly!! Mereka itu sedang marah Sherly, kamu pikir kalau dalam keadaan emosi seperti sekarang apa yang akan mereka lakukan setelah sampai disini? Tak ada hal baik jika mereka datang kemari. Kamu tolong dong Sherly tolong mengerti sedikit" setelah mengucapkan itu Arya langsung pergi tanpa mau m ndengqr jawaban Sherly.
Sherly tercengang Arya pergi begitu saja tanpa mau mendengarkannya dulu. "Si*lan, karena kedua orang tua itu mas Arya ninggalin aku di rumah sakit sendirian. Awas aja kalau mereka mencoba menghasut mas Arya" kesal Sherly. Kalau kondisinya tidak seperti sekarang dua pasti sudah menyusul Arya agar tak bisa di pengaruhi orang tuanya.
*******
Arya tiba di rumah dan begitu sampai, Arya langsung bisa melihat kedua orangtuanya duduk di kursi yang ada di teras rumah.
Arya turun dari mobil dengan tergesa-gesa menghampiri mereka dan begitu tiba di depan orangtuanya. PLAKKKK.........
Satu tamparan langsung dilayangkan oleh Mama Laras. Arya masih syok dengan apa yang terjadi di kejutkan lagi dengan satu pipinya lagi yang kembali terasa panas. PLAKKKK........
"Mama......." ucap Arya lirih memegang pipinya yang panas .
"Apa? jangan pernah panggil aku mama setelah perlakuan mu pada Kinara! Kamu bod*h atau tau punya otak sih hah! Bisa bisanya kamu berbuat hal sehina itu!" Mama Laras langsung mengeluarkan apa yang sejak tadi ingin dia ucapkan. Arya hanya diam tak menjawab sebab dua sadar dia salah.
"Kamu itu lahir dari rahim seorang perempuan Arya tapi kamu bisa bisanya menyakiti perempuan yang sudah menjadi ibu untuk anakmu. Perempuan yang dengan tulus dan sabar menemanimu selama bertahun-tahun. Memang apa lagi yang kamu cari huh? Apa kurangnya menantu mama? Menantu mama itu Anita paling sempurna yang pernah mama kenal! Memang apa lebihnya perempuan itu? Perempuan yang membuatmu buta dan lupa kalau kau memiliki keluarga?"
__ADS_1
"Kamu tau tidak Arya? Bukan Kinara yang kurang, bukan dia yang bersalah. Tapi kamu, kamu yang merasa tidak pernah puas dan berfikir serakah. Kamu yang tidak pernah bisa bersyukur memiliki keluarga kecil yang selalu mencintaimu dengan tulus" Setelah mengucapkan apa yang ada di pikirannya dari tadi, mama Laras pun luruh dan terduduk di kursi. Tubuhnya terasa lemas tak bertenaga setelah mengetahui betapa br*ngsek nya Arya.
Putra yang dia rawat dan besarkan dengan kasih sayang bisa berubah menjadi pria yang tak dikenali bahkan oleh ibunya sendiri.
"Ma, aku tau aku salah. Bukan salah, tapi sangat salah. Arya menyadari semua itu ma. Tapi Arya mohon ma, tolong Mama bantu Arya sekali ini saja ma, tolong bujuk Kinara untuk tidak melanjutkan keinginannya berpisah dari Arya. Tolong Mama bujuk Kinara agar kau kembali lagi kerumah ini dan tak jadi menggugat cerai Arya ma" ucap Arya mengiba pada mamanya. Arya bahkan sudah duduk berlutut di depan mama Laras.
"KAMU BENAR BENAR SUDAH KEHILANGAN AKAL SEGAT YA!"
Bugghhh ........
"Berani beraninya kamu meminta hal s macam itu setelah semua perbuatanmu pada Kinara.! Apa kamu sudah tak memiliki rasa malunya lagi?"
Bugghhh......
Papa Agus yang sedari tadi diam pun makin geram dan tak bisa menahan emosi nya lagi setelah mendengar permintaan Arya yang sangat tak tau malu itu. "Setelah semua yang terjadi, bisa bisanya dia meminta kami meminta kami membujuk Kinara. Bahkan papa dan mama sudah tak punya muka lagi si depan keluarga Kinara karna kelakuan anak tak tau diri seperti kamu!"
Arya kembali tersungkur di lantai. Tubuhnya serasa Remuk redam. Baru semalam dia di pukuli oleh mertuanya, kini Arya kembali mendapat bogem mentah lagi dari papanya sendiri.
"Tapi Arya mencintai Kinara pa. Arya tidak mau berpisah dengan nya" jawab Arya lirih tapi masih sangat bisa di sengat oleh papa Agus dan mama Laras.
"Kamu bilang apa tadi? kamu bilang kamu cinta dengan kinara? cinta macam apa itu yang menyakiti dan bahkan dengan sadar kamu menduakan dirinya. Kamu, kamu bahkan menghamili wanita lain dan menikah diam diam dengannya di belakang kami! Dan sekarang kamu bilang cinta?!"
"Arya tau pa, Arya sadar ini salah Arya. Tapi Arya khilaf pa. Arya benar benar tak ingin kehilangan Kinara pa" Arya terus berusaha membuat orang tua mau membantunya.
"Kamu tau! Bahkan papa lebih suka memintamu menandatangani surat cerai itu daripada meminta Kinara untuk kembali dengan suami tak berguna seperti kamu!"
"Ini adalah jalan yang kamu pilih sendiri! Kamu harusnya tau konsekuensinya saat kamu memutuskan untuk membagi hatimu. Sekarang kamu terima nasipmu yang akan di ceraikan oleh istri sempurna seperti Kinara dan pergi saja kau dengan perempuan yang sudah membuatmu buta dan bod*h"
"Ayo mas kita pergi! Papa sudah tak tahan melihat wajah anak tak tau diri sepertinya. Oh ya satu lagi. Jangan membuat Kinara terys terluka dengan keegoisan mu. Lepaskan saja Kinara dan tanda tangani surat cerai kalian. Kinara berhak hidup bahagia bukannya menderita batin karena bersama mu" ucap papa Agus lalu segera memapah mana Laras dan mengajaknya pergi dari sana.
__ADS_1
"AGGHHHH....... KENAPA SEMUA JADI RUMIT SEPERTI INI. KENAPA? KENAPA KINARA TIDAK MAU MENERIMA SAJA SEMUANYA DAN TAK BERSIKERAS MENUNTUT CERAI" Arya nampaknya masih belum sepenuhnya menyadari bahwa dialah yang salah. Egonya masih terlalu tinggi untuk mengaku salah dan mengikhlaskan semaunya.