
Arya dan Sherly masuk beriringan ke dalam rumah sakit. Setelah itu Arya mendaftarkan Sherly ke dokter kandungan. Setelah pendaftaran selesai mereka menuju ke poli kandungan.
Kini mereka menunggu sesuai antrian. Ada banyak para pasangan suami istri yang ada di kursi tunggu itu. Kebanyakan mereka calon orang tua muda tapi ada pula yang sudah lumayan tua juga ikut mengantri.
Memang ini rumah sakit besar dan Dokternya pun termasuk Dokter terbaik di kota ini. Jadi tak aneh bila banyak pasien yang datang kemari. Dan meskipun masih terbilang pagi tapi antrian ke Dokternya sudah sepanjang ini.
Arya dapat melihat pula wajah wajah calon orang tua yang ikut mengantri bersamanya. Wajah mereka terlihat sumringah dan berbinar-binar tak sabar ingin melihat perkembangan anak mereka. Tak seperti Arya yang dari tadi tak bisa tenang. Setiap detik rasanya sangat lama, jantungnya terus bertalu-talu bahkan rasanya sampai terasa sakit sangking kencang nya degup jantung Arya.
Berbeda dengan Arya, Sherly malah bersikap biasa saja. Dia juga merasa tegang tapi Sherly terlihat lebih yakin dari Arya. Sikap Sherly seperti membenarkan apa yang dia ucapkan semua tidak bohong.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya nama Sherly pun di panggil oleh Dokter. Dan Sherly dan Arya segera masuk ke ruangan Dokter.
Mereka duduk di kursi yang ada di depan meja Dokter yang bernama Mayang. Dokter itu langsung menanyakan beberapa pertanyaan pada Sherly dan Arya sebelum memulai pemeriksaan.
"Ada keluhan apa bu?" tanya seorang Dokter di depan Sherly dan Arya ramah.
"Begini Dok, kemarin saya menyadari kalau saya telat datang bulan, meski baru beberapa hari. Lalu saya coba untuk mengecek melalui tes peck dan hasilnya positif Dokter. Setelah itu saya cek lagi ke rumah sakit dan hasilnya sesuai dengan hasil tes peck tadi, yaitu saya sedang mengandung. Tapi suami saya ingin memastikan lagi tentang hal itu, jadi kami kemari untuk memeriksakan kembali Dokter" Sherly mengucapkan semua itu dengan tenang dan lancar, bahkan tadi saat dia mengatakan kata suami, sama sekali tidak ada rasa takut apalagi canggung. Seperti sudah terbiasa dia melakukan kebohongan.
Dokter itu tersenyum lalu menoleh pada Arya.
"Jadi bapak ingin mengecek sekali lagi sebagai untuk memastikan hal tersebut pak?" tanya Dokter itu masih dengan senyum ramah profesional nya.
"Benar Dokter, tapi ada hal lain yang membuat saya tidak percaya begitu saja. Itu karena saat kami berhubungan, kamu selalu menggunakan pengaman. Jadi, saya agak kurang yakin Dok" ucap Arya mengutarakan ketidak yakinannya pada Dokter muda di hadapannya.
Dokter itu masih tersenyum seperti tidak merasa aneh dengan apa yang di utarakan pasien di hadapannya itu.
"Kalau begitu, mari kita periksa lebih dulu Bu kandungan" ucap Dokter itu, lalu seorang perawat wanita membantu Sherly untuk tidur di kasur dan menyibakkan baju Sherly sampai perutnya terlihat. Lalu perawatan itu memberi sebuah jel tepat di perut Sherly untuk memudahkan proses USG nanti.
__ADS_1
Arya sendiri sudah pernah melihat hal semacam ini dulu saat Kinara hamil. Saat itu dia merasa gugup dan jantung nya pun terasa berdegup dengan kencang saat memeriksakan kehamilan Kinara namun sekarang walaupun jantung nya tetap berdegup kencang, tapi bukan rasa euforia senang tadi kini lebih sepeti sedang di hakimi dirinya.
Dokter pun meletakkan alat USG itu di perut Sherly dan gambarnya langsung terlihat di monitor dan tv besar di depan Sherly.
"Nah itu kantung rahimnya Bu, terlihat kan sudah ada embrionya di dalam meski masih sangat kecil. Nantinya embrio ini yang akan menjadi janjinya Bu, bererti sudah jelas ya, kalau itu Sherly memang hamil. Dan kehamilannya sudah memasuki Minggu ke enam. Nah ini jantungnya juga sudah mulai terbentuk" Dokter itu menjelaskan banyak hal pada Sherly dan Arya, termasuk perkembangan calon anak mereka sampai kapan kira kira hpl nya.
Setelah selesai melakukan USG, Dokter Mayang meminta Sherly dan Arya untuk kembali duduk karena dia ingin menjelaskan tentang apa yang membuat Arya tidak yakin.
"Itu tadi USG nya pak bu. Sesuai USG anaknya sehat ya pak bu. Nah kalau masalah yang Pak Arya tanyakan tadi biar saya jelaskan ya pak, biar tidak salah paham, sebenarnya bukan tidak mungkin seseorang yang sudah menggunakan pengaman tapi masih bisa mengandung. Seperti ibu Sherly ini misalnya" Dokter itu menjeda ucapan sebentar untuk menghela nafas.
"Jadi begini, sebelum berhubungan badan pasti pak Arya mengeluarkan pelumas kan, dan pelumas itu terkadang juga mengandung ****** meski jumlahnya sangat sedikit. Tapi walaupun sedikit tapi itu bisa juga menyebabkan kehamilan. Meski jarang sekali terjadi, tapi bukan tidak mungkin bisa terjadi pak seperti kasus bapak dan ibu sekarang ini"jelas Dokter itu masih dengan senyum.
"Jadi, meski saya menggunakan pengaman masih istri saya masih bisa hamil Dok?" tanya Arya sekali lagi.
"Bisa pak, meski sangat kecil kasus seperti ini tapi memang hal ini memang bisa saja terjadi" terang Dokter Mayang.
"Pak mungkin Allah sudah percaya pada bapak dan ibu untuk memiliki seorang anak. Anak itu anugrah pak. Di luar sana banyak lho pak yang ingin memiliki anak bahkan sampai harus berusaha sangat keras agar memilikinya. Jadi bapak dan ibu tolong di jaga kehamilannya dengan baik ya. Usahakan juga untuk membuat ibu selalu bahagia dan terus suport ibu saat hamil. Karena saat mengandung biasanya ibu hamil akan memiliki perubahan hormon dan lebih sensitif akan banyak hal" nasehat Dokter Mayang.
Arya dan Sherly kompak mengangguk meski Arya sendiri masih tak bisa menerima sepenuhnya hal ini. Tapi mau bagaimana lagi, itu adalah anaknya juga kan. Arya tidak sejahat itu sampai harus membenci anaknya sendiri.
"Dok, saya kan sudah mengandung selama enam Minggu, tapi kenapa saya belum merasakan morning sick ya Dok? Apa itu juga baik baik saja Dokter" kini Sherly yang bertanya pada Dokter itu.
"Itu normal kok Bu, memang tidak semua ibu hamil akan mengalami morning sick, ada juga yang tidak mengalaminya seperti ibu Sherly ini. Dan bahkan ada juga lho Bu yang suaminya yang mengalami morning sick. Jadi menurut saya ibu Sherly ini termasuk beruntung karena tak harus mengalami morning sick. Jadi ibu bisa lebih menikmati kehamilan ini tanpa terlalu kesulitan" ucap Dokter Mayang.
"Iya terimakasih Dokter: ucap Sherly.
Lalu setelahnya, Sherly dan Arya pun. keluar dari ruang Dokter dan menuju ke apotek untuk mengambil vitamin yang diresepkan Dokter Mayang tadi.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Nah tadi ada ilmu sedikit ya sayang,,,,,,,,
Memang hal itu jarang sekali ada tapi bukan berarti tidak mungkin, jadi buat yang suka main ehem when mending jangan coba coba ya, dosa tau.
Oh ya ada sedikit cerita lagi nih, dulu waktu aku masih sekolah ada sosialisasi dari rumah sakit ke sekolah ku, dan ada beberapa Dokter yang datang dan memberikan sosialisasi tentang HIV. Dokter itu juga cerita kalau pernah ada kasus sepasang kekasih yang suka gesek gesekin Mis v dan Mr p mereka sampai bisa keluar. Meski mereka masih mengenakan CD. Tapi nyatanya cairan itu bisa merembes ke dalam rahim si wanita dan alhasil di wanita itu hamil. Dan saat meminta pertanggungjawaban si pria pun menolak karena dia merasa tidak pernah berhubungan s*x. Jadilah keluarga mereka saling cek cok.
Hingga akhirnya di laporkan ke polisi dan di undang seorang dokter untuk menjelaskan perkara yang sebenarnya. Dan Dokter itu pun menjelaskan kalau memang bisa hamil jika cairan itu merembes dan masuk ke dalam rahim si wanita meski mereka tidak melakukan hubungan S*x.
Nah gitu ceritanya reader,,,,,,,,, Jadi jangan pernah coba coba ya kalau belum sah, halal jangan pernah begitu. Apalagi kalau cuma karena penasaran aduh jangan........ pokoknya.
Dah........ Sayang kuh.......
__ADS_1