
Berbeda dengan Arya yang di buat pusing dan ketar ketir karena ancaman Sherly, di sisi lain ada Kinara yang sedang bahagia karena usahanya mengembalikan cinta suaminya sudah mulai terlihat kemajuannya. Bahkan menurut Kinara kemajuan hubungannya meningkat lebih cepat dari dugaannya.
Yah walau Kinara harus mengesampingkan ego dan rasa malunya dengan merayu Arya semalam. Tapi, bukankah tidak ada salahnya kalau merayu suami sendiri malahan dia dapat pahala kalau merayu suaminya.
Kini setelah semua pekerjaan rumahnya selesai Kinara duduk di sofa ruang keluarga dan jari jari lentiknya tengah menggenggam handphone nya dan tengah mencari cari referensi novel novel yang bagus tentang cara menyingkirkan pelakor.
Kinara ingin mencoba mencari cara yang pas untuk tindakan nya selanjutnya. Siapa tahu dengan membaca novel online dia bisa dapat ide untuk menyingkirkan pelakor di kantor suaminya itu.
Kinara sudah coba cara halus dengan menunjukkan status dan posisinya di depan pelakor itu, tapi rasanya pelakor itu masih tidak terpengaruh sama sekali. Jadi ya Kinara coba coba saja cari cara lewat novel siapa tahu nanti berhasil. Kan tidak ada caranya mencoba, begitu pikir Kinara.
Dan ya, Kinara sepertinya menemukan buku yang cocok untuknya, dia baru saja membaca di bab pertama tapi seketika dadanya terasa sangat sakit. Dan tak terasa air matanya mengalir begitu saja tanpa dia sadari.
Kinara merasa seperti devaju saat membaca novel itu. Dia merasa tokoh di novel itu seperti dirinya yang memergoki suaminya berselingkuh di ruangan kantornya. Kinara bahkan menangis tersedu sedu sangking meresapi jalan ceritanya yang dirasakannya seperti cerita kisah rumah tangganya sendiri.
Saat Kinara tengah asik meresapi jalan cerita novel itu sambil terus menangis, tiba tiba ponselnya berbunyi dan terlihat ada panggilan masuk dari sahabatnya Melisa.
Kinara pun tak langsung mengangkat panggilan telepon itu. Dia terlebih dulu menghapus air matanya dan mengatur nafasnya agar tidak seperti orang yang habis menangis sebelum mengangkat panggilan telfon itu.
Saat dirasakannya sudah cukup tenang, barulah Kinara mengangkat posisi panggilan telfon dari Melisa itu.
__ADS_1
📞 "Hallo assalamualaikum Mel" ucap kinara begitu mengangkat telfon.
📞" Ya waalikumsalam Kinar, loe lagi sibuk ya?, kok lama banget sih kamu ngangkat telfonnya" ucap Melisa langsung nerocos.
📞"Aduh pelan pelan donk Mel tanyanya. Nih aku jawab ya, aku tadi lagi di dapur beres beres, terus hp ku aku taruh di ruang keluarga jadi ya nggak langsung kedenger" balas Kinara.
📞"Sorry ya,,, gue gangguan ya" ucap Melisa agak tidak enak hati
📞 "Nggak kok udah selesai juga kerjaan ku, ada apa lu pagi pagi telfon?"
📞" Syukur deh kalau gue nggak ganggu elu, jadi gini gue mau tanya danau elu soal omongan kita kemarin di kafe, elu udah ijin belum sama suami elu?" tanya Melisa.
📞"Udah sih,,,,,,, tapi mas Arya kayaknya nggak setuju deh kalau aku bisnis, tapi udah aku coba bujuk juga biar mas Arya setuju terus dia bilang kalau dia akan pikiran lagi" jelas Kinara menceritakan pembicaraannya dengan Arya tadi malam.
📞" Iya ntar coba aku omongin lagi sama mas Arya, tapi maaf ya Mel, gue nggak janji lho kalau gue bisa ikut jadi partner bisnis sama elu, karena gue nggak mungkin tetep kerja kalau mas Arya nggak ngijinin gue kerja. Tapi elu tenang aja, gue bakal tetep coba bicara sama mas Arya dan bujuk dia supaya mas Arya ngijinin gue"
📞" Ok deh kalau gitu, gue juga berharap nantinya suami elu bisa berubah pikiran dan ngijinin elu bisnis bareng gue"
📞"Iya semoga aja"
__ADS_1
📞"Ya udah kalau gitu, gue cuma mau nanya itu aja, nanti kabar kabar ya kalau udah di ijinin sama paksu, gue tutup dulu telfonnya. wassalamu'alaikum"
📞"Ya waalikumsalam"
Tuttt. Panggilan pun selesai.
"Aduh,,,,,,,,, balik juga dapet ide buat nyingkirin pelakor itu, udah harus nyari ide lagi buat bujuk mas Arya ngijinin aku bisnis sama Melisa hufttt" Kinara menghela nafas sambil coba memikirkan ide, tapi otaknya masih belum dapat satu pun ide yang nyangkut di otaknya.
"Udah ah lanjut baca novel yang tadi aja deh, siapa tau dapet ide buat ngusir si pelakor itu. Kalau masalah kerja, pikir nanti alon alon aja. Tapi sumpah tuh novel tuh real life banget sama kisah aku. Baru baca dikit aja udah mewek tadi aku" Kinara bermonolog pada dirinya sendiri.
Meski harus membuka lukanya dan matanya harus banjir karena menangis saat membaca novel tersebut, tapi Kinara tetap melanjutkan bacaannya. Masih dengan tekat yang sama, menghempaskan pelakor dari rumah tangga nya.
Kinara mendapat cara yang masih normal tapi cukup efektif untuk saat ini. Menurut novel yang Kinara baca, Kinara harus meminimalisir interaksi atau waktu berduaan di pelakor itu dengan suaminya.
Jelas itu hal yang agak sulit karena mereka bekerja di perusahaan yang sama, tapi kan Kinara bisa mengakalinya di waktu istirahat dan waktu pulang kerja. Setidaknya saat jam istirahat mereka tidak bisa berduaan, jadi Kinara berencana akan ke kantor suaminya lagi saat jam makan siang. Entah itu dengan Feli atau sendiri. Dan untuk pulang cepat, sepertinya Kinara juga sudah ada ide bagus.
Kinara mengambil ponselnya yang ada di meja lalu dia menelepon nomer ibunya. Kinara ingin menitipkan Feli pada ibunya nanti saat Kinara mengantar makan siang untuk suaminya.
Kali ini Kinara ingin menghabiskan waktu berdua dengan suaminya, mencari celah waktu untuk quality time dengan suaminya.
__ADS_1
Kinara sudah dua kali melihat selingkuhan suaminya di ruang kerja mas Arya saat waktu istirahat. Jadi Kinara tidak akan kaget lagi kalau nanti dia akan bertemu dengan pelakor itu lagi di ruangan mas Arya. Dan Kinara akan pastikan dia akan kembali terkejut melihat Kinara yang datang menemui suaminya.
'Biar tahu rasa dia, emang enak pacaran sama suami orang, biar aku buat kamu panas, makan ati aja kamu sekalian nanti lihat mas Arya pasti lebih pilih pergi sama aku dari pada sama dia. Kan emang istri sah yang lebih utama dari pelakor. Dan sebagai istri sah mas Arya aku nggak boleh kalah, aku nggak boleh nyerahin sama pelakor itu, lagian juga ya. Dia juga kan perempuan, masak dia tega bikin perempuan lain terluka, perempuan macam apa coba dia. Ada ya spesies manusia kayak gitu' gumam Kinara dalam hati.