Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Bukannya Bagus?


__ADS_3

Pagi harinya, setelah mengantar kepergian anak dan suaminya di pintu depan seperti biasanya. Kinara kembali masuk ke kamar dan mengambil ponselnya guna menghubungi temannya Melisa.


Kinara sudah gatal rasanya ingin menghubungi Melisa dari semalam setelah suaminya mas Arya memberinya ijin berbisnis bersama Melisa, tentu dengan syarat wajib dari sang suami. Tapi Kinara tahan keinginannya untuk menghubungi Melisa saat itu juga, karena semalam sudah terlalu larut untuk menelfon Melisa, karena kondisi mereka sudah menikah jadi memang harus mengerti jam jika ingin menelfon. Sebisa mungkin dia tidak akan menghubungi temannya saat di rasa di waktu itu suami temannya ada di rumah. Kecuali saat genting tentu saja.


Kinara mengambil ponselnya dan duduk di pinggir ranjang. Dia mencari kontak Melisa dan setelah di dapat segera kinara menekan nomer itu dan melakukan panggilan.


Tepat pada dering ketiga Kinara dapat mendengar suara Melisa dari sebrang sana.


📞"Halo assalamualaikum Kinar" ucap Melisa.


📞"Waalikumsalam Mel, elo ada waktu nggak Mel siang ini. Kalau ada, nanti gue mau kita ketemu buat bahas tawaran elo ke gue dulu" Kinara memilih waktu siang karena dia ingin mengobrol lama dengan Melisa. kalau Kinara meminta bertemu sekarang, mereka pasti hanya memiliki waktu berdiskusi sebentar karena Kinara belum membereskan beberapa pekerjaan rumahnya, dan juga nanti harus menjemput Feli sekolah.


Jadi Kinara memilih mengajak Melisa bertemu siang saja. Kinara pun bisa mengajak Putrinya karena Feli termasuk anak yang jarang rewel kalau di ajak pergi walau lama.


📞"Ok, gue bisa. Nanti kita ketemu di tempat biasa aja. Ngomong ngomong emang elo udah dapet keputusan?" tanya Melisa.


📞"Iya semalem gue udah ngomongin soal ini lagi sama mas Arya, terus akhirnya mas Arya ngijinin gue buat bisnis bareng sama elo. Itu sebabnya gue mau ngajak elo ketemu siang ini buat bahas detailnya. Soalnya suami gue minta syarat nanti kalau gue kerja. Jadi gue rada kita harus merundingkan ini dulu deh" jawab Kinara.


Di ujung telfon sana Melisa nampak tersenyum lebar dan kembali bersemangat berbisnis setelah merasa hampir menyerah karena temannya belum juga memberi keputusan.


📞"Ya udah ok! kita ketemu nanti siang dan kita bahas bareng bareng semuanya. Yang jelas gue seneng banget denger kabar dari elo. Semoga ntar siang pembahasan kita lancar ya" Melisa benar benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya terdengar dari suara Melisa yang semakin bersemangat.


Kinara yakin kalau Melisa pasti juga sama senangnya dengan dirinya saat mendengar kabar ini.

__ADS_1


📞"Iya semoga aja Mel. Ya udah gue tutul telfon dulu ya, sampai jumpa nanti siang. Assalamualaikum"


📞"Iya waalikumsalam"


Tutttt panggilan itu pun terputus, Kinara menatap handphone nya dengan senyum cerah. Dia merasa memiliki semangat baru sekarang ini. Kinara kembali meletakkan handphone nya di atas nakas lalu kembali menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang belum sepenuhnya selesai.


*********


Sementara itu di kantor, Arya nampak agak tidak semangat saat memasuki ruang kerjanya. Arya masih kepikiran dengan obrolannya dengan Kinara tadi malam.


Memang dia sudah mengijinkan Kinara untuk membuka usaha dengan temannya dan sudah pula memberi syarat syarat yang di rasanya tidak akan membuat Kinara terlalu sibuk dan melupakan dirinya. Tapi tetap saja Arya merasa sedikit tidak suka.


Dia sebenarnya suka istri yang hanya fokus mengurus rumah tangga saja dan biar dia yang bekerja. Tapi melihat istrinya yang tampak sangat bersemangat ingin mencoba sebuah usaha membuat Arya mau tak mau mengijinkannya.


Sherly masuk ke ruangan Arya tanpa mengetuk karena dia yakin hanya ada Arya di ruangan itu. Dan tak lupa pula Sherly langsung menutup pintu begitu masuk.


Sherly dapat melihat kekasihnya yang sedang memainkan bulpoin dengan melamun. Sherly berjalan mendekat, dan menyentuh bahu Arya untuk menyadarkannya dari lamunannya.


"Mas Arya" panggilan Sherly lembut sambil menyentuh bahu Arya.


Arya pun terlonjak kaget melihat Sherly, dia sama sekali tidak menyadari kedatangan Sherly.


"Astaga Sherly! Bikin kaget aja kamu"ucap Arya terkejut.

__ADS_1


"Kapan kamu masuk, kok aku nggak nyadar sih kamu masuk?" tanya Arya kemudian.


"Aku baru aja masuk kok mas, tadi aku dengar dari beberapa karyawan katanya kamu kelihatan lesu dan kerang bersemangat pas tadi dateng, makannya aku kesini mau lihat kamu. Eh sampainya aku di sini malah lihat kamu ngelamun. Emang kamu mikir apa sih mas?" tanya Sherly. Dia lalu duduk di paha Arya dan sebelah tangannya di rangkulkan di leher Arya, sedang yang satunya lagi di buat mengelus pipi Arya.


Arya menghela nafas gusar sebelum menjawab pertanyaan dari Sherly.


"Huhh aku lagi kepikiran soal Kinara" jawab Arya agak malas.


Dalam hati Sherly berteriak memaki 'Lagi lagi perempuan itu, sekarang mau apa lagi sih perempuan itu?' geram Sherly dalam hati.


Tapi Sherly tak menampakkan mimik kesalnya. Dia terlihat menunjukkan mimik bingung yang di buat buat dan kemudian kembali bertanya.


"Emang ada apa lagi sih mas sama kinara?"


"Kinara sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu minta ijin sama aku buat buka usaha bareng sama temennya. Katanya sih mau buka koffe and desert gitu. Dan selama beberapa hari pula aku belum ngasih jawaban atas pertanyaan dari Kinara. Dan semalam, Kinara kembali menanyakan keputusan aku, apa aku setuju atau nggak. Meski sebenarnya aku nggak setuju dengan ide bisnis itu, tapi aku nggak tega juga lihat raut wajah Kinara yang sepertinya memang ingin mencoba bisnis itu. Jadi maski berat terpaksa aku setujui aja keinginannya" jelas Arya.


"Emangnya kenapa mas nggak setuju kalau Kinara buka bisnis sama temennya? Bukannya bagus ya kalau Kinara bisnis sama temannya?" tanya Sherly bingung.


Menurutnya tidak masalah kalau Kinara buka bisnis sama temannya malah Sherly merasa di untungkan.


Tapi sepertinya Arya tidak mengerti di bagian mananya yang bagus dari istrinya yang mau berbisnis. Maka dari itu Arya pun bertanya pada Sherly.


"Memang apa bagusnya kalau Kinara buka bisnis sama temannya. Malah aku khawatir kalau Kinara nggak bisa menghendel bisnis dan keluarga. Meski Kinara sendiri udah janji bakal lebih memprioritaskan keluarga nantinya, tapi tetap saja pasti ada yang berbeda. Akan ada yang berubah"

__ADS_1


__ADS_2