
Sherly rasanya ingin langsung meledak dan membongkar hubungannya dengan Arya di depan Kinara saat ini juga. Tapi Sherly sebisa mungkin mengendalikan dirinya sebelum dia benar benar melakukan hal itu.
Mungkin jika Sherly memberitahukan Kinara tentang hubungan nya dengan Arya yang bukan hanya sekedar hubungan antara atasan dan bawahan, tapi mereka memiliki hubungan spesial. Lebih tepatnya hubungan gelap dan dengan kata lain dirinya adalah pelakor di rumah tanggan Kinara dan Arya. Kinara akan marah dan kecewa pada Arya, lalu dia akan meminta cerai ke Arya, tapi setelah itu, apa Arya akan begitu saja melepas Kinara dan menikahinya, Sherly masih sangsi akan hal itu.
Jujur Sherly tidak yakin kalau Arya akan langsung menikahinya begitu kinara tau akan perselingkuhan mereka. Sherly malah takut kalau dia gegabah dia akan kehilangan Arya karena selama ini ancaman akan melaporkan perselingkuhan nya dengan Arya pada kinara lah yang selalu di jadikan senjata Sherly untuk mengikat Arya selalu di sisinya dan Sherly tidak akan mengeluarkan senjata nya kecuali dia dapat senjata baru yang bisa lebih erat mengikat Arya hingga Arya tidak akan pernah lepas darinya.
Sherly menarik nafas dalam untuk menahan emosinya, lalu mulai berucap.
"Kalau begitu saya pamit dulu Pak, Bu. Selamat siang" ucap Sherly ingin segera pergi dari sana dan meluapkan emosi di tempat lain.
Tapi Sherly yang hendak berbalik urung karena mendengar suara Kinara.
"Tunggu!" panggil kinara.
'mau apa lagi sih' rutuk Sherly dalam hati.
Sherly pun menoleh pada Kinara dan berusaha menunjukkan wajah ramahnya.
"Ada apa bu?" tanya Sherly dengan nada yang di buat se ramah mungkin. Meski dalam hati dia dongkol dan ingin memaki.
"Saya minta lain kali anda kamu dulu pintu sebelum masuk! Bagaimana pun meski ini sudah jam istirahat tapi ini masih di kantor kamu dan suami saya hanya atasan dan bawahan, jadi tidak sopan jika kamu masuk tanpa mengetuk pintu dahulu" ucap Kinara memperingati Sherly.
Kinara tersenyum dalam hatinya karena ucapannya barusan pasti bisa menyakiti harga diri Sherly meski Kinara tidak yakin sepenuhnya kalau Sherly masih memilikinya. Tapi melihat raut wajah Sherly yang sudah merah padam menahan amarahnya yang siap meletus, sepertinya Kinara berhasil memprovokasi Sherly.
__ADS_1
Sedangkan Sherly dan Arya sama terkejutnya mendengar ucapan Kinara barusan. Apalagi Arya selama dia kenal Kinara, Kinara selalu jadi perempuan yang baik dan lembut. Tidak pernah berkata kasar pada siapapun. Tapi kali ini kinara memperingatkan Sherly tentang kesopanan dan kedudukannya membuat Arya agak cemas kalau istrinya sudah mulai curiga pada mereka.
Dan Arya pun sedikit kesal dalam hatinya lantaran Sherly yang suka main masuk saja tanpa mengetuk pintu dulu. Dan sekarang mereka kena batunya. Sherly masuk tanpa mengetuk dan itu bisa membuat Kinara curiga.
( Belum tau aja nih Bambang kalau istrinya untuk tau kebusukan mereka berdua)
Dengan wajah merah padam menahan emosi, Sherly mengangguk dan meminta maaf sebelum kembali pamit pergi.
Sherly melirik Arya tajam sebentar lalu menatap Kinara lagi kemudian berucap.
"Iya Bu Kinara, pak Arya, saya minta maaf atas kelancangan saya barusan. Dan saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi. Kalau begitu saya pamit dulu pak, bu. Sekali lagi saya minta maaf" setelah mengucapkan itu Sherly langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Arya dan Kinara.
Rasanya dia ingin mengamuk saat Kinara berbicara seolah merendahkan dirinya, harga dirinya benar benar seperti di injak injak oleh Kinara. Sherly bersumpah akan segera membuat Kinara menjadi janda dan dia yang akan menjadi Nyonya Arya Prayoga secepatnya.
Kinara menunjukkan wajah bahagianya karena berhasil membuat Sherly kalah telak dengan ucapannya.
"Mas ini udah aku siapin makannya, kamu makan dulu mas nanti kamu lanjutin kerjanya kalau udah selesai makan" ucap Kinara meminta agar mas Arya segera makan.
"Iya sayang aku, aku juga udah nggak sabar nih mau nyicipin makanan yang kamu bawa itu. Kayanya enak banget itu"
Jawab Arya berusaha tenang untuk menutupi kegugupannya. Sungguh baru gini aja Arya sudah tidak bisa tenang, apalagi kalau Kinara tahu semuanya. Huhh Arya bahkan tidak sanggup walaupun hanya membayangkannya.
********
__ADS_1
Di ruang kerja kantor lain juga ada sepasang suami istri yang sedang sibuk menyantap makanan siang mereka.
Meraka makan dengan di selingi obrolan dan sesekali candaan, mereka adalah Melisa dan suaminya Prabu.
"Gimana temen kamu yang kemarin mau kamu ajak kerja sama buka kafe, jadi nggak?" ucap Prabu menanyakan kelanjutan rencana bisnis istri.
"Kalau Kinara nya sih kayaknya tertarik mas, tapi kendalanya tuh suaminya. Suaminya nggak ngebolehin Kinara kerja. Tapi Kinara bilang kok sama aku kalau dia bakal coba bujuk suaminya biar ijinin dia bisnis sama aku" jelas Melisa.
"Ohhh jadi masih nunggu lampu hijau dari suami temen kamu itu?" tanya Prabu dan di angguki Melisa sebagai jawaban.
"Kalau begitu masalahnya kamu harus siap siap terima kalau suaminya temenmu itu tetap nggak ngijinin. Karena kamu nggak mungkin kan tetap buka bisnis sama temen kamu padahal suami dia jelas jelas nggak setuju" ucap Prabu.
"Nah makanya itu mas Kinara mau bujukin suaminya buat setuju"
"Emang harus banget ya partner bisnis kamu dia? Gimana kalau suaminya tetep kekeuh nggak ngijinin. Kenapa nggak cari partner yang lain aja?" tanya Prabu lagi.
"Gini nih ya sayang, aku jelasin kenapa aku pengen bisnis bareng Kinara. Jadi selain Kinara itu sahabat aku waktu kuliah, Kinara itu juga jago banget bikin desert. Desert buatan dia tuh juara banget rasanya. Dan dapat ide bisnis kafe desert itu setelah aku ketemu sama Kinara. Kamu tau sendiri kan kalau aku sempet galau, bingung mau bisnis apa. Dan kalau seandainya suaminya Kinara masih nggak ngasih ijin buat Kinara bisnis sama aku ya, mau gimana lagi. Terpaksa aku cari partner orang lain donk. Masak aku mau maksa Kinara padahal suaminya jelas jelas nggak ngasih ijin". jelas Melisa lagi.
"Emang seenak itu desert bikinan temen kamu itu?"
"Pokoknya juara deh, tapi sebenarnya bukan cuma desert aja sih yang dia bisa. Dia juga bisa masak lainnya, tapi menurut aku desert buatan dia tuh yang paling top deh. Nggak ada duanya" ucap Melisa yakin.
Melisa sangat optimis kalau Kinara bisa jadi partner bisnis dia nanti, pasti kafe nya akan rame terus. Karena para pengunjung sekali merasakan masakan Kinara, Melisa yakin pengunjung akan ketagihan untuk mencobanya lagi dan lagi.
__ADS_1