Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Ancaman


__ADS_3

"Wait.... tenang dulu sayang. Ini makan lah dulu, aku tak ingin membuat anakku kelaparan. Dia harus di beri makan dulu agar tidak sakit. Lagipula, kita masih banyak waktu untuk bicara lagi. Jadi jangan terburu-buru sayang. Santai lah, aku juga belum makan jadi, kita makan saja dulu sambil kita bicarakan pelan pelan" ucap Bastian santai seolah tak memperdulikan raut wajah Sherly yang sudah memerah karena marah.


"Jangan buang waktuku lagi Bas. Aku tau yang kamu inginkan hanya uang kan? jadi sebut saja berapa yang kamu mau dan segeralah pergi dari hidupku selamanya!" geram Sherly karena merasa dipermainkan oleh Bastian. Dia sudah dibuat pusing oleh Arya yang seolah mengacuhkannya, sekarang Bastian malah tiba tiba datang dan membuat kepalanya jauh lebih pening.


"Jangan marah marah, aku tak mau anakku sampai kaget dan ketakutan karena ibunya marah marah. Apalagi pada ayahnya. Dan juga, disini bukan kamu yang memerintah! Tapi aku, aku yang akan menentukan semuanya! Jadi sekarang lebih baik kamu makan saja dulu, beri makanan yang banyak pada anak kita agar dia sehat dan menghasilkan banyak uang untuk orang tuanya" ucap Bastian sedikit menekan kan kata katanya. Saat ini Sherly lah yang harus patuh padanya bukan sebaliknya.


Sherly menggeram kesal tapi tak bisa berbuat hal lain selain menuruti perkataan Bastian. Setidaknya dia harus menyiapkan mentalnya jika Bastian meminta hal yang tak masuk akal. Karna benar yang dikatakan oleh Bastian, untuk sementara dia harus menuruti permintaannya dulu, sampai dia mendapat ide bagus untuk menyingkirkan dia dari hidup Sherly.


Setelah makanannya dan Bastian habis, Sherly kembali bertanya pada Bastian pertanyaan nya tadi. Dia benar benar tak ingin berurusan lagi dengan pria dihadapannya itu.


"Jadi, apa yang kau mau? aku sudah tak punya banyak waktu lagi. Aku harus segera kembali ke kantor karena jam makan siang sudah selesai dan itu artinya aku harus segera pergi dari sini! jadi, katakan sekarang apa mau mu!" ucap Sherly setelah menyelesaikan makan siangnya yang terasa sulit di telan.


"Baiklah" Bastian melihat jam tangannya sebentar dengan gaya santai lalu berucap lagi "Karena kau harus segera kembali ke kantor dan bekerja plus bertemu suami barumu, aku akan mengatakan apa yang aku inginkan sekarang. Pertama aku ingin uang seratus juta sekarang juga! Uang yang kau berikan dulu terlalu sedikit jadi uang itu dengan cepat habis bagitu saja"


"Whatt! kau g*La? Kau ingin memerasku? Aku tak punya uang sebanyak itu! Dan juga bagaimana bisa aku memberimu uang itu sekarang juga? Jangan bercanda kamu ya!" ucap Sherly kaget sekaligus marah. Dia memang mungkin punya uang seratus juta. Tapi bagaimana bisa memberikannya sekarang juga? Lagipula seratus juta itu sama saja dengan gajinya setahun lebih. Meski dia juga mendapat uang banyak dari Arya. Tapi eh tunggu dulu.


"Apa maksudmu pertama? apa kamu akan datang lagi padaku saat uangmu habis? hah!" ucap Sherly sambil menggebrak meja sangking marahnya. Hal itu membuat orang orang yang ada di sekitar mereka langsung memberikan atensinya untuk Sherly.


"Stttt Sudah ku bilang jangan marah marah, kau membuat semua orang memperhatikan kita. Apa kau lupa kalau kita sedang ada di lingkungan kantormu? Bisa saja kau malah yang membongkar sendiri rahasia kita kalau kau bicara sekencang itu. Sekarang duduk lagi!" perintah Bastian dan mau tak mau Sherly pun kembali duduk karena dia memang sedang menjadi pusat perhatian sekarang.

__ADS_1


"Maaf semua, kami hanya sedikit bertengkar, silahkan lanjutkan makan siangnya" ucap Bastian pada orang orang yang menoleh padanya dan Sherly. Lalu setelah itu dia kembali memfokuskan diri pada Sherly lagi.


"Aku tau kau punya uang lebih dari seratus juta Sherly, aku tidak b*doh sampai bisa percaya begitu saja jika kau mengatakan tak punya uang seratus juta. Itu hanya uang kecil jika dibandingkan apa yang sudah ku lakukan untukmu sampai di tahap sekarang! Dan tentang keinginanku yang lain, kau tenang saja, karena untuk sementara aku hanya butuh uang itu saja segera! Tapi jika kau tak memberikan uang itu padaku sekarang juga! maka aku akan menyebrang jalan itu dan masuk ke gedung yang ada di sana menemui suamimu!" ancam Bastian sambil menunjuk gedung kantor tempat Sherly dan Arya bekerja.


"Baiklah, aku akan memberikan uang itu padamu, tapi tidak bisa sekarang. Aku harus menyiapkan uang itu dulu" ucap Sherly berusaha menunda waktu memberikan uang itu pada Bastian, sambil nanti dia akan berfikir untuk menyingkirkan Bastian.


"Aku tak bod*h Sherly, kau bisa gunakan e-bangking dan semua beres. Tak perlu kau tunda tunda lagi. Atau kau lebih suka aku pergi kesana" ucap Bastian kembali menunjukkan kantornya bekarja. "Kalau begitu baiklah" Bastian berlagak seolah akan berdiri, tapi dengan cepat Sherly menahan tangan Bastian agar tak berdiri.


"Baiklah, baiklah. Aku akan transfer sekarang! Berikan nomer rekening mu!"


"Nah begitu dong dari tadi sayang, kita tak perlu menghabiskan banyak waktu percuma"


"Terimakasih sayang, dan ya, jaga baik baik anakku! Dia adalah ladang uang untuk kita berduaan Ha ha ha ha ha" ucap Bastian diakhiri tawa keras lalu dia melenggang pergi begitu saja.


Sherly mengepalkan kedua tangannya melihat Bastian yang pergi meninggalkannya.


************


Sore harinya, Abian kembali datang ke kafe untuk menjemput Kinara seperti biasanya, hubungan mereka memang semakin dekat bahkan orang orang disekitarnya berfikir kalau mereka sedang berpacaran, meski sebenarnya hubungan mereka masih belum memiliki status yang jelas mengingat status Kinara yang belum sepenuhnya lepas dari status lamanya. Meski begitu dalam hati Kinara mulai goyah dan merasa berdebar saat bersama dengan Abian.

__ADS_1


Kinara bahkan hampir tak menyangka kalau dia akan merasakan perasaan ini begitu cepat setelah patah hatinya. Ternyata memang benar cara cepat move on adalah dengan hadirnya cinta yang baru. Cinta yang membuat Kinara nyaman bukan hanya perasaan menggebu-gebu.


"Kamu nggak mampir dulu?" tanya Kinara begitu mobil Abian sampai di pekarangan rumah orang tua Kinara.


"Emmm sebenarnya aku mau, tapi tadi mamaku telfon dan nyuruh aku pulang kerumah nanti" jawab Abian. Abian menang tinggal di apartemen sendiri dan hanya sesekali mengunjungi rumah orang tuanya, dan sejak siang tadi mama nya sudah menerornya untuk pulang kerumah malam ini katanya ada hal penting yang ingin dibicarakan ntah hal penting apa itu?


"Kalau begitu harusnya kamu langsung pulang aja nggak usah jemput aku, nanti kamu kemaleman sampai rumah orang tua kamu" ucap Kinara merasa tak enak.


"Nggak kok, ini juga masih sore. Lagian kan aku mau pulang bukan mau janjian pergi, jadi nggak papa dong mau jam berapa"


"Yaudah kalau gitu, aku turun dulu ya. Kamu hati hati di jalan"


"Iya, cantik. Oh ya hampir lupa" cup


Tiba tiba Abian mengecup singkat bibir Kinara dan membuat Kinara mematung sambil membelalakkan mata. Lalu setelah beberapa saat Kinara pun memukul pekan Abian karena merasa malu dan salah tingkah.


"Apa apaan sih kamu Abian" lalu secepat kilat Kinara keluar dari mobil dan beberapa jalan cepat kedalam rumah.


'Aduh jantung, nggak aman ini jantung'

__ADS_1


__ADS_2