
Arya meninggalkan rumah mertuanya dengan perasaan kalut. Dalam otaknya terus berfikir bagaimana caranya agar Kinara mau kembali lagi dengannya. Bagaimana caranya meyakinkan Kinara agar dia mau dan percaya kalau dirinya bisa menjalani rumah tangga yang damai dan adil, meski harus berpoligami.
Arya masih tak sadar kalau tak ada yang adil dalam poligami. Makna adil tak selalu sama pada setiap orang. Adi bagi Arya belum tentu adil bagi Kinara, pun bagi Sherly juga. Arya masih dalam egonya dan jumawanya yang merasa dirinya bisa memberi keadilan bagi kedua istrinya. Apalagi Sherly juga sudah mau mengalah untuk Kinara.
Arya juga berfikir siapa yang memberi tahukan Kinara tentang pernikahannya dengan Sherly kemarin. Kalau mengingat pertengkarannya sebelum pernikahannya dengan Sherly sepertinya Kinara belum tau tentang rencana pernikahannya. Lalu dari siapa Kinara tau semua ini.
Fikiran Arya terus berputar sampai Arya menemukan sebuah nama yang mungkin telah memberitau Kinara tentang pernikahannya.
Arya lalu memutar balik mobilnya menuju apartemen Sherly. Yah Sherly adalah nama yang Arya yakini telah memberitahukan pernikahannya pada Kinara. Dua tak mengundang siapapun selain keluarga dekat Sherly yang mengetahui tentang pernikahannya kemarin. Jadi satu satunya yang mungkin adalah Sherly yang membocorkan rahasia ini pada Kinara.
Bila memang benar, maka Sherly telah melanggar perjanjian di antara mereka dan Arya benar benar akan marah Basar pada Sherly jika benar demikian.
Arya terus melakukan mobilnya dengan kencang menuju ke apartemen Sherly. Dia harus meminta penjelasan pada Sherly kenapa dia melakukan semua ini. Bukankah mereka sudah sepakat kalau Kinara tidak boleh tau dulu tentang pernikahan ini. Dan Sherly juga bilang kalau dia akan mengalah pada Kinara dan akan menyembunyikan pernikahan mereka dari Kinara dan keluar Arya.
Arya telah sampai di depan unit apartemen Shery dan segera memencet password. Dan begitu pintu terbuka, Arya langsung berteriak memanggil Sherly sambil berjalan menuju kamar Sherly.
"Sherly,,,, Sherly bangun Sherly! Sherly bangun!" ucap Arya sambil membuka kasar pintu kamar Sherly.
Sherly yang tertidur pulas pun langsung terbangun begitu mendengar suara pintu yang terdengar keras.
"Astaga mas, kamu kenapa sih mas ngagetin aku aja!" ucap Sherly kesal karena tidurnya terganggu bahkan kepalanya pusing karena bangunan dengan kaget.
"Kamu ngomong apa sama Kinara, Sherly jawab! kamu ngomong apa sama Kinara? kenapa dia sampai tau kalau kita kemari menikah!" Tanya Arya dengan suara menggelegar.
Sherly bahkan semakin kaget mendengar suara Arya yang selama ini tak pernah membentaknya.
"Mas kamu kenapa dateng dateng marah gini sih mas? emang ngga bisa apa kamu tanya baik baik sana aku. Aku ini lagi hamil lho mas, harusnya kamu baik baikin aku sana anak kita, bukannya malah kamu marah marah nggak jelas!" kesal Sherly.
__ADS_1
"Sherly, aku sedang tak ingin berbasa basi Sherly. Katakan dengan jujur apa kamu yang sudah memberitahu Kinara tentang pernikahan kita kemarin?" ucap Arya lalu berjalan mendekati Sherly yang masih duduk di kasur.
"Kalau iya memangnya kenapa mas?" Jawa Sherly enteng sambil menatap Arya yang semakin memerah.
"KAMU BILANG KENAPA? KWMU SADAR NGGAK SIH SHERLY, KARENA KAMU KINARA PERGI DARI RUMAH DAN INGIN MENGGUGAT CERAI AKU SHERLY. KITWKAN SUDAH SEPAKAT DARI AWAL KALAU PERNIKAHAN INI HARUS KITA SEMBUNYIKAN DUKU UNTUK SEMENTARA SAMPAI AKU BISA BICARA OELAN PELAN DENGAN KINARA." ucap Arya berteriak kencang.
Sherly lalu bangun dari duduknya lalu berdiri di hadapan Arya, lalu ikut menatapnya tajam.
"Lalu kapan kamu akan bicara dengan Kinara mas? kapan? sampai kapan kamu akan terus main kicing kucingan dan terus menyembunyikan pernikahan kita? huh jawab mas! Aku ini hamil mas, hamil! Cepat atau lambat perutku juga akan semakin besar. Lalu kapan kamu akan memberitahu Kinara dan keluarga kamu mas. Kapan? nunggu anak ini lahir baru kamu kasih tau mereka? Aku dan anakku juga butuh diakui oleh keluarga kamu juga mas!" ucap Sherly sinis.
"Tapi nggak sekarang juga Sherly. Kamu sadar nggak karena perbuatan kamu Kinara sampai mau menggugat cerai aku. Belum lagi keluarga aku y akan syok kalau tau berita ini. Harusnya kamu mikir dulu sebelum bertindak Sherly" geram Arya.
Arya sangat marah dengan Sherly yang sudah lancang memberitahu Kinara tanpa membicarakannya pada dirinya. Dan berakhir tinta begini.
"Jadi kamu mau nyalahin aku mas! kamu nyalahin apa yang aku lakukan mas? Kamu sadar nggak mas karena siapa aku hamil huh! karena kamu dan sekarang kamu! dan sekarang setelah menikah kamu masih mau terus menyembunyikan aku dan anak kita"
"Aku memang memberitau Kinara tentang pernikahan kita. Tapi aku sama sekali nggak meminta dia untuk pergi dari rumah apa lagi mental cerai dari kamu mas! Itu semua karena dia egois dan mau menang sendiri" ucap sherly mengatakan Kinara egois. Hei Sherly sadarlah siapa yang egois di sini.
"Udahlah aku capek ngomong sana kamu! Nggak mau sadar kalau ini semau salah kamu!" ucap Arya lalu hendak pergi keluar kamar. Sherly yang melihat Arya akan keluar pun segera menarik tangan Arya kasar.
"Mas kamu mau kemana? abis marah marah malah langsung pergi" ucap Sherly marah.
"Lepas Sherly, aku ingin pergi dari sini" ucap Arya yang sudah tak ingin lagi melihat Sherly yang hanya akan membuatnya teras marah. Arya masih cukup waras hingga tidak ingin anaknya kenapa-kenapa karena amarahnya.
Tapi saat Arya menari tangannya, Sherly yang sedang tak seimbang malah jatuh tersungkur di lantai.
"Aduh,,,,,, awww perut ku sakit mas, aww" ucap Sherly meringis sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
Arya pun langsung panik dan khawatir anaknya senala napa. Bagaimanapun itu tetap anaknya. Karena ingin bertanggung jawab dengan anak itu.
Karena Sherly terus meringis dalam pelajaran membuat Arya semakin shawatir.
"Sabar Sherly, sebentar lagi kita sampai" ucap Arya berusaha menenangkan Sherly yang terus meringis kesakitan.
"Aduh mas, perut ku sakit banget mas, Tolong lebih cepat lagi mas" ucap Sherly lirih karena menahan sakitnya.
Setibanya di rumah sakir Arya pun segera berteriak memanggil dokter atau suster yang bisa membantu Sherly yang sedang kesakitan.
"Tolong Dokter, Suster tolong istri saya" terik Arya begitu sampai dalam rumah sakit. Tak lama kemudian datang seorang Dokter yang membantunya masuk ke UGD.
"Pak tolong tunggu diluar dulu" ucap suster yang berada bersama Dokter tadi.
"Suster, Dokter tolong istri saya sedang hamil. Tolong selamatkan anak saya Dokter" ucap Arya mengiba.
"Kami akan berusaha semampu kami pak" ucap suster itu lagi lalu pintu pun tertutup menyisakan Arya yang duduk di ruang tunggu dengan perasaan cemas tak terkira.
Arya berdiri dari duduknya lalu berjalan mondar mandir saking cemasnya. Dua tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri kalau sampai terjadi sesuatu dengan Sherly atau anak yang ada di kandungannya.
Arya terus gelisah dan berjalan mondar-mandir sampai cukup lama akhirnya pintu pun terbuka dan Dokter yang tadi menangani sherly pun keluar. Arya segera menghampiri Dokter itu dan menanyakan bagaimana keadaan sherly saat ini.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Arya khawatir.
"Istri bapak sekarang sudah baik baik saja. Tapi tolong lain kali lebih di jaga ya pak, jangan sampai terulang lagi. Tadi saya sudah memberi penghilang rasa sakit dan penguat kandungan juga. Oh ya pak, tadi tekanan darah istri bapak juga tinggi. Disarankan untuk tetap menjaga emosi istri bapak tetap stabil ya pak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah ini pasien akan dipindahkan ke ruang rawat. Bapak bisa tolong urus administrasi dulu" jelas Dokter itu lalu pamit pergi setelah menjelaskan kondisi pasien.
Arya pun baru sadar kalau sedari tadi dia belum mengurus administrasi sherly. Dia harus cepat mengurusnya di resepsionis agar sherly segera dapat di pindahkan ke kamar rawat.
__ADS_1