
Setelah makan siang Melisa mengajak Kinara dan Feli ke ruko milik suaminya yang rencananya akan di buat menjadi kafe nantinya.
Kinara pun nampak menyukai tempatnya, menurut Kinara ruko itu cukup besar dengan dua lantai dan tempatnya pun cukup strategis karena berada di area perkantoran.
"Gimana menurut elo tempatnya, cocok kan?" tanya Melisa setelah mereka melihat lihat ruko itu.
"Iya tempatnya bagus buat usaha, strategis banget deket sama area perkantoran. Wah pokoknya cocok banget tempatnya. Suami lo kok bisa sih punya ruko di tempat se bagus ini. Ini kalau sewa pasti mahal harganya" ujar Kinara tampak puas dan senang dengan tempat yang Melisa tunjukkan padanya.
"Iya dong suaminya siapa dulu" Melisa berucap dengan bangga.
"sebenarnya udah dari sebelum dari dulu suami gue punya ruko ini dari sebelum gue nikah sama dia, tapi biasanya di sewain gitu ke orang orang. Terus kebetulan yang sewa ruko sebelumnya mau buka di tempat yang udah dia beli sendiri jadinya mereka pindah. Dan pas banget waktunya pas gue sama suami udah balik ke Indonesia. Jadi deh gue kepikiran dari pada gue ngelamar kerja di kantor mending gue gunain aja ruko ini buat bikin usaha" lanjut Melisa menjelaskan.
"Tapi Mel, tempat ini kan dekat sama kantor. Kenapa elo nggak mau buka menu yang ngejual menu makan siang tapi malah mau jual desert sama kopi. Bukannya secara logika lebih laku kalau kita jual menu menu makan siang ya?" ucap kinara menanyakan apa yang ada di pikirannya dari tadi.
Menurut Kinara pasti para karyawan kantor itu akan lebih suka datang ke sini saat jam makan siang dan mereka pasti laper dong dan pengen makan yang mengenyangkan.
"Ya kita juga akan jual menu makan siang juga selain desert. Tapi gue mau kita jual desert yang intagrameble buat bisa narik perhatian para pelanggan. Kita buat desert disert dengan resep ala elo, tapi kita buat penampilannya yang kece dan bagus buat di foto foto terus di upload di Instagram mereka, gue yakin mereka bakal kepo terus pengen kesini dan kalau udah cobain masakan elo gue yakin mereka pasti bakal nagih dan balik lagi ke sini" jelas Melisa.
"Ide lo bagus juga ya, tapi Mel, gue masih kurang PD nih kalau masak buat banyak orang. Kan selera orang beda beda nanti kalau banyak yang nggak suka gimana sama masakan gue" ucap Kinara khawatir.
Selama ini dia hanya memasak sebagai hobi. Dia tidak pernah masak untuk orang banyak. Kinara hanya masak untuk keluarga dan orang orang terdekatnya. Salah satu teman yang merasakan masakan kinara ya Melisa itu sendiri. Dan Melisa yakin kalau lidahnya itu pasti nggak salah mengenali rasa.
__ADS_1
"Tenang aja kali Kinar, elo nggak usah khawatir berlebih deh. Gue yakin banget kok orang orang pasti bakal nagih di kasih banget sama makanan yang elo bikin" ujar Melisa meyakinkan.
"Kita kan udah pernah bahas hal ini sebelumnya, dan gue juga yakin banget kalau kita pasti bisa. Sekarang kita harus semangat, masak udah dapet ijin dari suami masih ngerasa insecure sih. Ayo dong semangat!" lanjut Melisa meyakinkan dan menyemangati Kinara.
"Iya lo bener, harusnya gue lebih semangat karena udah dapet ijin dari suami gue. Bismillah semoga usaha kita dilancarkan nanti"
"Iya amin" ujar Melisa mengamini doa Kinara tadi.
"Kinar, sekarang kita diskusikan tentang tema dan menu menu apa aja yang akan kita gunakan di kafe kita" ujar Melisa.
"Ok kita mulai dari desain nya dulu" Kinara berujar.
Setelah cukup lumayan lama mereka berdiskusi tentang pemilihan tema dan menu akhirnya mereka sudah sepakat untuk menentukan tema apa yang akan mereka pilih nantinya. Hanya saja untuk menu mereka masih agak bingung ingin menjual many apa saja.
Mereka sepakat besok akan bertemu lagi. Tapi besok mereka akan bertemu di rumah Kinara. Mereka ingin sekalian memasak dan mencoba menu yang kemungkinan akan menjadi menu di kafe mereka nanti.
"Gue pamit dulu ya Mel, dah sampai jumpa besok di rumah gue" pamit Kinara.
"Iya besok sekalian gue bawain bahan bahan yang akan kita eksekusi besok hahaha" ucap Melisa di akhiri dengan kekehan karena mereka lucu dengan ucapan sendiri.
"Ok sip, pokoknya besok kita masak masak sambil icip icip hahaha" Kinara pun ikut tertawa.
__ADS_1
"Wah pasti seru nih besok, gue jadi nggak sabar nih"
"Eits, tapi elo jangan lupa hubungi pihak desain interior yang elo maksud tadi. Jangan sampe lupa lho" Kinara mengingatkan Melisa sekali lagi.
"Iya iya nanti kalau desain interiornya udah gue hubungi gue pasti bakal ajak elo buat ketemu sama dia. Biar kita bisa sama sama diskusi tentang ini lagi" ucap Melisa.
"Udah sana lo pulang aja. Keburu suami elo pulang duluan"
"Iya gue pulang, Feli juga udah tidur nih mungkin kecapean dan aku cuekin nggak ajak main jadinya dia tidur"
"Iya kasian si gemoy ku, pasti dia capek ikut kita seharian"
"Gue balik dulu assalamualaikum" pamit kinara
"Waalikumsalam" jawab Melisa.
Kinara akhirnya pulang menaiki taxi dan menidurkan Feli yang masih betah tertidur di pangkuannya. Tak lupa pula Kinara mengelus lembut rambut Putrinya dengan tersenyum.
'Makasih ya sayang udah jadi kekuatan untuk Mami, Mami nggak tahu gimana jadinya kalau nggak ada kamu sayang. Mungkin Mami akan lebih memilih menyerah dari pada bertahan dan berjuang. Kamu adalah sumber kekuatan Mami sayang' guman Kinara dalam hati.
Benar mungkin bila tak ada Feli di antara dirinya dan mas Arya, Kinara akan memiliki mundur saja. Karena dia paling tidak bisa menerima yang namanya penghianatan. Tapi kehadiran Feli membuat Kinara berfikir ulang, akan ada seorang anak yang kehilangan sosok ayah kalau Kinara menyerah begitu saja. Jadi daripada Kinara menyerah, Kinara memutuskan untuk sedikit mengesampingkan egonya dan berjuang demi keluarganya. Dari pada menyerah dan lari begitu saja.
__ADS_1
Karena bagi Kinara dia memang harus berjuang dulu semampu dan se kuat hati dua bisa bertahan. Kalau memang perjuangannya merubah suaminya kembali pada keluarga kecilnya, kembali pada rumah yang sesungguhnya berhasil bukannya itu hal yang baik. Tapi jika usaha itu tidak juga dapat mengembalikan suaminya maka apa boleh buat. Setidaknya Kinara sudah berusaha.
Dan dari apa yang Kinara lihat belakangan ini suaminya kembali menjadi mas Arya yang dulu. Setidaknya itu yang Kinara lihat. Kinara tidak tahu kalau suaminya hanya sedang berkamuflase untuk menyembunyikan hubungannya dengan selingkuhannya.