
Melisa segera menghubungi Kinara dan mengatakan tentang Abian pada Kinara. Dan sesuai dugaannya, kinara tampak sangat senang mendengar ucapannya tadi. Bahkan Melisa sempat mendengar Kinara memekik kegirangan saat Melisa bercerita tentang suaminya yang memiliki teman seorang desain interior. Dan tak tanggung tanggung, dia bahkan memiliki perusahaannya sendiri. Bukankah itu waw seorang pemilik perusahaan mau mengurus proyek kecil seperti ini. Meski pun bukan perusahaan besar tapi tetap saja terasa WAW.
Kinara juga tadi sempat menitipkan ucapan terimakasih untuk prabu atas bantuannya itu. Tapi Melisa malah menanggapinya dengan guyonan. 'Mas Prabu mah nggak akan sanggup melihat istrinya yang cantik ini kebingungan cari desain interior, jadi dia kenalin deh temennya itu ke gue. Maklum lah dia udah bucin maksimal sama gue' ucap Melisa kala itu.
Dan Kinara pun memutar bola matanya jengah dengan tingkat kepercayaan diri temannya yang luar biasa itu. Meski Kinara akui kalau suami Melisa sepertinya memang benar-benar mencintai Melisa. Tapi bagi seorang Kinara yang pernah memergoki suaminya berselingkuh, membuat Kinara tersadar kalau tidak semua yang terlihat baik di luar baik juga di dalam. Tapi Kinara juga berharap kalau pernikahan temannya itu di jauhkan dari orang orang yang ingin berniat tidak baik.
Melisa juga tadi mengatakan pada Kinara kalau mereka akan bertemu di restoran nanti siang untuk membicarakan lebih lanjut tentang konsep apa yang akan mereka gunakan nanti.
Dan disinilah mereka sekarang, duduk di ruang privat sebuah restoran yang di sepakati untuk bertemu tadi. Mereka hanya tinggal menunggu kedatangan Abian saja. Tapi sudah lebih setengah jam mereka menunggu tapi si desain interior itu masih belum menunjukkan batang hidungnya.
"Ini kita yang datang kecepatan atau dua nya yang nggak dateng dateng" gerutu Melisa pelan, tapi masih dapat di dengar oleh Kinara.
"Sabar Mel, baru juga setengah jam kita nunggu. Pasti sebentar lagi dia bakal dateng. Mungkin juga kita yang datangnya kecepatan. Atau jangan-jangan dia kejebak macet lagi, kan sekarang lagi jam makan siang jadi biasanya jalan akan macet banget" ucap Kinara menenangkan Melisa.
"Iya juga sih, ah gara terlalu eksaited nih jadi nggak sabar gue" ucap Melisa.
"Iya gue juga nggak sabar banget sebenarnya sejak tadi pagi waktu elo ngomongin tentang ini ke gue" sahut Kinara.
Mereka pun berbincang ringan sampai beberapa menit kemudian pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan seorang pria dengan pakaian formal berbadan tinggi tegap dan mukanya tampan bersih mulus, mungkin kalau Kinara nggak punya suami, dua akan langsung terpesona dengan pria itu. Pria itu masuk dan mengucapkan salam lalu tak lupa minta maaf atas keterlambatannya.
"Permisi, selamat siang. Saya minta maaf karena keterlambatan saya hari ini" ucap pria itu sopan namun jelas terlihat sangat formal cara bicaranya.
__ADS_1
"Oh tidak masalah pak Abian, kita juga belum lama kok datang" balas Melisa ikut berbasa formal mengikuti cara Abian berbicara tadi.
"Oh silahkan duduk pak" Lanjut Melisa.
"Iya terimakasih bu....."
"Oh perkenalkan saya Melisa. Istrinya mas Prabu dan ini teman saya Kinara yang akan jadi partner saya nanti" ucap Melisa memperkenalkan diri.
Mereka pun berjabat tangan sebagai tanda perkenalan. Abian menjabat tangan Melisa terlebih dulu dan setelah itu baru menjabat tangan Kinara. Saat menjabat tangannya, Kinara merasa pria di hadapannya itu terus memperhatikan dirinya dan jangan lupakan tangan mereka yang masih saling bersalaman. Sampai akhirnya Kinara melepaskan jabatan tangan itu membuat Abian tersadar akan tindakan nya yang kurang sopan tadi.
"Oh maaf" ucap Abian agak kikuk.
Kinara pun sama kikuknya dengan Abian tapi Kinara berusaha menyembunyikan rasa kikuknya. Dan Melisa yang menyadari hal tersebut langsung bersuara agar menghilangkan rasa canggung.
"Iya Bu Melisa silahkan"
"Baiklah" Setelah itu Melisa memanggil pelayan untuk datang ke ruangannya. Mereka memesan sebuah private room agar pembicara mereka bisa lancar tanpa gangguan.
Saat selesai makan barulah mereka membicarakan tentang rencana dan ide mereka tentang kafe mereka nantinya. Masing masing dari Kinara dan Melisa mengemukakan idenya pada Abian dan Abian pun juga memberikan beberapa referensi ide yang menurutnya cocok dan nyambung dengan tema yang ingin mereka usung.
Namun di tengah tengah pembicaraan itu tiba tiba Abian berucap sesuatu.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya Bu Melisa dan Bu Kinara, tapi apa bisa kita bicara non formal saja. Karena jujur saya tidak begitu nyaman saat bicara formal seperti ini. Tapi kalau kalian lebih nyaman berbicara formal, maka saya pun tidak keberatan" ucap Abian yang memang sudah tidak sabar terus menggunakan bahasa formal.
Biasanya memang dia selalu menggunakan bahasa formal saat bersama kliennya, tapi menurutnya tidak perlu juga mereka menggunakan bahasa formal saat ini. Apalagi mengingat salah satu dari dua wanita di hadapannya itu adalah istri teman baiknya. Jadi Abian merasa lebih enak bicara dengan bahasa santai saja.
"Iya pak Abian, saya juga sebenarnya lebih suka menggunakan bahasa santai saja. Tapi karena tadi pak Abian yang mulai menggunakan bahasa formal maka saya juga ikut berbahasa formal" sahut Kinara.
"Iya lagi pula pak Abian kan teman suami saya jadi lebih baik kita menggunakan bahasa santai saja pak" Melisa pun ikut menyauti.
"Baiklah kalau gitu kalian jangan panggil aku pak, panggil saja Abian ok! Biar enak kita ngobrolnya" ucap Abian tersenyum.
"Kalau gitu kamu panggil kita nama juga. Jangan panggil aku Bu terus, aku kan bukan ibu ibu hehehe" ucap Melisa diakhiri kekehan
"Ok kalau gitu aku panggil jalan dengan Melisa dan Kinara aja ok"
Dan kedua wanita itu pun kompak mengangguk sambil tersenyum. Abian memperhatikan senyum manis Kinara yang entah mengapa membuatnya terpesona dan ikut tersenyum melihatnya.
Jujur sejak masuk ke dalam ruangan, Abian langsung terpesona dengan wanita itu. Wanita cantik dengan penampilan yang modis dan fresh. Cara berdandan dan penampilan Kinara membuat Abian tadi berfikir kalau Kinara masih berusia awal 20 an tapi hal itu langsung terbantahkan saat Melisa mengatakan kalau Kinara adalah temannya sejak jaman kuliah dulu.
Sungguh Kinara masih terlihat seperti seorang yang masih kuliah atau baru lulus kuliah.
Rasanya Abian ingin mengenal lebih jauh lagi tentang Kinara karena sejauh yang dia lihat dari cara wanita itu bicara, cara berpenampilan dan gesture tubuhnya menyiratkan kalau dia wanita baik dan menyenangkan.
__ADS_1
Sayangnya Abian tidak tau kalau Kinara y membuatnya terpesona justru seorang wanita bersuami dan juga seorang ibu beranak satu.