
Hari hari Sherly yang seharusnya berjalan menyenangkan karena dia sudah berhasil membuat Arya menikahinya dan juga Arya sudah dalam proses perceraian dengan Kinara dan hanya menunggu ketukan palu hakim. Namun kebahagiaan yang Sherly harapkan justru tak dirasakan oleh Sherly saat ini.
Yah, Sherly memang merasa sudah menang atas Kinara, tapi rasa senangnya karena merasa telah mengalahkan Kinara nyatanya tak lebih besar dari rasa was-was dan cemasnya. Sejak telfon dari pria itu, Sherly merasa tak bisa tenang dan ketakutan tak jelas.
Apalagi saat ini dia sedang mengandung dan artinya emosinya sedang tak stabil dan itu juga dapat mempengaruhi cara berfikir nya. Sherly jadi merasa moody dan sulit berfikir jernih setelah hamil. Seperti saat ini Sherly jadi merasa resah dan takut kalau kalau pria itu menelfon nya atau lebih parahnya lagi bagaimana kalau dia langsung mendatangi suaminya dan membongkar semua rahasianya.
Sherly merasa cemas berlebihan. Padahal setelah pria itu menghubunginya siang itu, dia masih belum ada tanda-tanda menghubungi Sherly lagi.
Tapi yah mungkin juga karena hormon kehamilan nya juga dua jadi cemas berlebihan begini. Terlebih lagi, sikap Arya yang terasa aneh dan terkesan agak mengacuhkannya.
Arya baru akan bersikap manis dan memanjakannya saat Sherly mengatakan anaknya sedang ingin di manja, itupun sepertinya Arya sedikit tak ikhlas. Tapi Sherly tak patang arah dan berusaha terus menjerat Arya meski harus dengan kehamilannya. Sherly berusaha tak terlalu memikirkan perubahan sikap Arya, karena dia yakin setelah Arya dan Kinara cerai Arya pasti kembali seperti dulu lagi. Dulu saja saat dia bersama Kinara Sherly masih bisa masuk dalam merebutnya, jadi setelah bercerai jalan Sherly akan lebih mudah.
Seperti biasa, siang ini Sherly mendatangi ruangan kerja Arya dan mengajaknya makan siang bersama. Sherly memang masih bekerja di perusahaan dan pernikahannya dan Arya pun masih di rahasiakan sampai saat ini. Mengingat semua orang di kantor tau kalau Arya sudah menikah, tapi mereka juga diam diam sering menggosipkan Sherly dan Arya yang terlihat memiliki hubungan tak wajar selayaknya rekan kerja.
"Mas Arya, kita makan yuk. Ini udah waktunya makan siang, Beby juga udah lapar ni mau makan" ucap Sherly bernada manja setelah masuk ke ruang kerja Arya.
"Sepertinya vaku nggak bisa deh Sherly, karena sebentar lagi aku ada meeting sana pak Richard diluar sekalian makan siang sama clien" jawab Arya tanpa memandang Sherly karena dua fokus menata dan mengecek ulang berkas yang akan dia bawa meeting nanti.
"Ck, kok tadi pagi nggak ngomong sih kalau kamu ada meeting sama pak Richard. Jangan jangan kamu bohong ya?" tuduh Sherly.
"Sherly plis,,,,,, aku bener bener harus meeting sama clien pak Richard dan meetingnya emang dadakan tadi" jelas Arya lalu setelah dia memeriksa berkasnya, dia berjalan mendekati Sherly mengecup singkat kening nya lalu pergi setelah berpamitan.
"Aku harus segera pergi"
__ADS_1
********
Sherly kesal dan marah pada Arya tapi tak bisa melakukan apapun karena Arya memang harus meeting dengan bos mereka. Dan akhirnya Sherly memutuskan untuk pergi ke kafe dekat kantor dan makan siang sendiri meski.
Kini Sherly sudah duduk di kafe dan di hadapannya telah tersaji menu yang dua pesan tadi. Disela-sela kunyahannya, ponsel Sherly berdering dan saat Sherly melihat siapa yang menelfon nya, ternyata itu nomer tak di kenal dan tak ada fotonya juga.
Deggg......
"Ini seperti,,,,,,,, jangan jangan" dengan perasaan takut Sherly mematikan ponselnya dan segera memasukkan ponselnya di dalam tas, Sherly takut mengangkat panggilan itu karena dia yakin tadi panggilan dari orang yang menelfon nya beberapa hari yang lalu.
Sherly yang masih merasa ketakutan dan gelisah tiba tiba ada seorang waiters yang datang memberikan dia sebuah surat.
"Maaf nona ini ada titipan surat dari orang yang duduk di belakang anda tadi" ucap waiters itu sambil memberikan surat itu pada Sherly. Sherly pun menerima surat itu meski dia sedikit curiga dengan orang yang memberikannya surat.
Sherly membuka perlahan surat itu dan matanya seketika membola dan tangannya reflek membekap mulutnya dengan tangan yang bergetar.
Hai sayang......
Kenapa panggilan dariku sekali kamu reject.
Kamu harusnya tidak akan melupakan aku, karena aku adalah orang yang paling berjasa dalam hidupmu sayang.
Lain kali kalau aku telfon angkat panggilan dariku! Kalau kamu berani menolak panggilan dariku lagi, maka aku akan langsung mendatangi suami baru mu itu dan aku akan langsung memberitahukan semunya.
__ADS_1
Sekarang coba lihat ke belakang.
**********
Deggggg......
Sherly gemetar membaca surat itu. Lalu kepalanya dia tolehkan ke kebelakang dengan gerakan perlahan kearah yang dimaksud pengiriman surat dari.
Dan mata Sherly serasa mau copot saat melihat orang yang berada di meja belakangnya.
"Ba bastian" lirih Sherly menyebut nama pria yang kini tengah tersenyum manis sambil melambaikan tangan padanya.
Sherly ingin rasanya segera kabur dari sana secepatnya. Tapi mengingat surat yang di berikan Bastian tadi, Sherly khawatir dia malah akan nekat menemui Arya jika sherly kabur. Jadi Sherly tetap berada di kursinya sambil menatap horor Bastian yang perlahan bangkit dari duduknya dan tanpa banyak bicara langsung duduk di kursi sebelah Sherly.
"Hai sayang" ucapannya setelah duduk di samping Sherly sambil masih terus tersenyum manis. Senyum yang membuat Sherly muak melihatnya.
"Apa yang kamu inginkan sebenarnya? kita sudah tidak ada urusan apapun lagi sekarang! Jadi kenapa kamu datang lagi di hidupku!" ucap Sherly ketus langsung to the poin tak mau berbasa-basi dengan pria didepannya ini.
"Kata siapa kita tak ada urusan lagi Sherly sayang? kita akan selamanya ada urusan, karena" Bastian menjeda ucapannya lalu menunjuk ke arah perut Sherly "Dia akan terus menjadi penghubung kita"
"Jangan macam macam kamu! kamu sudah mendapat banyak uang dari ku dulu dan sesuai perjanjian kamu harus pergi dan jangan pernah lagi mengusik hidupku lagi!" ucap Sherly berusaha tak terlihat takut di depan Bastian.
"Uang itu hanya sedikit jika dibandingkan dengan apa yang kamu dapatkan berkat diriku, Kamu jangan lupa kalau aku adalah ayah dari anak yang ada di kandungan kamu! jika aku mau, aku dengan mudah mengatakan pada suami barumu kalau istri cantiknya ini sudah menipunya habis habisan. Bahkan aku dengar dia sampai bercerai dengan istrinya karena kamu? lalu kira kira bagaimana ya reaksi dia jika dia tau kamu sudah menipunya mentah mentah?" ucap Bastian santai bahkan terkesan sedikit meledek.
__ADS_1
"Sudah jangan banyak bicara lagi! Katakan berapa uang yang kamu inginkan untuk pergi dari hidupku selamanya!" ucap Sherly langsung menanyakan berapa uang yang Bastian inginkan.
Karena Sherly yakin seratus persen kalau dia datang pasti ingin uang darinya. Bastian hanya seorang gigolo yang disewa Sherly beberapa bulan lalu untuk membuatnya hamil. Karena meski dia tau kalau akan yang dua ucapkan pada Arya tentang kemungkinan alasannya hamil memang mungkin bisa terjadi tapi sangat kecil sekali kemungkinannya, jadi Sherly memutuskan untuk mencari cara mudah untuk hamil yaitu dengan menyewa gigolo dan yang pasti itu semua berasal dari ide Raya beberapa bulan lalu saat dia sedang bertemu dengannya di kafe.