Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Biro Jodoh


__ADS_3

"Akhirnya datang juga kamu! Mama fikir kamu lupa jalan pulang sangking lamanya nggak pulang kerumah?" omel Mama Abian penuh sindiran saat melihat anaknya yang baru datang.


"Mama kok ngomong gitu sih? Mama kan tau kalau Bian itu sibuk kerja ma, jadi Bian nggak bisa sering sering pulang kerumah. Lagipula jarak rumah dan kantor Bian kan jauh" alasan Abian lalu duduk di samping mamanya dan memeluk tubuhnya dari samping, tak lupa pula dia mencium pipi mama tercintanya.


"Huh,,,,, sibuk terus alesan kamu! Kalau nggak mama yang nyuruh kamu datang, kamu juga nggak akan pulang pulang, biar jadi bang Toyib aja sekalian kamu kalau nggak pulang pulang" omel mama Abian lagi, dia sepertinya masih kesal pada Abian yang. jarang sekali pulang ke rumah.


Mama Abian adalah seorang janda karena suaminya meninggal dua tahun yang lalu, jadi Mama Abian sering merasa sepi saat anak anaknya tak ada di rumah. Abian memiliki seorang kakak perempuan dan dia sudah menikah dan ikut suaminya ke luar kota dan jarang sekali datang karena jaraknya memang cukup jauh, sedangkan Abian, meski dia belum menikah tapi Abian yang memilih tinggal sendiri di apartemen membuat mamanya makin merasa kesepian.


"Ayolah Ma, sekarang kan Bian sudah ada di sini. Masak mamaku yang cantik dan seksi ini masih ingin marah marah dan tak ingin memeluk putra tampannya ini. Setidaknya, berikan makan malam untuk putramu yang sudah jauh jauh datang kemari. Perutku lapar sekali ma. Aku bisa pingsan kalau tak segera makan" ucap Abian berusaha membujuk mamanya.


"Dasar anak ini" mama Yuni memukul pekan tangan anaknya lalu memeluknya sebentar "Kalau begitu kita makan saja dulu sebelum kau benar-benar pingsan nanti. Oh ya bik Yayah sudah membuatkan makanan kesukaan mu tadi. Kau harus makan banyak bila tak ingin membuat mama marah dan juga, kau tak boleh pergi ke apartemen malam ini kau harus tidur dirumah titik atau Mama akan marah lagi padamu"


Meski kesal dengan putranya yang agak sleyengan ini, tapi tetap saja Abian adalah putra kesayangannya. Jadi mana bisa mamanya betul betul marah padanya.


***********


Setelah makan malam selesai, mama Yuni meminta Abian untuk tak langsung ke kamar, tapi mama Yuni mengajak Abian untuk membicarakan sesuatu dulu. Sesuatu yang menjadi alasan mengapa mama Yuni meminta Abian untuk pulang kerumah.

__ADS_1


"Ini! lihat baik baik dan perhatikan dengan seksama lalu pilih salah satu dari foto itu" ucap mama Yuni memberikan beberapa lembar foto wanita cantik pada putranya.


"Ini maksudnya apa ma? Bian nggak ngerti? kenapa Mama nyuruh Bian pilih salah satu dari foto ini? Mama mau adopsi anak? atau mama mau buka agensi model?" ucap Abian sambil mengamati foto itu dengan raut bingung.


"Aduh Abian........ Kamu bisa nggak sih kalau ngomong jangan ngasal gitu. ****** banget deh tebakannya. Itu tuh foto anak hanya temen temen mama arisan. Mama pengen kamu pilih salah satu dari mereka buat kamu jadikan istri. Kamu itu udah kepala tiga tahun ini! masak sampai sekarang masih belum punya istri juga sih? Temen temen kamu aja udah pada punya anak semua! Masak anak mama yang ganteng ini calon aja nggak punya sih" kesal mama Yuni karena ucapan Abian.


Bagaimana bisa anaknya malah menebak hal hal aneh saat dia melihat foto yang di berikan nya.


"Ohhh,,,,,, jadi Mama mau buka biro jodoh toh. Kalau begitu kayaknya Abian nggak bisa deh jadi pelanggan pertama mama" jawab Abian santai dengan kata kata nyeleneh.


"Mama tenang aja ya Ma, Mama nggak perlu repot-repot jadi biro jodoh dadakan kalau cuma mau menantu dan cucu. Abian janji nggak lama lagi Abian akan kasih mama mantu yang cantik, pintar, baik dan jago masak plus, Abian juga bakal kasih mama bonus cucu yang cantik lucu dan pintar juga. Jadi Mama sabar dulu ya Ma. Tunggu sebentar lagi ok! Abian lagi berusaha dan berjuang karena perang belum usai meski kemenangan sudah terlihat dari ufuk timur" jawab Abian yang mana bukannya membuat mama Yuni senang, tenang dan puas malah jadi semakin bingung dan penasaran.


"Ngomong apa sih kamu" mama Yuni memukul anaknya sangking gemasnya karena merasa di permainan oleh anaknya yang berbicara aneh. "Kalau ngomong tuh yang bener dong! Kalau udah punya calon kenapa nggak langsung di kenalin sama Mama, dan apa tadi perang apasih? apanya yang di ufuk timur? kalau ngomong tuh yang jelas nggak usah berbelit gitu mama nggak ngerti kamu ngomong apa?" geram mama Yuni.


"Intinya tuh mama tenang aja, nggak usah mama repot repot mau ngenalin apalagi mau jodohin Abian sama anak temen temen mama ok! Bian janji, kalau udah waktunya nanti Bian akan kenalin mana dengan calon pilihan Bian. Mana sabar sebentar ya? nggak lama kok paling seminggu lagi juga udah clear kok dan bisa Bian ajak kesini dia" Abian berusaha membuat mama Yuni mengerti.


"Kenapa harus nunggu seminggu lagi sih? kalau kamu udah ada calon ya udah bawa sini kenalin sama Mama. Kenapa harus nunggu segala sih?" geram mama Yuni karena Abian masih berputar putar dan nggak jelas.

__ADS_1


Abian menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil nyengir karena bingung harus menjawab apa pada mamanya. Masak dia harus bilang kalau dia sekarang sedang memperjuangkan cinta wanita yang belum seratus persen single sih? Bisa dibilang pebinor nanti sama mama Yuni. Eh tapi kalau dipikir-pikir memang Abian bisa di sebut pebinor juga sih, kan dia mau jadiin Kinara istri saat Kinara masih berstatus istri orang lain. Aduh bingung nih, sebenarnya dua pebinor bukan sih?.


"Kenapa kamu diem aja? pake nyengir segala lagi! Kamu sembunyiin apa lagi dari Mama! Ayo ngaku kamu Bian" cecar mama Yuni sambil memicing matanya.


Melihat dari reaksi Abian sepertinya ada hal yang tidak beres disini.


"Sebenarnya ma,,,,,,, emmm itu, emmmm anu dia itu,,,,,," Abian bingung harus jujur atau tidak.


Kalau jujur, mama Yuni bisa ngamuk. Kalau bohong bisa bisa dia malah di jodohin lagi sana perempuan perempuan yang ada di foto itu.


"Apaan sih kamu! ngomong yang jelas jangan emmm,,,, itu,,,,, anu itu,,,,,," ucap mama Yuni jengkel menurun Abian.


"Sebenarnya, calon Bian masih nunggu palu hakim diketuk ma" ucap Abian pekan pelan sambil menunggu reaksi mama Yuni.


"AAPPPPAAAA"


"JADI YANG KAMU SEBUT CALON ITU MASIH JADI ISTRI ORANG? KAMU MAU JADI PEBINOR BIAN"

__ADS_1


__ADS_2