Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Supir Pribadi Sehari


__ADS_3

Setelah mendapatkan surat surat penting, Kinara lalu mengemasi pakaiannya dan pakaian putrinya. Kinara akan pulang kerumah orangtuanya, Kinara ingin meminta restu serta dukungan keluarganya untuk berpisah dari suaminya.


Kinara sudah berfikir semalaman, selama ini yang menjadi alasan dia tetap bertahan dengan pernikahannya adalah putrinya Feli yang masih kecil dan butuh kasih sayang kedua orangtuanya. Kinara mencoba bertahan meski batinnya berdarah darah. Tapi setelah Kinara berfikir lagi. Apakah putrinya akan bahagia jika kelak dia tau kalau ibunya menderita dan terluka batin. Apakah putrinya akan baik baik saja atau akan merasa trauma akan pernikahan jika dia mengetahui ibunya terbelenggu olehnya, Kinara bukannya tak ingin berkorban demi putrinya, tapi Kinara sadar bahwa mental putrinya juga akan terluka jika terus dalam pusaran keluarga yang tidak harmonis.


Kinara mungkin masih bisa bertahan dan berusaha jika suaminya hanya tergoda dan tidak terjerat. tapi kini suami bukan hanya terjerat tapi sudah memiliki rumah baru untuk pulang. Mungkin ada beberapa orang yang bisa bertahan dan ikhlas di poligami, tapi Kinara jelas bukan bagian dari orang itu.


Sebelum keluar rumah, Kinara menelfon Melisa untuk memberitahu kalau dia tidak bisa datang ke kafe untuk hari ini. Kinara meminta untuk ada yang membantu di dapur sebab hanya ada satu orang yang ada di dapur jika dia tak datang. Melisa yang tau sahabatnya sedang dalam masalah yang besar dan memang tak memungkinkan untuk dia bekerja pun menyetujui kalau sebaiknya Kinara di rumah dulu dan menenangkan diri dulu sebelum kembali bekerja.


Tak lupa pula Kinara menulis sebuah surat yang dia tunjukkan untuk suaminya jika dia masih ingat pulang nanti. Kinara menaruh surat itu di meja rias dan di tindih botol parfum agar tak jatuh atau hilang.


Kinara mengamati rumah itu sambil menunggu taksi yang dia Pasan tadi. Di rumah itu pernah ada cinta, kasih sayang, kebahagiaan, serta mimpi dan harapan, Ya pernah ada tapi itu dulu dan kedepannya tidak ada lagi semua itu, di mata Kinara rumah itu tak hanya akan jadi bangunan dan tak ada masa depannya lagi. Yah benar hanya bangunan bukan lagi rumah.


Jika tak ada kebahagiaan, kehangatan dan kedamaian itu tidak bisa di sebut rumah lagi kan. Juga bukan tempat Kinara akan pulang.


Saat Kinara masih bergulung dengan lamunannya sambil menatap bangunan di depannya, tiba tiba terdengar bunyi klakson yang mengejutkannya, Kinara pikir itu taksi pesanannya yang datang, tapi ternyata yang berdiri di samping mobil itu bukanlah supir taksi melainkan sosok yang sangat di kenal oleh Kinara. Dua adalah Abian, teman baru sekaligus orang yang sudah banyak membantunya mendirikan kefe nya.


Pria itu tersenyum jahil seperti biasanya, lalu berjalan mendekati Kinara dan tanpa aba aba langsung mengangkat koper Basar di samping Kinara dan di masukkan ke dalam bagasi mobilnya.

__ADS_1


"Hei hei hei Abian, mau kamu bawa kemana koper koperku? Kenapa kamu masukkan ke bagasi mobilmu?" tanya Kinara sambil menahan koper yang satunya lagi karena Abian hendak mengambil koper itu juga.


"Bantuin kamu bawa koper lah, apa lagi memang?" jawab Abian enteng membuat Kinara mlongo.


"Ih tapi aku nggak minta bantuan kamu, lagian kenapa kamu bawa ke mobil kamu, aku udah pesen taksi kok. Jadi koper yang tadi kamu keluarin lagi" ucap Kinara sebal.


"Kamu udah cek hape kamu apa belum?"


Sontak Kinara langsung mengecek hapenya dan ada notifikasi dari taksi yang dia pesan tadi kalau orderannya dibatalkan.


"Lho kok bisa, kok di batalin sih? gimana sih supirnya?" gerutu Kinara.


Dan yah memang tadi taksi yang di pesan Kinara sudah tiba persis di depan mobil Abian dan ntah karena terlalu fokus melamun atau apa Kinara sampai tak menyadari kedatangan dua mobil itu. Abian lalu bekata pada sipir taksi itu kalau orderannya di batalkan saja karena dia sendiri yang akan mengantar Kinara nanti. Tak lupa pula dua memberi lima lembar uang merah kepada supir itu.


Kinara semakin melongo mendengar jawaban dari Abian tadi.


"Kenapa di batalin orderannya?" ucap Kinara gemas.

__ADS_1


"Ya karena aku yakin akan nganter kamu pergi hari ini. Hari ini aku akan jadi supir pribadi nona Kinara Ayuningtyas" jawab Abian tersenyum manis dan sok polos seperti tak punya dosa.


"Tolong Abian, aku sedang tidak ingin bercanda saat ini. Aku harus segera pergi dan tolong kamu juga pulang dulu ya, kalau mau bercanda atau main main besok besok lagi aja. Sekarang aku lagi nggak mood bercanda" ucap Kinara kesal karena Abian seenaknya saja membatalkan taksinya dan bilang ingin mengantar nya.


"Yang bilang aku bercanda tuh siapa kinar? aku serius, dua tikus malahan mau jadi sopir pribadi khusus buat kamu hari ini. Tenang aja gratis kok, aku nggak pakai argo" jawab Abian masih dengan senyum.


Kinara baru ingin membalas ucapan Abian, tapi tiba-tiba kopernya yang satu lagi malah di tarik oleh Abian dan langsung di masukkan ke bagasi bersama kopernya yang tadi.


"Lho lho lho Abian, lho kok di masukin lagi sih, harusnya di keluarin yang tadi kopernya kok malah di masukin lagi koperku" ucap Kinara mengikuti Abian ke belakang mobil.


"Abis kamu kelamaan sih, kan aku udah bilang kalau aku yang bakal nganter kamu kemanapun hari ini. Masak nggak paham juga dari tadi. Yuk kita masuk ke mobil. Keburu panas nih dari tadi di luar terus" ucap Abian ingin mengajak Kinara masuk ke mobil.


"Abian, aku nggak bisa pergi sama kamu, aku, aku...." ucap kinara terputus karena dengan cepat Abian memotong ucapan Kinara.


"Aku sudah tau semuanya Kinar" ucap Abian cepat.


Kinara membelalakkan matanya. Dalam hati Kinara bertanya tanya tentang apa yang Abian ketahui. Apakah? apakah Abian mendengar percakapannya dengan Melisa semalam?

__ADS_1


"Kamu, apa yang kamu ketahui Abian?" tanya Kinara tergagap. Meski dia dan Abian sudah saling mengenal dan berteman, tapi pertemanan mereka tak sedekat itu hingga Kinara merasa malu kalau aib pernikahannya di ketahui oleh Abian.


"Aku tau semuanya, aku tahu tentang kamu, suami kamu dan selingkuhannya juga. Maaf, tapi aku mendengar semua pembicaraan kamu dan Melisa semalam. Aku tidak bermaksud tidak sopan tapi, aku mohon Kinara, ijinkan aku untuk menemanimu"


__ADS_2