Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Binggo


__ADS_3

Meninggalkan Arya dan Sherly yang masih mendapatkan tentang kelanjutan hubungan mereka, disisi lain ada Kinara dan Melisa yang sedang bertemu dengan Abian di ruko yang akan di di jadikan kafe oleh Melisa dan Kinara.


"Jadi bagaimana menurutmu setelah melihat secara langsung lokasinya?" tanya Melisa pada Abian.


"Ya, sepertinya aku sudah mendapatkan gambaran untuk kafe kalian. Aku akan menyiapkan desain yang sesuai dengan keinginan kalian dan yang pastinya cocok untuk ruko ini" jawab Abian.


"Terimakasih Abiann, oh ya aku ingin bertanya? Kira kira kapan ya semua selesai. Emmm maksud ku kalau kita tau kapan kira kira selesai renovasi rukonya menjadi kafe yang kita inginkan, kan kita jadi bisa mempersiapkan hal lainnya dengan lebih mudah. Misal kapan kita mencari pekerja, atau kapan kita Gren opening nanti. Kan bisa kita persiapkan lebih baik kalau kita tau kapan ini selesai" ucap Kinara.


"Emmm kalau kalian ingin cepat, mungkin dua mingguan sudah selesai. Itu sudah langkap sekaligus diisi furniture nya. Tapi nanti saat pembelian furniture aku ingin kalian juga ikut dan memilih sesuai keinginan kalian" jawab Abian lagi.


"Kenapa tidak kamu saja yang memilih sendiri, kami yakin kok kalau pilihan mu nantinya adalah yang terbaik" ucap Melisa dan Kinara menimpali dengan anggukan.


"Tentu aku akan ikut, tapi kalian juga harus ikut juga agar semua sesuai dengan keinginan kalian. Nantinya aku akan ikut membantu kalian memilih juga. Aku akan memberikan perbandingan dan kalian yang akan menentukan pilihannya nanti" ucap Abian.


"Baiklah kalau begitu, terserah kau saja. Kami ikut" ucap Kinara.


"Oh ya, suamiku tadi sudah mengatakan padamu kan kalau kami minta bantuan mu juga masalah foto menu" ucap Melisa.


"Iya Prabu tadi pagi sudah menelfon ku dan mengatakan kalau kalian juga meminta untuk di fotokan menu makanan kafe kalian"


"Tapi sebelumnya, aku ingin mengatakan kalau aku bukan seorang fotografer. Aku hanya memiliki hobi fotografi, dan sama sekali bukan seorang yang profesional di bidangnya. Aku mau saja membantu kalian. Tapi aku tidak dapat menjamin kalau hasilnya kurang memuaskan atau kurang maksimal. Karena sejak awal aku sudah bila kalau aku bukan seorang fotografer. Tapi, aku akan berusaha yang terbaik untuk kalian" ucap Abian.


Kinara tersenyum sebelum berucap.


"Tak masalah. Kami yakin kalau hasil fotomu pasti bagus nantinya. Kamu sudah banyak membatu kami dan kami sangat berterima kasih untuk hal itu" ucap Kinara kembali tersenyum. Senyum yang sangat indah dan terlihat sangat cantik menurut Abian.

__ADS_1


'Aduh Kinar, kalau senyum tuh kira kira, jangan semanis dan secantik itu juga. Jantung ku bisa nggak kuat kalau liat senyum kamu Kinar. Bisa punya sakit jantung aku kalau sering sering lihat kamu senyum gitu' gumam Abian dalam hati.


Baginya, melihat senyum Kinara akan membuat mood nya baik sepanjang hari. Senyum itu bahkan mampu masuk dan ikut terbayang di mimpi Abian.


Abian juga masih ingat bagaimana Prabu yang menyampaikan kabar menyenangkan padanya tadi pagi.


Seperti Dewi keberuntungan tengah bersamanya dan semesta telah merestui dirinya dan Kinara. Hingga mereka bisa lebih dekat dan lebih bisa mengenal satu sama lain.


Abian yang kemarin masih menyangkal akan perasaannya pada Kinara hanya perasaan suka dan tertarik bukan perasaan cinta. Tapi semalam, saat Kinara masuk di mimpinya dan terus membayangi tidurnya. Barulah Abian yakin kalau itu bukan hanya perasaan suka atau hanya tertarik. Tapi Abian benar benar merasakan hal yang sedari dulu dianggap mustahil. Yaitu cinta pada pandangan pertama.


Kinara, bukan perempuan tercantik yang pernah Abian temuin dalam hidupnya. Jujur untuk ukuran pria dewasa seperti Abian. Dia sudah banyak bertemu dengan banyak gadis cantik dan menarik.


Berbagai jenis wanita juga sering dia temui setiap harinya, tapi entahlah. Apa yang terjadi pada dirinya saat dia bertemu dengan Kinara. Entah mengapa melihatnya membuat Abian lupa akan segalanya. Apalagi saat Kinara tersenyum dengan manis dan jangan lupakan matanya yang cemerlang dan berbinar. Seperti sebuah lubang hitam yang terus menyedot Abian masuk ke dalamnya.


Sayangnya Abian lupa, kalau wanita cantik dan se mempesona Kinara sangat tidak mungkin memiliki seorang pasangan. Minimal pacar lah kalau bukan suami.


"Aku senang jika bisa membantu kalian" ucap Abian sambil terus sesekali mencoba mencuri pandang pada Kinara.


"Maaf ya kalau beberapa waktu nanti kamu akan banyak merepotkan mu" ucap Kinara sambil terkekeh kecil.


"No problem, apapun untuk dua perempuan cantik yang ada di hadapanku" ucap Abian berkelakar.


"Tentu saja cantik tuan Abian yang hebat. Kamu ini perempuan jadi mana mungkin kami tampan. Oh rayuan mu tidak terpengaruh sama sekali pada kami" ucap Melisa.


"Itu bukan merayu, nyonya Prabu. Tapi memang kenyataan. Rembulan pun nanti malam akan memilih bersembunyi karena takut kalah saing" ucap Melisa.

__ADS_1


"Owh, kau benar benar hanya ingin muntah mendengarnya" ucap Melisa menimpali candaan Abian.


"Sepertinya kau seorang playboy, mulutmu sangat beracun Abian hahaha" Kinara pun ikut bercanda.


"No nona cantik. Tidak semua wanita akan mendapatkan pujian dariku. Hanya yang beruntung seperti kalian lah yang pendapatan pujian ku" ucap Abian tersenyum jail.


"Ah terserah kau sajalah " ucap Kinara.


Dalam sekejap mereka menjadi akrab satu sama lain. Padahal baru kemarin mereka bertemu, tapi sudah seperti teman lama saja.


Mereka bertemu cukup lama, bahkan sampai hampir sore. Banyak yang mereka bicarakan dan diskusikan. Untungnya Kinara sudah meminta Mamanya untuk menjemput Feli dan sekalian menitipkan Feli sampai dia menjemputnya nanti. Jadi Kinara tidak mengkhawatirkan keadaan Feli saat diskusi ini memakan waktu yang lama.


Mereka sepakat untuk membuka kafe itu satu bulan lagi. Karena baik Kinara dan Melisa sama sama tidak mau terburu-buru dan ingin mempersiapkan semuanya sebaik mungkin.


"Oh ya masalah pemotretan itu bagaimana, kapan akan kalian lakukan?" tanya Melisa.


"Aku sih terserah Abian saja Mel. Kapan dia punya waktu, insyaallah baku bisa. Kamu kan tau aku pengangguran. Nggak kayak Abian yang banyak kerjaan nya. Jadi tunggu dia ada waktu luang deh" jawab Kinara.


"Emmm nanti aku coba lihat dulu jadwal aku. Kalau ada yang kosong aku bakal hubungi kamu" jawab Abian. Dan Kinara dan Melisa kompak mengangguk.


Karena mereka sadar Abian orang yang sibuk. Mau menolong jadi fotografer dadakan saja udah Syukur masak masih mau ngelunjak pikir Kinara dan Melisa.


"Nanti aku langsung hubungin Kinara aja atau bagaimana kalau aku ada waktu kosong?" tanya Abian.


"Oh iya langsung telfon aku aja. Ini aku kasih nomerku biar gampang kalau mau hubungi" ucap Kinara lalu meminta handphone Abian lalu memasukkan nomernya di sana.

__ADS_1


'Bingggo. Akhirnya dapet juga' ucap Abian dalam hati.


Abian mengulung senyum saat jari jemari Kinara mengetik nomernya di ponsel Abian.


__ADS_2