Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Terlalu Naif


__ADS_3

Setelah puas menangis di pelukan Melisa, Kinara pun memutuskan untuk pulang kerumah. Meski enggan tapi Kinara harus pulang dan menanyakan hal ini langsung pada suaminya. Dia sudah lelah terus berpura-pura tak tahu apapun.


Dulu Kinara berfikir kalau dia berusaha merubah diri dan pura pura tidak tahu apapun maka suaminya bisa kembali padanya. Tapi ternyata dia salah besar, bukannya kembali padanya, suaminya malah masih terus berhubungan dengan selingkuhannya itu bahkan tadi Melisa bilang kalau perempuan itu mengaku hamil.


Jika memang begitu adanya, maka Kinara tidak bisa lagi menoleransi perbuatan suaminya. Kinara yang belum tahu kalau Arya sudah menikahi Sherly saja sudah sehancur itu. Apalagi kalau dua mengetahui fakta bahwa hari ini suaminya resmi melakukan poligami padanya.


Sebelum pulang Kinara menelfon mamanya dan meminta agar Feli menginap dulu di rumah Omanya untuk malam ini. Kinara beralasan kalau masih banyak hal yang ingin dia bicarakan dengan Melisa jadi kemungkinan akan pulang larut. Jadi Kinara meminta agar Feli menginap di rumah Omanya dulu. Dan orang tua Kinara menyetujui itu meski mereka sendiri merasa aneh dengan anaknya.


Kinara keluar dari ruang kerja dan langsung di buat terkejut oleh sosok Abian yang ternyata masih berdiri di depan pintu. Kinara jadi bingung dan takut kalau Abian tau tentang pembicaraan antara dirinya dengan Melisa tadi.


Bagi Kinara meskipun dia sudah cukup kenal baik Abian, tapi yang tadi dia ucapkan adalah hal yang bersifat privasi dan itu aib rumah tangganya. Jadi Kinara tidak ingin ada orang lain tau tentang kondisi rumah tangganya.


"Abian, kamu sejak kapan kamu berdiri disini?" tanya Kinara terkejut.


"Baru saja. Aku tadinya ingin menanyakan sesuatu pada kalian tapi sepertinya besok saja. Sekarang sudah malam, lebih baik pulang saja" ucap Abian berusaha menekan rasa marahnya pada Arya.


"Kalau memang penting sekarang juga nggak papa kok kita bicarakan" meski pikiran nya tengah kalut, tapi Kinara ingin berusaha profesional.


"Nggak terlalu penting, besok besok juga bisa. Oh ya kamu udah mau pulang kan?" tanya Abian mengalihkan topik.


"Iya. Kalau nggak ada yang ingin di bicarakan aku pulang dulu. Permisi" ucap Kinara yang ingin segera pergi. Dia tidak mau ada orang yang melihat kesedihannya.

__ADS_1


"Aku juga mau pulang nih, gimana kalau kita pulang bareng aja. Ini sudah malam nggak baik perempuan secantik kamu pulang malam sendiri" ucap Abian.


"Enggak usah Bian, ngerepotin malahan. Aku bisa pesen taksi online kok. Jadi aman"


"Kamu mending pulang sama Abian aja Kinar. Bener kata Abian tadi. Ini udah malem dan bahaya kalau kamu pulang sendiri. Jadi mending kamu bareng Abian aja" Melisa y baru muncul pun langsung bersuara.


Melisa tau Kinara sudah biasa pergi sendiri. Tapi selain karena ini sudah malam, kondisi Kinara yang masih emosional jga tak baik jika dia pergi sendiri. Jadi Melisa sangat setuju dengan Abian yang ingin mengantar Kinara.


"Tuh bener kata Melisa, mending pulang sama aku aja. Tenang aku nggak nggit kok"


"Emmm ok deh. Tapi beneran kan nggak ngerepotin"


"Makannya cari pacar dong, biar nggak bosen sendiri aja. Masak kalah sih sama truk yang tiap hari gandengan" Kinara ikut menimpali candaan Abian.


"Tunggu deh, bentar lagi. Calon gue masih otw soalnya" 'Otw cerai maksudnya' lanjutnya dalam hati.


"Jangan tunggu otw dong. Samperin itu calonnya"


"Kalau dia mau sih aku dengan senang hati akan menjemput calon bidadari ku. Tapi sekarang anter bidadari yang di depan aku aja dulu"


"Hah serah deh. Ayo buruan kalau masih mau nganter, gue pulang duluan ya Mel"

__ADS_1


"Ok, gue juga bentar lagi mau pulang" jawab Melisa. "Elo ati ati nganterin temen gue. Awas jangan sampai lecet" kini Melisa berucap pada Abian.


"Iya iya bawel amat deh"


Kinara dan Abian pun pula bersama. Sepanjang perjalanan pulang Kinara terlihat banyak diam dan Abian pun ikut tak banyak bicara. Abian sadar kalau Kinara saat ini juga sedang tidak mood kalau di ajak bercanda olehnya. Jadi Abian membiarkan Kinara menenangkan diri.


Kini Kinara sudah sampai di rumah. Kinara bahkan tidak sadar kalau dia sudah sampai karena sepanjang perjalanan dia melamun. Setelah basa basi sebentar dengan Abian dan mengucapkan terimakasih karena sudah mengantarnya pulang, akhirnya Kinara pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Kinara menatap nanar rumah yang terlihat gelap itu. Satu hal yang Kinara yakini adalah suaminya masih belum pulang sampai saat ini.


Kinara berjalan gontai menaiki anak tangga menuju kamarnya. Kinara merasakan perasaan seperti beberapa bulan lalu saat dia memergoki suaminya bercumbu di ruangannya. Tapi kali ini rada kecewa itu lebih parah meski rasa sakitnya mungkin masih sama. Kinara kecewa pada suaminya dan dirinya sendiri, dia kecewa karena setelah semua perubahan, semua kerja kerasnya mempertahankan pernikahan ini tapi ternyata usahanya tidak di lihat sama sekali oleh sang suami.


Bagaimana Kinara bisa berfikir bisa memisahkan mereka sedang mereka masih berada di tempat yang sama. Mereka bekerja di kantor yang sama dan bertemu serta berinteraksi bersama setiap hari. Entah itu disebut naif atau bod-oh. Atau memang keduanya.


Tanpa membersihkan diri, Kinara merebahkan tubuhnya di kasur, dia meringkuk sambil memeluk tubuhnya sendiri. Kinara merasa sakit serta lelah hati dan pikiran. Bahkan di titik ini Kinara masih terus berfikir apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Kalau untuk bertahan, Kinara merasa dirinya sudah tak sanggup. Tapi kalau berpisah Kinara juga berfikir bagaimana dengan putrinya. Karena selama ini yang jadi penguat dirinya untuk bertahan ya tentu saja putrinya.


Saat kinara meringkuk sambil memikirkan nasip pernikahannya, tiba tiba ponselnya berbunyi. Bukan panggilan telefon melainkan sebuah pesan yang dikirim aral nama 'mas arya'. Kinara membuka pesan itu dan detik berikutnya dia tersenyum pahit. Air matanya kembali mengalir walau dia tak ingin menangis lagi sebenarnya.


Suaminya yang dia nantikan penjelasannya atas ucapan Melisa tadi maka mengatakan kalau dia 'tidak bisa pulang malam ini karena ternyata harus keluar kota mendadak' huhhhhh apa suaminya tidak punya alasan lain selain itu. Dia beralasan keluar kota mendadak tapi tidak membawa baju satu pun. Itu jelas kebohongan yang sangat jelas nyata.


Kinara hanya membaca pesan itu tanpa ada niatan untuk membalas. Biarlah mau kemanapun suaminya pergi sekarang. Kinara sudah tak tau harus berkata apa lagi. Meski dia melarang pun hanya percuma karena suaminya tetap tidak akan pulang.

__ADS_1


__ADS_2