
Setelah diskusi awal tentang ide dan tema apa yang di inginkan oleh cliennya di rasa cukup untuk saat ini, mereka pun mengakhiri pertemuan pertama ini dan mereka pun sepakat untuk bertemu lagi besok di lokasi yang akan dijadikan kafe oleh kliennya. Sekalian Abian ingin melihat langsung lokasi untuk mempermudah diskusi tentang kontimen apa saja yang dibutuhkan nanti.
Dan kini Abian tengah berada di kantornya, lebih tepatnya berada di ruangan nya. Sedari tadi wajah tampan itu tak henti tersenyum. Memang Abian bukan tipe pria yang pelit senyum, tapi kali ini senyum itu terbit kala membayangkan wajah cantik cliennya tadi.
Kinara, nama itu, senyum itu, seperti sedang menari nari di otaknya saat ini. Abian bukan orang yang percaya pada cinta pada pandangan pertama, menurutnya jatuh cinta saat pertama kali bertemu itu terlalu naif di dengar. Baginya tidak mungkin orang bisa jatuh cinta hanya saat melihatnya saja, tapi ntahlah untuk saat ini. Abian pun tak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya sendiri.
Mungkin untuk saat ini Abian bisa menyangkal bahwa apa yang dirasakannya hanya perasaan kagum saja, hanya perasaan terpesona saja, mana mungkin dirinya jatuh cinta pandangan pertama pada seorang wanita.
Abian kasih melamun di kursinya sambil memutar mutar bulpoin dengan mata menerawang, bibirnya pun masih setia menyunggingkan senyum.
Abian tidak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang tengah melihat tingkah absurt dirinya. Pria itu datang dengan membawa beberapa berkas yang harus di tandatangani Abian.
Pria itu berjalan mendekati meja Abian lalu dengan sengaja menggerakkan dokumen itu ke meja sampai membuat Abian terlonjak kaget karena suaranya yang keras.
"OH ASTAGA KINARA" Abian pun malah latah menyambut Nana Kinara.
Pria yang tadi mengagetkannya malah balik kaget karena suara Abian yang keras tadi. Tapi kagetnya pria itu hanya sebentar lalu saat dia menyadari kalau bos sekaligus sahabatnya itu baru saja mengucapkan nama seorang perempuan.
"Wah wah wah siapa tadi yang elo panggil?" ucap Ferdian dengan muka tengilnya. Dia kini menunjukkan raut jail saat mendapati temannya seperti orang yang sedang tertangkap basah mencuri.
"A apa an sih lo, ngagetin orang aja lo" sahut Abian kesal.l tapi sedikit gagap. Sumpah demi apapun Abian merasa seperti seorang pencari yang sedang di interogasi saat ini.
__ADS_1
"Abisnya elo bengong aja dari tadi. Eh nggak taunya lagi bayangin si,,,,,, siapa tadi?" Ferdian menanyakan nama gadis yang di sebut Abian tadi.
"Apasih nggak jelas!" jawab Abian ketus.
Ferdian pun mendengus kesal saat temannya tak mau membahas nama wanita yang telah tidak sengaja di sebut oleh Abian saat terkejut tadi.
"Ngelamunin siapa sih elo tadi. Kayaknya tadi nama cewek deh? Elo udah punya pacar sekang? kok lo nggak bilang bilang sih ke gue" tanya Ferdian.
"Bukan pacar, gue masih singgel untuk saat ini"
"Halah pake bilang single segala, bilang aja jomblo, sudah amat ngakuin nya" cibir Ferdian.
"Eh denger ya meski gue jomblo, tapi gue jomblo terhormat, gue bukannya nggak laku bro, tapi gue masih nyeleksi mana yang paling cocok buat gue. Dan lagi ya, kalau gue mau nih jangankan satu. Sepuluh cewek juga bisa gue dapetin kalau gue mau" balas Abian jumawa.
Abian pun menghela nafas sambil memutar bola matanya. Sahabatnya ini memang memiliki tingkat ke kepoan yang sangat tinggi. Melebihi tingkat kekepoan ibu ibu rumah komplek saja. Gerutu Abian dalam hati.
"Bukan siapa siapa, dia hanya clien yang kutemui tadi" akhirnya Abian pun menjawab pertanyaan sahabatnya.
"Lho bukannya klien yang tadi istri temen elo ya! Wah wah wah jangan jadi pebinor dong. Masih banyak cewek singgle mamen. Jangan jadi perusak rumah tangga orang" ucap Ferdian sok bijak.
"Jangan sok bijak deh. Nggak cocok lo ngomong gitu. Lagian Kinara itu bukan istrinya Prabu. Istrinya Prabu itu namanya Melisa. Terus Kinara itu sahabat sekaligus partner bisnis Melisa nanti" jelas Abian dengan kesal karena tuduhan sahabatnya.
__ADS_1
"Ya sory, gue kan nggak tau" ucap Febian merasa bersalah.
"Makannya lain kali jangan asal bac*t aja lo" kesal Abian
"Hehehe gue kan udah bilang sory tadi, masih sensi aja katak cewek lagi pms aja lho" gerutu Febian.
"Terus si Kinara itu masih jomblo sana kayak elo?" tanya Febian lagi.
"Yah mana gue tau, kan gue baru pertama lihat dia tadi" jawab Abian.
"Kalau menurut gue sih, mending elo cari tahu aja dulu si doi masih single atau udah punya cowok, atau lebih parahnya lagi kalau suami, apalagi temennya udah merrid ada semungkinan dua juga udah merrid bro" ucap Febian.
Memang ada benarnya juga ucapan sahabatnya itu. Jangan sampai dia sudah mulai mepetin Kinara eh tau tau Kinara usah punya cowok. Bisa jatuh image gue kalau orang tau gue ngejar pacar orang. Abian masih berfikir positif kalau Kinara masih single atau seenggaknya punya pacar lah bukan suami. Nggak tau aja si Abian kalau Kinara bukan hanya punya suami tapi juga anak.
"Ya bisa aja sih, tapi gue tuh nggak jatuh cinta sama dia. Gue tuh cuma,,,,,,,,, cuma apa ya, cuma tertarik aja sama dia karena dia cantik, ramah, baik dan nyambung di ajak bicara" sanggah Abian.
"Halah,,,, ngeles aja lo kayak bajaj. Tadi aja gue lihat elo bengong sambil senyum senyum nggak jelas gitu" cibir Ferdian.
"Gue nggak jatuh cinta Ferdi,,,,,,, dan gue juga bukan orang yang percaya cinta pada pandangan pertama, mungkin yang gue rasain itu cuma tertarik aja. Kalau cinta, gue rasa masih jauh" sanggah Abian lagi.
"Serah Lo deh, mau cinta apa nggak suka suka elo aja. Nih yang penting sekarang elo baca berkas ini terus tandatangani kalau udah elo baca dan pelajari. Gue mau balik ke ruangan gue" ucap Febian menyerahkan berkas yang dia bawa tadi pada Abian.
__ADS_1
Dan tanpa menunggu jawaban dari sang bos sekaligus sahabatnya, Febian malah nyelonong pergi gitu aja. Abian hanya bisa geleng-geleng dengan kelakuan sahabatnya itu. Kalau hanya berdua dengannya maka dia tidak pernah bersikap seperti atasan dan bawahan tapi sepertinya sahabat saja. Tapi saat ada karyawan di antara mereka, mereka berubah seperti karyawan dan bos pada umumnya.
Meski begitu kinerja Febian memang tak main main. Dia salah satu karyawan terbaik yang di miliki oleh Abian saat ini.