Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Calon Suami


__ADS_3

Malam harinya, Abian dan Sherly pergi ke rumah orang tua Sherly. Sherly memang sudah tinggal sendiri di apartemen sejak dua mulai bekarja, karena selain rumah dan kantor tempatnya bekerja cukup jauh, Sherly juga ingin hidup bebas tanpa di awasi atau di kekang orang tuanya.


Lagipula, Sherly bukanlah satu satunya anak di keluarga nya. Dan keluarganya pun masuk kategori yang membebaskan anak mereka. Mereka menganggap kalau anaknya akan bisa hidup mandiri dengan cara begitu. Tapi nyatanya bukan hanya hidup mandiri yang di dapat Sherly. Tapi hidup bebas dan tanpa perduli dengan norma masyarakat lagi.


Mereka mulai berangkat dari apartemen Sherly sejak habis Magrib, dan sudah lebih dari satu jam Arya masih belum sampai juga di rumah orang tua Sherly.


Sepanjang perjalanan Arya merasa lebih gugup dari saat akan ke rumah sakit tadi pagi. Bagaimana bisa dia meminang perempuan lain dari orang tuanya padahal dia sendiri sudah meminta seorang gadis dari orang tua mereka dulu. Seorang gadis yang kini telah menjadi ibu dari putri cantiknya.


Setelah menempuh perjalanan satu setengah jam, akhirnya mobil Arya masuk di perkarangan rumah yang terlihat cukup lumayan besar meksi tak sebesar rumah miliknya atau pun milik orang tuanya.


"Ayo mas" ajak Sherly yang melihat Arya hanya bergeming di tempatnya. Seperti enggan untuk turun.


Huffftt. Arya menghela nafas berat lalu membuka pintu mobil dan turun dari mobilnya di susul Sherly yang terlihat antusias berbeda dengan Arya yang serasa berat melangkahkan kakinya menuju rumah di depannya.


"Assalamualaikum" ucap Sherly sambil mengetuk pintu.


Tak lama setelahnya ada seorang wanita paruh baya yang membukakan pintu itu.


"Waalikumsalam, Sherly. Kamu akhirnya datang nak. Papamu juga baru datang tadi. Ini siapa nak?" tanya ibu Sherly saat menyadari putrinya tidak datang sendiri tapi bersama dengan seorang pria tampan di sampingnya.


"Oh ini mas Arya ma, calon suami Sherly" ucap Sherly langsung memperkenalkan Arya sebagai calon suami pada ibunya.


Ibu Sherly sempat kaget untuk sementara, lalu dia melihat Arya dari ujung kaki sampai ujung rambut, Wajah Arya yang terlihat tampan dan tampilannya yang rapi membuat ibu Sherly berfikir kalau Arya sepertinya pria yang cukup mapan. Lalu ibu Sherly menengok sedikit ke belakang dan melihat mobil Arya yang terlihat cukup bagus meski bukan mobil mewah. Untuk sekarang Arya di mata ibu Sherly cukup terlihat bagus dan cocok.


"Oh calon suami Sherly, siapa namamu nak" ucap ibu Sherly ramah.

__ADS_1


"I iya Bu. Sa-saya Arya" ucap Arya tergagap karena tak menyangka Sherly langsung memperkenalkan dirinya sebagai calon suami ke ibunya.


"Oh kalau begitu mari masuk dulu. kita makan malam dulu sebelum bicara lebih lanjut" ucap ibu Sherly mempersilahkan Arya dan Sherly masuk.


Mereka pun masuk dan langsung di ajak ke ruang makan dan terlihat ada papa Sherly yang sudah duduk di kursi nya.


"Siapa ma" tanya papa Sherly saat melihat istrinya masuk.


"Ada Sherly Pa, sama nak Arya" jawab Mama Sherly.


"Arya siapa ma" tanya papa Sherly yang merasa tidak mengenal siapa yang disebut istrinya.


"Tuh orangnya, katanya sih calon suami Sherly" ucap mana Sherly enteng.


Papa Sherly pun melihat Sherly dan Arya yang baru masuk ke ruang makan bersama sama.


"Iya pa. Ini mas Arya atasan Sherly di kantor sekaligus pacar Sherly pa" jawab Sherly dengan senyum tiga jari.


"Perkenalkan om saya Arya" ucap Arya memperkenalkan diri.


"Saya Burhan papanya Sherly" jawab Burhan lalu mereka berjabat tangan.


"Yaudah ngobrolnya kita lanjutkan nanti saja. Sekarang kita makan malam dulu ya. Keburu dingin nanti makanannya" ucap Mama Sherly.


Lalu mereka makan malam bersama, Arya masih mereda canggung. Meski Sherly sudah berusaha mencairkan suasana dengan sedikit bercanda dan mencoba menunjukkan keromantisan agar orang tuanya tidak berfikir aneh aneh dan curiga pada mereka berdua.

__ADS_1


Selesai makan, Sherly dan Arya di ajak ke ruang tengah oleh papa dan mama Sherly. Sherly memiliki seorang adik laki laki. Tapi saat ini dia sedang kuliah di luar kota jadi di rumah hanya ada papa dan mamanya saja.


"Jadi apa tujuan nak Arya datang kemari" ucap pak Burhan langsung to the poin pada Arya. Dia bukanlah orang yang suka berbasa basi dan lebih suka langsung to the poin saja.


"Jadi, begini om, saya kemari ingin melamar putri bapak Sherly dan ingin segera menikahinya pak" ucap Arya setelah sebisa mungkin meyakinkan dirinya sendiri.


"Jadi kamu mau melamar anak saya? lalu kenapa kamu hanya datang sendiri? mana keluarga kamu?" tanya papa Arya saat melihat Arya yang ingin melamar putrinya seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi.


"Keluarga mas Arya ada di luar negeri pa, jadi nggak bisa ikut datang ke sini" Sherly langsung menjawab pertanyaan Papanya, karena takut Arya salah saat menjawab pertanyaan dari papanya.


"Benar begitu?" tanya Burhan pada Arya


"Be-bebar om. Jadi malam ini saya sendiri yang datang melamar Sherly" ucap Arya agak terbata.


"Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?" tanya Burhan pada anak dan calon menantunya.


"Sudah dari awal Sherly bekerja pa. Kebetulan aku dan mas Arya itu bekerja di tempat yang sama dan mas Arya atasan Sherly" lagi lagi Sherly yang menjawab pertanyaan Papanya.


"Lalu apa kalian sudah benar Benar yakin ingin menikah? kamu masih muda lho Sherly" ucap papanya mengingatkan.


"Kami sudah sepakat pa ingin segera menikah. Kalau bisa secepatnya, lebih cepat lebih baik" jawab Sherly.


"Pernikahan itu bukan main main. Ada banyak hal yang harus di urus nantinya. Tidak bisa terburu buru Sherly" ucap Burhan pada Putrinya.


"Kami memang sudah yakin ingin menikah om. Dan kami juga sepakat untuk menikah di waktu dekat ini. Tidak perlu pernikahan mewah. Cukup pernikahan sederhana saja yang penting kamu sudah resmi menjadi suami istri" ucap Arya yakin.

__ADS_1


"Kamu itu Nia mau menikahi putri saya atau tidak. Kalau niat ya nikahi dia dengan baik. Dengan pesta yang meriah masak cuma pernikahan sederhana sih" hardik mama Sherly yang tak terima putrinya menikah secara sederhana.


"Ma, kita udah sepakat ma. kalau pernikahan kita itu dilangsungkan sederhana saja. Hanya keluarga inti saja ma yang di undang. Lagi pula kalau pernikahan yang besar dan mewah memerlukan persiapan yang cukup lama. Sedangkan..... Sedangkan Sherly sudah hamil ma" ucap Sherly terdekat lirih di akhir kata. Wajahnya pun menunduk tak berani menatap wajah orang tuanya, begitu pula Arya yang menunduk tak berani menatap orang tua Sherly. Tapi dia sudah yakin. Apapun yang terjadi dia tidak akan lari dari tanggung jawab.


__ADS_2