
"Ini kan hari Minggu mas, masak kamu harus kerja juga sih di hari minggu?" ucap kinara saat ingin meminta Arya mengantarkan nya ke ruko yang sebentar lagi akan beralih menjadi kafe. Tapi Arya malah mengatakan tidak bisa mengantar karena ada meeting dadakan.
"Ya mau gimana lagi donk sayang. Kliennya itu dari luar negri dan besok harus balik lagi. Ini juga dia bisanya cuma hari ini sayang" ucap Arya.
"Tapi kamu tuh akhir akhir ini sibuk banget mas, nggak ada waktu buat aku sama Feli. Kamu setiap hari kerja, pulang malam. Terus selaginya hari minggu, kamu malah kerja kerja lagi mas" protes Kinara.
"Aku sibuk tuh kerja Kinar, kamu tau sendiri kan kalau beberapa minggu lalu kantor tempat ku kerja itu abis trouble, jadi sekarang aku lagi sibuk sibuknya memperbaiki dan mengatur semua berkas. Aku bukannya nggak mau menghabiskan lebih banyak waktu dengan kalian. Tapi aku emang lagi sibuk banget Kinar. Lagian kamu juga ngajak aku keluar juga buat kerjaan kamu kan kinar" ucap Arya agak emosi.
Beberapa minggu ini dia sudah disibukkan dengan pekerjaan kantor, dan persiapan pernikahannya dengan Sherly. Arya bahkan sempat tak bisa tidur dengan tenang karena hal ini, tapi Kinara seperti tak ingin mengerti dirinya yang sedang stres.
"Aku memang ada urusan sebentar mas. Mungkin nggak benar benar sebentar, bisa juga lama. Tapi setidaknya aku ingin mengajak kamu dan Feli, agar meski aku sibuk nanti, tapi aku masih bisa setidaknya ngobrol atau menghabiskan waktu bersama. Aku juga ingin mengenalkan kamu sama orang yang sudah banyak membantu persiapan bisnis aku sama Melisa mas" ucap Kinara menjelaskan maksud dan tujuannya ingin mengajak serta suami dan anaknya.
"Lain kali aja Kinar. Untuk hari ini aku bener bener nggak bisa" ucap Arya agak lirih. Dia berharap Kinara tidak lagi memaksanya kit karena dia sudah ada janji dengan keluarga Sherly hari ini.
"Huffftt emang beneran nggak bisa lain kali mas meeting nya?" tanya Kinara lagi.
"Nggak bisa sayang. Kamu tau kan aku itu cuma bawahan. Aku harus ikut apa yang dikatakan bos" ucap Arya.
"Ya udah, tapi awas ya kalau saat pembukaan kafe kamu nggak bisa datang. Aku bakal marah besar sana kamu mas!" ucap kinara akhirnya mengalah.
"Iya, aku bakal dateng kok di acara pembukaan kafe kamu nanti" ucap Arya tersenyum lega.
Karena Arya tidak bisa ikut dengannya, maka Kinara memilih menitipkan Feli ke Omanya saja. Karena Kinara khawatir kalau kalau Feli tiba-tiba rewel. Kan nggak enak sama Abian kalau Feli rewel nanti bisa bisa pemotretannya tertunda lagi gara gara Feli rewel.
Kinara merasa sudah banyak meminta bantuan pada Abian. Jadi Kinara tidak ingin membuang-buang waktu pria itu.
Pukul sembilan Kinara sampai ruko milik Prabu yang sebentar lagi akan menjadi kafenya dan Melisa. Dari luar Kinara dapat melihat perubahan ruko itu. Perubahan yang sangat signifikan dengan terakhir Kinara kemari dua minggu yang lalu.
Kinara tersenyum sambil menatap tak percaya dengan bangunan di depannya itu. Ada rasa bahagia bercampur haru, tak menyangka dia akan benar benar memiliki sebuah kafe meski itu bukan hanya miliknya tapi juga milik sahabatnya. Tapi Kinara benar benar sangat senang saat ini. Sebagai ibu rumah tangga tak pernah terlintas di pikiran Kinara kalau suatu saat dia akan membuka usaha seperti ini.
__ADS_1
Hah semua ini berkat Melisa, kalau dia tidak bertemu dengan Melisa lagi, maka Kinara yakin sampai saat ini dirinya masih diam di tempat.
Cukup lama Kinara berdiri di tempatnya, sampai dia mendengar suara yang familiar di telinganya.
"Kenapa hanya berdiri di sini? nggak mau masuk dan melihat lihat" ucap Abian yang sedari tadi melihat Kinara berdiri di depan ruko sambil tersenyum dan matanya berkaca-kaca.
"Aku nggak nyangka aja kalau rukonya bisa berubah sebagus ini. Terimakasih ya Abian, ini semua karena kejadian keras kamu" ucap Kinara menatap Abian yang dari tadi terus memandangi dirinya.
Karena Abian hanya diam dan memandangnya lekat membuat Kinara sedikit salah tingkah.
"Emm ayo kita masuk" ucap Kinara mengajak Abian masuk agar pria itu tak melihatnya terus menerus.
Bukannya Kinara kepedean ya, tapi Kinara merasa Abian kadang kadang bersikap agak aneh dan dia sering melihat Abian tengah memperhatikan dirinya.
Entah itu hanya perasaan Kinara atau memang benar bagitu. Kinara tidak mau berfikir aneh aneh.
"Bagaimana menurutmu? apa sudah sesuai dengan yang kalian inginkan?" tanya Abian saat melihat Kinara masih tak mengeluarkan suara tapi wajahnya nampak tersenyum puas dengan hasil kerjanya.
"Iya Abian, ini bagus banget, ini kalau Melisa ada pasti udah heboh dia ngelihat rukonya kamu sulap jadi kafe sebagus dan sekece ini" ucap Kinara bahagia.
"Tadi aku udah telfon Melisa, tapi dia bilang dia baru bisa kesini siang katanya" ucap Abian.
"Iya aku juga udah di kasih tau Melisa, katanya dia bakal kesini siang. Karena dia mau belajar keperluan rumah sambil kencan sama suaminya hehehe" ucap Kinara di akhiri dengan kekehan.
"Tau tuh udah nikah malah masih sibuk kencan" sahut Abian.
"Namanya juga masih baru, baru satu tahun. Masih anget tuh" jawab Kinara tersenyum. Dia ikut bahagia sahabatnya menemukan pasangan yang sangat mencintai dirinya.
"Oh ya, kita kan mau masak ya. Kalau gitu kita kedapur aja sekarang" lanjut Kinara.
__ADS_1
Abian mengangguk dan menunjukkan Kinara letak dapurnya, sambil membawa bahan bahan makanan yang di bawa Kinara tadi.
Setelah sampai dapur dan kembali Kinara terlihat puas dengan dapurnya yang terlihat sudah lengkap dengan perabotan yang di perlukan nanti.
"Kamu nggak buru buru kan hari ini? karena aku mau buat makannya dulu baru kamu foto nanti kalau udah jadi. Aku mau makanannya fresh baru matang, jadi biar kelihatan bagus" ucap Kinara sambil mengeluarkan bahan makanan.
"It's ok. Aku nggak ada kerjaan lain kok hari ini" jawab Abian sambil melemparkan senyum pada kinara.
Lalu Kinara memulai membuat yang agak rumit dulu. Apa lagi kalau bukan desert. Selain banyak macamnya nanti, waktu pembuatannya juga lumayan memakan waktu.
Abian mengamati Kinara yang terlihat sibuk dengan adonan di depannya. Ntah mengapa, tapi melihat Kinara yang sibuk memasak malah terlihat beribu-ribu lebih cantik di mata Abian.
Tak ada adegan memasak bersama atau saling mengolesi tepung seperti adegan romantis yang sering ada di film. Yang ada hanya Kinara yang nampak fokus membuat desert dan Abian yang duduk di kursi sambil memandangi wajah cantik kinara, sambil sesekali dia menanyakan beberapa pertanyaan dan juga memberi guyonan receh pada Kinara dan itu sukses membuat Kinara terpingkal karena guyonan receh Abian.
"Akhirnya selesai juga nih cup cakes nya. Udah aku hias juga lucu lucu. lalu ada menu menu lain yang sama seperti saat kinara buat bersama Feli dan saat bersama Melisa dulu.
"Wawww....... Ini kalau aku nggak lihat sendiri nggak bakal nyangka kalau kamu bisa bikin semua ini sendiri. Bagus bagus banget lagi dan kelihatan enak juga semuanya" puji Abian saat melihat satu persatu makanan yang dibuat Kinara. Abian yakin sekali kalau dilihat dari bentuknya yang menggugah selera sudah pasti semuanya enak.
"Nggak usah berlebihan gitu juga kali Bian, ini semua tuh desert favorit anakku" ucap Kinara tersenyum lebar. Tapi berbeda dengan Abian yang malah seperti tersambar petir di siang bolong.
Anak, maksudnya Kinara punya anak, terus kalau punya anak apa artinya Kinara juga sudah.........
"K kamu, sudah, punya anak kinara" ucap Abian dengan terbata.
"Iya Abian, anakku malah udah umur lima tahun sekarang" jawab Kinara masih tak merasa dengan perubahan wajah Abian yang terlihat syok.
"Te-terus, kalau kamu punya anak, berarti kamu sudah me-ni-kah" tanya Arya lagi tapi terasa berat sekali saat mengucapkan kalimat menikah.
"Iyalah masak aku punya anak tapi nggak punya suami, yang benar saja kamu ini" balas Kinara membuat Abian semakin tenggelam dalam rasa sakitnya. Sakit karena cintanya harus kalah dengan kenyataan. Cintanya yang baru tumbuh dan ingin berbunga malah harus di potong paksa dari hatinya.
__ADS_1