Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Hari Pertama Sidang


__ADS_3

Setelah mengucapkan itu Kinara segera masuk ke mobil Abian di susul Abian yang ikut masuk pula ke mobil. Arya yang sejak tadi masih berteriak bahkan menggedor pintu mobil pun sana sekali tak di gubris oleh Kinara.


Abian menoleh pada Kinara begitu mobil mulai menjauh dari kafe dan Arya sudah tak terlihat lagi.


"Mulai besok, aku akan mengantar jemput kamu"


"Nggak perlu Abian, aku bisa pergi sendiri"


"Dan membiarkan pria tadi terus mendatangimu dan mengatakan tak ingin bercerai! Kinara aku tau bagaimana prria yang sedang frustasi, dia akan bertindak diluar nalar kalau terus di biarkan"


"Memang kalau ada kamu dia tidak akan datang lagi? buktinya tadi dia datang kok waktu ada kamu. Malah tadi dua marah banget"


"Ya seenggaknya ada yang jagain kamu kan Kinar, Dia nggak bisa bertindak jauh kalau ada orang yang bersama kamu. Bisa aja kan tadi dia langsung bawa kamu ke mobilnya kalau nggak ada aku di sana" ucap Abian terus memprovokasi Kinara agar mau di antar jemput dia setiap hari. Yah walaupun kekhawatirannya tadi juga benar benar nyata.


"Aku nggak mau ngerepotin kamu Bian, kamu udah banyak bantuin aku selama ini kam"


Ucapan Kinara terhenti karena tiba tiba Abian mengerem mobilnya mendadak untung jalan sedang sepi, dan tak ada mobil di belakang. Setelah menghentikan mobil Abian memalingkan wajahnya dan menatap wajah Kinara lekat. Dia meraih satu tangan Kinara dan satu tangannya lagi dia ditaruh di pipi Kinara menatap mata itu dalam sampai Kinara seperti terhipnotis oleh manik hitam milik Abian yang seperti lubang hitam yang menariknya lebih dalam menyelami mata itu.


"Karena aku emang mau selalu ada buat kamu kibara. Perlu berapa kali aku bilang kalau aku nggak pernah sedikitpun merasa keberatan ataupun terbebani"


Deg deg deg jantung Kinara berdetak kencang seperti sedang disko. Tiba tiba perasaan hangat menyusup ke hatinya.


"Tapi kenapa Bian? Kita hanya teman tapi kenapa kamu sampai segitunya mau bantuin aku? Aku,,,,,,, jangan buat aku berfikir hal yang aneh Abian" lirih Kinara.


"Pikiran apapun yang kamu rasakan Kinara. Tapi perasaan mu membuat pikiran mu bingung, pelan-pelan saja. Aku ada di sini untuk menuntun mu memahami semua ini" ucap Abian tapi membuat Kinara semakin tak mengerti. Dia ingin berfikir sesuatu tapi dia tak yakin kalau apa yang dilakukan Abian sesuai dengan apa yang tengah dia pikirkan saat ini. Dia tak ingin terlalu merasa percaya diri. Ntah lah Kinara tak mau terlalu berfikir jauh.


"Kenapa tak kamu bilang saja dengan lugas kenapa kamu melakukan semua ini untuk ku? jangan membuat ku bingung Abian?"


"Ya aku akan mengatakan semua padamu. Tapi bukan sekarang, pelan pelan aku akan membuatmu mengerti lalu akan ku baru tau semua saat waktu yang tepat bukan sekarang kinara" setelah mengucapkan itu Abian memajukan wajahnya lalu dia mengecup kening Kinara lama dan dalam, Kinara sendiri yang masih di buat bingung dengan ucapan Abian tadi kini makin membeku saat dia merasa bibir hangat Abian mendarat di keningnya.

__ADS_1


Rasa hangat itu tak hanya di keningnya, tapi sampai di setiap sel sendinya. Begitu hangat sampai Kinara tanpa sadar memejamkan mata meresapi rasa hangat itu.


********


Sesuai ucapan Abian saat mengantar Kinara pulang, mulai hari itu Abian terus mengantar jemput Kinara setiap harinya, hubungannya dan Kinara pun semakin dekat meski masih belum ada kejelasan apapun soal status. Ya mau di buat jelas apanya, lawong Kinara sendiri masih jadi istri orang.


Abian juga mulai mengenal dan dekat dengan keluarga Kinara, tentunya dengan mengatakan kalau dia adalah teman sekaligus rekan kerja Kinara. Meski sekarang sudah tidak, Tao setidaknya dulu kan Abian pernah bekarja sama dengan dua saat pembuatannya kafe, jadi tak salah kan?


Keluarga pun menerima Abian dengan baik sebagai teman Kinara, karena benar kata Abian kalau Arya masih suka mendatangi Kinara. Untungnya kibara selalu bersama Abian saat di luar dan selalu ada orang banyak di kafe, jadi Arya tak akan berani macam macam.


Setelah menunggu beberapa minggu, akhirnya sidang perceraian Kinara dan Arya pun akan digelar hari ini. Meski Arya masih kekeh tak ingin bercerai. Tapi Kinara sudah memiliki banyak bukti yang dirasa lebih dari cukup untuk membuat hakim mengetuk palu.


Pun keluarga juga setuju dengan keputusan yang Kinara ambil. Entah itu dari keluarganya ataupun orang tua Arya, alias mertuanya. Karena mereka tau bagaimana usaha Kinara mencoba bertahan dan menggerakkan hati Arya. Dan saat Kinara sudah menyerahkan maka mereka tak mau memaksa Kinara untuk bertahan lebih lama lagi.


Hari ini Kinara di temani seluruh anggota keluarga kecuali si kecil Feli yang dititipkan pada Melisa karena tak mungkin dia akan mengajak putrinya untuk datang ke tempat seperti ini.


Kinara menatap gedung yang dulu tak pernah dia pikir akan menginjakkan kaki di sana. Tapi hari ini, dia harus mau tak mau melangkahkan kakinya dan memantapkan tekatnya untuk menghadapi sidang perdana perceraiannya.


Pria yang beberapa minggu ini mampu membuat Kinara hampir g*la karena ulahnya. Pria yang selalu membuka tangannya untuk Kinara, memberikan bahunya saat Kinara butuh tempat bersandar, pria yang selalu siap mendengar keluh kesahnya bahkan selalu membuat kinara berdebar tak karuan setiap bersamanya.


Dia juga ikut hadir hari ini untuk memberi semangat pada Kinara dan tujuan utamanya juga untuk menjaga Kinara agar tak terkena terbujuk rayu calon mantan suaminya karena agenda sidang hari ini adalah sidang mediasi.


Saat mereka sampai di depan ruang sidang, nampak Arya yang sudah datang terlebih dahulu bersama pengacaranya, Namun berbeda dengan Kinara yang di temani orang tuanya, Arya malah terlihat hanya bersama pengacaranya saja.


Mungkin karena orang tua Arya masih sangat kecewa dengan Arya jadi mereka tak sudi menenani Arya datang ke sidang perceraiannya. Bahkan mereka masih belum pernah melihat Sherly yang notabenenya adalah menantu baru mereka.


"Kinara, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu sebentar sebelum sidang di mulai" ucap Arya begitu melihat Kinara datang.


"Nggak perlu ngomong ngomong segala, Bentar lagi kalian juga bakal ngomong kok di dalam di depan hakim" bukan Kinara yang menjawab, tapi Abian lah yang menjawab ucapan Arya.

__ADS_1


Sedangkan yang lainnya kompak menatap Abian yang menjawab ucapan Arya dengan lugas dan tenang. Tapi mampu membuat darah Arya mendidih.


"Saya tidak sedang bicara dengan anda! Jadi saya harap anda tidak ikut campur dalam masalah pernikahan saya! Anda hanya orang luar yang tak seharusnya ikut campur!" ucap Arya sinis.


"Memang apalagi yang ingin kamu bicarakan mas? sidang akan di mulai sebentar lagi dan seharusnya kita segera masuk kedalam. Dan aku rasa juga tak ada yang perlu kita bicarakan lagi karena sudah jelas sekali apa yang aku inginkan dan aku ngga akan berubah pikiran jadi lebih baik kita masuk saja kedalam" ucap Kinara memotong Abian yang hendak berbicara.


"Kibara aku mohon, sekali ini saja. Anggap ini sebagai diskusi terakhir kita sebelum kita benar benar masuk ke dalam sana dan memulai sidang. Aku janji tak akan lebih dari sepuluh menit" ucap Arya.


Kinara menghela nafas panjang, Dua sudah malas berbicara dengan Arya y tak pernah mau mengalah dan masih ingin seenaknya sendiri. Tapi mengingat sebentar lagi mereka akan mulai sidang cerai maka Kinara pun memberikan waktu untuk Arya bicara.


"Baiklah kamu punya waktu lima menit untuk bicara" ucap Kinara dingin.


"Baiklah tapi tidak disini. Kita duduk disana sebentar ya" ajak Arya.


"Kamu ngapain sih Kinar, pake acara mau di ajak bicara sama dia?" kesal papa Bagus.


"Nggak papa kok Pah, lagian juga cuma sebentar dan tempatnya juga ejet banget sama tempat kalian berdiri sekarang"


Karna merasa kalah argumen, papa Bagus pun mengijinkan Kinara untuk bicara sebentar dengan Arya. Lagipula tempatnya memang tak terlalu jauh jadi semua masih bisa melihat mereka meski tak bisa mendengar suara mereka nanti.


Pun Abian yang ingin melarang tapi lagi lagi dia sadar statusnya yang bukan siapa siapa Kinara tak bisa membuaatnya melarang Kinara.


Kini Arya dan Kinara sedang duduk di kursi yang ada depan pengadilan agama.


"Kinar, lebih baik kamu urungkan saja niat kamu untuk berpisah, pikirin tentang Feli juga tentang masa depannya. Dia masih memerlukan banyak biaya yang masa depannya, Dan aku rasa kalau ga mengandalkan uang pensiunan papa Bagus itu pasti akan sulit untuk kalian"


"Dan aku, tak akan memberikan harta gono-gini pada kamu kalau kamu masih tetap ingin melanjutkan gugatan kamu" ucap Arya m ngancam.


Tapi sayangnya Kinara yang sana sekali tak tertarik dengan semua uang Arya baginya uang tak bisa membeli kehormatannya. Jadi dengan tegas Kinara menolak orang itu.

__ADS_1


"Kamu pikir aku nikah sama kamu hanya untuk harta mas? aku nggak butuh uang kamu sepeser pun. Kalau kamu ngga mau ngasih harta Gono gini maka terserah, aku nggak akan menuntut itu di depan hakim. Karena yang terpenting adalah aku bisa terbebas dari suami tak setia sepeti kamu! Dan untuk Feli, kamu nggak perlu khawatir. Aku sendiri yang aja membiayai sekolah Feli. Aku nggak akan memberikan Feli kekurangan apapun!"


__ADS_2