
Kinara membuka aplikasi langganannya untuk memesan taksi untuk ke rumah mertuanya bersama Feli. Tak lupa pula Kinara membawa makanan yang akan dia bawa.
Kinara menunggu sekitar 10 menit barulah taksi pesanannya datang dan Kinara segera menaiki taksi tersebut setelah mengkonfirmasi penumpang terlebih dahulu.
Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan. Akhirnya Kinara sampai di rumah mertuanya. Jarak antara rumah Kinara dan rumah mertuanya memang tak terlalu jauh, begitu pula dengan jarak rumahnya dengan rumah orang tuanya sendiri juga tak terlalu jauh.
Kinara turun setelah membayar taksi tumpangannya. Tak lupa pula dia mengeluarkan makanan yang dia bawa tadi.
Tok tok tok.....
"Assalamualaikum" seru Kinara sambil mengetuk pintu.
Tak lama kemudian pintu di buka oleh Mama Sekar.
"Waalikumsalam, eh ada Kinara sama cucu Oma yang cantik dan lucu" jawab Mama Sekar antusias begitu tau tamu yang datang adalah cucu dan menantunya.
Lalu Kinara mencium punggung tangan mertuanya dan di ikuti oleh Feli juga.
"Arya nya mana, kok nggak kelihatan?" tanya Mama Sekar karena tidak menemukan putranya bersama mereka.
"Mas Arya nya masih di jalan Ma, tadi kita janjian ketemu disini aja Ma. Takut kemaleman nanti. Soalnya Kinara juga mau ke rumah Mama Laras juga Ma" jelas Kinara.
"Oh,, ya udah kalau gitu, ayo masuk dulu. Aduh Mama malah ngajak ngobrol terus nggak ngajak masuk. Ayo sayang masuk, ayo cucu Oma yang cantik masuk yuk" ajak mama Sekar.
"Ayok Oma" Jawab Feli riang.
Feli pun masuk ke dalam dengan menggandeng tangan Omanya. Feli memang cukup dekat dengan para kakek neneknya. Baik itu dari pihak Maminya atau dari pihak Papinya.
"Oh ya ma, ini kinara bawakan makanan dan beberapa kue" ucap Kinara begitu sampai di dalam rumah.
"Aduh, kamu kok repot repot dlsih bawa makanan segala, kalian kesini aja Mama sama papa udah seneng banget tau" jawab Mama Sarah.
__ADS_1
"Nggak ngerepotin kok mah. Kebetulan tadi Kinara abis masak banyak buat pilih pilih menu kafe ma"
"Hah maksudnya gimana Kinar, kamu kok masak buat menu kafe sih?" tanya Mama Sarah tak mengerti.
"Nanti Kinara ceritain ma, tapi Kinara bawa ini ke dapur dulu ya Ma"
"Iya nak, kamu taruh di dapur aja dulu. Mama mau main sama cucu Oma yang cantik ini"
"Pa, Papa! sini lihat cucu sama mantu kita datang" mama Sekar memanggil suaminya dengan suara yang kencang agar suaminya bisa mendengar panggilan nya.
Dan benar saja suaminya pun segera datang begitu mendengar kalau cucu dan menantunya datang ke rumahnya.
"Eh ada cucu opa yang cantik sama Mami kinara" ucap papa Agus begitu sampai di ruang tengah.
Kinara pun langsung menyalami papa mertuanya dan Feli pun ikut menyalimi tangan opanya.
"Papa apa kabar sehat sehat kan?" tanya Kinara.
"Alhamdulillah pa, kita semua juga sehat sehat pa. Oh ya pa Kinara ke dapur dulu ya mau nyimpen makanan dulu" pamit Kinara dan di balas anggukan oleh papa Agus.
Setelah menyimpan makanan itu di dapur, Kinara kembali lagi ke ruangan tengah dan melihat putrinya sedang bercandaan dengan Oma dan opanya. Tawa Feli bahkan terdengar sejak Kinara masih di dapur tadi.
"Mami Mami, tolongin Feli Mi hahaha, opa geli opa hahahaha" ucap Feli begitu melihat Maminya.
Kinara duduk di dekat mereka dan tersenyum lebar melihat putrinya yang kegelian di cium oleh opanya yang memiliki kumis dan jambang tipis.
"Hahaha opa udah opa, Feli geli opa" ucap Feli masih dengan tawa.
Tanya lama kemudian Arya pun datang, dan setelah kedatangan Arya, Kinara pun mulai bercerita tentang rencana dia ingin membuka bisnis kafe dengan teman kampusnya dan juga memohon restu agar bisnis yang akan dia jalankan dapat berjalan sesuai harapan.
Mama dan Papa mertuanya setuju setuju saja dengan niat Kinara yang ingin membuka usaha dengan temannya. Bahkan Mama Sekar sudah mulai berencana ingin merekomendasikan kafe menantunya pada teman teman arisanya nanti.
__ADS_1
Tapi Kinara juga di beri beberapa wejangan dan nasehat dari Mama dan Papa mertuanya. Dan mereka juga mendoakan semoga semua rencana menantunya membuka kafe berjalan lancar dan sesuai harapan.
Setelah mengatakan meminta ijin dan dia restu kedua mertuanya, Kinara Arya dan Feli pun berpamitan karena mereka masih harus ke rumah orang tuanya Kinara juga.
Mana Sekar tadinya tidak mengijinkan mereka pergi secepat itu, apalagi mereka juga belum makan. Jadi Mama Sekar ingin mereka tetap tinggal setidaknya setelah makan malam selesai.
Tapi mengingat kalau mereka masih harus kerumah orang tua Kinara jadi dengan berat hati Kinara dan Feli menolak ajakan mama Sekar. Mama Sekar pun agak kecewa juga tadinya. Tapi setelah Kinara mengatakan kalau weekend mereka akan datang kembali ke sini membuat mama Sekar yang tadinya kecewa berubah senang kembali.
"Bener lho nanti weekend kalian harus kesini dan ikut makan malam sama kita. Kalau bisa sih nginep disini juga bagus" ucap Mama Sekar setelah berhasil di bujuk.
"Iya ma, kita janji weekend akan kesini" jawab Kinara.
"Ya udah kita pamit dulu Ma, Pa. Assalamualaikum" pamit Kinara dan Arya.
"Iya, waalikumsalam. Ingat hati hati di jalan, dan jangan lupa janji kalian"
"Iya iya ma" jawab Arya malas, karena sudah lebih dari dua kali mama Sekar memintanya berhati hati.
Setelahnya mereka menuju kediaman orang tua Kinara yang masih satu daerah dengan rumah orang tuanya Arya.
Pukul 19.00 malam mereka sampai di rumah orang tua Kinara. Rumah yang terlihat minimalis tapi memiliki taman kecil yang indah di halaman rumah. Kinara juga cukup sering menitipkan Feli pada Mama dan papanya.
"Assalamualaikum" seru Kinara setelah mengetuk pintu dahulu.
"Waalikumsalam" sahut mama Laras dari dalam dan tak lupa pula Mama Laras pun membukakan pintu untuk Kinara san Arya.
Seperti mana Sekar dan papa Agus, mama Laras pun sangat sena!melihat anak dan menantunya datang ke rumahnya.
Dia pun dapat melihat wajah putrinya yang terlihat cerah berbinar. Tidak seperti dua Minggu yang lalu saat Kinara menjemput Feli yang dititipkan di rumahnya.
Saat itu wajah Kinara terlihat kusut dan matanya terlihat bengkak. saat coba bertanya kenapa, apa ada masalah, putrinya justru mengatakan kalau dia baik baik saja dan tidak ada masalah.
__ADS_1
Saat itu mama Laras tidak bertanya lebih lanjut karena mama Laras berfikir kalau Kinara mungkin belum ingin berbagi dengan nya atau Kinara merasa masih bisa mengurus masalahnya sendiri. Jadi mama Laras tidak mendesak Kinara untuk bercerita.