
"Yey Papi pulang" pekik Feli begitu melihat Papinya setelah pintu di buka oleh Maminya. Feli pun lantas langsung loncat naik ke gendongan Papinya, membuat Arya yang tadinya belum siap langsung sedikit terhuyung ke belakang. Untung hanya sedikit terhuyung bukan jatuh.
"Aduh Feli, hati hati dong sayang. Jangan gitu sayang nanti jatuh kamu sama Papi" ucap Kinara kuatir.
"Feli nggak mau turun, Feli maunya di gendong Papi aja" tolak Feli.
"Tapi papi kan baru pulang kerja nak, papi juga pasti capek sayang. Sekarang Feli turun dulu ya" bujuk Kinara.
"Ih,,,,,, Feli nggak mau turun,,,,,,, pokonya papi harus gendong Feli karena papi udah bohong tadi sama Feli" ucap Feli kekeh tidak mau turun dari gendongan Papinya.
"Emang papi bohong apa sayang? " kini giliran Arya yang membuka suara bertanya pada Feli.
"Papi tadi bohong sama Feli, kata papi tadi papi bakal pulang tepat waktu, tapi papi malah pulang malem. Feli sama mami udah nunggu Papi dari tadi lho pi" ucap Feli ke Papinya.
"Maaf ya sayang, Papi pulang nya kelamaan. Tadi di jalan macet, jadi Papi telat deh pulangnya" jawab Arya sambil mengusap rambut putrinya dan mengecup kening Feli.
"Yaudah yuk masuk dulu mas" ucap Kinara lalu Kinara mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan suaminya.
"Mas mandi dulu atau langsung makan mas?" tanya Kinara begitu mereka masuk ke dalam rumah.
"Aku mandi dulu deh, badan aku rasanya lengket semua" jawab Arya.
"Tapi badan papi wangi kok" celetuk Feli saat dia menyadari Papinya wangi.
Kinara pun langsung menoleh kearah suaminya dan mencoba mengendus aroma tubuh suaminya. Dan benar saja ternyata bau tubuh Arya wangi, tapi bukan wangi parfum Arya biasanya tapi seperti harum parfum perempuan.
Deggg.
"M,,mas" ucap Kinara terputus.
__ADS_1
"Iiitu...... Itu se....seperti parfum perempuan mas" tanya Kinara terbata bata.
Arya pun mencium bajunya sendiri. Dan sialnya Arya pun mencium aroma parfum Sherly di kemejanya.
"Tadi mungkin tercampur parfum karyawan lain di lift kantor. Jadi kemeja ku baunya aneh" jawab Arya berusaha tetap tenang agar tak lebih memancing kecurigaan Kinara.
"Kan mas Arya pakai lift petinggi perusahaan. Kok bisa tercampur dengan parfum orang sih mas?" tanya Kinara semakin memicingkan mata.
Arya yang seperti di interogasi oleh isterinya lalu secepat mungkin memutar otak untuk mencari jawaban dari pertanyaan Kinara padanya.
"Tadi lift petinggi perusahaan lagi eror sayang, jadi aku naik lift buat karyawan biasa. Dan kamu tau sendiri kan kalau jam pulang kerja lift pasti penuh. Jadi parfum mereka juga nempel di kemeja aku" jawab Arya berdusta.
Melihat Kinara yang masih tetap diam tak bersuara membuat Arya kembali berbicara.
"Udah ya aku mau mandi dulu. Abis itu kita makan malam bareng oke" ucap Arya menurunkan Feli dari gendongannya.
"Pi,,,,,, kitaakqn dulu baru nanti papi boleh mandi" ucap Feli.
"Yaudah deh, tapi papi jangan lama lama ya mandinya. Kalau papi lama Feli bakal susulin papi ke kamar mandi" ancaman Feli sambil mengacungkan jari telunjuknya plus bibirnya yang mencerbik malah terlihat lucu bukannya bikin takut.
"Iya sayang papi cuma mandi sebentar" ucap Arya tersenyum pada putrinya yang sedang mode merajuk.
"Feli di sini sebentar ya nak, mami mau siapin baju buat papi dulu" ucap Kinara berpamitan lalu Kinara naik ke lantai atas di mama kamarnya berada menyusul suaminya yang lebih dulu naik keatas.
"Mas mau aku siapin air hangat?" tanya Kinara begitu sampai kamar.
"Nggak usah sayang, aku mau mandi pakai shower aja biar cepat, Feli juga buat nggak kelamaan nunggunya nanti" sahut Arya. dan di balas anggukan kepala oleh Kinara.
Saat Arya masuk ke kamar mandi, Kinara menuju lemari pakaian untuk mencari baju ganti untuk suaminya. Setelah itu Kinara kembali lagi ke bawah dan menemani Feli yang ada di bawah sendirian.
__ADS_1
Di kamar mandi, Arya mandi menggunakan shower air dingin. Arya ingin mendinginkan kepalanya yang terasa hampir pecah karena masalah hari ini. Beberapa kali Arya juga menjambak rambutnya dan memukul mukuli dinding kamar mandinya guna menyalurkan rasa resah gelisah nya.
*********
Di ruang makan kini telah ada Arya, Kinara, dan Feli, ketiganya makan dengan lahap masakan Kinara yang memang tak pernah gagak di mata Arya. Setelah menu utamanya sudah di habiskan, Kinara lalu pamit ke dapur dan mengambil beberapa desert yang dia buat tadi bersama dengan Feli.
Feli pun tak tinggal diam. Si kecil yang sangat aktif itu mengikuti sang mami dan membantu maminya membawa desert buatan Maminya dengan sedikit bantuan darinya. (Bantu ngerecokin maksudnya).
Feli tak sabar melihat reaksi Papinya saat melihat kue hasil karyanya. Feli ingin Papinya segera mencoba dan memuji dirinya dan sang mami.
Saat Kinara dan Feli pergi, Arya kembali termenung memikirkan semua yang di ucapkan Sherly tadi. Arya terus melamun sampai suara ceria Feli muncul dari arah dapur dan menyadarkan Arya dari lamunannya.
"Tara kue buatan Feli dan mami" ucap Feli begitu sampai di ruang makan.
"Tadi mami sama Feli lho pi yang buat sendiri. Bagus kan Pi, lucu kan Pi, rasanya juga enak lho pi. Feli udah coba tadi semua satu satu dan rasanya enaaaaaaaak banget" cerocos Feli setelah meletakkan desert itu di meja di bantu oleh Maminya.
"Oh ya? Jadi karena ini Feli minta papi buat cepet cepet pulang tadi?" tanya Arya pada Putrinya. Arya berusaha tersenyum saat berbicara pada Feli meski hatinya tengah gundah.
"Iya Pi papi coba ya paaaaasti papi bakal ketagihan. Feli juga rasanya pengen makan terus dari tadi pi. Tapi Feli inget sama papi, jadi Feli nggak abisin desert ini, Feli mau kita makan sama sama" ucap Feli menunjukkan senyum lima jarinya.
Arya merasa terharu karena putrinya sangat menyayangi dirinya. Semoga sampai kapan pun putrinya akan tetap menyayanginya sampai kapan pun dan apapun yang terjadi, Dia akan selamanya bersama keluarga kecilnya. Meski mungkin setelah ini semuanya akan lebih rumit lagi. Gumam Arya dalam hati.
Kinara yang melihat suaminya kembali melamun merasa ada yang aneh pada suaminya sejak kepulangan nya tadi. Suaminya jadi sering melamun dan tak konsen saat ditanya oleh Kinara maupun Feli.
"Mas" ucap Kinara menyentuh bahu suaminya.
"Eh, ada apa sayang?" jawab Arya berjingkat kaget .
"Kamu, kenapa mas? kok bengong terus dari tadi?" tanya Kinara.
__ADS_1
"Hah aku aku nggak papa kok sayang. Aku, aku cuma lagi banyak kerjaan aja tadi di kantor, jadinya aku, aku nggak bisa fokus karena mikir kerjaan yang masih numpuk" jawab Arya gelagapan.
Kinara merasa ada yang aneh dengan suaminya dan jawaban dari suaminya pun seperti tidak benar. Kenapa suaminya seperti menyembunyikan sesuatu darinya.