
Melisa segera menuju dapur setelah mendengar kabar dari karyawannya tadi kalau Kinara sudah kembali bekerja dan sekarang ada di dapur. Melisa ingin sekali segera bertemu dengan Kinara.
Sejak dua hari lalu dia selalu cemas memikirkan Kinara. Melisa ingin kerumah Kinara dan mengetahui keadaannya, tapi Melisa dmsadar kalau Kinara juga butuh waktu untuk menenangkan diri jadi Melisa mengurungkan niatnya untuk menemui Kinara di rumahnya. Mekysatak tau kalau Kinara sudah meninggalkan rumah yang pernah di datanginya.
"Kinara" panggil Melisa lalu tanpa kata lagi dia segera memeluk Kinara yang sedang sibuk dengan bahan bahan di depannya.
"Melisa, ada apa? kenapa tiba tiba kamu meluk aku?" tanya Kinara bingung. Sahabatnya itu tiba tiba saja memeluknya begitu erat.
"Gue seneng aja elo udah datang lagi kesini. Itu artinya elo sudah merasa lebih baik" ucap Melisa setelah pelukan itu terurai.
"Iya, gue sudah lebih baik. Terimakasih ya, karena elo sudah mengurus semuanya sendiri saat gue cuti singkat kemarin" ucap Kinara sambil terkekeh pelan.
"It's ok Kinar. itu bukan hal besar. Yang penting elo sekarang udah merasa lebih baik, gue udah cukup seneng Kok" Melisa berucap tulus.
Jujur dia penasaran dengan apa yang terjadi dengan kelanjutan nasip pernikahan Kinara dan suami br*ngs*knya. Tapi Melisa tak ingin bertanya hal itu. Biarlah Kinara sendiri yang mengatakan semua saat dia sudah siap, kapanpun itu Melisa akan siap mendengarkan curahan hati Kinara. Yang terpenting sekarang adalah dia bisa melihat sahabatnya tersenyum lagi. Itu sudah lebih dari cukup.
Kafe Kinara dan Melisa ternyaata cukup ramai pembeli meski masih terbilang sangat baru. Selain para karyawan kantor yang ada di sekitar kafenya. Ada juga anak muda yang datang karena tertarik melihat unggahan seorang selebgram. Mereka sangat suka dengan menu dessert yang terlihat cantik dan menggugah selera itu.
Kinar dan Melisa memang menggait seorang selebgram yang biasa membagikan ulasan tentang makanan yang enak dan kekinian. Dan ternyata usaha mereka tak sia sia. Terbukti dari banyaknya pengunjung yang datang di kafe mereka.
Sore harinya, Abian datang ke kafe MELKIN setelah pulang kantor. Sebenarnya Abian sudah menahan diri dari tadi pagi untuk tidak langsung datang kemari, dia mencoba menjaga image nya agar tak terlalu terlihat menyukai Kinara. Bukan apa apa ya, status Kinara kan masih istri orang. Meski sebentar lagi Abian yakin mereka akan bercerai, tapi tetap saja tidak etis kalau langsung tancap gas mendekati Kinara saat dia masih berstatus istri orang.
__ADS_1
Tapi dia juga tak bisa melepas Kinara begitu saja dan menunggu urusan Kinara selesai dengan suami tak tahu dirinya itu. Abian akan terus bersama Kinara dengan status teman dan pelan pelan menghilangkan jarak di antara mereka. Hingga saatnya tiba dia bisa langsung bergerak cepat mengamankan status baru untuk Kinara.
Abian masuk ke kafe dan duduk di salah satu meja yang ada di sana. Seorang pelayan datang dan menyodorkan buku menu pada Abian. Abian memesan beberapa menu makanan, lalu memberikan buku menu itu lagi pada pelayanan itu.
"Bisakah kau memanggilkan Kinara dan Melisa kemari?" tanya Abian setelah mengembalikan buku menu.
Si pelayan yang memang mengenal Abian pun menganggukkan kepalanya "Sepertinya Bu Melisa nya sudah pulang pak, baru saja tadi dia di jemput suaminya, katanya ada acara. Tapi kalau Mbak Kinar nya ada di dapur" jawab pelayanan itu.
Arya bersorak gembira dalam hati. Ini malah jauh lebih baik jika dia bisa berduaan dengan Kinara. Oh sepertinya Tuhan pun mempermudah jalan kita Kinara Ayuningtyas. Pekik Abian dalam hati.
Tapi meski hatinya sedang bersorak bahagia, tapi sebisa mungkin Arya menjaga ekspresinya agar tetap biasa saja tidak berlebihan.
"Oh begitu ya, emmm kalau begitu nggak papa lah kamu panggil saja Kinara kemari kalau tak ada Melisa" ucap Abian berusaha sebiasa mungkin. Bibirnya bahkan sudah mati matian ia tahan untuk tak tersenyum lebar.
Setelah pelayanan itu pergi, tak lama setelahnya datanglah wanita yang sejak tadi ingin sekali dua temui. Wanita yang sudah membuatnya kehilangan akal sehatnya. Wanita yang menghantuinya siang dan malam. Siapa lagi kalau bukan Kinara Ayuningtyas bidadari dalam hati Arya.
"Hai Bian" saja Kinara dengan senyum sejuta Watt nya.
"Hai Kinar, senang melihatmu ada di sini lagi" balas Abian.
"Ha ha ha ya, aku baru bekerja lagi hari ini setelah dua hari libur. Kamu sendiri, apa setiap hari kau kemari?"
__ADS_1
"Emm tak juga. Aku juga baru kemari lagi setelah acara launching dua hari lalu. Ntah kenapa aku tiba tiba merasa rindu dengan makanan disini. Dan aku juga ingin mengajakmu makan bersama. Tadinya ilaku ingin mengajak Melisa juga, tapi kata pelayan tadi dia sudah di jemput Prabu tadi" ucap Abian.
"Ya, mereka ada pertemuan keluarga. Jadi tadi Prabu menjemput Melisa agak cepat dari biasanya. Oh ya, eemmm aku, ingin bilang terima kasih padamu" ucap Kinara memelan di akhir kalimat.
"Terimakasih untuk apa? Apa untuk kafe? kalau ia kau tak perlu bilang terimakasih. Lagian aku tidak bekarja gratis kan, Hadi kau tak perlu selalu bilang terimakasih padaku" ucap Abian.
"Bukan, tapi, tapi ini tentang dua hari lalu........ Aku, aku mau mengucapkan terimakasih karena sudah mau menjadi supirku dalam sehari. Kau tau karena dirimu, hati dan perasaan ku menjadi lebih tenang. Aku merasa bisa melepas beban ku walau hanya sebentar. Aku sangat berterima kasih untuk semuanya yang telah kamu lakukan untuk ku hari itu" ucap Kinara dengan tulus. Yah mungkin karena Abian saat itu perasaannya jadi lebih baik dan dia bisa berfikir dengan lebih tenang setelahnya. Kinara sangat berterima kasih atas apa yang Abian lakukan untuknya hari itu.
"Oh itu, kau tak perlu berterimakasih padaku, aku hanya melakukan apa yang menurutku benar. Kau sedang sedih waktu itu dan yang kau butuhkan adalah sedikit hiburan untuk melepas sejenak rasa sesakmu. Tapi, aku sebang jika kau bisa merasa lebih baik karena hal itu" balas Abian. Tak lupa Abian juga membalas senyuman Kinara.
"Oh ya, kau biasanya pulang jam berapa? ini sudah hampir malam. Aja kau akan pulang setelah kafe tutup atau bagaimana?" tanya Abian mencoba mengalihkan perhatian. Dia tidak ingin Kinara masih terus membahas tentang lukanya. Kinara pasti sudah berusaha sekuat mungkin untuk mebahan rasa sakit itu. Jadi Abian tak ingin Kinara kembali menggali hal yang tak baik.
"Aku mungkin akan pulang sebentar lagi. Aku tak bisa pulang sampai jam tutup kafe. Kau tau sendiri ada Feli yang menungguku di rumah dan siap memberikan jurus ngambeknya padaku kalau aku pulang terlalu malam" jelas Kinara tersenyum.
"Ah, kalau begitu bagaimana kalau kau pulang bersama ku saja. Lumayan kan kau dapat supir tampan seperti ku. Kapan lagi coba?" ajak Abian disertai guyonan di akhir kalimat.
"Ha ha ha ha. Itu sebenarnya penawaran yang cukup bagus tuan Abian, tapi sayangnya aku sedang tak membutuhkan tumpang. Mungkin ada salahsatu pengunjung kafe bisa menemani anda Tuan " balas Kinara tertawa puas.
"Sayangnya aku hanya ingin memberikan tawaran tadi pada pemilik kafe ini saja nona. Tapi sayang sekali dia menolak ajakan ku" ucap Abian pura pura sedih dan Kinara jelas tau kalau Abian hanya pura pura sedih.
"Aku membawa motor kemari Abian. Lagipula akting sedihmu itu tak akan berpengaruh apapun padaku" ucap Kinara terkikik Feli melihat Abian pura pura sedih begitu.
__ADS_1
Kenapa kau membawa motor, itu berbahaya tau. Seharusnya kau menggunakan taksi atau kalau kau mau kau bisa menelfon ku, dengan senang hatiku akan menjadi supirmu lagi"
"Aku hanya ingin belajar lebih mandiri lagi Bian. Kau tahu, kemarin aku sudah mengajukan berkas permohonan cerai ke pengadilan agama, aku ingin memulai semua dari awal bersama Feli. Jadi sekarang aku harus bersikap lebih dewasa dan mandiri. Aku tak ingin terlalu merepotkan orang lain"