Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Hamil


__ADS_3

"Emangnya ada masalah mas di kantor?" tanya Kinara.


"Hmmm, ada trouble tadi di kantor, jadi aku pusing banget karena ada banyak kerjaan. Ini nanti aku abis makan mau ke ruang kerja lagi karena masih ada kerjaan yang belum kelar" jelas Arya. Sebenarnya tidak ada masalah di kantor apalagi masalah trouble. Arya hanya mencari alasan yang tepat agar Kinara tidak curiga padanya.


Dan benar saja alasan yang di ucapkan Arya membuat Kinara berhenti bertanya dan malah memberi semangat agar Arya bisa menyelesaikan masalah kantornya dengan cepat.


"Yasudah mas, nanti setelah makan kamu lanjut kerja, tapi sekarang mas selesaikan makan dulu biar nanti bisa konsentrasi kerjanya, dan juga jangan terlalu di paksakan mas. Mas juga harus istirahat nanti" ucap Kinara merasa kasihan melihat suaminya yang terlihat frustasi karena masalah kerjanya. Sampai sampai di rumah pun pikirannya masih ada di kantor.


"Makasih ya sayang, aku bakal selesaikan semua masalah ku. Tolong kamu sabar ya dan selalu ada untuk ku" ucap Arya yang sebenarnya memiliki arti tersembunyi di setiap kalimatnya.


Kinara yang merasa ucapan suaminya itu meminta dukungan dalam menyelesaikan pekerjaannya pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum lembut, sambil memegang satu tangan Arya, Kinara pun berucap "Aku akan selalu ada buat kamu mas. Tangan ku akan selalu menggenggam tangan kamu dan jangan lupa, sebelah tangan mu pun ada Feli yang ikut menggenggam dengan erat tak akan dilepas. Asal memang hanya tangan kami berdua yang kamu genggam mas" ucap Kinara sambil menggelengkan tangan Arya.


Semakin cepat lah detak jantung Arya mendengar ucapan Kinara tadi. Meski Arya senang karena Kinara mau selalu ada di sisinya, tapi. Mungkin untuk sekang, Arya memang hanya memegang tangan Kinara dan Feli. Tapi, Arya tau kedepannya akan ada tangan lain yang harus dia genggam pula. Tapi meskipun begitu Arya tidak akan melepaskan genggamannya pada Kinara dan Feli selamanya.


Katakan lah kalau dia egois. Tapi memang itu kenyataan nya, dia tidak bisa kehilangan Kinara dan Feli. Tapi kini dia juga di haruskan menggenggam tangan wanita lain yang sedang sangat butuh dirinya.


Setelah selesai makan malam dan mencicipi semua desert yang di buat Kinara dan Feli, juga memberi respon akan desert itu mengatakan kalau desert itu enak dan sangat indah juga lucu. Arya pergi ke ruang kerja setelah pamit dengan istri dan anaknya ingin menyelesaikan pekerjaan yang masih banyak.


Dan disini lah Arya, duduk di ruang kerja dengan meletakkan kepalanya di meja sambil tangannya memegangi kepalanya dari belakang.


Pikiran Arya benar benar kalut, saat ini dia tidak bisa berfikir jernih sama sekali. Otaknya yang biasa nya cerdas, mendadak seperti kehilangan isinya. Dalam hati Arya merutuki kebodohannya, bagaimana ini bisa terjadi. Dia selalu berhati-hati tapi,,,,, kenapa bisa jadi seperti ini. Keluh Arya dalam hati.

__ADS_1


Pikiran nya berkelana. Mengingat apa yang terjadi pada dirinya dan Sherly tadi saat perjalanan pulang dari kantor.


FLASHBACK...........


Seperti biasa, setelah pulang kerja Arya akan mengantar Sherly pulang terlebih dulu, setelah itu baru dia pulang ke rumah.


Saat sudah sampai di lobi apartemen, tempat biasa Arya menurunkan Sherly saat dia tidak mampir Arya akan menurunkan Sherly di lobi biasanya. Tapi saat sudah sampai di depan lobi, tiba tiba Sherly meminta Arya untuk ikut naik sebentar di unit apartemen nya karena ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan dengan Arya.


Tadinya Arya sudah menolak ajakan itu, mengingat tadi putrinya sempat menelfon dirinya sebelum pulang tadi dan mengatakan ingin Papinya pulang cepat Kary ingin menunjukkan sesuatu yang istimewa pada Papinya. Arya pun sudah berjanji akan pulang cepat hari ini. Itu sebabnya Arya tadi segera pulang agar tidak kelamaan sampai rumah dan masih bisa mengantarkan Sherly sesuai kesepakatan mereka kalau Arya akan mengantar jemput dirinya.


Tapi karena Sherly terus memintanya untuk bicara sebentar saja dan mengatakan kalau ini adalah hal yang sangat penting. Hal yang akan menjadi penentu hidup mereka berdua kata Sherly jadi mau tak mau Arya pun mengalah dan mau ikut naik ke unit apartemen Sherly.


Lalu dia mengiyakan keinginan Sherly dan naik ke unit apartemen Sherly sambil berfikir hal penting apa yang ingin Sherly bicarakan padanya. Hal mendesak apa yang tidak bisa di bicarakan di mobil saja dan harus di bicarakan di apartemen Sherly. Arya jelas sudah tak asing lagi dengan apartemen milik Sherly, karena Arya sudah sangat sering sekali datang ke sini. Bahkan dia sering berolahraga ranjang sambil bertukar peluh di apartemen ini.


Tapi ntah mengapa, kali ini Arya merasa tidak nyaman saat memasuki apartemen Sherly.


"Mas Arya tunggu sebentar di sini, aku mau ke kamar sebentar, mau ambil sesuatu" ucap Sherly begitu sampai di dalam apartemennya.


"Iya" jawab Arya singkat. Lalu dia duduk di sofa dan menunggu Sherly yang sudah masuk ke dalam kamarnya.


Tak berselang lama setelah Sherly pergi, kini Sherly sudah datang lagi di hadapannya dan memberikan sesuatu pada Arya.

__ADS_1


"Nih mas, kamu lihat sendiri" Sherly memberikan sebuah angklop pada Arya.


Arya menerima angklop itu dan membukanya sambil pikirannya masih menerka nerka apa isinya dan.


Deggggg..........


Jantung Arya berdegup dengan sangat kencang. Tangan yang dia buat untuk memegang kertas itu pun gemetar saat mengetahui apa isi angklop itu.


Sebuah kertas dari rumah sakit dan sebuah alat yang Arya sangat pahami apa alat itu.


Itu adalah sebuah tespeck dan surat dari rumah sakit. Kedua benda itu menunjukkan hal yang tak pernah terbayangkan oleh Arya sebelumnya, kedua benda itu menunjukkan bahwa saat ini Sherly tengah mengandung buah hatinya saat ini. Yang menyatakan bahwa Sherly tengah mengandung saat ini.


"Iiinniiiii....... ini apa maksudnya Sherly?" lirih Arya sambil memegang sebuah kertas medis dari rumah sakit dan tespect.


"Kamu masih nggak ngerti mas? aku hamil mas, aku hamil anak kamu!" ucap Sherly seakan guntur di siang bolong bagi Arya.


Tidak, tidak mungkin Sherly bisa hamil. Selama ini dia selalu bermain aman, bagaimana bisa Sherly hamil kalau dia tidak pernah menyemburkan benihnya di rahim Sherly. Tidak tidak tidak mungkin itu anakku. gumam Arya dalam hati.


"Itu....... itu anak siapa itu?" tanya Arya kemudian.


"MAKSUD KSMU APA MAS TANYA INI ANAK SIAPA? JELAS JELAS INI ANAK KAMU MAS" jawab Sherly dengan nada tinggi karena emosi Arya malah mempertanyakan perihal anak siapa ini. Jelas jelas mereka sering melakukan hubungan ****. Bagaimana Arya malah bisa bisanya mempertanyakan anak siapa ini.

__ADS_1


__ADS_2