Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Extra Chapter


__ADS_3

Malam pun kini telah berganti pagi. Matahari sudah sedari tadi menampakkan sinarnya, pun cahayanya telah mengintip dari celah celah tirai jendela salah satu kamar hotel sweet room itu. Namun agaknya hal itu tak membuat sepasang anak manusia yang baru resmi menikah kurang dari dua puluh empat jam itu terbangun dari tidur lelapnya.


Bagaimana mereka bisa bangun pagi? Kalau setelah seharian kemarin mereka melakukan acara prosesi pernikahan plus resepsi pula. Dan bukannya istirahat setelah semua acara itu selesai, mereka malah lanjut lembur cetak bayi sampai hampir subuh. Yah pastinya mereka kelelahan dan tenaga mereka terkuras habis.


Dering ponsel mereka pun sudah sedari tadi berbunyi saling bersahutan sahutan, namun agaknya hal itu masih tak cukup untuk membuat sang empu terjaga dan malah masih nyaman dengan tidur berpelukan.


Sampai cukup lama kedua ponsel itu berbunyi, akhirnya Kinara pun merasa terusik juga lama lama karena suara bising dari ponselnya dan ponsel Abian.


Dengan mata yang masih tertutup, Kinara meraba-raba nakas di samping tempat tidurnya dan mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelfon, bahkan Kinara sampai tak sadar kalau yang dua angkat bulat panggilan dari ponselnya melainkan dari ponsel suaminya.


Belum juga Kinara bicara, tapi sudah terdengar suara menggelegar dari sebrang telfonnya.


📞" ABIAN............. KAMU DI TELFON DARI TADI NGGAK DI ANGKAT ANGKAT!! PASTI KAMU MASIH TIDURKAN SEKARANG??"


Mendengar suara melengking itu pun sontak membuat Kinara yang tadinya masih merem plus belum genap nyawanya langsung membelalakkan matanya dan dengan cepat dia melihat ponsel yang ada di tangannya. Dan saat itu juga Kinara baru sadar kalau yang dia angkat bukan panggilan dari ponselnya melainkan dari ponsel Abian suaminya. Dan tertulis pula nama kontak IBU RATU di sana membuat Kinara langsung sadar bahwa yang dia angkat adalah panggilan dari Mama Yuni alis ibu mertuanya.


'Astaga m*ti aku!' pekik Kinara dalam hati.


"BIAN??? HALLO KAMU DENGERIN MAMA NGGAK SIH? DARI TADI KOK DIEM AJA? KALAU KAMU MASIH TIDUR BURUAN KAMY BANGUN SEKARANG JUGA!!!!!! LIHAT JAM BERAPA SEKARANG INI DAN CEPET CEPET SIAP SIAP KALAU KAMU MASIH MAU HONEYMOON!!!!!!" Tuutttttttt.........


Panggilan itu langsung terputus setelah sang Ibu ratu selesai memberikan titahnya, tanpa Kinara sempat menjawab terlebih dahulu.


Kinara melihat layar ponselnya sambil mulutnya menganga lebar plus matanya ikut melotot saat dia melihat jam yang tertera di handphone itu.

__ADS_1


"Astaga......... Pantes aja Mama Yuni marah marah tadi waktu di telfon, ternyata udah hampir jam 9 sekarang" Kinara pun segera menoleh pada suaminya yang sama sekali tak terusik tidurnya itu. Lalu Kinara membangunkan Abian dengan menggoyangkan tangan Abian cukup keras sambil memanggil nama Abian.


"Bian bangu buruan! Kita harus cepet cepet siap siap ke bandara sekarang Bian!" ucap Kinara agak keras sambil terus mengayunkan tangan Abian.


Kinara cukup panik karena pesawat mereka akan take of jam 10, sedang saat ini sudah hampir jam 9 dan mereka bahkan belum mandi dan bersiap. Belum lagi perjalanan menuju Bandara yang akan kenakan waktu cukup lama nantinya.


Karena tak kunjung bangun, akhirnya Kinara pun masuk terlebih dulu ke kamar mandi dan melakukan mandi kilatnya. Setelah mandi kilatnya itu, Kinara keluar dari kamar mandi dengan terburu-buru. setelah selesai mandi Kinara segera ganti baju dan kembali menghampiri suaminya yang masih tidur bagaikan orang mati suri itu.


"Bian cepetan bagun ih,,,,,,,, lihat udah jam berapa ini? cepetan bangun Bian!" kali ini Kinara benar benar mengucapkan kalimatnya tepat di telinga Abian membuat sang empu langsung terbangun kaget.


"Astaga, Astaghfirullah" seru Abian bangun dengan terkaget-kaget.


"Abian cepetan bangun! ini udah jam sembilan dan satu jam lagi pesawat kita take off. Kita harus buru buru berangkat sekarang Bian kalau nggak mau ketinggalan pesawat!" ucap Kinara antara kesal dan panik.


"Yah kita pesan tiket lagi aja kalau emang pesawatnya udah take off" jawab Abian santai dengan muka bantalnya.


Mendengar ancaman dari istrinya sontak membuat Abian dengan cepat menolehkan kepalanya pada sang istri dan dengan cepat memprotes ucapan sang istri tercinta.


"Yah nggak bisa batal dong sayang! kita kan udah rencanain ini dari awal"


"Ya kalau nggak mau gagal kamu harus cepet siap siap sekarang! atau kita nggak jadi berangkat!" ancaman Kinara.


Jelas Abian tak ingin rencana bulan madu nya berantakan pun segera masuk ke kamar mandi dan mandi kilat juga seperti Kinara. Untungnya setelah dia selesai mandi baju yang akan dia kenakan sudah di siapkan oleh Kinara, jadi Abian tak perlu membongkar isi kopernya lagi.

__ADS_1


***********


BANDARA SOEKARNO HATTA.


Akhirnya mereka sampai juga di bandara Soekarno Hatta sebelum jam 10. Dengan diantar oleh para orang tua dan juga si cantik Feli juga.


"Mamai sama Papa Bian berangkat dulu ya sayang, kamu nanti nggak boleh nakal kalau sama Oma sama Opa. Feli nggak boleh rewel ya sayang. Nantinya kalau udah sampai sana Mami bakal telfon Feli ok!" ucap Kinara saat hampir memasuki ruang pemeriksaan.


"Iya Mi, Feli janji nggak bakal nakal kok sama Oma, Opa" ucap Feli dengan suara riang seperti biasanya. Agaknya Feli memang tak keberatan harus ditinggal sementara oleh Maminya untuk sementara waktu. Dia cukup terlihat antusias juga mengantar Kinara dan Abian di bandara.


Setelah pamitan dengan Feli, Kinara dan Abian pun berpamitan dengan para orang tua yang ada di sana, setelah itu mereka masuk ke ruang pemeriksaan untuk melakukan pengecekan ulang pada tiket mereka.


"Huhhhhh belum apa apa aku udah ngerasa kangen sama Feli" keluh Kinara sambil bersandar pada kursi pesawat.


"Sabar sayang,, nanti setelah sampai kita bakal telfon Feli. Lagian kita kan punya misi nanti selama honeymoon" ucap Abian.


"Misi apaan? kok aku nggak tau sih kalau ada misi di honeymoon kita nanti?" tanya Kinara dengan muka polosnya.


Abian tersenyum mesum sebelum menjawab pertanyaan dari istrinya.


"Ya misi membawa oleh oleh adik untuk Feli lah sayang" ucapnya sambil menaik turunkan alisnya.


Muka Kinara pun langsung merah padam karena ucapan suaminya. Dia merasa malu pada penumpang lain karna ucapan suaminya. Yah meski mereka menaiki kursi bisnis clas tapi kan tetap saja bukan hanya mereka berdua yang ada di sana.

__ADS_1


"Ish, bisa bisanya kamu ngomong gitu disini, malu tau kalau ada orang yang denger!" ucap Kinara kesal.


"Emang kenapa kalau Meraka denger? kan kita emang mau honeymoon sayang, ya yang namanya honeymoon pastinya tujuannya buat bikin anak lah sayang" jawaban enteng dari mulut Abian membuat Kinara sampai geleng-geleng kepala sendiri.


__ADS_2