
Suasana tampak hening sejenak selepas Sherly menyingkapkan fakta bahwa dia tengah mengandung. Orang tua Sherly nampak syok sampai tak bisa berkata kata. Sampai tak lama terdengar suara Burhan yang menggelar.
"APA APAAN KALIAN BERDUA INI. KALIAN SUDAH BIKIN MALU KELUARGA" ucap Burhan penuh emosi lalu dia berdiri dan memberi bogem mentah tepat di pipi kanan Arya. Pukulan yang sangat keras hingga Arya terhuyung dan jatuh. Sudut bibirnya pun mengeluarkan darah sangking kencangnya pukulan itu.
"Kurang ajar kamu! Berani kamu menghamili anak saya" ucap Burhan berapi-api dan ingin kembali menghajar wajah Arya yang satunya lagi.
Tapi kedua tangannya di tahan oleh istrinya dan Sherly. Meski demikian Burhan tak berhenti dan tetap ingin mengajar pria yang sudah menghamili putrinya. Sebagai seorang ayah, dia merasa sangat kecewa mendengar berita ini. Dia memang membebaskan anak anaknya, tapi Burhan berpikir kalau anak anaknya akan bisa menjaga diri sendiri. Tapi apa ini? Putrinya pulang setelah berbulan-bulan tak pulang dan dia mengatakan tengah hamil.
"Pa tolong hentikan pa! kasihan mas Arya pa. Mas Arya memang sudah membuat Sherly hamil, tapi mas Arya juga nggak lepas tanggung jawab pa! Dia bersedia menikahi Sherly, bahkan kamu kesini untuk meminta restu dari Papa dan Mama" ucap Sherly sambil memegangi tangan Papanya yang ingin memukul Arya lagi.
"Sudah Pa! Dengarkan Sherly dan Arya dulu pa, jangan begini pa. Kita dengarkan penjelasan mereka dulu pa" ucap Mama Sherly.
Lalu Burhan menghempaskan tubuh Arya hingga dua tersungkur dan Sherly segera menghampiri Arya yang jatuh tersungkur.
"Sekarang jelaskan. Papa ingin kalian menjelaskan apa yang terjadi saat ini" ucap Burhan dengan nafas yang masih memburu. Dia menatap putri dan calon menantunya dengan pandangan tajam.
"Saya minta maaf om sebelumnya, karena saya sudah membuat Sherly mengandung. Tapi saya kemari karena saya berniat untuk bertanggung jawab dan ingin meminang Sherly sebagai istri saya. Saya memang meminta pernikahan dilangsungkan secara sederhana saja karena keluarga saya sedang ada di luar negri dan tak bisa datang. Lagi pula, kondisi Sherly yang sedang berbadan dua tak memungkinkan untuk melangsungkan pernikahan yang besar besaran.
__ADS_1
Tapi meskipun hanya pernikahan sederhana, tapi setidaknya kami benar benar menikah dan sah sah di mata hukum dan agama. Anak kami pun akan memiliki status yang jelas nantinya om. Dia tidak akan di kucilkan karena memiliki keluarga lengkap. Bukannya lahir tanpa ayah dan keluarga utuh" ucap Arya setelah di bantu Sherly duduk.
"Pa tolong sekali ini saja pa, Sherly mohon Papa restui hubungan Sherly dengan mas Arya. Sherly mencintai mas Arya dan anak Sherly juga butuh seorang ayah pa. Sherly mohon pa. Tolong beri restu pada kami dan tolong segera mungkin nikahkan kami, sebelum perut Sherly membesar dan orang orang mulai menggunjingkan keluarga kita" ucap Sherly sambil memohon di depan orang tuanya.
"Benar kata Sherly pa. Kita harus secepatnya menikahkan mereka sebelum berita tentang kehamilan Sherly terdengar oleh orang orang. Mau di taruh di mana muka kita kalau kita menikahkan Sherly saat perutnya sudah membesar pa" ucap Mama Sherly ikut meminta suaminya mau menerima hal ini.
Burhan memijat pelipisnya karna tiba tiba kepalanya terasa pusing dan ingin pecah karena putrinya.
Burhan berfikir dan menimang ninang sebentar sebelum mengambil keputusan. Lalu dia menatap Sherly yang terlihat masih mengiba pada nya dan Arya yang masih tertunduk dengan wajah yang terlihat lebam karena bogemannya tadi.
Sherly pun langsung menghampiri papanya dan langsung memeluknya erat.
"Makasih pa, Makasih udah restui pernikahan Sherly. ucap Sherly di sela sela pelukannya.
Papa Sherly mengelus rambut Sherly dengan lembut lalu berujar " papa berharap ini keputusan yang tepat nak. Ingat kamu yang sendiri yang mengambil keputusan ini. Jadi kamu harus siap menanggung segala resikonya. Pernikahan itu bukan main main nak. Papa berharap kalian bisa saling mendukung, Saling mencintai sampai mau memisah. Dan rawat anak kalian dengan baik. Sayangi dan curahkan cinta kalian padanya"
"Iya pa Sherly akan mengingat nasehat papa"
__ADS_1
"Dan kamu! Ingat kata kata saya! Kamu yang datang kemari meminang putri saya, jadi kamu harus berjanji akan selamanya menjaga Sherly dan anak kalian. Jadilah pria yang bertanggung jawab pada keluarga, mengerti kamu!" ucap papa Sherly tegas.
Arya sedikit sulit menjawab karena dalam batinnya dia merasa telah gagal menjadi suami yang baik setelah dia dengan sadar berselingkuh dengan Sherly. Tapi mau bagaimana lagi, sekarang Sherly sedang hamil dan anaknya butuh seorang ayah. Jadi apapun itu, Arya hanya bisa menganggukkan kepalanya dan berusaha sebaik mungkin menjadi suami untuk Sherly dan Kinara.
DUA MINGGU KEMUDIAN.....
Setelah dua Minggu Kinara dan Abian tidak bertemu karena Abian sibuk mengurus renovasi ruko Prabu menjadi kafe yang sesuai dengan keinginan Kinara dan Melisa. Akhirnya hari ini Kinara bertemu juga dengan Abian. Tadi pagi Abian menelfon Kinara dan mengatakan kalau dia sedang senggang hari ini, jadi mereka bisa melakukan pemotretan makanan.
Sebenarnya sudah dari kemarin kemarin Abian ingin menghubungi Kinara dan mengajaknya bertemu. Tapi Abian sadar kalau dia harus mendahulukan pekerjaan nya dan mengesampingkan urusan pribadinya untuk sementara waktu.
Ya walaupun Abian juga sering menghubungi Kinara dengan dalih menanyakan tentang konsep kafe, tapi tetap saja Abian masih merasa gundah karena tak bertemu dengan pujaan hati.
Abian meminta Kinara untuk datang di ruko yang sudah dalam tahap finishing dan tinggal mengisi beberapa prabot saja. Tapi untuk perabotan dapur sudah lengkap dan sudah bisa di gunakan, jadi Abian mengajak Kinara bertemu di sana saja.
Kinara tadinya sempat berfikir untuk menolaknya, karena ini akhir pekan dimana suami dan anaknya sedang libur. Tapi kinara sadar kalau Abian orang yang sibuk dan menurutnya Abian sudah mau meluangkan waktunya untuk membantunya saja sudah syukur, masak Kinara masih mau ngelunjak dengan menolak ajakan Abian.
Jadi Kinara pun meminta ijin suaminya untuk pergi ke kafe. Syukur syukur kalau suaminya mau ikut kesana, jadi nanti dia bisa sekalian mengenalkan suaminya dan Abian. Tapi ternyata suaminya juga punya rencana sendiri. Suaminya ada pertemuan dadakan dengan klien penting kantornya. Jadi terpaksa Kinara pergi ke kafe sendiri dan kembali menitipkan Feli pada Omanya.
__ADS_1