
Kinara dan Arya pulang ke rumah setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya Kinara. Mereka dyduk dengan diam saat perjalanan pulang. Seolah mereka sibuk dengan pikirannya sendiri.
Arya sibuk memikirkan bagaimana reaksi istri dan keluarganya kalau mereka tau tentang hubungannya dengan Sherly , sedangkan Kinara meski tadi menjawab dengan sangat yakin akan kekhawatiran orang tuanya, tapi dalam sudut hatinya sebenarnya Kinara pun merasa takut dan was-was. Takut kalau apa yang coba dia pertahankan selama ini hanya akan berakhir sia sia.
Karena kepala mereka penuh dengan pikiran masing-masing, maka tak ada satupun yang membuka suara saat perjalanan pulang. Baik itu Arya atau Kinara tidak ada yang berani membahas tentang ucap nasehat dari Papa Bagus tadi. Bukannya tidak ingin bertanya, tapi lebih tepatnya takut akan jawaban yang akan di dapat. Takut kalau jawabannya adalah hal yang tidak ingin di dengar.
Disisi lain sepasang suami istri tengah duduk sambil bersandar di sandarkan ranjang. Mereka mengobrol ringan sambil sang pria menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.
Kepala si wanita di sandaran di pundak suaminya sambil mulutnya tak henti bercerita pada suaminya tentang apa saja yang telah dia lalui seharian ini. Mereka adalah Melisa dan suaminya Prabu.
Memang hal itu yang selalu mereka lakukan setiap malam setelah mereka menikah. Melisa akan menemani suaminya menyelesaikan pekerjaannya sambil bersandar di bahu suaminya dan tak lupa pula mereka saling bercerita apa saja yang mereka alami seharian ini.
Melisa benar benar bukan Melisa yang orang lain kenal saat bersama suaminya Prabu. Melisa yang biasanya bertingkah tomboi, dan bar bar akan berubah 180 derajat saat bersamaan Prabu. Bersama prabu dia menjadi kucing manis yang selalu ingin bernama dan di elus. Sungguh jika Kinara melihat hal ini dia pasti tidak akan bisa percaya bagitu saja.
Tapi yah, begitulah kalau sudah dapat pawangnya, singa yang buas saja bisa di jinakkan apalagi seorang Melisa.
"Gimana mas masakan Kinara. Enak banget kan? Rasanya juara" tanya Melisa membanggakan masakan Kinara.
"Iya enak, apalagi desert desert nya huh meleleh yank rasanya" jawab Prabu dengan sedikit guyonan.
__ADS_1
"Tuh kan aku bilang! Makanya aku kekeh ingin buka bisnis sama Kinara karena hal itu mas, aku yakin pelanggan pasti pada ketagihan sama masakannya" ucap Melisa optimis.
"Terus udah sampai mana rencana kalian buat buka kafe?" tanya Prabu tapi matanya masih tetap fokus menatap layar leptopnya.
"Kemarin kan aku cerita sama kamu kalau aku ngajakin Kinara buat lihat lihat ruko, terus tadi kita masak masak bareng buat nentui makanan apa aja yang akan jadi menu kafe kita nantinya mas. Sejauh ini sih baru itu deh yang kita lakukan" jawab Melisa.
"Terus menu apa aja yang akan kalian pilih nantinya dan juga rencananya kalian mau apa lagi? kalau ada apa apa atau butuh sesuatu kamu bilang aja sama aku yank. Kalau bisa aku bakal bantu" ujar Prabu.
"Menu yang kita pilih semuanya yang aku bawa pulang tadi mas, Jadi secara nggak langsung kamu udah jadi pelanggan pertama kami. Tolong berlangganan ya pak" ucap Melisa dengan bercanda.
"Hahaha siap Bu bos! Nanti aku bawa temen temen kantorku sekalian kalau udah grand opening kafe kamu nanti" sahut Prabu sambil tertawa.
Lagipula jarak Kantor tempat Prabu kerja juga nggak jauh kok dari kafenya nanti. Jadi bisalah kalau istritahat nya di kafe milik dua dan Kinara.
"Iya apasih yang nggak buat istriku yang cantik ini" ucap Prabu dengan menjawil dagu Melisa.
"Ahhh mas bisa aja deh bikin aku salting, makin sayang deh sama suamiku ini" jawab Melisa dengan menunjukkan finger heart pada suaminya.
Prabu pun tersenyum dengan kelakuan istrinya lalu mengecup singkat kening Melisa sebelum melanjutkan pekerjaannya lagi.
__ADS_1
"Terus besok kamu mau ketemu lagi sama kinara?" tanya Prabu tapi mata dan tangannya masih fokus pada leptop.
"Kayanya nggak dulu deh mas, soalnya aku mau cari desain interior buat kafe aku. Nanti kalau udah dapet orangnya, baru deh aku ngajak Kinara ketemu sama desain interiornya dan kita rundingan gimana konsep yang bagus dan cocok. Tapi jujur aku udah ada sedikit konsep mas, aku pengen kafe aku tuh ada tempat spot foto yang bagus. Aku mau kafe aku tuh instarameble gitu mas. Biar bagus di foto foto dan bikin orang pengen dateng terus kalau udah makan di sana nagih deh sama masakannya. Gimana bagus kan ide aku" ucap Melisa mengatakan idenya pada Prabu. Melisa juga tersenyum lebar saat menceritakan tentang konsep yang ingin dia usung untuk kafenya nanti.
"Iya bagus ide kamu. Jaman sekarang semua serba di posting, fota foto, jadi ide kamu memang bagus sih" jawab Prabu yang setuju dengan pendapat Melisa.
Jaman sekarang memang semua serba di foto terus di upload di Instagram. Jadi ide tempat tempat yang Instagrameble memang akan menarik para konsumen dan masakan yang enak akan membuat konsumen tidak kecewa dan ingin kembali datang lagi.
"Mas punya kenalan desain interior nggak, atau temen mas ada yang punya kenalan desain interior yang bagus gitu. Kalau ada kasih tau dong mas, bantuin cari desain interior buat kafe aku" pinta Melisa.
"Bentar deh, kayaknya aku ada temen deh yang kerja jadi desain interior. Bahkan kalau nggak salah dia punya itu punya perusahaan arsitektur gitu yang udah di jalankan selama kurang lebih tiga atau empat tahun gitu. Emang bukan perusahaan besar, cuma perusahaan kecil. Tapi kerjaan mereka nggak kaleng kaleng kok, nggak kalah lah sama yang punya perusahaan besar. Dan kalau aku nggak salah inget, dia itu dulu hobi fotografi. Kalau dia mau bisalah nanti fotoin makanan buat fotonya di tempel di kafe dan buku menu" ucap Prabu mengingat temannya yang memiliki perusahaan arsitektur.
"Serius mas, wah nggak usah nyari nyari fotografer lagi dong. Hebat temen kamu itu"
"Maksudnya apa kamu bilang temenku hebat, emang aku nggak hebat apa?" tanya Prabu kesal.
'Ini nih posesif nya keluar lagi kalau aku muji cowok dikit aja' gumam Melisa dalam hati.
"Bukannya gitu sayang, maksudku tuh tem n kamu hebat karena punya temen kayak kamu sayang. Iya gitu maksudnya" ucap Melisa menampik ucapannya tadi. Daripada suaminya ngambek terus nggak jadi di kenalin sama temennya yang katanya desain interior itu mending Melisa ngomong gitu aja deh.
__ADS_1