
"Kinar, aku mau bicara serius sama kamu. Tapi nggak disini sayang, kita pulang dulu ya, abis itu aku janji, aku bakal jelasin semuanya sama kamu sayang. Aku janji bakal jelasin semua ke kamu tanpa ada yang aku tutup tutupi lagi Kinar" ucap Arya ingin mengajak Kinara pulang dulu baru dia akan menjelaskan semaunya pada Kinara.
Arya sudah sangat yakin tak akan ada yang ditutup tutupi lagi. Dia akan bercerita semaunya dengan Kinara. Karena tak ada yang harus dia tutupi lagi karena Kinara juga sudah tau tentang pernikahannya dan kehamilan Sherly juga. Tapi ada satu hal yang membuatnya penasaran. Yaitu, kenapa Kinara bisa tau tentang semua ini. Siapa yang sudah memberitahukan semua ini pada Kinara.
"Pulang kemana mas yang kamu maksud? ini adalah rumahku, dan pulang yang kamu maksud itu pulang ke rumah yang mana lagi. Aku sudah tak memiliki rumah lagi selain rumah ini setelah kamu dengan sadar telah menduakan aku bahkan kamu sampai menikah lagi dengan wanita itu tanpa bicara atau minta ijin dulu dari ku mas?" ucap kinara tanpa sadar menitihkan air matanya. Sungguh Kinara lelah sebenarnya cengeng seperti ini. Dia ingin menahan air matanya dan tak menangisi nasibnya apalagi di hadapan suaminya yang br*ngsek ini. Tapi lagi lagi, air matanya malah menetes tanpa bisa dia cegah.
Arya mengulurkan tangannya ingin menghapus air matanya Kinara yang mengalir deras dari mata indah itu. Tapi tangan Arya hanya menggantung karena Kinara menjauhkan wajahnya dari tangan Arya yang ingin menghapus air matanya. Kinara meraja jijik bersentuhan dengan tangan yang pasti juga sudah dia buat untuk menyentuh wanita lain. Membayangkan saja Arya menyentuh madunya dengan tangan itu membuat Kinara muak dan bergidik jijik.
Arya menarik lagi tangan yang tak sampai tadi pada wajah Kinara karena Kinara menghindarinya. Arya menghela nafas kasar melihat Kinara yang sebegitu tak inginnya di pegang olehnya.
"Kinara, aku tau kalau aku salah. Aku mengakui itu Kinar. Tapi aku mohon sama kamu, kamu dengerin dulu penjelasan ku, dengerin dulu alasanku kenapa aku sampai melakukan semua ini kinara. Tolong kita pulang dulu ya, kita bicara baik baik. Aku ingin menyelesaikan permasalah kita di rumah kita sendiri kita sendiri Kinar, Bukan disini, dirumah orang tua kamu" ucap Arya masih berusaha membawa Kinara pulang.
"Aku tekankan sana kamu ya mas, kalau aku nggak akan kembali lagi ke rumah itu sampai kapan pun mas, itu bukan lagi rumah untukku karena tak ada kenyamanan lagi di sana. Lagi pula siapa yang tau kalau kamu juga akan mengajak istri baru kamu untuk tinggal di rumah itu" ucap Kinara penuh tekanan.
"Astaga Kinara,,,,,,,, aku belum segila itu sampai aku mengajak Sherly untuk tinggal di rumah kita Kinara. Itu akan selalu selamanya menjadi rumah kita Kinara. Jadi ayo, kita pulang ya" jawab Arya sudah mulai frustasi. Kepalanya berdenyut bukan hanya karena masalahnya, tapi juga karena pukulan mertuanya yang walau terlihat sudah tua tapi tenaganya juga masih besar apalagi karena marah.
"Kamu tuh ya mas, udah aku bilang aku nggak mau ikut kamu balik lagi ke rumah itu. Ntah itu ada istri baru kamu atau tidak tetap saja aku nggak akan ikut kamu lagi. Kalau kamu disini hanya untuk membawaku kembali, lebih baik kamu pulang aja deh mas, tunggu aja surat dari pengadilan agama dan kita bicara disana saja kalau kamu nggak mau bicarakan disini" ucap Kinara yang sudah lelah hati dan lelah fikiran karena ulah Arya.
__ADS_1
Dan sekarang dirinya memberi kesempatan pada Arya untuk membicarakan baik baik tentang perceraiannya tapi Arya malah kekeh ingin mengajak diri pulang ke rumah yang baru tadi pagi dia tinggal. Rumah yang sudah tak ingin di injak lagi lantainya oleh Kinara.
"Kinara! kita masih belum berbicara apapun dan kamu sudah ingin memberiku surat pengadilan agama. Kita bicarakan dulu Kinara. aku jelaskan dulu sana kamu, jangan main asal mengambil keputusan sepihak seperti ini Kinara. Ingat Kinara, diantara kita ada Feli Kinar, apa kamu nggak berfikir dulu sebelum mengambil keputusan huh! Kamu nggak memikirkan bagaimana masa depan Feli kalau orang tuanya sampai berpisah kinar! Jadi buang jauh jauh pemikiran kamu tadi kinar! Kamu lagi emosi Kinara, jangan mengambil keputusan sendiri" ucap Arya langsung naik pitam karena Kinara menyebut tentang pengadilan agama. Arya bahkan langsung berdiri dari duduknya sangking emosinya.
"Aku nggak lagi emosi sesaat mas, Aku udah pikirin ini matang matang. Aku juga selalu memikirkan bagaimana masa depan Feli. Aku juga ingin yang terbaik untuk Feli mas, dan aku yakin Feli pasti nggak akan senang kalau keluarga yang hancur ini di paksakan tetap bertahan karena dirinya. Bagaimana kalau Feli malah trauma akan pernikahan dan membenci hubungan ini karena orang tuanya yang sudah tak bisa bersama tapi tetap di paksakan. Itu hanya akan menjadi hubungan toxic mas. Bagaimana kalau Feli malah menyalahkan dirinya saat dewasa saat dia tau kalau ibunya melanjutkan pernikahan yang sudah menjadi neraka hanya karena dia mas. Aku selalu memikirkan Feli selama ini" ucap Kinara ikut berdiri dari duduknya.
"Kamu tau nggak mas kapan aku tau kalau kamu selingkuh dari aku! tau nggak kamu? kamu pikir aku baru kemarin tau tentang perselingkuhan kamu mas. Aku udah dua bulan tau tentang hubungan busuk kamu dengan perempuan itu!" lanjut Kinara dengan emosi yang membuncah. Bayangkan Arya yang bercumbu dengan selingkuhannya di ruangan kerjanya kembali menari nari di depannya.
Sedangkan Arya terperangah mendengar ucapan Kinara tadi. Dikiranya Kinara dltak mengetahui tentang perselingkuhannya dengan Sherly selama ini. Tapi Kinara tadi bila kalau dia sudah tau sejak dua bulan yang lalu. Sudah selainitu tapi Kinara masih tak berkata apapun padanya. Arya jadi semakin merasa sulit untuk meyakinkan Kinara malam ini.
"Ka,,,,, kamu, kapan kamu tau semua itu Kinar? kenapa kamu tetap diam saja setelah mengetahui semuanya Kinara?" ucap Arya tak tahu lagi harus berbicara apa lagi.
"Aku merubah penampilan aku hanya demi kamu mas, aku berubah lebih menarik dengan harapan kamu bisa melupakan selingkuh kamu dan kembali padaku dan Feli lagi mas. Aku hampir setiap waktu makan siang selalu datang kekantor kamu supaya kamu nggak berduaan sama perempuan itu. Kamu sadar nggak kenapa aku harus bersusah payah sendiri, berjuang mempertahankan pernikahan kita sendiri mas? Aku melakukan semua itu untuk Feli mas. Aku juga nggak ingin Feli memiliki keluarga yang berantakan mas. Aku sudah berusaha sebisa dan semampuku selama ini mas. Tapi apa balasan kamu? kamu malah masih terus berhubungan dengan wanita itu di belakang aku dan bod-oh nya aku percaya begitu saja kalau apa yang aku lakukan bisa membuat kamu kembali lagi pada keluarganya kecil kita"
"Aku sana sekali nggak pernah berfikir kalau ternyata hubungan kamu dan selingkuhan kamu sudah sejauh itu sampai akhirnya dia hamil dan kamu menikahi dia tanpa seijin dari ku. Kamu sudah melakukan poligami secara diam diam mas! Sudah mas. Aku menyerah sekarang, aku nggak sanggup lagi bersama dengan orang yang sudah membagi hati dan tubuhnya pada perempuan lain"
"Kinara. Aku minta maaf Kinara. Aku, aku nggak tau kalau selama ini kamu ternyata sudah tau tentang hubungan ku dengan Sherly. Aku khilaf Kinar, aku tau aku melakukan kesalahan-kesalahan yang besar bahkan mungkin sulit untuk di maafkan. Tapi aku mohon Kinara, aku mohon kamu mengerti posisi ku Kinara. Aku juga sedang dalam posisi yang sulit. Aku nggak mungkin ninggalin dia saat dia sedang mengandung anakku Kinara. Aku mohon kamu kasih aku kesempatan sekali lagi Kinara. Aku janji akan menjadi suami yang selalu bersikap adil kalian berduaan. Bahkan aku janji akan lebih memprioritaskan kamu dan Feli dari pada Sherly dan Sherly juga sudah setuju dengan hal itu. Jadi aku mohon Kinara, aku mohon sama kamu tolong kita pulang ya kerumah. Kita kembali lagi seperti dulu. Kita buka lembaran baru di pernikahan kita Kinara" ucap Arya meraih tangan Kinara laku menggenggamnya erat.
__ADS_1
Kinara cepat cepat melepas genggaman tangan itu tapi Arya malah semakin erat menggenggam tangan Kinara seolah tak ingin Kinara melepas Kinara.
"Lepas mas, lepaskan tanganku. Aku nggak Sudi kamu sentuh lagi mas. Aku nggak mau disentuh oleh kaki laki yang sudah menyentuh tubuh wanita lain. Dan aku juga nggak akan mau kembali lagi dengan kamu mas?" ucap kinara sambil berusaha melepas genggaman tangan itu. Dan ketika genggam tangan itu terlepas Kinara segera mundur dan mencari jarak aman dari Arya.
"Lebih baik kamu pergi dari sini mas, aku nggak akan kembali lagi sama kamu sampai kapan pun. Aku akan tetap pada keputusan awal ku dan aku harap kamu setuju dengan itu. Tapi ingat mas, mau setuju atau tidak pun aku akan tetap melanjutkan rencana ku untuk berpisah dari kamu. Lebih baik kamu pergi dan pulang kerumah istri baru kamu dan calon anak kamu itu" ucap Kinara penuh tekanan. Kinara benar benar sudah yakin seratus persen dengan keputusan yang dia ambil saat ini. Dua tidak akan goyah lagi.
"Kinara, kamu ja-"
"Silahkan pergi dari sini mas. Sebelum aku lupa kalau kamu adalah Papinya Feli dan panggil papa untuk usir kamu dari sini!" usir Kinara.
Hufttt.......
"Baiklah aku akan pulang dulu Kinara. Tapi kamu harus ingat, aku hanya pulang untuk memberi waktu kamu berfikir ulang. Aku akan kembali lagi kesini saat kamu sudah berfikir jernih dan tak di kuasai amarah lagi" ucap Arya.
"Aku nggak akan berubah pikiran mas. Sekarang kamu pergi dari sini!"
"Ingat Kinara, aku akan datang lagi kemari dan menjemputmu dan Feli pulang kerumah kita" ucap Arya lalu pergi dari rumah mertuanya.
__ADS_1
Kinara tak menanggapi ucapan Arya barusan. Dia berjalan kearah pintu setelah dia mendengar mesin mobil Arya menyala. Kinara lalu bergegas menutup pintu dan menguncinya. Setelah mengunci pintu itu, Kinara langsung terduduk lemas di depan pintu. Kinara benar benar merasa lelah, Kinara merasa lemas tak memiliki daya walaupun hanya untuk menopang tubuhnya. Kinara menangis tersedu menumpahkan rasa sakitnya. Ternyata sesakit itu walau hanya bertamu dengan Arya.
Kinara juga benci pada dirinya sendiri yang begitu cengeng dan rapuh. Kinara ingin menjadi wanita yang kuat dan tegar, tapi meski sudah di coba Kinara tetap saja wanita cengeng yang terus menangisi nasip pernikahannya.