
Arya Kinara dan Feli kini tengah menikmati makan siang di restoran dengan menu menu ala Prancis seperti keinginan Feli tadi. Mereka makan dengan diiringi canda dan gelak tawa. Bener banar seperti keluarga sempurna dan harmonis yang bisa membuat semua orang iri jika melihatnya. Meski Kinara tau kebahagiaan siang ini hanya palsu, karna nyatanya suaminya telah menduakan dirinya dan kini dia harus berjuang seorang diri untuk mempertahankan pernikahan nya yang telah retak ini.
Ntah bisa atau tidak tapi demi sang putri Kinara akan terus berusaha. Yah walaupun dirinya yakin bila dihatinya rasa sakit itu tak akan mudah hilang karena hingga detik ini saat dia menatap wajah Arya hatinya masih berdenyut sakit.
Mereka kini sudah selesai menikmati makan siangnya tapi sebelum keluar dari restoran Kinara pamit ke toilet terlebih dulu.
"Mas aku ke toilet bentar ya mas" pamit Kinara pada suaminya.
"Iya jangan lama lama ya, aku tunggu di mobil saja kalau gitu" ucap Arya.
"Iya, sayang Mami ke toilet bentar ya, kamu ikut Papi ke parkiran dulu, nanti Mami nyusul"
"Iya Mi"
Kinara segera pergi ke toilet begitu berbicara pada putrinya. Setelah selesai urusannya di toilet, Kinara hendak berjalan keluar toilet tapi tiba tiba saja di bertabrakan dengan seorang wanita di pintu.
Brakkkk.
Tabrakan itu lumayan keras sampai kedua orang itu terhuyung ke belakang untung saja tidak sampai jatuh.
"Maaf maaf saya nggak sengaja buru buru banget nih mau masuk" ucap wanita tersebut.
"Eh iya nggak papa kok. Saya permisi dulu"
Si wanita itu lalu mendongkak melihat wajah orang di depannya lalu dia membulatkan matanya saat menyadari siapa orang yang ada di hadapannya itu.
"Kinara!" seru orang itu.
Kinara yang mendengar wanita itu memanggilnya langsung menatap wajah wanita tersebut dan setelah melihat siapa orang itu mata Kinara ikut membulat dan bibirnya menganga terkejut saat tau siapa dia.
"Ya ampun Melisa...... Kamu bener bener Melinda kan" ucap Kinara heboh.
"Iya aku Melisa sahabat kampus kamu dulu yang terlupakan"
__ADS_1
"Ih apa sih bilang terlupakan segala. Emang siapa yang pergi ke luar negri setelah wisuda, pake acara nggak bilang bilang dulu lagi. Sekarang seenaknya aja bilang terlupakan seakan akan aku yang pergi dulu" ucap Kinara dengan nada candaan.
"Iya iya sory gue yang salah dulu pergi nggak bilang bilang. Tapi sekarang aku kan udah balik lagi kesini. Ikut suami"
"Kamu udah nikah?" tanya Kinar.
"Ya udah dong, masak umur segini masih aja sendiri yah kali gue jadi perawan tua. Amit amit ya. Kamu sendiri udah nikah apa belum? Apa jangan jangan kamu lagi yang perawan tua?" tanya Melisa jail.
"Enak aja, jelas aku udah nikah lah. Malah anak ku udah umur 5 tahun udah sekolah juga" ucap Kinara.
"Wih,,,,,, hebat emang bunga kampus. Cepet amat nikahnya udah punya anak juga lagi"
"Iya donk kan yang ngejar aku banyak, jadi tinggal pilih satu aja gampang kan ha ha ha" canda Kinara.
"Iya iya bunga kampus emang banyak yang ngedeketin. Eh udah dulu ya kita ngobrolnya gue udah kebelet nih. Ni lu tulis nomer telpon elo biar kita bisa komunikasi lagi. ucap Melisa buru buru menyerahkan ponselnya pada Kinara.
Kinara segera mengetik nomernya pada ponsel Melisa dan setelah nya Kinara mengembalikan ponsel itu lagi pada Melisa. Melisa menerima ponselnya lalu segera me save nomer yang di ketik Kinara tadi lalu di telfon juga nomer Kinara.
"Nah itu nomer gue, jangan lupa simpan ya. Gue masuk dulu bye Kinara ntar gue telfon"
**********
Begitu masuk ke mobil Kinara langsung di beri pertanyaan oleh Arya.
"Kok lama banget sih ke toiletnya?"
"Tadi nggak sengaja ketemu sama temen kampus aku dulu mas, jadi kita ngobrol dulu sebentar" jawab Kinara jujur.
"Laki laki atau perempuan?" Tanya Arya jutek. Dia sedikit khawatir kalau yang menyapa Kinara adalah seorang pria, Arya tau betul kalau Kinara dulu bunga kampus jadi otomatis banyak pria juga yang naksir dan deketin dia.
Kinara agak jegah mendengar pertanyaan dari suaminya. Suaminya yang jelas jelas selingkuh tapi kini seolah-olah dia menjadi suami yang posesif pada istrinya. Wah benar benar luar biasa suaminya ini.
"Perempuan mas, namanya Melisa, dulu dia sahabat aku di kampus tapi setelah wisuda dia pindah ke luar negeri dan sekarang dia balik ke sini lagi ngikutin suaminya yang kerja di sini" jelas Kinara.
__ADS_1
"Oh,,,,, ya sudah kalau gitu.Aku antar kamu sama Feli pulang dulu ya. Abis itu baru aku balik kantor"
Kinara tidak menjawab, dia hanya mengangguk menyetujui.
Sesampainya di rumah Kinara turun menggendong Feli yang tertidur lelap.
"Mas nanti bisa nggak jangan lembur. Biar kita bisa makan malem lagi mas di meja makan. Kita udah lama lho mas nggak makan malem bertiga di meja makan" pinta Kinara.
Arya berfikir dulu sejenak sebelum memutuskan. Sepertinya malam ini dia tidak bisa pulang cepat karena dia harus membujuk Sherly yang marah dulu. Dan bisa di pastikan tidak akan bisa cepat pulang nanti.
"Katanya nggak bisa deh. Mas banyak kerjaan di kantor nggak bisa di tunda tunda. Lain kali ya mas usahain pilah cepet" ucap Arya berbohong.
Kinara tau suaminya tengah berbohong saat ini. Ntah mengapa dia yakin kalau mas Arya nanti pulang telat pasti ada hubungannya dengan selingkuhannya dan bukan karena urusan pekerjaan. Tapi untuk saat ini dia tidak bisa berbuat banyak selain mengangguk dan pura pura percaya pada ucap suaminya tadi.
"Ya udah aku balik lagi ke kantor ya"
"Iya mas hati hati di jalan. Jaga hati dan pikiran juga mas" ucap kinara. Karena sedih dia mengatakan hal demikian.
Kinara dapat melihat Arya menjadi gugup mendengar ucapan Kinara tadi.
"Mmaaksud kamu apa bicara seperti itu" ucapnya agak terbata.
"Kan mas mau berangkat kerja lagi jadi jaga hati dan pikiran biar fokus kerja jangan terlalu di paksakan aja mas kalau nggak sanggup" ucap Kinara ambigu.
Meski agak bingung tapi Arya mengangguk saja dan segera pergi agar Kinara tidak berbicara yang aneh aneh lagi.
"Iya sayang aku pergi ya assalamualaikum"
"Waalikumsalam mas"
Arya masuk kedalam mobil dan segera menjalankan mobilnya kembali ke kantor. Begitu mobil itu pergi. Air mata yang sedari tadi coba di tahannya akhirnya pun tumpah pula. Rasanya sangat sakit berpura pura baik baik saja seperti sekarang ini.
"Kapan kamu akan kembali seutuhnya lagi mas" ucapnya lirih.
__ADS_1
Lalu kinara masuk ke dalam rumah dengan langkah yang terasa berat. Bukan berat karena menggendong Feli tapi berat di hatinya.