Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Tetaplah Jadi Kekuatan Ku


__ADS_3

Tangan Arya mengepal di balik pelukan itu. Jujur sekarang Arya mulai takut kalau sampai Sherly memang benar benar mengandung anaknya.


FLASHBACK OFF.


Arya tersadar dari lamunannya saat dia merasakan ada yang menepuk pundaknya pelan. Dan saat dia mendongak dia melihat wajah cantik istrinya yang sedang menatap dirinya pula.


Arya dapat melihat istrinya menaruh secangkir minuman di meja kerjanya, lalu kembali menoleh pada nya lagi.


"Mas ini aku bawakan teh bunga telang buat kamu. Katanya bunga telang bisa bikin diri kita rileks mas, jadi aku buatin kamu teh ini karena tadi aku lihat kayaknya kamu terlihat stres dan tertekan karena masalah ini" ucap Kinara lembut sambil mengusap pipi Arya dengan sebelah tangannya.


Kinara memang sengaja tidak membuatkan kopi untuk Arya karena Kinara melihat suaminya terlihat sangat stres tadi sampai makan pun tadi pikirannya melayang kemana-mana.


Arya menangkap tangan Kinara yang mengelus pipinya, lalu dia cium tangan lembut itu dengan cukup lama dan dalam.


Kinara tersenyum saat Arya mencium tangannya. Dalam hati Kinara berharap ini kehangatan inu tidak hanya sesaat tapi selamanya.


"Makasih ya sayang" ucap Arya setelah mencium tangan istrinya.


"Iya mas sama sama. Aku keluar dulu ya mas, kamu nanti jangan terlalu memaksakan diri mas, kamu juga harus istirahat biar nggak drop karena kelelahan bekarja" nasehat Kinara sebelum keluar dari ruangan.


"Iya sayang, nanti kalau kerjaan aku udah selesai aku susul kamu kekamar. Sekarang kamu tidur dulu gih" ucap Arya.


"Iya. Aku balik dulu ke kamar. Inget jangan terlalu memaksakan diri" ucap Kinara mengingatkan sekali lagi.

__ADS_1


Dan Arya pun langsung mengangguk tipis sambil tersenyum sebagai jawaban. Arya sudah cukup senang melihat Kinara yang begitu menghawatirkan keadaan nya. Arya jadi merasa sedikit lebih tenang sekarang.


Kinara ikut tersenyum lalu melangkah menuju pintu ingin keluar, namun langkahnya terhenti saat dia merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Jelas Kinara tau itu siapa, siapa lagi kalau bukan suaminya yang memeluknya dari belakang.


"Ada apa mas?" tanya Kinara karena agak kaget suaminya tiba tiba memeluknya erat seperti ini.


Tapi meski agak kaget tapi Kinara tetap menerima pelukan itu, bahkan tangan Kinara ikut memeluk tangan Arya yang melilit erat perutnya.


"Tidak, tidak ada apa apa. Aku hanya ingin memelukmu Kinar, aku ingin mendapat kekuatan dari pelukanmu untuk menyelesaikan masalahku saat ini. Aku butuh kamu Kinar" ucap Arya di balik pelukannya.


Kinara pun memutar badannya tanpa melepas pelukan itu. Di tangkap nya wajah Arya dan Kinara mendongakkan wajahnya agar mereka bisa saling menatap.


"Sudah aku bilang mas, Aku akan selalu ada untuk kamu. Kapanpun kamu butuh dukungan, maka kamu harus ingat kalau kamu memiliki aku dan juga Feli yang selalu ada untuk kamu mas. Kita bertiga akan selalu saling menggenggam, tidak akan terlepas" ucap Kinara.


***********


Pagi harinya, setelah sepakat dengan Sherly, pagi ini Arya datang ke apartemen Sherly untuk menjemputnya karena mereka akan cek ke dokter dan memastikan apakah yang di katakan padanya kemarin itu kebenaran atau hanya kebohongan.


Arya memilih sendiri Dokter dan rumah sakit yang akan mereka datangi nanti. Dan yang membuat Arya semakin cemas dari tadi adalah Sherly yang terlihat sangat santai dan tak memprotes dimana dan mereka akan periksa dan konsultasikan pada Dokter.


Arya jadi merasa ketakutan apa jangan jangan Sherly memang tengah mengandung anaknya, karena biasanya orang yang berbohong akan merasa takut dan gugup saat akan membuktikan ucapannya. Dan yang di lihat Arya dari Sherly, Sherly terlihat sama sekali tak takut. Bahkan Sherly terlihat sangat antusias ingin membuktikan ucapannya. Sherly sejak awal bahkan meminta Arya sendiri yang memilih tempat, waktu dan Dokter mana yang akan mereka kunjungi.


Arya bahkan sampai mengajukan libur hari ini hanya demi membuktikan ucapan Sherly kemarin.

__ADS_1


Kini setelah menjemput Sherly ke apartemennya, mereka kini tengah dalam mobil perjalanan menuju rumah sakit yang sudah di pilih Arya.


Arya memilih rumah sakit yang paling bagus dan terkenal dengan Dokter kandungan yang terbalik agar tak ada drama salah diagnosa.


Dalam mobil Arya banyak diam, tak seperti biasa yang bertanya atau sekedar mengobrol dengan Sherly saat perjalanan seperti ini. Berbeda dengan Arya yang hanya diam, Sherly justru sejak tadi terus bicara dan menceritakan hal hal tentang kehamilan pada Arya.


"Mas Arya tau nggak masak semalam aku tiba tiba kebangun tengah malem terus tiba-tiba pengen ngemil gitu mas, kan biasanya aku paling males yang nama nya ngemil, apalagi melem malem. Tapi semalem tuh rasanya pengen,,,,,,, banget. Apa itu yang namanya ngidam ya mas?" tanya Sherly antusias.


"Mungkin" jawab Arya seadanya. Kary dia memang sedang tidak mood untuk berbicara saat ini. Yang dia inginkan hanya cepat sampai di rumah sakit lalu menanyakan kebenaran ini pada Dokter. Agar dia bisa mengambil keputusan untuk kedepannya.


"Ih mas Arya kok cuma namngkapi gitu sih" Rajuk Sherly dengan memasang wajah cemberut.


Tapi hanya sebentar karena tak lama Sherly kembali bercerita lagi dan melupakan rasa kesalnya tadi.


"Oh ya mas, biasanya kalau orang hamil kan ada morning sick, tapi aku nggak ngerasain itu. Apa aku normal nggak ya mas kok aku nggak ngerasain itu. Atau anak kita pinter nggak mau mommy nya kesakitan jadi dia nggak rewel mas?" ucap Sherly tak kalah antusias seperti pertama bercerita lagi.


Tapi lagi lagi Arya menjawabnya dengan singkat. "Ntah" hanya satu kata yang sangat singkat itu yang di ucapkan Arya sebagai tanggapan.


Sherly kembali mencerbikkan bibirnya saat mendengar respon dari Arya. Setelahnya Sherly juga enggan bercerita lagi karena respon Arya dari tadi hanya begitu begitu saja. Bahkan terkesan tidak peduli.


Padahal kan ini kehamilan pertama Sherly, jadi Sherly sangat antusias dan juga kehamilan ini juga bisa menjadi kunci utama yang dapat membuat Arya dengan segera menikahinya. Karena Sherly yakin seratus persen, kalau sepulang dari rumah sakit nanti Arya pasti akan segera menikahinya. Bahkan mungkin kalau Sherly minta sekarang pun Arya pasti tidak bisa mengelak lagi.


Huhh Sherly bener bener sangat senang. Kehamilannya benar benar berkah untuk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2