Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Ancaman Sherly


__ADS_3

Setelah kurang lebih satu jam lamanya mereka 'bertempur' akhirnya mereka mengakhiri pertempuran itu dengan lenguhan panjang dan keluarlah lahar panas itu di dalam rahim sang istri.


Arya tetap di posisinya sesaat dan mengatur nafasnya yang masih tersengal sengal sebelum mencabut batangnya lalu merebahkan dirinya di samping sang istri. Arya menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka lalu memeluk tubuh istrinya dan mengecup kening istrinya lama.


"Terimakasih sayang, kamu luar biasa malam ini" ucap Arya merasa senang melihat istrinya yang berinisiatif dan aktif malam ini. Benar benar membuatnya terpuaskan.


"Iya mas sama-sama" jawab Kinara masih mengumpulkan sisa sisa tenaga untuk berbicara sesuatu pada Arya.


"Mas, ada yang ingin aku omongin sama mas Arya" ucap Kinara memulai pembicaraan.


"Iya kamu mau bicara apa" balas Arya sambil tangannya merapikan rambut Kinara. Setelah itu tangannya mengelus elus pipi mulus istri dengan lembut.


"Kemarin kan aku cerita sama kamu kalau aku ketemu sama sahabat kampus aku waktu aku lagi ke toilet. Waktu di pesto itu"


Arya mengangguk dan menyimak apa yang akan di bicarakan oleh Kinara sambil tangannya masih setia mengelus pipi Kinara.


"Nah terus, tadi pagi dia ngajak ketemu lagi karena kemarin kan kita nggak bisa ngobrol banyak. Dan waktu ketemu ternyata kita nggak cuma jumpa kangen aja, tapi dia juga ngajakin aku bisnis pastry gitu mas" ucap Kinara pelan dan hati-hati.


"Kamu tertarik sama tawaran sahabat kamu itu?" tanya Arya dan Kinara hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Huh.... Memang uang belanja yang aku kasih ke kamu masih kurang sampai kamu mau kerja?" tanya Arya lagi.


Kinara reflek menatap mata suaminya dan menggeleng sebelum menjawab pertanyaan suaminya.


"Nggak kurang mas, tapi aku tuh kadang merasa bosan. Aku kesepian juga mas. Feli sekarang udah sekolah dan kamu juga nggak ada waktu buat aku dan Feli. Kamu setiap hari pulang malem terus, sampai rumah juga langsung tidur. Aku juga butuh kegiatan buat mengusir kejenuhan aku mas, dan aku rasa ide bisnis sahabat aku itu cara menghilangkan kejenuhan ku dengan cara yang positif" jelas Kinara.

__ADS_1


"Terus gimana kalau Feli udah pulang sekolah. Gimana dia? Dan aku juga kan udah janji akan berusaha buat pulang cepat mulai sekarang"


"Kalau masalah Feli aku bisa titipin ke Mama Mayang atau Mama Sekar dulu atau aku ajak ke ruko juga boleh. Kalau masalah mas Arya, aku bakal bilang sama temenku kalau aku harus udah pulang sebelum mas Arya pulang kantor. Jadi tolong ya mas, mas pertimbangan dulu" Kinara sekali lagi mencoba membujuk Arya.


"Hmmmm nanti coba aku pikir pikir dulu, tapi ini masih pikir pikir ya, belum deal aku setuju. Sekarang lebih baik kita tidur, besok kamu juga harus bangun awal kan seperti biasa" ucap Arya akhirnya.


"Iya mas selamat tidur mas Arya"


"Selamat tidur sayang muah...." balas Arya diakhiri kecupan di kening Kinara.


Setelahnya mereka tidur dengan saling berpelukan.


**********


Arya yang baru saja masuk ke dalam ruang kerjanya dan mendudukkan dirinya di kursi tiba tiba di kejutkan dengan pintu yang di buka secara kasar dari luar. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Sherly.


Sherly masuk dengan muka marahnya dan tanpa bicara dia langsung berjalan cepat menuju kursi Arya.


"Kenapa dari semalam aku telfon nggak kamu angkat, aku chat juga nggak kamu bales. Udah pulang main pergi gitu aja ninggalin aku" ucap Sherly menumpahkan kekesalannya yang di tahan sejak semalam.


"Kamu kan tau kalau semalam orang tua ku datang ke rumah, ya nggak mungkin orang tuaku kerumah akunya malah nggak ada di sana kan Sher"


"Ya tapi seenggaknya kamu masih bisa kan mas angkat telfon dari aku atau sekedar hanya balas chet dariku"


"Kemarin aku juga ngerjain kerjaan yang belum selesai jadi nggak perhatikan handphone ku. Lagian aku juga udah bilang kan sama kamu, kalau aku lagi di rumah kamu jangan hubungi aku dulu. Nanti kalau istriku curiga gimana!" ucap Arya tak kalah kesal.

__ADS_1


Moodnya yang sejak tadi sudah baik, eh malah di hancurkan oleh Sherly yang pagi pagi sudah ngomel ngomel nggak jelas. Padahal dulu Sherly sangat mengerti dirinya. Sherly selalu menenangkan dan menyenangkan Arya saat dia sedang stres urusan kantor. Tapi kini Sherly malah banyak menuntut dan bikin dia tambah stres saja.


Belum lagi pembahasannya dengan Papanya tadi malam juga masih terngiang di benak Arya hingga saat ini.


Sepertinya dia memang harus mulai menjauh dan mengakhiri hubungannya dengan Sherly. Tapi bagaimana caranya, Sherly pasti tidak mau begitu saja berpisah dengan nya. Apalagi mengingat Sherly yang mulai menuntut status padanya.


"Kok kamu jadi ikutan marah sih mas sama aku, harusnya aku yang marah bukannya kamu. Kamu yang nyuekin aku tapi waktu aku tanya kamu malah balik marah!" ucap Sherly semakin tersulut emosi.


"Sher aku lagi nggak ingin berantem sama kamu sekarang. Kerjaan aku masih banyak dan kamu jangan bikin moodku berantakan karena omelan nggak jelas kamu itu. Jadi mending sekarang kamu keluar dari ruangan aku sebelum aku semakin kehilangan kesadaran sama kamu!" usir Arya.


"Kamu,,,,,,,,,, kamu ngusir aku mas. KAMU UDAH BERANI NGUSIR AKU MAS!" ucap Sherly murka.


"Ya, aku minta kamu keluar dari ruangan ku sekarang juga atau..."


"Atau apa? atau apa mas hmmm?"


"Atau aku bakal putusin kamu sekarang juga!"


"Hahahahahaha" tiba tiba tawa Sherly membahana di ruangan itu.


"Kamu nggak bisa gitu aja putusin aku mas. Kamu pikir segampang itu kamu bisa ninggalin aku mas! Nggak mas. Nggak semudah itu, aku bakal bilang ke istri dan keluarga kamu kalau kita ini udah pacaran dan aku juga bakal bilang juga sama pak Ricardo ( big bos kantor tempat Arya dan Sherly bekerja) kalau kamu udah selingkuh sama bawahan kamu sendiri. Aku yakin setelah mendengar berita itu pak Ricardo akan segera pecat kamu karna sudah merusak citra baik perusahaan. Mau kamu mas" ancaman Sherly dengan tangan yang di acungkan pada Arya.


"Jangan macam macam kamu Sherly. Kalau aku dipecat maka kamu akan di pecat juga"


"Aku nggak masalah kalau harus di pecat. Umur ku masih muda dan aku bisa kerja di tempat lain tapi kalau kamu di pecat kamu belum tentu bisa dapat jabatan seperti sekarang ini mas. Kamu harus memulai semua dari nol lagi. Dan aku nggak yakin kalau istri kamu masih akan menerima suami yang tukang selingkuh plus pengangguran" Sherly sengaja menekankan ucapannya ahlgar Arya sadar kalau dia tidak main main sekarang.

__ADS_1


__ADS_2