Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Dia,,,,,,,,


__ADS_3

"Iyalah, masak aku udah punya anak tapi nggak punya suami. Yang bener aja kamu ini" balas Kinara.


semakin membuat Abian tenggelam dalam rasa sakitnya. Sakit karena cintanya harus kalah dengan kenyataan. Saat cintanya baru tumbuh dan ingin berbunga malah harus di potong paksa dari hatinya.


Abian seperti terbangun dari mimpi indahnya dan langsung di banting ke dasar jurang yang dalam dan gelap. Sakit itu, begitu terasa sampai Abian tanpa sengaja meringis karena merasakan sakit itu.


"Bian, Abian, hei kamu kenapa?" tanya Kinara khawatir, karena melihat Abian yang terlihat meringis kesakitan setelah melamun.


"Hah.. Iya ada apa?" jawab Abian yang masih loading. Otaknya masih belum bisa berfikir dengan benar saat ini.


Kenyataan yang baru saja dia dengar dari wanita pujaannya sungguh menggoncang akal sehat Abian. Dia ingin marah, mengungkapkan rasa kecewanya saat ini juga. Tapi Abian sadar kalau dia bukan siapa siapa di hidung Kinara.


Harusnya Abian mencari tahu tentang Kinara sebelum benar-benar menautkan hatinya pada wanita cantik itu. Tapi yah bagaimana lagi, memang benar kata orang, kalau jatuh cinta memang bisa membuat orang buta dan bod*h. Harusnya Abian sadar kalau tidak mungkin wanita secantik dan se menawan Kinara masih sendiri. Setidaknya kalau tidak punya suami maka calon suami pasti punya. Tapi lagi lagi karena dia terlalu terbawa perasaan kasmaran maka Abian tidak berfikir sampai sejauh itu.


"Kamu kenapa sih? kok tiba tiba aneh gitu? kamu lagi mikirin apa?" tanya Kinara dengan raut bingung.


"Nggak kok nggak papa, aku cuma,,,,,, cuma mau ke toilet sebentar. Aku tinggal ke toilet dulu ya" ucap Abian mencari alasan.


"Oh, ya udah gih sana, keburu keluar nanti" sahut Kinara bercanda.


"Iya sebentar ya" pamit Abian. Lalu Abian bergegas ke kamar mandi.


Abian membasuh wajahnya dengan air agar pikirannya bisa kembali jernih. Meski hatinya sedang patah saat ini. Tapi di depan Kinara, dia harus bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Kinara bisa merasa curiga dan aneh kalau tiba tiba dia menunjukkan rasa sedihnya atau bahkan pergi begitu saja karena tak tahan dengan rasa sesak di dadanya.


Ntah dia harus menyalahkan takdir yang terlambat mempertemukan dia dan Kinara atau hatinya yang salah mengukir nama.


Satu yang Abian tau saat ini. Dia harus bisa melupakan bahkan kalau bisa membuang jauh jauh rasa yang ada di hatinya. Karena sangat tak mungkin cintanya akan berbalas.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Meninggalkan Abian yang masih berusaha menutupi rasa kecewanya dan sakit hatinya. Di sisi lain ada Melisa yang tengah berada di mall bersama suami tercintanya.


Setiap weekend mereka pasti menyempatkan diri untuk sekedar berbelanja kebutuhan sehari hari atau jalan jalan sambil nonton film. Kalau menurut Melisa sih kencan halal.


Melisa dan Prabu memang salah satu pasangan yang selalu mencari quality time saat saat liburan kerja. Alasannya tentu saja agar bara api cinta diantara keduanya terus membara.


Saat ini Melisa tengah mencari kebutuhan sehari-hari di swalayan yang cukup lengkap dan dekat pula dengan rumahnya.


Saat dia hendak membayar belanjaannya tiba-tiba antriannya di potong oleh seorang perempuan yang tiba tiba datang. Sontak hal itu membuat Melisa geram dan langsung muncullah sikap bar barnya yang sedari tadi sedang semedi karna saat bersama suaminya Melisa akan bersikap seperti kucing Persia.


Tapi saat dia melihat ada perempuan yang seenaknya menyerobot antriannya haftt Melisa tak akan tinggal diam.


Wanita itu pun menoleh pada Melisa dan bukannya merasa bersalah eh malah ikut marah dan ngegas.


"Mbak, saya cuma sebentar. Belanjaan saya tuh sedikit sedangkan belanjaan mbak kan banyak, jadi kelamaan dong kalau saya harus nungguin mbaknya. Lagian saya juga cuma sebentar kok" ucap perempuan itu tak kalah sinis.


"Enak aja kamu ini. Heh dengerin ya baik baik. Mau saya bawa belanjaan banyak kek, sedikit kek. Yang namanya orang mau ke kasir ya harus ngantri mbak. Nggak bisa main serobot gitu" kini Melisa makin baik pitam.


"Kan saya udah bilang, saya cuma sebentar. Cuma bayar ini doang. Jadi bisa cepet. Mbaknya harusnya tunggu sebentar dong. Harusnya kamu ngalah sama saya yang lagi hamil begini" ucap perempuan itu yang tak lain Sherly.


Tadi setelah feeting baju pengantin dia dan Arya mampir ke swalayan untuk membeli susu hamil karena susu hamil Sherly tinggal sedikit di rumah.


"Tau hamil malah ngajarin anaknya nggak sopan. Mbak orang hamil itu jaga sopan santun dan tutur kata mbak biar anaknya juga kalau lahir insyaallah jadi anak Sholeh Sholeha. Bukannya malah diajak nggak tau aturan begini.

__ADS_1


Karena perdebatan itu cukup membuat keributan membuat akhirnya Prabu dan Arya mendekat kearah wanitanya masing masing.


"Sayang kamu kenapa kok berantem di depan kasir sih. Bukannya bayar belanjaan kamu?" tanya Prabu begitu berada di samping istrinya.


"Sherly, kamu apa apaan sih. Malah bikin keributan di sini. Kayak anak kecil aja kamu" ucap Arya pada Sherly.


Melisa yang tadi mau menjawab pertanyaan suaminya pun urung karena melihat wajah Arya. Wajah itu,,,,,,, Hah bukankah dia suami kinara.? lalu sedang apa dia disini dan bersama wanita tukang serobot ini. Batin Melisa bertanya tanya.


"Dia tuh sayang. Masak tiba tiba marah marah sama aku. Aku kan lagi hamil sayang, nggak kuat berdiri terlalu lama. Dan dia bawa belanjaan segitu banyaknya, pasti dia bakalan lama si kasir nya" ucap Sherly dengan nada merajuk.


"Sayang?" ucap Melisa bertanya tanya.


"Kamu,,,,,,, panggil dia apa? sa ya ng?" ucap Melisa syok.


"Emang apa urusannya dengan kamu huh, dia itu calon suami saya. Jadi terserah saya dong mau panggil dia apa" ucap Sherly sinis.


Lalu setelahnya Sherly segera membayar belanjaannya dan segera menarik Arya pergi. Mumpung perempuan bar bar itu lagi loading sama pikiran batin Sherly.


Melisa pun tersadar dari rasa terkejutnya saat melihat Arya keluar dari swalayan. Tapi dengan cepat Melisa segera mengikuti langkah kedua orang itu. Dan dengan agak teriak Melisa meminta suaminya untuk membayar dulu di kasir.


"Hei tunggu! tunggu!" ucap Melisa dengan agak berlari kecil karena harus menyusul arya.


"Tunggu aku bilang" ucap Melisa dengan sedikit berteriak karena mereka bukannya berhenti. Mereka malah semakin cepat berjalan menuju mobil.


Sherly dan Arya pun berhenti lalu berbalik badan dan Melisa langsung mendekati mereka.


"Mau apa lagi kamu?" tanya Sherly ketus.


"Aku nggak ada urusan sama kamu. Tapi sama dia. Aku ingin menanyakan beberapa hal dengannya" ucap Melisa sambil menunjuk ke Arya.


"Kamu mau bicara dengan ku?" tannya Arya penasaran dan bingung

__ADS_1


"Iya, aku ingin bertanya sesuatu" jawab Melisa.


Dia menatap Arya dengan pandangan yang sulit di artikan oleh Arya.


__ADS_2