
Keesokan harinya Melisa datang ke rumah Kinara dengan membawa banyak bahan bahan makan, karena rencananya mereka akan mencoba membuat beberapa menu desert dan makanan lainnya dan mereka akan mencoba membandingkan menu mana yang sekiranya cocok dan akan di sukai oleh banyak orang.
Yah walaupun sebenarnya yang memasak nanti adalah Kinara dan Melisa hanya sekedar bantu bantu saja nanti karena jujur Melisa tidak terlalu pandai memasak. Melisa bisa memasak, tapi hanya masakan yang simpel simpel saja.
Saat sampai di depan rumah Kinara, Melisa meletakkan tiga bag belanjaan yang besar di lantai lalu dia memencet bel pintu.
Dan tak lama kemudian pintu di buka oleh Kinara sendiri. Kinara yang awalnya tersenyum jadi menganga melihat Melisa yang datang ke rumahnya dengan bahan bahan makanan sebegitu banyaknya. Kinara tidak habis pikir bagaimana cara Melisa membawa semua belanjaan itu sendiri tadi.
Mereka memang sepakat akan bertemu di sini dan memasak bersama dan Kinara juga tau kalau Melisa akan sekalian membawa bahan bahan yang akan mereka masak nantinya. Tapi Kinara tidak menyangka kalau akan sebanyak ini bahan bahan yang di bawa Melisa.
"Hei Kinar, hello" ucap Melisa menjentikkan jarinya di hadapan Kinara karena melihat Kinara yang hanya terbengong setelah membuka pintu.
"Ya ampun Melisa....... Elo ngapain bawa barang kegini banyaknya? emang elo pikir kita mau masakin orang satu kampung. Sampai elo bawa beban bahan segitu banyaknya?" ucap Kinara setelah dia bisa menguasai diri.
"Ya kan kita nantinya mau masak banyak menu. Ya gue beli bahan bahan yang banyak donk, dari pada nanti malah kurang waktu kita masak" jawab Melisa santai.
Kinara hanya menggeleng heran dengan temannya yang satu ini. Memang kadang kadang suka ajaib orangnya.
"Ya udah deh masuk aja dulu. Gue bantu bawain berang belanjaannya" lalu Kinara mengangkat salah satu bag belanja itu " Buset berat banget ini. Elo gimana bawanya tadi?"
"He he he he gue kan strong women. Bawa belanjaan segini aja mah kecil buat gue. Elo kayak ngga tau aja gue siapa" ucap Melisa menyombong diri.
"Iya iya elo kan dulu cewek paling joger di kampus, nggak ada tandingannya ha ha ha" jawab Kinara disertai tawanya.
__ADS_1
Dan mereka pun tertawa bersama. Kalau di pikir memang aneh Kinara yang kalem dan feminim bisa berteman dengan Melisa yang bar bar dan tomboy abis.Tapi itulah indahnya perbedaan, mereka tidak pernah merasa risih dengan tingkah teman mereka walaupun sifat mereka sangat bertolak belakang. Menurut Kinara dan Melisa perbedaan itu y menjadi pelengkap.
Saat menuju dapur mereka melewati ruang keluarga dan Melisa dapat melihat ada foto Kinara disana beserta putri cantiknya Feli dan tak lupa ada seorang pria tampan dan gagah bersama mereka di foto itu.
Melisa yakin sekali kalau itu adalah foto suami Kinara. Meski belum pernah bertemu sebelumnya tapi sudah jelas kalau pria itu pasti suami Kinara, ya kali Kinara foto sama laki laki lain terus di pajang di rumahnya.
Tapi anehnya semakin di lihat Melisa seperti pernah melihat orang di foto itu. Tapi di mana ya? Melisa sendiri masih belum ingat kapan dia bertemu dengan suami Kinara, tapi wajahnya terlihat familiar sekali.
Melisa masih berusaha mengingat dimana dia bertemu dengan suami Kinara sampai tak sadar mereka ternyata sudah sampai di dapur.
"Udah taruh aja dulu barang barangnya di meja. Terus kita keluarin satu persatu" ucap kinara begitu sampai dapur.
Kinara menyusun bahan bahan makanan yang di beli Melisa tadi di meja dapur yang cukup besar. Saat Kinara tengah menyusun bahan bahan makanan itu, Kinara menoleh pada Melisa yang nampak terdiam.
"Elo ngagetin gue aja sih" ucap Melisa setelah sadar dari lamunannya.
"Abisnya elo sih di suruh mindahin bahan bahan masakan ke meja eh malah bengong aja. Mikir apa sih lo, sampe bengong gitu?" tanya Kinara.
"Emmm itu yang tadi foto suami elo ya yang sama elo dan Feli?" Melisa malah balik bertanya.
"Ya iya lah Mel, ini kan rumah gue jadi foto itu pasti foto keluarga gue, ada gue, Feli sama suami gue. Emang naoa sih elo tanya gitu?" tanya Kinara merasa aneh dengan temannya.
"Nggak kenapa kenapa kok, gue cuma ngerasa pernah ketemu sama suami elo tapi dimananya gue yang lupa" jawab Melisa.
__ADS_1
"Mungkin kalian pernah ketemu di jalan atau di mana gitu. Kan bisa aja kalian nggak sengaja ketemu di jalan" ujar Kinara santai.
Memang wajar sih menurut Melisa kalau mungkin mereka pernah berpapasan di jalan.
"Iya elo bener, mungkin gue ketemu suami elo di jalan jadi waktu gue lihat foto kalian gue langsung ngerasa familiar" ucap Melisa membenarkan kemungkinan memang ucap Kinara benar.
"Ya udah jadi kita buat apa dulu nih, kita buat desert atau menu utama nih?" tanya Kinara.
"Kita bikin menu buat makan siang aja dulu. Abis itu baru deh kita buat desert biar pas dan cocok nantinya" jawab Melisa.
"Ok deh"
Setelahnya mereka berdua sibuk berkutat dengan bahan masakan, pisau dapur dan penggorengan. Mereka melakukan kegiatan masak memasak hampir seharian penuh. Mereka berhenti sejenak tadi untuk menjemput Feli sekolah dan makan siang dulu selah itu lanjut masak lagi.
Setelah seharian mereka berkutat di dapur dan menyicipi beberapa menu mulai dari yang akan di jadikan menu makan siang sampai desert. Dan akhirnya setelah sekian banyaknya menu mereka sudah memutuskan pilihan mana yang akan mereka gunakan untuk menu kafe mereka nanti. Dan untuk bagian kopi, mereka sepakat akan mencari seseorang yang bisa membuat kopi yang enak dan akan memperkerjakan beberapa orang lagi untuk kafe mereka.
Meski hari ini cukup melelahkan karena mereka masak banyak sekali ragam makanan tapi mereka senang karena berhasil menemukan menu yang sesuai menurut mereka berdua.
Melisa pun kembali ke rumah karena hari sudah mulai sore. Dia takut suaminya akan pulang lebih dulu sebelum dia di rumah. Tak lupa pula Kinara meminta Melisa untuk membawa beberapa makanan itu karena memang ada sangat banyak di rumah Kinara. Kinara jadi merasa seperti mau hajatan saja saat melihat semua makanan itu.
Dan Melisa pun dengan senang hati membawa beberapa makanan itu dan akan di makannya bersama suaminya nanti.
Itung itung suaminya biar bisa merasakan masakan Kinara agar dia tahu kenapa Melisa ingin sekali berbisnis dengan Kinara.
__ADS_1