Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Buktikan Saja


__ADS_3

"MAKSUD KAMU APA MAS TANYA ANAK INI ANAK SIAPA? JELAS JELAS INI ANAK KAMU MAS" jawab Sherly dengan nada suara tinggi serta menatap nyalang Arya. Karena Arya malah mempertanyakan anak siapa yang dia kandung ini. Jelas jelas mereka sering melakukan hubungan ***. Bagaimana Arya malah mempertanyakan anak siapa ini.


Wahhhh Sherly bahkan dibuat tak habis pikir dengan pemikiran Arya.


"Itu bukan anakku. Itu bukan milikku Sherly. Kita sama sama tau kalau aku selalu menggunakan pengaman saat kita bercinta. Jadi bagaimana bisa kamu mengatakan kalau kamu hamil anakku Sherly. Itu pasti bukan milikku, bukan, bukan milikku Sherly" ucap Arya tak kalah emosi.


Sherly menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Arya. Bagaimana dia menuduhnya seperti itu.


"Buang jauh lebih pikiran gil*mu itu mas. Ini anak kamu mas, memangnya kamu pikir aku perempuan seperti apa? Apa kamu pikir aku perempuan yang bisa tidur dengan sembarang pria hah! Apa kamu pikir aku bisa melakukannya mas. Kamu pikir aku se rendah itu mas sampai aku bisa hamil anak orang lain hah! Jawab mas! Apa seperti itu pandanganmu terhadap ku mas" ucap Sherly dengan Punuh rasa kecewa, bahkan Sherly tak mampu menahan laju air matanya yang sedari tadi terus mengalir di pelupuk matanya.


"Aku akui Sherly, aku akui kita memang sering bercinta. Tapi, kamu juga sadar dan tau kan kalau aku tak pernah sekalipun menyemburkan benihku di rahimmu. Jadi bagaimana mungkin sekarang kamu bilang kalau kamu hamil anakku Sherly. Satu satunya hal yang mungkin terjadi adalah kamu juga tidur dengan plorsng lain selain aku dan mungkin...."


PLAKKKK.


Belum selesai Arya berucap tadi ucapannya seketika terhenti karena tamparan keras yang mendarat di pipi kirinya. Sherly benar benar geram dengan tuduhan yang di layangkan Arya padanya.

__ADS_1


"BERHENTI........ jangan kamu sembarangan menuduhku mas. Meski aku bukan perempuan baik, tapi setidaknya aku tidak akan melakukan hal rendah seperti yang kamu tuduhkan padaku" ucap Sherly dengan nafas terengah-engah saking marahnya dia.


"Kamu pikir aku tidak syok waktu mendengar berita ini mas, aku juga kaget. Aku bahkan langsung periksa dan konsultasi pada dokter kandungan karna aku tak percaya pada alat tes peck itu sebelumnya mas. Tapi saat aku memeriksakan pada dokter kandungan dan dia mengatakan bahwa aku hamil baru aku percaya akan hal itu mas" Sherly menghapus air matanya kasar, lalu melanjutkan ucapannya lagi.


"Aku juga bertanya pada dokter itu. Bagaimana bisa aku hamil kalau kita selalu menggunakan pengaman saat kita bercinta. Dan kamu tau dokter itu berkata apa? Dokter itu menjawab kalau bisa saja seseorang hamil meski menggunakan pengaman saat berhubungan. Bisa saja pengamanan itu bocor, atau bisa juga karena pelumas mu yang membuat aku hamil mas. Pelumas mu itu juga ada sp*rm*nya mas. Meski hanya sedikit dan kecil kemungkinan. Tapi itu bukan berarti tidak bisa kan mas. Dokter sendiri yang mengatakan itu. Dia berkata kalau itu bisa membuat seorang wanita hamil" jelas Sherly panjang lebar mengikuti penjelasan dari dokter itu.


Arya hanya diam di tempat. Sorot matanya terlihat kosong seperti tlraga tak bernyawa. Arya merasa tak bisa berfikir dengan benar saat ini.


"Kalau kamu tak percaya padaku, besok kita cek ulang saja semua ini. Kita pastikan dengan Dokter. Terserah kamu mau ke dokter mana dan rumah sakit yang mana. Aku akan membuktikan kalau aku tidak sedang berbohong padamu mas. Tanyakan pada Dokter itu apa yang aku bicarakan tadi benar apa tidak. Apa aku bisa hamil meski kamu selalu menggunakan pengaman atau tidak. Kita buktikan sama sama" ucap Sherly penuh keyakinan.


Dan kini Arya hanya bisa berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri. Dia mulai takut kalau seandainya apa yang di ucapkan Sherly benar adanya. Bagaimana kalau dia memang ayah dari anak yang ada di kandungan Sherly.


Tapi bagaimana dengan keluarganya, bagaimana dengan Kinara jika tau kalau dia akan memiliki anak dengan perempuan lain. Apakah Kinara bisa berbesar hati menerima keadaan atau malah berontak dan pergi darinya.


Akhhhhh Aakhhhh

__ADS_1


Jerit Arya menyalurkan amarahnya.


"Lalu apa yang kamu inginkan sekarang Sherly. Kamu tau betul kalau aku sudah punya istri dan anak. Aku bukan pria lajang Sherly" ucap Arya setelah dapat mengendalikan diri.


"Aku tau kamu sudah punya istri dan anak. Jelas aku tau itu mas, sejak sebelum kita berhubungan juga kita sana sama tau kalau kamu sudah punya istri dan anak. Tapi kamu masih mau menjalin hubungan dengan ku. Lalu sekarang kenapa kamu mengungkit kalau kamu sudah punya anak dan istri mas? Dan yang aku inginkan pastinya sudah jelas kamu tau mas. Aku ingin kamu menikahi aku mas, aku ingin kamu kamu segera menikahi aku sebelum anak ini tumbuh semakin besar di kandungan ku. Aku ingin kamu bertanggung jawab atas apa yang kamu perbuat" ucap Sherly mengungkapkan apa yang dia inginkan.


"Sherly bagaimana bisa aku menikah kamu! aku ini punya istri" ucap Arya kembali.


"Aku hanya meminta kamu untuk menikahi aku mas, agar anak ini punya status yang jelas. Agar anak ini tidak lahir tanpa adanya seorang ayah, apa kamu tega melihat anakmu lahir tanpa adanya seorang ayah. Aku cuma minta kamu nikahi aku mas. Aku nggak minta kamu nikahi aku dan ceraikan Kinara kok. Aku hanya ingin kejelasan dan status untuk anakku saja" ucap Sherly terduduk lemas di lantai dan menutup wajahnya yang sudah sangat berantakan karena air mata yang terus mengalir dan make up yang telah luntur.


Huh......


Arya menghela nafas berat. Lalu ikut duduk di samping Sherly dan mencoba menenangkan Sherly yang sejak tadi terus menangis. Dia juga tidak tega melihat Sherly yang seperti ini.


"Baiklah Sherly, kita akan periksakan kandungan kamu besok dan bertanya pada Dokter tentang ucapan mu tadi. Apa benar kalau meski aku sudah menggunakan pengaman kamu masih bisa hamil anakku. Jika memang benar, aku janji akan tanggung jawab dan menikahi kamu secepatnya" ucap Arya akhirnya.

__ADS_1


Sherly menatap wajah Arya lalu memeluk erat Arya yang ada di sampingnya.


"Kamu harus janji mas, kamu karya janji kalau aku mengucapkan y sebenarnya kamu akan menikahi aku secepatnya. Kalau bisa besok juga sekalian"


__ADS_2