Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Menemui Mertua


__ADS_3

Keesokan, Arya yang masih dirumah sakit disibukkan dengan merawat Sherly sejak s malam. Kondisi sherly sudah lebih baik tapi dia sama sekali tak mengijinkan Arya untuk pergi dan meminta Arya untuk tetap menemaninya sampai dia di perbolehkan pulang. Arya bahkan ijin tak masuk kantor beberapa hari demi menebus rasa bersalahnya yang hampir mencelakai anaknya. Meski dia tak sengaja melakukannya.


Lain Arya, lain pula dengan Kinara dan keluarganya. Setelah mengantar Feli ke sekolah, Kinara dan kedua orangtuanya pergi ke firma hukum untuk mencari pengacara yang akan membantu proses perceraiannya dengan Arya.


Mereka ingin semua berakhir dengan cepat dan tanpa kendala. Setelah berkonsultasi sebentar dan pengacara itu meyakinkan Kinara akan keputusannya. Mereka pun bersama-sama pergi ke pengadilan agama untuk mendaftarkan perceraiannya dengan Arya. Untungnya Kinara membawa semua surat surat penting yang dibutuhkan untuk perceraian jadi tak ada masalah dalam administrasi.


Setelah mendaftarkan perceraiannya, Kinara meminta ijin pergi ke suatu tempat dulu. Kinara ingin ke rumah mertuanya dan ingin meminta maaf serta memohon restu untuk berpisah dari Arya. Sungguh Kinara hanya ingin perceraian yang damai dan tanpa ada drama jadi Kinara rasa harus mengatakan tentang rencana perceraiannya dengan mertuanya. Kinara melakukan semua ini juga demi putrinya Feli.


Dia dan Arya menang akan bercerai, tapi sampai kapanpun Arya akan tetap menjadi ayah Feli, pun dengan mertuanya, mereka sampai kapanpun akan menjadi ama dan opa Feli. Lagipula, selama pernikahan nya dengan Arya, mereka sangat baik dan menyayangi Kinara selayaknya anak sendiri.


Kinara sampai di rumah Mama Laras dan papa Agus. Papa Agus sama seperti Papa yaitu seorang pensiunan jadi biasanya dua memang akan ada di rumah bersama mana Laras.


Dan benar saja kedua mertuanya ada di rumah, awalnya Kinara bingung harus mulai dari mana mengatakannya. Walau bagaimanapun Arya adalah anak mereka. Kinara juga sempat takut kalau misalnya mertuanya malah meminta dirinya untuk kembali bersama Arya dan memaafkan kesalahannya, mau menerima keadaan yang ada.


Tapi semua pemikiran Kinara tadi ternyata tak terjadi. Mertuanya malah menangis dan minta maaf padanya.


"Mama minta maaf ya nak hiks, mama sama sekali tidak berfikir kalau putra mama bisa berbuat sehina itu nak hiks hiks" ucap mana Laras sambil menangis terisak.


Kinara beranjak dari duduknya lalu duduk di samping Mama Laras lalu memeluk mana Laras erat. Mana Laras menangkap wajah Kinara dengan kedua tangannya lalu berkata lagi di sela tangisnya


"Kenapa anak mana bisa segera bod*h itu menyakiti istri se sempurna kamu nak? Kenapa dia harus mencari bunga lain saat dia sudah memiliki kebun bunga sendiri? hiks hiks. Mama, mama nggak tau dengan jalan fikiran anak itu. Memang apa yang dia cari sampai menduakan istri sesempurna kamu nak?" ucap mana Laras terisak. Sungguh bod*h putranya yang masih mencari wanita lain saat dia sendiri sudah punya istri seperti Kinara yang veangay sempurna di matanya.

__ADS_1


"Ma, Kinara bukan wanita sempurna ma, Kinara juga punya banyak kekurangan ma. Hati Kinara nggak cukup luas ma, sampai Kinara tak sanggup bertahan lagi. Kinara mohon ma, pa Kinara ingin meminta ijin untuk berpisah dengan mas Arya" ucap Kinara menggenggam tangan ibu mertuanya yang tadi menangkup wajahnya.


"Papa dan mama memang sangat ingin kamu tetap menjadi menantu kami. Tapi Papa dan mama nggak akan memaksa kamu untuk tatap bersama dengan Arya. Terlebih setelah apa yang telah dia lakukan terhadapmu. Jika bersamanya hanya akan membawa luka dan derita. Maka lanjutkanlah akan apa yang telah kamu lakukan nak. Kami sebagai orang tua tak akan menahannya. Kami sadar semua ini karena sesalahan Arya dan kamu berhak bahagia dengan jalan yang kamu pilih selanjutnya" ucap Papa Agus setelah cukup lama diam. Papa Agus juga menepuk pundak Kinara seperti memberi kekuatan untuk Kinara.


Meski dia tak ingin kehilangan menantu seperti Kinara, tapi mereka juga tak boleh egois, Kinara sudah banyak menahan rasa sakit seorang diri. Dan sekarang, jika berpisah dari Arya dapat membuatnya bahagia dan tak merasa sakit terus menerus. Maka sebagai orang tua dia tidak akan omegois dengan menahan Kinara. Lagi pula dia dan sang istri sudah menganggap Kinara sebagai putrinya sendiri, jadi mereka pun tak ingin putri mereka terluka karena perbuatan anaknya sendiri.


"Kinara, tapi kita masih bisa bertemu lagi kan nak, mana sama papa juga masih bisa bertemu dengan Feli kan nak?"ucap mama Laras khawatir kalau kalau dia sudah tak bisa bertemu dengan cucunya di masa depan.


"Bisa dong ma, kapan pun Mama dan Papa ingin ketemu sama Feli Kinar akan ijinin kok. Feli juga cucu Mama dan papa. Jadi nggak akan ada yang bisa menghalangi kalian bertemu. Lagian Kinara sana Feli juga nggak pergi kemanapun kok. Kinara dan Feli juga masih di kota yang sama dengan mama dan papa" ucap Kinara mencoba menenangkan kerisauan mana Laras.


"Makasih ya sayang. Sekali lagi Mama dan papa minta maaf atas semua yang terjadi" ucap mana Laras agak lega. Mama Laras sangat berterima kasih karena walaupun Kinara sudah di sakiti sedemikian rupa oleh putranya Arya. Tapi Kinara dana sekali tak menyalahkan mereka atau pun membenci dirinya dan suami.


"Makasih ma, mana dan papa sudah banyak memberi cinta dan kasih sayang pada Kinara selama ini. Kinara janji akan sesekali datang kemari untuk berkunjung. Kinar juga akan membawa Feli setiap kali kemari" jawab Kinara tersenyum hangat.


Meski suaminya sudah sangat memberi luka pada hati Kinara. Tapi mama Laras dan Papa Agus sudah sangat baik dan menyayanginya selama ini. Setidaknya rasa sayang mereka menang tulus untuknya.


Setelah cukup lama saling berbicara dan mereka juga menanyakan dimana Kinara tinggal saat ini. Kinara pun akhirnya pulang kerumah orangtuanya. Karna dia takut Feli mencarinya karena sudah dari tadi Feli pulang. Bahkan hari sudah sore.


Sepeninggal Kinara dari rumah mertuanya. Mana Laras kembali menangis dan tak menyangka kalau pernikahan anaknya yang dia pikir selama ini baik baik saja ternyaata tak seindah dan sebaik yang orang lain lihat. Orang ternyata hanya bisa melihat dari luar dan tak tau dalamnya.


Harusnya Mama Laras menyadari ada yang tak beres saat acara Kinara beberapa hari lalu anaknya tak hadir. Memang rapat apa yang dilakukan hari Minggu dan sapanjang hari.

__ADS_1


Memang apa sih yang mau dicari Arya lagi. Punya istri secantik dan baik Kinara saja bukannya bersyukur ini malah cari perempuan lain. Memang apa hebatnya perempuan itu. gerutu mama Laras dalam hati.


"Pa, mama sebenarnya tidak ingin mereka berpisah. Mama tidak ingin kehilangan menantu sempurna seperti Kinara. Tapi, tapi, tapi mana juga tidak ingin egois. Kinara sudah banyak menanggung kesedihan bersama Arya. Dia juga berhak bahagia dengan jalan yang dia pilih. Tapi tetap saja pa, mama merasa sangat sedih pa. Kenapa anak kita begitu bod*h sampai melakukan hal sehina itu pa? hiks hiks hiks" tangis mana Laras di pelukan Papa Agus.


"Papa juga tidak ingin kehilangan menantu seperti Kinara. Tapi kita tidak harus memaksa Kinara. Ini semua terjadi karena kesalahan anak tidak tahu diri itu. Disini kita harusnya memberi kekuatan pada Kinara agar dia tetap kuat dan tegar. Dua wanita yang baik, dia pantas mendapatkan yang terbaik pula. Dan sayangnya, anak kita bukanlah yang terbaik" ucap papa Agus berusaha mengikhlaskan perceraian Arya dan Kinara. Meskipun dia juga merasa tidak ada menantu yang lebih baik dari Kinara.


Setelah mendengar ucapan suaminya, mana Laras tak bersuara lagi. Dia cukup sadar diri kalau semua ini memang salah anaknya. Meski sulit, tapi mama Laras mencoba menerima kenyataan pahit ini.


Memang tak ada yang salah pada apa yang dilakukan Kinara. Jika dia menjadi Kinara mungkin mana Laras pun akan menggugat Arya saat dia tau kalau suaminya berselingkuh, mungkin mana Laras tidak akan berusaha mencoba memperbaiki pernikahannya seperti yang sudah Kinara lakukan. Kinara sudah sebisa mungkin berusaha mempertahahankan dan memperbaiki rumah tangga nya. Tapi menang Arya saja yang tak tau diri dan tak tau bersyukur.


Sebagai ibu, sungguh mana Laras merasa malu karena merasa gagak mendidik putranya sampai dia menyakiti istri sebaik Kinara. Apa dia lupa kalau dia dilahirkan dari rahim seorang wanita, sampai dia tega menyakiti hati wanita lain, bahkan wanita itu orang yang sudah memberinya seorang anak. Wanita yang menjadi ibu bagi anaknya.


Mana Laras masih menangis di pelukan suaminya sampai dia sadar akan sesuatu. Mama Laras menegakkan tubuhnya lalu menghapus air matanya. Mama Laras menatap wajah suaminya dengan kilat amarah.


"Kita harus menemui Arya sekarang juga!" ucap Mama Laras menatap wajah suaminya.


"Apalagi yang ingin Mama bicarakan dengan anak tak tahu diri itu ma?" tanya papa Agus yang merasa situasi nggan bertemu dengan anak yang sudah sangat membuatnya kecewa.


"Papa kok malah tanya buat apa sih pa! Mama jelas mau kasih pelajaran buat anak itu! Mama, mama mau denger dari dia. Apa alasan dia sampai tega berbuat seperti itu sama Kinara pa? Dia itu anak Mama, mama yang rawat dia dari bayi sampai gede. Tapi mama sekarang nggak bisa ngenalin dua lagi pa. Tingkah laku nya sama sekali bukan seperti anak yang selama ini Mama didik"


Setelah itu mereka pun sepakat kerumah Arya untuk menemui Arya. Meski Arya anak kandung mereka, tapi mama Laras pun papa Agus ingin tau secara pasti seberapa gi*lanya dan bod*h nya Arya sampai tega melakukan itu.

__ADS_1


__ADS_2