Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Mencari Kinara


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan keluarga Sherly, Arya mengantar Sherly ke apartemennya dulu baru setelah itu barulah dia pulang ke rumahnya menemui Kinara dan Feli. Karna sampai saat ini Arya masih belum mengetahui kalau Kinara sudah meninggal rumahnya karena mengetahui pernikahannya dengan Sherly kemarin.


Sherly juga tadi sempat merengek minta di temani Arya dulu sebelum Arya pulang kerumah. Tadinya Arya menolak permintaan Sherly karena dua terburu buru ingin segera pulang. Tapi Sherly yang licik pun menggunakan anak yang ada di kandungannya untuk menahan Arya. Sherly beralasan kalau anaknya ingin di temani ayahnya dan ingin di elus elus. Setelah mendengar anaknya yang ingin di temani dan di elus elus maka Arya tidak punya pilihan lain selain tetap berada di sana sedikit lebih lama karena dia merasa mungkin anaknya sedang ingin bermanja-manja dengan ayahnya.


Dan Sherly pun bersorak dalam hati karena alasan anak yang ada di kandungan sangat ampuh meluluhkan Arya. Arya selalu mau menuruti keinginannya selama hamil, apalagi kalau Sherly menggunakan nama anaknya yang menginginkan, Arya pasti tidak akan menolak keinginannya.


Sherly sudah berhasil membuat Arya menikahinya karena anak di dalam kandungannya ini, dan Sherly juga yakin dapat membuat Arya menjadi satu satunya miliknya dan anaknya. Dia pastikan akan mendepak Kinara dan anaknya dan akan menggantikan posisi mereka dalam hidup Arya. Sherly tersenyum membayangkan saat dimana dia akan menjadi satu satunya Nyonya Arya Prayoga. Sherly tersenyum sambil mengelus perutnya yang sedikit terlihat membuncit meski belum terlalu kentara.


Anaknya ini banar benar pembawa k beruntung bagi Sherly. 'Terimakasih sudah banyak membantu mama nak, kamu memang anak k beruntung mama" gumam Sherly dakam hati.


Arya menatap jam di pergelangan tangannya, ternyata sudah jam delapan malam. Rencananya yang ingin segera pulang terpaksa di tunda karena Sherly ingin di temani dulu dan katanya anaknya ingin di elus elus. Arya yang berfikir mungkin Sherly sedang ngidam pun mengikuti keinginannya dan alhasil menunda kepulangannya lebih lama dari rencana.


Kini Arya sudah b rada di dalam mobil setelah cukup sulit membujuk Sherly agar mengijinkannya pulang ke rumah Kinara. Arya menyetir sambil menyusun kata yang akan dia jadikan alasan pada Kinara. Arya sempat juga berfikir untuk jujur tentang pernikahannya dengan Sherly, tapi Arya takut kalau Kinara malah akan meninggalkan dirinya Kalau tau dia sudah menikah lagi dengan Sherly bahkan Sherly saat ini tengah mengandung anaknya.


Tidak Arya belum siap kehilangan Kinara saat ini. Dalam hatinya yang terdalam, dia merasa masih sangat mencintai Kinara. Tapi dirinya juga tak bisa menolak wanita muda yang datang menawarkan dirinya pada Arya. Sherly yang cantik, muda dan sangat bergairah membuat Arya terbuai dan mengesampingkan fakta kalau dua seorang pria beristri dan sudah memiliki anak pula.


Mobil yang Arya tumpangi telah sampai di halaman rumahnya, dari luar Arya menatap heran rumahnya yang terlihat gelap sekali dan tidak ada lampu yang hidup.


Arya turun dari mobil dan segera berjalan menuju pintu, dia mengetuk pintu beberapa kali dan memencet bel beberapa kali. Tapi Kinara tak kunjung membukakan pintu. Arya melirik jam tangannya dan melihat kalau ini masih belum terlalu larut dan biasanya Kinara masih belum tidur jam segini. Tapi kenapa Kinara tak kunjung membukakan pintu dan kenapa pula kalau lampu lampu yang ada dirumahnya tak ada yang menyala sama sekali, Rumahnya bahkan terlihat seperti rumah kosong yang tak berpenghuni.

__ADS_1


Deggg...


"Tidak, tidak mungkin terjadi. Kinara, tidak tidak mungkin" ucap Arya setelah memikirkan hal yang mungkin terjadi.


Jantungnya berdegup dengan kencang dan dua tiba tiba merasa gelisah, Arya segera membuka tas kerjanya dan mencari kunci duplikat yang selalu dia bawa tapi jarang dia gunakan karena biasanya Kinara akan selalu membukakan pintu saat dia pulang kerja semalam apapun dan sekarut apapun Kinara selalu menunggunya pulang dan membukakan pintu untuknya.


Arya segera memasukkan kunci itu ke lubang pintu setelah dia mendapatkan kunci itu. Arya benar benar takut kalau pikiran tentang Kinara benar benar terjadinya.


Pintu berhasil dibuka dan ruangan kosong, gelap dan sunyi adalah hak pertama yang menyambut kedatangan Arya di rumah itu. Arya segera masuk dan meraba raba saklar lampu agar ruangan itu terang. Arya meraba Reba tembok tempat saklar dan berteriak memanggil nama Kinara.


"Kinar, Kinara, sayang. Kamu dimana sayang!" teriak Arya dan setelah lampu berhasil Arya nyalakan dia sama sekali tidak melihat ada orang di rumah. Arya segera mencari keberadaan Kinara dan berlari menuju kamarnya. Arya masih berharap semoga saja Kinara sedang tidur di kamar atau paling tidak dia masih ada di rumah ini.


Arya sampai di kamarnya dan Arya merasa kamarnya tak jauh berbeda seperti ruang tamunya tadi. Semua terasa gelap, tak ada lampu tidur yang biasa di nyalakan ketika Kinara dan dirinya tidur.


Arya segera keluar dari kamar setelah tidak menemukan Kinara di dalam kamarnya, lalu Arya beranjak ke kamar Feli, dia berusaha berfikir positif lagi berharap Kinara akan ada di kamar itu bersama Feli.


"Kinara, Feli. Kalian Kemana sayang? Kinara, Feli" Arya terus memanggil manggil nama Kinara dan Feli, lalu berlari bak orang kesetanan kesana kemarin mencari Kinara dan Feli di setiap sudut rumahnya, Tapi yang Arya dapatkan hanya sia sia, dia sama sekali tidak melihat Kinara maupun Feli ada di manapun.


Kaku Arya kembali ke dalam kamarnya, dan membuka lemari pakaian Kinara. Disana dia baru menyadari kalau baju baju Kinara ternyata sudah berkurang cukup banyak dan kopernya pun sudah tak ada di tempat biasanya.

__ADS_1


"Si*l, Kinara pasti pergi dari rumah bersama Feli" umpat Arya begitu menyadari kalau Kinara sudah pergi dari rumah.


Arya ingin berlari keluar kamar lagi dan mencari Kinara dan Feli, tapi langkahnya terhenti saat ekor matanya tak sengaja melirik sebuah kertas yang ada di meja rias. Arya menghentikan langkahnya tadi dan langsung mengambil kertas itu kamu tanpa menunggu lama, dua segera membuka isi surat dari Kinara yang di tunjukkan padanya.


✉️


*Untuk mas Arya.


Maaf aku pergi tanpa pamit kamu mas, aku sudah tau semuanya mas, aku tau kalau kamu sudah menikah lagi dan bahkan istri barumu tengah mengandung saat ini.


Aku mengalah mas, aku nggak sanggup kalau harus berbagi suami dengan orang lain. Kinar minta maaf kalau selama ini kinar banyak salah sama mas Arya, kibar sekali lagi minta maaf.


Kinar pamit mas, Kinar pulang ke rumah orang tua Kinar.


Dari Kinara Ayuningtyas*.


Arya meremas surat itu lalu membantingnya kelantai. Kinara meninggalkannya, Kinara, dia, bagaimana dia tau tentang pernikahannya dengan Sherly. Siapa yang memberi tahukan Kinara tentang hal ini. Arya tak perduli Kinara tau gak ini dari siapa, dari pada sibuk memikirkan orang yang menceritakan tau Kinara tentang pernikahannya dengan Sherly, lebih baik Arya pergi menjemput Kinara.


Arya sangat yakin kalau Kinara akan pergi ke rumah orang tuanya, karena Kinara tipe perempuan rumahan yang tak banyak memiliki teman. Satu satunya teman yang pernah Kinara ceritakan adalah Melisa yang sekarang sudah menjadi partner bisnis istrinya. Itupun setau Arya dia sudah menikah jadi tak mungkin Kinara akan kesana dan kalau di hotel pun Arya rasa tak mungkin karena Kinara juga membawa Feli, Kinara pasti memikirkan kenyamanan Feli dan tempat nyaman untuk Feli pastinya ada di dekat orang yang dia kenali. Jadi pastinya Kinara ada di rumah orang tuanya saat ini.

__ADS_1


Arya melakukan mobilnya secepat mungkin agar segera bisa sampai di rumah mertuanya. Pikiran Arya kalut dan otaknya sedang di penuhi raut wajah Kinara yang sedang kecewa dan sedih karena dirinya.


Arya tau dia sudah sabfat menyakiti Kinara, tapi Arya juga berharap kalau Kinara masih mau ikut pulang bersamanya setelah Arya menjelaskan dan bicara baik baik pada Kinara.


__ADS_2