Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Sah


__ADS_3

Setelah mengetahui Kinara akan menikah lagi sebentar lagi, Arya dan orang tuanya pun tak bisa berbuat apapun lagi. Mereka bahkan sudah berandai andai jika Kinara mau menerima kembali Arya. Tapi kenyataannya malah jauh dari ekspresi mereka. Kinara justru sudah akan menikah sebentar lagi.


Selain merasa kecewa dan sedih, ada perasaan malu juga dalam diri orang tua Arya karena sudah berani menebalkan muka mereka untuk meminang Kinara tapi malah Kinara nya sudah mulai membuka lembaran baru hidupnya. Dan menutup rapat lembaran lamanya.


Mereka tetap saja manusia yang bisa berfikir egois dan kecewa karena Kinara begitu cepat mendapatkan pengganti, tapi mau bagaimanapun itu awal masalah, kehancuran hubungan ini karena putra mereka sendiri.


*********


Setelah dua minggu berlalu, kini tiba waktu yang dinanti nantikan selama beberapa bulan ini, setelah pertemuan pertamanya dengan Kinara, Abian memang sudah berkhayal kalau suatu saat dia akan menikah dengan Kinara suatu saat nanti. Walaupun impian itu sempat kandas karena saat itu dia tau Kinara sudah menikah, tapi saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, wanita yang sangat dia cintai terluka oleh suami tak berguna nya, maka bangkitlah semangatnya yang sempat meredup dan kembali berkobar semangatnya untuk membahagiakan Kinara seumur hidupnya.


Kini Abian tengah duduk di kursi dengan setelan jas berwarna putih tengah tersenyum lebar saat melihat calon istrinya datang menuju tempat akad nikah mereka.


Abian tak bisa berhenti tersenyum sambil matanya berbinar melihat Kinara yang tampil sangat cantik dengan balutan kebaya berwarna putih. Dia juga dapat melihat senyum manis Kinara, senyum yang sudah mampu meluluhkan hatinya sejak pertama kali mereka berjumpa.


Abian bangkit dari duduknya dan menarik kursi di sampingnya, juga membantu Kinara duduk.


"Kamu cantik sekali hari ini sayang, rasanya aku ingin cepat cepat menyelesaikan acara ini dan mengurungmu di kamar saja seharian sayang" ucap Abian berbisnis di telinga Kinara. Membuat Kinara tersenyum sipu akibat ucapan Abian tadi. Kinara jelas bukan wanita yang polos lagi tentang hal semacam itu.

__ADS_1


"Kamu tak akan bisa berbuat macam-macam hari ini, karena setelah ini kita masih harus melakukan resepsi dan sepertinya mama mu akan mengundang banyak tamu nanti malam" ucap Kinara sambil tersenyum jahil pada Abian. Membuat Abian gemas dan ingin menculik Kinara saat ini juga.


"Ehmmm bagaimana? apa bisa kita mulai ijab kabulnya sekarang?" tanya penghulu yang dari tadi melihat calon pengantin malah sibuk bisik bisik sambil tersenyum.


"Iya pak siap!" ucap Abian mantap.


"Padahal kalau mau bisik bisik lagi juga nggak papa kok mas Abian, pernikahannya bisa ditunda besok sampai acara bisik bisik ya selesai" canda penghulu itu.


"Ehhh nggak bisa dong pak! saya udah lama nih pak nunggu dia janda, masak harus ditunda sih?" ucap Abian melantur karena panik. Sontak seluruh tamu undangan pun tertawa terbahak bahak mendengar ucapan sang calon mempelai laki-laki.


Mama Abian bahkan Sudan hampir berdiri untuk menarik telinga putranya sangking jengkelnya, untung dia masih ingat kalau ada banyak tamu disini.


Tak terasa air mata Abian dan Kinara pun luruh saat itu juga. Rasa bahagia dan haru membuat mereka tak bisa membendung air mata bahagianya.


"Aku mencintaimu Kinara, sangat. Aku berjanji aku akan selalu berusaha membahagiakan mu dan Feli kedepannya, dan juga tentunya calon anak anak kita nantinya" ucap Abian begitu melepaskan ciuman di keningnya.


"Terimakasih sudah memberiku cinta sebesar ini, dan terimakasih juga sudah mau menerima dan menganggap Feli sebagai anakmu sendiri. Aku beruntung bisa dicintai oleh pria seperti kamu" jawab Kinara sambil matanya terus mengeluarkan air mata bahagianya.

__ADS_1


"Sudah nak, jangan menangis lagi, ini adalah hari bahagia kalian berdua, jadi harusnya kalian tersenyum bukannya malah menangis begitu" ucap papa Bagus yang ada di depan mereka berdua.


"Ini air mata bahagia pa! Kinara bahagia sekali hari ini"


***********


Sesuai agenda, setelah acara akad yang dilaksanakan siang hari tadi. Kini acara dilanjutkan dengan resepsi malam harinya. Dan sesuai dugaan Kinara tadi kalau ibu mertuanya pasti akan mengundang banyak tamu di acara ini. Mengingat wanita paruh baya itu sangat bersemangat sekali saat menyiapkan acara pernikahan putra bungsunya yang sempat membuatnya khawatir karena tak kunjung menikah juga.


"Sepertinya mama tidak ingin cepat punya cucu baru" gerutu Abian pelan di kuping Kinara.


Kini mereka berdua sedang mengalami tamu tamu undangan yang sejak tadi terus mengular tak ada sendatnya.


"Maksud kamu apasih nggak ngerti deh aku" tanya Kinara bingung.


"Yah kali aja Mama ngundang orang segini banyaknya? Kapan selesainya acara ini. Kapan acara kita bisa dimulai kalau tamunya masih banyak sekali, bahka aku lihat juga banyak yang dari datang" ucap Abian cemberut.


"Astaga Abian,,,,,,,,, kenapa kamu malah seperti anak kecil begitu sih? Jelas dong mama kamu ingin acara yang besar untuk anak bungsu kesayangannya yang tadinya mama sudah hampir menyerah memintamu untuk cepat menikah" jawab Kinara tersenyum lucu.

__ADS_1


"Tapi ini makam pertama kita lho sayang! Bisa gagal belah duren kalau begini jadinya" keluh Abian lagi.


__ADS_2