Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Keputusan


__ADS_3

Dilain tempat Arya nampak memegang ponselnya dengan rasa kalut. Dia terpaksa mengirimkan pesan ke nomer Kinara dan mengatakan bahwa dua tidak bisa pulang kerumah karna harus pergi ke luar kota mendadak.


Arya tau itu bukan alasan yang bagus. Tapi saat ini Arya sungguh tidak bisa memikirkan alasan lain. Otaknya benar benar buntu tidak bisa berfikir jernih saat ini.


Tadinya Arya ingin segera pergi setelah acara ijab kabul selesai dan datang ke kafe Kinara. Tapi keluarga Sherly tetap memaksa dirinya untuk tetap tinggal di rumah orangtua Sherly. Pun saat ingin pulang karena sudah malam tapi Sherly malah memintanya untuk menginap makam ini demi menghindari kecurigaan keluarga Sherly. Sampai saat ini keluarga Sherly belum mengetahui tentang status Arya yang sebenarnya. Mereka hanya tau kalau Arya pria lajang yang telah menghamili putrinya.


Arya mencoba menelfon nomer Kinara dan tapi panggilan itu tak di jawab oleh Kinara. Arya jadi tambah gusar dibuatnya. Arya merasa serba salah. Disisi lain ada Sherly dan keluarganya sedangkan di sisi lain ada Kinara dan Feli yang menunggunya di rumah. Mereka masih marahan tadi pagi dan sekarang dia malah tidak pulang ke rumah, Arya berfikir kalau saat ini Kinara pasti lebih marah dan kecewa padanya.


Arya tidak tau kalau yang dirasakan Kinara saat ini jauh lebih dari rasa marah dan kecewa.


Sherly keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan lengerie berwarna merah menyala. Dua melihat Arya yang memegang handphone nya dengan gusar. Sherly yakin Arya pasti berusaha menghubungi Kinara karena Sherly juga tau kalau mereka sedang perang dingin sejak kemarin malam dan sekarang Arya malah tidak pulang, Sherly tersenyum sinis karena merasa menang saat ini.


"Mas, kamu mandi dulu gih, aku udah nyiapin air buat kamu mandi" ucap Sherly begitu sampai di depan Arya.


"Iya sebentar, aku mau telfon Kinara dulu, dia udah aku chat tapi nggak bales bales juga sampai sekarang. Bahkan aku telfon juga nggak diangkat. Aku jadi khawatir sama dia sherly" ucap Arya cemas.


"Mungkin dia cuma kecapean mas, udah kamu nggak usah khawatir, mungkin juga dia agak kesel tapi besok kan kamu bisa langsung kasih pengertian ke dia mas. Mending sekarang kamu mandi aja dulu mas, kamu tanangin fikiran kamu dulu ya" ucap Sherly lembut dan tak lupa tersenyum.

__ADS_1


Meski dalam hati dia kesal karena dihari indahnya mas Arya masih terus kepikiran dengan Kinara, tapi Shery tetap harus berusaha tersenyum dan bersikap tenang. Lagipula dia sudah menikah dengan Arya dan sangat mudah membuat Kinara dan Arya berpisah dengan kondisi saat ini, jadi Sherly harus bersikap seolah dia tak keberatan kalau suaminya lebih perduli dengan Kinara.


"Ya sudah kalau begitu aku ke kamar mandi dulu. Nanti kalau Kinara telfon atau membalas pesan ku kamu beritahu ya" ucap Arya dan di jawab anggukan yakin oleh Shery. Setelahnya Arya beranjak pergi ke kamar mandi.


Sherly memperhatikan Arya yang telah berada di kamar mandi. Dan setelah Arya menutup pintu, Sherly segera mengambil ponselnya dan mengirimkan sebuah foto dan Vidio pada Kinara. Foto dan video itu adalah foto pernikahannya dengan Arya tadi, dia meminta temannya Raya untuk memfoto dan video saat Arya mengucapkan ijab kabul tadi dan memintanya untuk mengirimkan foto dan Vidio itu.


Sherly juga menambahkan sebuah pesan teks setelah foto dan video itu terkirim.


✉️


'Hari ini mungkin hari yang paling membahagiakan untuk kita ya Kinar, kamu membuka kafe baru dan aku membuka lembaran baru dengan suamiku, eh maaf maksudnya suami kita. Karena sekarang mas Arya sudah resmi menjadi suami aku dan dia juga akan menjadi calon ayah dari anak yang ada di kandunganku. Kamu harus kasih aku selamat ya kinara, karena sebentar lagi aku akan kasih Feli adik kecil lucu dan akan lebih disayang papi arya'


********


Kinara yang sudah merasa ponselnya sudah tenang karena mas Arya sudah berhenti menelfon nya. Tiba tiba melihat ponselnya berbunyi lagi. nampak ada beberapa pesan yang masuk di ponselnya. Setelah dua lihat ternyata itu bukan dari nomer suaminya. Kinara membuka isi pesan itu dan detik berikutnya ponselnya jatuh di lantai bahkan sebelum Kinara sempat membaca pesan dari Sherly.


Kinara merasa lemas tak bertenaga meski hanya melihat foto yang dikirim Sherly tadi. Ntah bagaimana kalau Kinara melihat video dan pesan yang Sherly kirimkan padanya.

__ADS_1


Dengan rasa sakit yang begitu menghujam hatinya, dan sisa sisa tenaga yang tiba tiba seperti hilang, Kinara kembali mengambil ponselnya dan duduk di depan kasur. Dia tadi melihat seperti ada Video juga yang dikirim tadi.


Kinara memutar rekaman itu dengan tangan bergetar, matanya tak henti mengeluarkan air mata. Tak menyangka kalau meeting dadakan yang dikatakan oleh suaminya adalah pernikahannya dengan selingkuhannya, dan pekerjaan di luar kotanya adalah malam pertama mereka.


Kinara sudah selesai menonton Video itu lalu dia membaca pesan yang dikirimkan oleh Sherly juga. Ntah Kinara harus bereaksi seperti apa. Dia sudah menyiapkan mental kalau ternyata ucapan Melisa yang mengatakan perempuan yang bersama suami itu hamil.


Tapi saat dia mengetahui semuanya secara pasti Kinara merasa jauh lebih sakit lagi. Hati dan jantungnya seperti di hujan berkali kali oleh pedagang. Kinara tak tahu kenapa suaminya bisa setega itu dengan dirinya yang sudah tulus mencintainya.


Kenapa suaminya lebih memilih mencamencari bunga lain saat dia merasa bosan dengan bunga yang dia miliki di rumah.


Jika suaminya merasa ada yang kurang pada dirinya kenapa tidak mengatakan secara langsung dengan nya dan di bicara baik baik. Kenapa dia malah mencari keindahan di luar sana.


Kinara masih menangis di posisi tadi sampai cukup lama lalu dia pergi ke kamar Feli, dia tak ingin berada di kamar itu untuk sementara. Dua butuh ketenangan untuk kewarasan jiwanya. Dan tetap berada di kamarnya bukanlah pilihan yang tepat.


Kinara terus berada di kamar putrinya. Meski dia merebahkan dirinya di ranjang tapi matanya sama sekali tak bisa di pejamkan bahkan sampai pagi. Terlalu banyak hal yang dia pikirkan membuat Kinara tak bisa tidur sampai pagi.


Dan saat matahari sudah menunjukkan sinarnya, Kinara akhirnya mengambil keputusan setelah merenung sepanjang malam.

__ADS_1


Kinara bangkit dari tempat tidur menuju kamarku dan langsung menuju ke tempat penyimpanan surat surat penting. Kinara mengambil surat surat seperti kartu keluarga, ijasah, dan kartu nikah. Dia ingin sudah yakin seratus persen uy mendaftarkan pernikahannya di pengadilan agama.


__ADS_2