Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Tamparan


__ADS_3

Sherly pulang ke apartemen setelah cukup lama menghabiskan waktu di kafe. Dia tadi juga sudah mendapat informasi dari orang suruhannya kalau tugas mereka sudah selesai. Dan Sherly sangat senang dengan berita itu.


Dia menikmati kemenangan semu nya dan kebebasan dari Bastian dengan menikmati makanan kesukaannya di kafe itu. Sherly benar benar merasa puas dan bahagia tanpa dia tau kalau masalah besar tengah menantinya, bahkan bisa dibilang bukan hanya masalah tapi kehancurannya.


Sherly terkesiap saat membuka pintu dan melihat Arya sudah duduk di depan pintu sambil menatapnya tajam. Disisi Arya pun ada dua buah koper besar berisi barang barang Sherly yang sudah dia kemas asal tadi.


"Astaga,,,,,, sayang, kenapa kamu duduk disitu? kau mengejutkanku" ucap Sherly panik plus bingung dengan Arya yang tak biasanya menunggunya di depan pintu sambil menatapnya setajam itu. Bahkan dari tatapannya saja mampu membuat Sherly merasa ada sesuatu yang tak beres disini.


"Sayang" Sherly melangkah mendekati Arya namun Arya lebih dulu mengangkat tangan seperti tanda berhenti untuk Sherly dan dia berdiri dari duduknya kemudian dengan raut marahnya, Arya mengayunkan tangannya menampar keras wajah Sherly sampai Sherly terjatuh. PLAKKKK.......


"APA YANG KAU LAKUKAN ARYA?" Sherly berteriak sambil memegang pipinya yang terasa sakit dan panas. Mereka memang sering bertengkar dan adu mulut, tapi Arya tak pernah bermain tangan sama sekali selama ini. Samarah apapun itu pada Sherly Arya akan menahan dirinya agar tak sampai berbuat kekerasan.


Tapi, ntah aja yang terjadi sampai Arya tega menamparnya dengan keras begitu? Sherly sana sekali tak mengerti.


"Jangan membentukku Sherly! Perhatikan suaramu! Selama ini aku ternyata telah sangat bod*h karena bisa bisanya ditipu oleh wanita ular seperti mu ini Sherly. Wanita menjijikkan yang bahkan mampu berbuat apapun demi mendapatkan apa yang kamu mau!" hardik Arya.


"Maksud kamu apa sih mas? aku bener bener nggak ngerti kenapa kamu bicara seperti itu?" ucap Sherly sambil berusaha bangkit.


"Kamu tanya maksudku apa? kamu tanya?"

__ADS_1


"Lihatlah, aku sudah tau semua kebohonganmu padaku selama ini! Bod*hnya aku yang malah dengan mudahnya percaya dengan ucapan wanita ular seperti kamu Sherly! Aku bahkan, aku bahkan kehilangan semuanya demi kamu! aku kehilangan istri, anak dan orang tua hanya karena kamu Sherly! Tapi apa balasan mu? kamuakah menipuku habis habisan dan membuatku menjadi orang bod*h yang tak tau apapun" ucap Arya sambil memberikan ponselnya pada Sherly dengan nafas naik turun karena emosi yang telah meledak ledak.


Sherly menjatuhkan ponsel Arya dengan tangan gemetar dan mulut terbata Sherly mencoba menjelaskan pada Arya.


"Sa sa sayang,, i ini, ini nggak seperti yang kamu bayangkan sayang, d dia, d dia sudah me"


"CUKUP SHERLY, CUKUP! APALAGI YANG MAU KAMU SANGKAL! JELAS JELQS DISANA ADA VIDIO MENJIJIKAN MU DENGAN AYAH ANAK DALAM KANDUNGAN MU ITU! BAHKAN JELAS TERDENGAR PERCAKAPAN KALIAN TENTANG ANAK YANG ADA DI KANDUNGAN KAMU SAAT INI SHERLY!" hardik Arya dengan suara menggelegar.


"Arya, aku bisa jelaskan padamu, Arya, aku, aku memang salah tapi aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu Arya, aku"


"Cukup Sherly, cukup! jangan mengarang cerita bohong lagi! aku tak akan termakan oleh cerita murahanmu lagi Sherly! Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini dan menjauh sejauh mungkin dari hidupku sebelum aku kehilangan kesabaran ku dan melupakan kalau kamu tengah mengandung saat ini!" usir Arya tanpa mau lagi menatap wajah Sherly.


"Apa kamu lupa siapa yang membeli apartemen ini dulu? aku! aku yang sudah membeli apartemen ini dan kamu hanya menempati nya. Bahkan surat kepemilikan apartemen ini pun atas nama ku! Jadi aku lebih dari berhak mengusirmu dari sini kapan pun aku mau!"


"Arya, mas Arya, meskipun begitu kamu nggak bisa ngusir aku gitu aja! Aku ini masih sah secara agama dan negara sebagai istri mu, jadi kamu nggak bisa seenaknya mengusirku dari sini!. Aku juga punya hak untuk tinggal"


Ditengah perdebatan Arya dan Sherly, dari luar terdengar ada yang memencet bel apartemen. Arya yang tadinya masih mau menjawab ucapan Sherly pun mengurungkan niatnya dan membuka pintu karna dari tadi BK pintu terus berbunyi. Bahkan disertai gedoran juga.


"Ada apa ini pak? " tanya Arya kebingungan saat ternyata yang bertamu ke apartemennya adalah beberapa polisi.

__ADS_1


"Permisi pak! Apa disini ada saudari Sherly! Kami membawa surat perintah penangkapan atas nama saudari Sherly atas nama tuduhan pembunuhan berencana yang telah menewaskan saudara Bastian" ucap salah satu polisi itu membuat Arya dan Sherly terkesiap, kaget bukan main. Berbeda dengan Arya yang kaget karena tak menyangka hal itu. Sherly kaget plus ketakutan karena kejahatannya terbongkar secepat itu. Bahkan baru beberapa jam yang lalu dia merasa bebas dan senang atas meninggalnya Bastian. Tapi secepat itu polisi mengetahui perbuatannya.


Sherly panik dan berusaha ingin kabur, tapi polisi yang melihatnya langsung mengunci pergerakan Sherly dan langsung memborgol kedua tangan Sherly.


"Mas, mas Arya tolong aku mas, aku nggak bersalah mas. Dia yang udah ngancam aku mas, tolong mas, Tolong aku mas Arya" ucap Sherly meronta-ronta.


Arya menoleh pada Sherly yang masih meronta-ronta lalu berkata dengan lirih.


"Ternyata aku benar benar salah menilai mu selama ini. Kupikir dulu, meski kau kadang suka bertindak seenaknya, tapi kau masih memiliki sisi baik dan lembut. Tapi aku baru tau kalau kau hanya seorang penipu dan penjahat. Otakmu penuh dengan hal negatif dan darah mu mengandung banyak racun rupanya" ucap Arya pada Sherly.


Lalu Arya menatap pada para polisi yang masih ada di sana.


"Silahkan bapak bawa wanita ini pergi dari sini! Dia tak ada hubungannya dengan saya lagi pak! Karna mulai dari sekarang dua bukan lagi istri saya. Saya akan menceraikan dia!" ucap Arya sambil menunjuk kearah Sherly.


"Baik pak! Tapi kami minta anda untuk ikut ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut pak" ucap polisi didepan Arya.


"Tapi saya tidak ada hubungannya dengan kasus perempuan itu pak!" tolak Arya.


"Bapak tenang saja pak, kami hanya minta keterangan dan kesaksian bapak saja. Kami tak akan menahan bapak kalau memang bapak tak ada sangkut pautnya dengan kasus yang tengah menjerat istri bapak!"

__ADS_1


__ADS_2