Karna Kamu Berubah

Karna Kamu Berubah
Meminta kesempatan


__ADS_3

Beberapa hari setelah penangkapan Sherly di apartemennya, Arya langsung datang ke rumah orangtuanya dan memohon ampun pada Papa dan Mamanya karena telah banyak mengecewakan mereka dan membuat mereka malu karena ulahnya.


Meski awalnya orang tua Arya masih enggan memaafkan Arya karena kadung kecewa. Tapi orang tua mana yang akan tega melihat hidup anak semata wayangnya hancur dan begitu menyedihkan seperti sekarang ini. Akhirnya mereka pun memaafkan Arya dan kini Arya dan orang tuanya tengah berada di depan pintu rumah orang tua Kinara dengan niat ingin meminta maaf pada Kinara dan keluarga.


"Assalamualaikum" ucap Arya sambil mengetuk pintu rumah.


"Waalikumsalam" sahut mama Laras sambil membuka pintu.


Setelah pintu terbuka, mama Laras tertegun sebentar saat mengetahui siapa yang bertamu di rumahnya pagi ini.


Mama Laras sebenarnya enggan berurusan lagi dengan orang orang yang ada di depannya ini. Tapi, yah mau bagaimana lagi, toh semua sudah terjadi dan yang terpenting anaknya sudah menemukan pengganti yang lebih baik.


"Selamat pagi Bu Laras" ucap Mama Sekar menyapa mantan besannya itu karena dia melihat mantan besannya hanya diam.


"Oh, em selamat pagi Bu Sekar, ada apa ya kok tumben pagi pagi sudah kesini" jawab Mama Laras basa basi.


"Emm begini Bu Laras, kami mau ketemu sama Kinara, Feli dan Bu Laras serta pak Bagus kalau ada di rumah"


"Oh ya ada. Silahkan masuk dulu Bu Sekar pak Agus" ucap mama Laras mempersilahkan tamunya masuk. Mana Laras tentunya tak ingin tetangga bergosip bila melihat mantan menantu dan besannya pagi pagi datang.


"Sebentar ya, saya panggilkan yang lain dulu" ucap mana Laras setelah mempersilahkan tamunya duduk.


"Iya Bu Laras" Dari tadi yang selalu bicara hanya mama Sekar saja.


Mama Laras menghampiri keluarganya yang masih berada di meja makan.


"Siapa yang datang ma?" tanya Kinara yang tengah membereskan meja makan.

__ADS_1


"Itu ada Arya dan orang tuanya, katanya mau ketemu sama kita" ucap mana Laras.


"Ada apa lagi sih? Huh yasudah lah ayo kita temui mereka dulu" ucap papa Bagus yang agaknya masih menaruh rasa bencinya pada mantan menantunya.


Feli yang mendengar kalau Papi dan Oma opanya datang pun langsung antusias. Memang sedari awal Kinara dan orang tuanya tak ingin Feli terlalu menjadi korban atas perceraian orang tua nya. Jadi mereka tak pernah melarang Feli bertemu mereka. Yah walaupun mereka masih tak mengijinkan Feli menginap dirumah mereka.


"Papi,,,,,,,," seru Feli kegirangan saat melihat Papinya di ruang tamu.


Nyatanya Feli hanya seorang bocah berusia 5 tahun yang tak mengerti apa masalah orang dewasa.


"Hai sayang, apa kabar mu sayang? Papi kangen Feli, Feli kangen juga nggak sama Papi?" tanya Arya sambil memeluk Feli.


"Iya Pi, Feli juga kangen Papi, kangen Oma sama opa juga" ucap Feli menatap Oma dan opa nya dengan senyum manis nan polosnya.


Setelah acara temu kangen dengan Feli yang ternyata cukup lama Mama Laras mengajak Feli untuk masuk dulu kedalam karena mantan besannya mengatakan ingin bicara sesuatu pada Kinara.


"Ada kepentingan apa sampai bapak Agus sekeluarga pagi pagi datang kemari?" tanya papa Bagus langsung to the poin tanpa basa basi dulu.


"Ehmm,,,, begini pak Bagus, kami kesini ingin minta maaf pada bapak sekeluarga dan terutama pada nak Kinara atas apa yang pernah dilakukan putra kamu dulu pada Kinara dan keluarga. Kami sadar kalau Arya sudah sangat bersalah pada Kinara dan sudah menyakitinya dengan sangat dalam. Oleh itu kami datang kemari ingin meminta maaf setulusnya" ucap papa Agus.


"Benar pa, Kinar, aku datang kemari ingin minta maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah kulakukan dulu. Terlebih dulu aku dengan sadar telah melakukan banyak sekali kesahalan padamu Kinar. Aku benar-benar minta maaf. Aku mohon maafkan aku Kinar. Aku selalu dihantui rasa bersalah atas apa yang aku lakukan padamu dulu" ucap Arya dengan sendu. Terlihat memang kalau dia merasa menyesal akan semua yang dia lakukan.


Wanita yang dia pikir dia cintai sampai membuat dia melupakan statusnya yang sudah memiliki anak dan istri justru wanita yang telah menipunya habis habisan. Sampai membuat dia kehilangan semua yang dia miliki. Bahkan Arya masih tak menyangka sampai saat ini kalau Sherly tega menghabisi nyawa ayah biologis dari anak yang ada di kandungannya. Sungguh dia sudah salah menilai seorang Sherly selama ini.


"Bukankah kita sudah pernah membahas tentang hal ini sebelumnya mas saat setelah sidang perceraian kita usai dulu. Aku sudah memaafkan kamu. Toh lagipula diantara kita ada Feli yang sampai kapanpun akan selalu menjadi penghubung antara kita. Aku tidak bisa memungkiri fakta kalau kamu adalah ayah kandung dari anakku. Dan aku pun tak punya niatan untuk memisahkan kalian" jawab Kinara tenang.


Memang kalau masalah memaafkan, Kinara sudah memaafkan Arya, toh sekarang dia sudah bahagia dengan Abian dan akan segera membuka lembaran baru dengan nya. Kinara tak ingin menyimpan kebencian yang hanya akan mengotori hatinya. Setelah sidang putusan cerai, Kinara benar benar ingin melupakan rasa sakit itu dengan meng iklaskannya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Kinara, Arya pun langsung berbinar. Agaknya dia malah berfikir lain mendengar jawaban Kinara tadi.


"Terimakasih Kinara. Aku sangat berterima kasih karena kamu sudah mau memaafkan ku. Terimakasih juga papa Bagus yang mau memaafkan aku juga"


Papa Bagus pun m ngangguk tipis. Dia berusaha bersikap biasa saja dan mencoba memaafkan pria didepannya itu. Meski rasa kecewanya masih sangat dalam padanya. Tapi papa Bagus berusaha bersikap dewasa dan tak ingin terlalu menunjukkan hal itu.


"Oh ya Kinara, selain ingin minta maaf. Kedatangan ku bersama papa Agus dan mama Sekar kemari karena aku ingin kembali rujuk dengan kamu Kinara. Aku ingin kita kembali membina rumah tangga kembali seperti dulu lagi. Aku, kamu dan Feli. Aku janji tak akan ada orang lain lagi Kinar, Kamu mau kan menerima lamaranku?" ucap Arya penuh harap.


Dia merasa mendapat kepercayaan dari saat Kinara sudah memaafkannya.


"Mas Arya, sebelumnya aku ingin mengatakan kalau aku memang memaafkan mu, tapi bukan berarti aku ingin kembali lagi dengan mu mas. Bagiku kemarin sudah cukup. Dan mungkin jodoh kita memang hanya sampai situ saja. Aku tidak bisa bersamamu lagi mas maaf" jawab Kinara tenang tapi penuh keyakinan.


"Tapi Kinar, aku berjanji akan berubah dan tak akan melakukan kesalahan seperti dulu. Aku sudah cukup mendapat karma ku dan aku tak ingin kehilanganmu Kinara. Tolong kembalilah padaku Kinara" ucap Arya lirih.


"Nak, Arya sudah menyesali perbuatannya, apa tidak ada kesempatan kedua untuk Arya kembali dengan mu lagi nak. Setidaknya coba kamu pikirkan Feli. Dia juga butuh keluarga yang lengkap nak" kini giliran mama Sekar yang bicara. Dia juga ingin menantunya kembali lagi. Kinara adalah menantu sempurna versi dirinya.


"Bu Sekar! Saya harap anda tidak terlalu menekankan putri saya dengan cucu saya! Saya hanya ingin kebahagiaan untuk putri saya dan putra anda jelas telah gagal menjadi suami yang baik untuk putri saya dulu" papa Bagus angkat suara karena tak tahan putrinya seolah di tekan untuk menerima kembali Arya.


"Pah, sudah pak. Biar Kinara saja yang bicara" Kinara memegang tangan papanya dan mencoba menenangkan papa Bagus yang sudah mulai agak emosi.


"Sebelumnya Kinara mau minta maaf pada mama Sekar karena Kinara memang tak bisa kembali lagi dengan mas Arya. Kinara juga dulu sudah memberi banyak kesempatan pada mas Arya saat kita masih menikah dulu ma, tapi mas Arya malah melewatkan kesempatan itu berkali kali. Kinara juga sudah berusaha mempertahankan pernikahan ini ma sebelumnya. Dan jika Feli di gunakan untuk alasan aku kembali dengan mas Arya, aku rasa itu tak perlu ma. Kinar sendiri tak pernah melarang mama, papa bahkan mas Arya untuk menemui Feli. Jadi Kinar rasa Feli pun tak akan merasa kehilangan keluarganya disini. Dan emmm tunggu sebentar. Kinara akan mengambil sesuatu dulu" Kinara masuk kedalam mengambil undangan pernikahan nya dan Abian yang sudah dicetak dan akan segera sidebar.


"Ini untuk mama dan mas Arya" Kinara memberikan masing masing satu pada Arya dan Mama Sekar.


"I,,,,ini?" ucap Arya tergagap saat menerima undangan itu.


"Itu undangan pernikahan ku dengan Abian dua minggu lagi mas. Aku tadinya ingin datang ke rumah mama Sekar langsung untuk memberikan undangan itu. Tapi karena mama sudah ada disini, jadi sekalian saja aku berikan pada mama"

__ADS_1


__ADS_2